Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Training on making compost blocks using agroforestry waste for the Pujo Makmur forest farmers group, Pesawaran Regency, Lampung Surnayanti Surnayanti; Machya Kartika Tsani; Sugeng Prayitno Harianto; Trio Santoso; Bainah Sari Dewi; Mirza Wistary; Mohamad Arif Prasetyo; Widya Anisa Rachmah; Danti Maharanti
Community Empowerment Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10901

Abstract

Protected forests serve as the fundamental protection for the support system of life, regulating water resources, preventing floods, controlling erosion, mitigating saltwater intrusion, and preserving soil fertility. However, in reality, many protected forests are converted into agricultural land. To address this issue, the government grants land use permits through the Community Forest (HKm) system. The HKm system typically involves planting a combination of agricultural and forestry crops (agroforestry). The variety of crops grown in one area yields abundant harvests, but it also generates a significant amount of waste. Consequently, waste becomes a problem, although plant waste can be utilized to make compost. The objective of this community service activity is to provide education and training on making compost blocks. The method employed in this activity is education and training provided to farmers. The results of this community service activity enhance the knowledge of the Pujo Makmur Farmer Group regarding the benefits of compost blocks, the process of making them, and their usage.
THE EFFECT OF SCARIFICATION TECHNIQUE WITH FERMENTATION AND DEOPEROCOLATION METHODS ON SUGAR PALM SEEDS WITH PERCENT SURROUNDING PARAMETERS Paksi Arenda Ayatullah Dewantara; Duryat Duryat; Trio Santoso
Journal of People, Forest and Environment Vol. 2 No. 1 (2022): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v2i1.6000

Abstract

Sugar palm (Arenga pinnata) is a palm plant that has many benefits but has a hard seed coat and is impermeable to water and oxygen. besides that the palm skin also contains ligin so that the seeds is dormant. Proper scarification technique needs to be done to overcome the dormancy in the palm seeds. Fermentation and deopercolation are scarification methods used to break the dormancy period of palm seeds. The purpose of this study was to determine the scarification method to break the dormancy period of sugar palm seeds by using the percent germination parameter. Fermentation was carried out with cow dung tested for 0.2, 4, 6 weeks. While deopercolation was carried out using sandpaper with a paper roughness level of 80, sanding was carried out on the backs of the palm seeds where the roots would appear. Each treatment was repeated three times in each replication using 15 sugar palm seeds. This research was conducted for 2 months in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, University of Lampung. The results showed that the best treatment was the fermentation method for 6 weeks combined with deopercolation with a germination percentage value of 82.22%. The use of abrasive paper for the deopercolation method needs further research, the results of this study can be used in the practice of sugar palm cultivation
PENGELOLAAN TUMBUHAN PORANG UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TEGAL YOSO Riska Febrianti; Gunardi Djoko Winarno; Trio Santoso; Hari Kaskoyo
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i2.7447

Abstract

 Porang (Amorphophallus muelleri) memiliki potensi besar untuk berfungsi sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat sekitar hutan serta untuk upaya konservasi hutan yang tersisa maupun yang akan direboisasi. Tujuan dilakukannya  penelitian ini untuk mengetahui sumber benih porang, cara melakukan penanaman porang di lapangan, cara pemeliharaan porang dan cara menghindari kegagalan panen akiat akibat aktivitas gajah. Metode yang digunakan yaitu wawancara mendalam dan survey ke lapangan. Survei lapangan dilakukan untuk mengumpulkan data tentang luas lahan yang digunakan untuk budidaya porang, teknik budidaya yang digunakan, input yang diperlukan seperti bibit, pupuk, serta hasil panen yang dicapai. Desa Tegal Yoso, yang terletak di Lampung Timur masih sedikit petani yang melakukan budidaya porang. Pengelolaan porang baru dilakukan oleh 2 petani seluas ¼ ha. Padahal, budidaya porang di desa tersebut memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat dan juga diharapkan dapat dikembangkan di Tegal Yoso untuk mendukung mitigasi konflik gajah dan manusia pada masa depan. Pendapatan dari porang secara efisien sebesar Rp150.000.000.
PERBANDINGAN OBJEK DAN DAYA TARIK SERTA FASILITAS DAN PELAYANAN PADA DESTINASI EKOWISATA MANGROVE PETENGORAN DAN MANGROVE CUKU NYI NYI Jamilatut Toriqoh; Gunardi Djoko Winarno; Trio Santoso; Bainah Sari Dewi
Journal of People, Forest and Environment Vol. 5 No. 1 (2025): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v5i1.10388

Abstract

Ekowisata yang berbasis alam dan lingkungan banyak diminati wisatawan lokal dan mancanegara serta kerap menjadi isu nasional adalah ekowisata mangrove. Terdapat dua destinasi ekowisata Mangrove yang paling menarik di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung yaitu Mangrove Petengoran dan Mangrove Cuku Nyi Nyi. Tujuan Penelitian ini yaitu membandingkan Tingkat persepsi pengunjung pada kedua Lokasi tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner dan wawancara secara langsung kepada 30 responden dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skala pengukuran yaitu skala likert. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Lokasi Mangrove Cuku Nyi Nyi memiliki hasil yang baik pada indikator karakteristik alam dan objek wisata, serta fasilitas dan pelayanan yang disajikan.
IDENTIFIKASI TUTUPAN LAHAN TERBUKA HIJAU DI KOTA MADYA BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN ALGORITMA MACHINE LEARNING MODEL GAUSSIAN MIXTURE MODEL (GMM) Muhammad Rofi; Trio Santoso; Rudi Hilmanto; Gunardi Djoko Winarno
Journal of People, Forest and Environment Vol. 5 No. 1 (2025): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kota yang pesat di Kota Madya Bandar Lampung mendorong kebutuhan akan pemantauan dan pengelolaan lahan terbuka hijau (RTH) secara efektif. RTH memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tutupan lahan terbuka hijau menggunakan pendekatan machine learning dengan algoritma Gaussian Mixture Model (GMM). Data citra satelit resolusi menengah digunakan sebagai basis pengolahan spasial, yang kemudian diproses melalui tahapan pra-pemrosesan seperti koreksi geometrik dan peningkatan citra. GMM diterapkan untuk melakukan klasifikasi tak terawasi terhadap jenis tutupan lahan berdasarkan spektrum nilai piksel. Hasil analisis menunjukkan bahwa algoritma GMM mampu memetakan area RTH dengan akurasi yang cukup tinggi, dan memberikan informasi spasial yang mendukung perencanaan kota berkelanjutan. Studi ini menegaskan potensi penggunaan metode machine learning dalam pemetaan tutupan lahan secara efisien dan adaptif di wilayah urban.
PENGGUNAAN BERBAGAI INDEKS VEGETASI UNTUK PENGENALAN CEPAT DAN AKURAT PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN MANGROVE DI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Muhammad Agung Permana; Rudi Hilmanto; Trio Santoso; Indriyanto Indriyanto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 5 No. 1 (2025): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis yang penting, antara lain sebagai penahan abrasi, habitat biota perairan, penyerap karbon, serta penunjang ekonomi masyarakat pesisir. Namun kawasan mangrove di Kecamatan Labuhan Maringgai mengalami degradasi serius akibat konversi lahan, abrasi pantai, dan tekanan aktivitas masyarakat pesisir yang tidak terkendali. Pemantauan kondisi mangrove dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja indeks vegetasi NDVI, GNDVI, dan SAVI dalam mendeteksi kerapatan tutupan lahan mangrove secara cepat dan akurat, serta melakukan reklasifikasi dan estimasi perubahan luas tutupan mangrove periode 2013–2025. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2025 di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Metode yang digunakan meliputi analisis citra satelit Landsat 8 dengan pengolahan NDVI, GNDVI, dan SAVI, dilengkapi validasi lapangan melalui Ground Truth Point (GTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa NDVI dengan model regresi cubic memiliki akurasi tertinggi dalam mendeteksi kerapatan mangrove dengan nilai R² sebesar 0,978 dan F sebesar 237,969. Sementara itu, GNDVI dan SAVI lebih efisien menggunakan model linear karena sederhana namun stabil. Reklasifikasi peta indeks vegetasi menunjukkan bahwa tutupan mangrove di Kabupaten Lampung Timur mengalami dinamika yang fluktuatif, dengan peningkatan pada tahun 2015–2017 namun penurunan drastis sejak 2019 hingga mencapai titik terendah pada 2025 akibat tekanan antropogenik dan abrasi pantai.