Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SDN 1 Klepu Farhan Rendi Triatma; Melik Budiarti; Naniek Kusumawati
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai Penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran IPAS Kelas V di SDN 1 Klepu, Kec. Sooko Kab. Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis melalui reduksi data, setelah itu data disajikan, kemudian diverifikasi atau ditarik kesimpulan. Validasi data menggunakan teknik triangulasi. Peneliti menemukan bahwa pada tahap perencanaan, guru telah melaksanakan dengan baik sesuai pedoman mandiri kurikulum, yang mengungkapkan bahwa guru menganalisis SKS, merumuskan TP, menyiapkan ATP dan merencanakan modul pembelajaran. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN 1 Klepu .
Implementasi Metode Pembelajaran Membaca Syllabic untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SDN Purworejo 02 Geger Fernanda Fitriani; Endang Sri Maruti; Melik Budiarti
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca di sekolah dasar terbagi menjadi dua, membaca permulaan dan membaca lanjut. Membaca seharusnya sudah dikuasai semenjak kelas 1 sekolah dasar, membaca merupahan hal yang sangat penting fenomena banyaknya siswa yang belum mampu membaca dengan baik akan mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajar. Adanya metode syllabic sangat membantu siswa memahami dan mencermati materi yang diberikan oleh guru saat proses pembelajaran berlangsung. Metode ini memberikan peran dalam membantu siswa membaca permulaan khususnya kelas rendah di sekolah dasar, Penelitian ini dilakukan dengan Classroom Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Dari hasil penelitian ini Pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan membaca permulaan dengan metode syllabic. metode membaca syllabic ini meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Efektivitas media wordwall terhadap kecerdasan emosional siswa kelas V pada mata pelajaran tematik di SDN 01 Taman Madiun Dyma Arealya; Liya Atika Anggrasari; Melik Budiarti
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 3 (2022): Peran PGSD dalam mempersiapkan kurikulum merdeka pada era 5.0
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan untuk menunjang kualitas pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemanfaatan media pembelajaran yang nantinya dapat meningkatkan intelegensi siswa dan Emotional Quetient (EQ). Kecerdasan emosional dalam diri siswa akan efektif melalui ketrampilan kognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan penggunaan media maka ketrampilan IQ dan EQ dapat terasah. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 491 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 54 siswa yang diambil secara random (acak). Dalam penelitian ini menggunakan angket untuk pengumpulan data responden. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan Simpel Random Sampling. Peneliti menggunakan kolerasi product moment untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tingkat keefektifan yang berbeda antara media wordwall terhadap kecerdasan emosional siswa kelas V SDN 01 Taman Madiun Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan t hitung (3,40)>t tabel (2,00).
Hubungan antara Efikasi Diri Akademik dengan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas V SDN 02 Manisrejo Ega Rahayu Widodo; Melik Budiarti; Sri Lestari
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 3 (2022): Peran PGSD dalam mempersiapkan kurikulum merdeka pada era 5.0
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran abad 21 siswa dituntut untuk mempunyai kemampuan berpikir kritis. Pada kasus ini siswa kurang mempunyai keyakinan atas kemampuan yang dimilikinya dalam menyelesaikan suatu permasalahan pada soal cerita matematika yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara efikasi diri akademik terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran matematika siswa kelas V SDN 02 Manisrejo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 02 Manisrejo Kota Madiun dengan populasi seluruh siswa kelas V dan sampel sebanyak 55 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes soal uraian kemampuan berpikir kritis dan kuesioner efikasi diri akademik. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah uji prasyarat analisis dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri akademik dengan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran matematika siswa kelas V SDN 02 Manisrejo, yaitu hasil sebesar 3,179 > dengan signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian ini, maka efikasi diri akademik sangat penting dikembangkan dalam diri siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, karena efikasi diri akademik mempunyai hubungan yang signifikan dengan kemampuan berpikir kritis siswa.
Analisis kemampuan membaca siswa kelas II sekolah dasar Rafifah Yumna Salsabila; Sri Lestari; Melik Budiarti
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 2 (2020): Merdeka Belajar di Era New Normal
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang mendasar. Dengan membaca siswa akan menerapkan kemampuan lainnya yaitu berbicara. Dan juga siswa yang tidak mampu membaca akan sulit untuk memenuhi kemampuannya dalam menulis. Kemampuan membaca siswa kelas II termasuk kedalam tahap membaca permulaan, penelitian kali ini akan membahas mengenai “Kemampuan Membaca Siswa Kelas II Di SDN Pandean”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan membaca siswa kelas II, termasuk kedalam kategori kemampuan membaca tinggi, sedang atau rendah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan responden pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden 5 orang siswa dan 2 guru wali kelas. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, nilai dan wawancara. Dengan hasil penelitian yaitu, kemampuan membaca siswa kelas II di SDN Pandean terbagi menjadi tiga kategori, yaitu dari 55 siswa, 45 orang siswa termasuk kedalam kategori tinggi karena sudah mampu membaca dengan lancar dan memenuhi seluruh aspek, 4 orang siswa membaca dengan kategori sedang karena membaca dengan terbata-bata dan 6 orang siswa dengan kategori rendah karena siswa belum mampu menghafal huruf.
Sosialisasi Parenting Education dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman tentang Peran Aktif Orangtua dalam Pendampingan Anak di Rumah Wilda Alfian Ardiansah; Ihsan Intania; Melik Budiarti; Apri Kartikasari H.S; Melas Ilhan Mujni
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v4i1.2853

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membekali orangtua dengan metode pengasuhan yang tepat dan baik untuk ditanamkan kepada anaknya. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Gayam 1 dengan subjek siswa kelas 1 hingga 6 dan wali murid. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berupa sosialisasi kepada orang tua mengenai pola asuh anak di rumah. Hal tersebut penting diperhatikan karena penanganan pendidikan anak tidak dapat terlepas dari penanganan sekolah dan di rumah. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yakni rendahnya kesadaran dan pengetahuan orang tua mengenai pola asuh anak khususnya bagi orang tua yang berpendidikan rendah; masih dijumpai orang tua yang anak terlambat berbicara tetapi dibiarkan saja karena tidak mampu memberikan stimulasi atau penanganan yang tepat. Tindak lanjut dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membekali orang tua dengan keterampilan dalam mendampingi anak dan melatih simulasi stimulasi edukatif bagi anak sehingga orang tua memahami pola asuh yang tepat guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Kantong Hasil Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Bilangan Cacah Di Kelas V SD Negeri Klitik 1 Nurkholis Khoirur Rokhim; Ilham Nurohim; Maulana Anwar Karim; Melik Budiarti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 5 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i2.8573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Klitik 1 pada materi bilangan cacah melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Kantong Hasil. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 dengan subjek 17 siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis, McTaggart, dan Nixon yang mencakup pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pra-siklus ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 70,6% dengan rata-rata nilai 82. Setelah penerapan model PBL pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 73,3% dengan rata-rata nilai 84, meskipun masih ditemukan beberapa kendala. Pada siklus II, setelah dilakukan perbaikan strategi, ketuntasan belajar meningkat signifikan menjadi 86,67% dengan rata-rata nilai 88. Selain itu, partisipasi aktif, keberanian menyampaikan pendapat, dan kerja sama antarsiswa juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan media Kantong Hasil terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa.
Meningkatkan Hasil Belajar PPKN Menggunakan Model PBL Berbantuan Media Smart Box Pancasila pada Siswa Kelas IV SDN 3 Kanigoro Hasna Salsabila Khoirunnisa; Sri Hartini; Maeva Juliana Ningtyas; Melik Budiarti
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2822

Abstract

Learning outcomes in Pancasila and Civic Education (PPKn), particularly on the topic of Pancasila, remain unsatisfactory because many students experience difficulties in understanding concepts through conventional teacher-centered instruction. Therefore, innovative learning models supported by engaging instructional media are needed to promote active participation and improve students' understanding. This study aimed to improve students' learning outcomes in Pancasila and Civic Education (PPKn) on the topic of Pancasila through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by the Smart Box Pancasila learning media for fourth-grade students at SDN 03 Kanigoro. This study employed Classroom Action Research (CAR), which was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. The participants were 15 fourth-grade students. Data were collected through tests, observations, and documentation and analyzed using descriptive analysis. The findings revealed that the implementation of the Problem-Based Learning model assisted by Smart Box Pancasila effectively improved students' learning outcomes and classroom participation. The percentage of students achieving the minimum mastery criterion increased from 33% in the pre-cycle to 67% in Cycle I and reached 100% in Cycle II. In addition, students became more actively involved in discussions, expressed their opinions more confidently, collaborated effectively with peers, and demonstrated better problem-solving skills related to Pancasila. The Smart Box Pancasila media also created a more engaging, interactive, and student-centered learning environment. Therefore, the implementation of the Problem-Based Learning model assisted by Smart Box Pancasila was proven to be effective in improving the learning outcomes of fourth-grade students in Pancasila and Civic Education.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Kartu Bilangan Pada Siswa Kelas 2 Berlian Pratama; llham Yudha Perwira; Agus Winarto; Iqbal Fikry Ramadhan; Melik Budiarti
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2849

Abstract

This study aimed to improve the mathematics learning outcomes of second-grade students at SD Negeri 01 Klitik on addition and subtraction through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by number card media. The study employed a qualitative approach using Classroom Action Research (CAR), conducted in two stages: the pre-cycle and Cycle I, consisting of planning, action, observation, and reflection. The participants were 16 second-grade students. Data were collected through tests, observations, and documentation, and analyzed descriptively using learning mastery percentages and classroom activity data. The findings revealed that the implementation of the Problem-Based Learning model assisted by number card media significantly improved students' mathematics learning outcomes. In the pre-cycle stage, the average score was 71.19, with a learning mastery rate of 18.75% (3 out of 16 students). After the implementation of the intervention in Cycle I, the average score increased to 80.56, while the learning mastery rate rose to 93.75% (15 out of 16 students). In addition, teacher activity reached 99%, and student activity achieved 95%, both categorized as very good. These findings indicate that the Problem-Based Learning model supported by number card media is effective in improving mathematics learning outcomes, student engagement, and numeracy skills among second-grade elementary school students in addition and subtraction lessons.
IMPLEMENTASI MODEL PBL BERBANTUAN MEDIA DIORAMA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS Ghanesa Rizal Monacco; Reyta Tri Ayuningtyas; Ani Nur Sholihah; Melik Budiarti
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v9i1.8943

Abstract

IPAS instruction in elementary schools still faces challenges because it is teacher-centered and does not make sufficient use of contextual media. This research is important even though the Problem-Based Learning (PBL) model has been widely applied in IPAS instruction; the use of environmental dioramas as a tool to support contextual learning in elementary schools has not yet been extensively studied. Therefore, this study is expected to provide evidence regarding the effectiveness of integrating the PBL model with environmental dioramas to improve learning outcomes and student engagement. This study aims to improve IPAS learning outcomes among fourth-grade students at SD Negeri 02 Manisrejo by using the “Problem-Based Learning” (PBL) model as a support. This is the case even though the PBL model has been widely used. This Classroom Action Research (PTK) was conducted in two cycles: planning, implementation, observation, and reflection. There were 15 students who served as research subjects. After data were collected through observation, tests, interviews, and documentation, a qualitative descriptive analysis was performed. The results of the study showed that learning outcomes improved during each cycle. Students’ average scores increased from 59.13, with a 20 percent mastery rate in the pre-cycle, to 66.6, with a 60 percent mastery rate in the first cycle, and to 89.3, with a 100 percent mastery rate in the second cycle. In addition, the use of PBL with the aid of environmental dioramas increased student participation, cooperation, and their confidence in expressing their opinions. Therefore, this model improved IPAS learning outcomes and created a more contextual and relevant learning experience.