Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PASSIVE SEISMIC CONTROL PADA GEDUNG RUMAH SAKIT UPT VERTIKAL SURABAYA TOWER C DENGAN ANALISA PUSHOVER Mahfud Budiman; Taufiq Rochman; Medi Efendi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6033

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan sistem isolasi dasar pada displacement dan momen struktur beton bertulang. Penelitian diawali dengan pemodelan struktur menggunakan aplikasi ETABS sehingga didapatkan displacement dan momen struktur fixbase. Tahap selanjutnya memberikan gaya pada model struktur dengan isolasi dasar High Dumper Rubber Bearing sehingga didapatkan displacement dan momen struktur dengan Base Isolator. Kemudian dilakukan Analaisa kurva kapasitas. Hasil dari analisis didapatkan bahwa nilai displacement struktur yang menggunakan Base Isolation banyak nilai perpindahan lebih besar dari struktur fixbase. Berdasarkan hasil analisis dari Software ETABS dapat dilihat pada grafik bahwa nilai Pu Kolom dengan penggunaan Base Isolation nilainya lebih besar dari Pu Kolom fixbase, dan jika penggunaan tumpuan jepit lebih banyak dari penggunaan Base Isolation pada struktur maka nilai semakin kecil dari struktur fixbase.Untuk nilai momen kolom didapatkan jika dengan adanya penggunaan Base Isolation pada struktur maka nilai momen lebih kecil dari struktur fixbase. Dan untuk momen pada balok tumpuan maupun lapangan dapat dilihat pada grafik bahwa nilai momen yang terjadi pada balok struktur Base Isolation semakin besar dari struktur fixbase. Pada analisis kurva kapasitas dapat dilihat pada grafik perbandingan nilai kurva kapasitas bahwa struktur dengan penggunaan Base Isolation nilai perpindahan lebih besar dari struktur fixbase.
IMPLEMENTASI KONSEP PBSD PADA MODIFIKASI STRUKTUR ATAS GEDUNG 4 LANTAI DI KOTA MALANG Achmad Achmad; Taufiq Rochman; Bobby Asukmajaya Raharjo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6183

Abstract

Gempa bumi merupakan bencana alam yang umum terjadi hampir diseluruh dunia. Jenis bencana ini umumnya diakibatkan adanya pergerakan lapisan tanah yang disebabkan banyak faktor, salah satunya gesekan antar lempeng benua. Performance Based Seismic Design (PBSD) merupakan konsep dasar perencanaan struktur gedung tahan gempa yang didesain dengan level kerusakan. Dengan kata lain, struktur yang dirancang pasti akan mengalami kerusakan saat terjadi gempa. Konsep PBSD dinilai sebagai metode yang paling efektif dalam menanggulangi fenomena kehancuran struktur bangunan saat terjadi bencana gempa dan struktur dapat dikatakan lebih ekonomis dan lebih bersifat daktail sehingga kegagalan struktur dapat diminimalisir sekecil mungkin. Konsep PBSD yang akan diterapkan pada Gedung 4 lantai di kota Malang. Gedung akan dimodifikasi pada geometri strukturnya bertujuan mencegah rotasi pada struktur tersebut. Fungsi bangunan sebagai sekolah maka merujuk pada SNI 1726:2019 menentukan bahwa fungsi bangunan mempengaruhi tingkat risiko gempa yang terjadi dan sekolah termasuk tingkat risiko tertinggi, sebagai tambahan gempa juga diskalakan dengan gempa dinamis, sebelumnya struktur hanya dipertimbangkan hingga gempa statis. Tujuan dari skripsi ini adalah mengetahui permodelan 3D dalam mempertimbangkan kelakuan struktur, kekakuan struktur, metode CQC atau SRSS pada gaya gempa dinamik, pengecekan partisipasi massa dan pengecekan simpangan antar tingkat akibat beban gempa dan beban lainnya. Mengetahui gaya-gaya dalam yang didapat dari software setelah dikatakan aman dari pembebanan dan mendesain elemen struktur dengan acuan Ru x Rn untuk mendapatkan dimensi yang digunakan pada struktur atas dan bawah. Diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut : Dimensi B1 30/60 cm dan Tie beam dengan tulangan tarik 4D19 dan tulangan tekan 3D19. B2 25/30 cm dengan tulangan tarik 3D19 dan tulangan tekan 2D19. B3 30/40 cm dengan tulangan tarik 3D19 dan tulangan tekan 2D19. Pelat lantai tebal 125 mm dengan tulangan lentur arah x dan y 10 – 150 mm, pada tulangan susut arah x dan y 8 – 150 mm. Pelat atap tebal 100 mm dengan tulangan lentur arah x 8 – 150 mm, tulangan lentur arah y 8 – 100 mm, pada tulangan susut arah x dan y 6 – 150 mm. Pelat tangga tebal 150 mm dengan tulangan lentur arah x 10 – 200 mm dan tulangan lentur arah y 10 – 250 mm. K1 dengan tulangan 12D19. Pilecap tebal 500 mm dengan tulangan lentur atas arah x dan y D10 – 100 mm dan tulangan lentur bawah arah x dan y D16 – 100 mm. Tiang Borepile dengan dimensi 40 cm dengan jumlah tulangan 6D13. Struktur atas dikatakan translasi pada kedua arah sesuai SNI 1726:2019 pasal 7.7.3, kekakuan dan kelakukan sesuai peraturan SNI 1726:2019 dan Simpangan antar tingkat 56,25 mm (Simpangan Izin) > 27,9 mm (Simpangan terbesar terjadi) maka dikatakan aman.
ANALISA PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON Jerry Sinaga; Qomariah; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6305

Abstract

In this era of very rapid development, construction construction occurs in various places. This also triggers the demand for building materials to increase, not least in terms of concrete construction. Concrete is the main material that is often used in many construction fields such as houses, factories, buildings, bridges, and so on.. The materials used as a mixture are made of materials that are easy to obtain, easy to process, have high durability, and are also durable so they are in great demand in construction.. The Data needed in this study are the results of coarse aggregate testing, fine aggregate testing results, concrete compressive strength testing results, and price requirement analysis results. Analysis of fine and coarse aggregate refers to SNI 03-6820-2002, SNI 1969-2008, ASTM C-556-67, ASTM C-33-74. Mix design analysis refers to SNI-03-2843-2000. Unit price analysis refers to the basic unit price of Malang activities. The results of the analysis show that when checking fine aggregate and coarse aggregate, both aggregates must meet quality requirements. The results showed that, the cost required in the test increases with each variation, inversely proportional to the quality of concrete produced, namely the quality of concrete is not good
ANALISIS PERILAKU LENTUR RADIAL CANGKANG PIPA BETON BUSA POLIMER BERPENGUAT TALI DENGAN DUA SKEMA PEMBEBANAN Rizqi danu Kurniawan; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa lentur radial cangkang pipa dari beton busa polimer yang diperkuat dengan tali polietilen, melalui dua skema pembebanan yang berbeda. Sepuluh spesimen diuji dengan metode Skema 1 (U terbalik tanpa tumpuan tambahan) dan Skema 2 (posisi U dengan dua tumpuan dan pendulum beban) menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Parameter yang diamati meliputi tegangan lentur, regangan, dan modulus lentur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Skema 1 menghasilkan nilai tegangan, regangan, dan modulus lentur rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan Skema 2. Nilai tegangan lentur tertinggi sebesar 59,73 MPa dan regangan maksimum sebesar 10,33% diperoleh pada spesimen Skema 1. Sementara itu, Skema 2 menunjukkan adanya retakan pada bagian atas spesimen setelah pengujian, sedangkan Skema 1 menunjukkan elastisitas tinggi tanpa retakan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa konfigurasi pembebanan dan posisi tali penguat berpengaruh signifikan terhadap perilaku lentur cangkang pipa. Beton busa polimer dengan penguat tali polietilen menunjukkan potensi sebagai material alternatif pipa lentur elastis untuk aplikasi struktural ringan.
PENGGUNAAN BAHAN LOKAL UNTUK PEMBUATAN BETON MUTU TINGGI: STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN Fadhilah Hilmi Ramdhani; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8455

Abstract

Beton merupakan material struktural yang paling umum digunakan dalam dunia konstruksi karena kemampuannya menahan beban tekan tinggi, kemudahan dalam pencetakan, serta fleksibilitas dalam pengaturan komposisi campuran. Salah satu pendekatan penting dalam meningkatkan kinerja beton adalah dengan merancang campuran secara optimal berdasarkan sumber daya lokal dan bahan tambahan yang tersedia secara komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa kuat tekan dari beton dengan empat rancangan campuran yang dikembangkan untuk mencapai target kekuatan tekan sebesar 65 MPa, 70 MPa, 75 MPa, dan 80 MPa. Setiap campuran menggunakan fly ash sebesar 13,6% dari berat semen, superplasticizer tipe Sikament dengan variasi 1% hingga 2%, serta silica fume sebesar 6%, 7%, 8%, dan 9% berturut-turut sesuai peningkatan target kuat tekan. Seluruh campuran dirancang dengan target slump 100 mm untuk memastikan kemudahan pengerjaan. Agregat kasar dan halus yang digunakan berasal dari Lumajang, Jawa Timur, sementara fly ash diperoleh dari PLTU Paiton, serta bahan tambahan lainnya menggunakan produk yang tersedia secara lokal. Hasil pengujian kuat tekan pada umur 28 hari menunjukkan peningkatan kekuatan yang signifikan sesuai target, dengan nilai aktual masing-masing 76 MPa, 80 MPa, 82 MPa, dan 84 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan bahan lokal dan pengaturan komposisi campuran yang tepat, beton dengan performa tinggi dapat dicapai secara efisien dan berkelanjutan tanpa perlu mengandalkan material impor. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan teknologi beton berbasis sumber daya lokal di Indonesia.
ASESMEN KELAIKAN FUNGSI STRUKTUR GEDUNG MASJID AL FALAH ARENG-ARENG JUNREJO BATU Suhariyanto Suhariyanto; Nabila Ayu Sabrina; Kartika Purwitasari; Fauziah Shanti Cahyani Siti Maisarah; Taufiq Rochman; Bobby Asukmajaya Raharjo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8927

Abstract

Asesmen kelayakan fungsi struktur Gedung Masjid Al Falah Areng-areng Junrejo Batu bertujuan untuk mengevaluasi kondisi struktural bangunan yang mengalami kerusakan pada beberapa elemen, terutama di sekitar kubah, yang berpotensi mengancam keselamatan dan kenyamanan jamaah. Proses asesmen melibatkan pemeriksaan teknis yang dilakukan oleh ahli forensic dan ahli struktural untuk menilai tingkat kerusakan dan penyebabnya, serta merancang solusi perbaikan yang sesuai. Selain itu, asesmen ini juga mempertimbangkan kelayakan teknis, ekonomi, sosial, dan hukum terkait pelaksanaan perbaikan. Berdasarkan assessment yang dilakukan dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut kubah seharusnya menumpu pada balok ring kubah, tetapi yang terbangun kubah menumpu pada pada balok dan pelat di luar balok ring kubah, ditemukan beberapa defect/failure pada balok dan  plat atap di sekitar kubah, getaran terjadi pada  sebagaian  lantai 2 ketika dibebani orang yang meloncat, ditemukan beberapa defect/failure pada balok dan  plat atap di sekitar kubah, getaran terjadi pada  sebagai lantai 2 ketika dibebani orang yang meloncat. Gedung terasa bergetar  jika terdapat truck yang melalui jalan di depan masjid. Hasil loading test: pada beban 0 sampai dengan sekitar 150 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok berada pada Daerah I (daerah Elastis), pada beban  sekitar 150 kg/m2 sampai 350 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok berada pada Daerah II (daerah Retak), setelah beban  350 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok atap masuk pada Daerah III  (daerah baja lelah atau beon pecah), lendutan tetap terjadi ketika dilakukan unloading sampai dengan beban uji 0. Tindak lanjut selanjutnya adalah melakukan analisis dan penyusunan rencana perbaikan atau perkuatan struktur yang mengalami defect.