Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Empathic Communication and Behavioral Change in Stunting Prevention by Family Assistance Teams Leylia Khairani; Rahmanita Ginting; Fitra Ramadhani
PERSPEKTIF Vol. 15 No. 1 (2026): PERSPEKTIF January
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v15i1.16623

Abstract

This study examines how empathic interpersonal communication practiced by Family Assistance Teams (TPK) contributes to stunting prevention in Labuhanbatu Utara District, Indonesia. Using a qualitative case study design grounded in Interpersonal Communication Theory and the Communication for Development (C4D) approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and focus group discussions with TPK cadres, families at risk of stunting, and local policymakers. The findings demonstrate that empathic communication characterized by openness, responsiveness, and emotional sensitivity plays a critical role in fostering parental behavioral change related to child nutrition and health. Home visits, interpersonal dialogue, and the use of everyday language enhance families’ understanding and acceptance of healthy practices by strengthening trust and reducing resistance. However, the effectiveness of these practices is constrained by geographical barriers, social stigma, and limited communication training among cadres. This study’s main contribution lies in highlighting empathic interpersonal communication as a key behavioral-change mechanism within community-based stunting prevention, reinforcing C4D as a practical framework for advancing Indonesia’s zero-stunting agenda.
Pola Komunikasi Interpersonal Tokoh Adat Dalam Pewarisan Nilai Budaya Melayu Deli Kepada Remaja Di Desa Hamparan Perak Adliyana Adliyana; Leylia Khairani
KESKAP: Jurnal Kesejahteraan Sosial, Komunikasi dan Administrasi Publik Vol 5, No 2 (2026): KESKAP: Jurnal Kesejahteraan Sosial, Komunikasi dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/keskap.v5i2.31881

Abstract

This study aims to describe the interpersonal communication patterns of traditional leaders in transmitting Deli Malay cultural values to youth, and to identify supporting and inhibiting factors. This study employed a qualitative method with a descriptive approach, using interviews, observation, and documentation techniques with traditional leaders and youth as informants. The results indicate that interpersonal communication occurs directly through face-to-face interactions in traditional activities and daily life. Communication is two-way, enabling dialogue, feedback, and closeness between traditional leaders and youth. The cultural values inherited include politeness, respect for elders, togetherness, and religious values. Values are transmitted through advice, role models, and youth involvement in traditional activities. Supporting factors include social closeness, family support, and youth involvement in traditional activities. Meanwhile, inhibiting factors include the influence of modernization, technological developments, differences in mindsets, and low youth interest in local culture. Thus, the effectiveness of adaptive interpersonal communication is the key to maintaining the sustainability of Deli Malay cultural values amidst the development of the times.
PENGUATAN KOMUNIKASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL DAN MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG ZONA INTEGRITAS WBK/WBBM DI BBPPMPV BBL Corry Novrica AP Sinaga; Ida Martinelly; Leylia Khairani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

Transformasi pelayanan publik pada era digital tidak hanya menuntut tersedianya sistem teknologi, tetapi juga kemampuan aparatur dalam membangun komunikasi yang informatif, transparan, responsif, dan berintegritas. Dalam konteks pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, komunikasi pelayanan publik berbasis teknologi digital dan media sosial menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas interaksi antara lembaga pemerintah dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip, strategi, dan praktik komunikasi pelayanan publik digital dalam mendukung nilai-nilai Zona Integritas di lingkungan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop, pemaparan materi, studi kasus, diskusi interaktif, dan refleksi bersama peserta. Materi utama meliputi hakikat komunikasi pelayanan publik, strategi komunikasi efektif, peran website dan media sosial, prinsip kredibilitas dan integritas informasi, responsivitas terhadap publik, konsistensi pesan antarkanal, serta perlindungan data dan privasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh penguatan pemahaman bahwa komunikasi digital bukan sekadar aktivitas penyebaran informasi, melainkan bagian dari budaya pelayanan publik yang terbuka, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi praktis bagi optimalisasi komunikasi digital kelembagaan, antara lain penguatan identitas kanal resmi, penyusunan standar respons media sosial, konsistensi informasi layanan, dan pengembangan komunikasi dua arah sebagai bagian dari pelayanan publik berbasis integritas.