Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kebiasaan Makanan Ikan Sapu-sapu (Pterygoplichthys Multiradiatus Hancock, 1828) di Perairan Danau Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan Mirna Dewi; Suwarni Suwarni; Sharifuddin Bin Andy Omar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan sapu-sapu merupakan salah satu jenis ikan yang termasuk dalam invasive species. Invasivespecies dapat menjadi kompetitor terhadap spesies asli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan ikan sapu-sapu yang meliputi jumlah dan jenis makanan berdasarkan waktu pengamatan, jenis kelamin, dan ukuran panjang total tubuh. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu dari bulan Maret hingga April 2019 di Danau Sidenreng, Kab. Sidenreng Rappang. Analisis terhadap ikan contoh dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Makassar. Jumlah sampel ikan sapu-sapu sebanyak 204 ekor, yang terdiri atas 102 ekor ikan jantan dan 102 ekor ikan betina. Berdasarkan jumlah dan jenis makanan ikan sapu-sapu, baik berdasarkan waktu pengambilan sampel, jenis kelamin, dan ukuran ikan, makanan utama adalah Chlorophyceae, makanan pelengkap adalah Trebouxiophyceae, dan makanan tambahan adalah Bacillariophyceae, Conjugatophyceae, Coscinodiscophyceae, Cyanophyceae, dan Klebsormidophyceae. Berdasarkan nilai panjang relatif usus ikan sapu-sapu dikategorikan ikan herbivora.Kata kunci: ikan sapu-sapu, kebiasaan makanan, nilai IBT, RLG
Distribusi Ukuran dan Tipe Pertumbuhan Ikan Endemik (Dermogenys orientalis Weber, 1894) di Perairan Sungai Bantimurung, Kawasan Karst Maros Mahjati Zatil Ilmi; Sharifuddin Bin Andy Omar; Sri Wahyuni Rahim; Dewi Yanuarita; Moh. Tauhid Umar; Andi Aliah Hidayani
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Bantimurung merupakan bagian dari Kawasan karst Maros yang memiliki keanekaragaman iktiofauna endemik yang tinggi. Salah satu jenis ikan endemik di sungai tersebut yang memiliki potensi untuk dijadikan ikan hias adalah Dermogenys orientalis, yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama anculung. Informasi baik biologi, ekologi, maupun reproduksi ikan yang berasal dari sungai tersebut belum ada sampai saat ini. Penelitian ini mengkaji distribusi ukuran dan tipe pertumbuhan ikan anculung berdasarkan lokasi dan waktu pengambilan sampel. Pengambilan sampel ikan dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2020, menggunakan pukat tarik dengan ukuran panjang 5 m, tinggi 2 m, dan ukuran mata jaring 3 mm. Pengukuran panjang tubuh menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,5 mm dan penimbangan bobot tubuh menggunakan neraca digital dengan ketelitian 0,01 g dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan, Universitas Hasanuddin. Ikan anculung yang diperoleh selama penelitian berjumlah 2096 ekor, yaitu di Stasiun 1 sebanyak 899 ekor, di Stasiun 2 sebanyak 613 ekor, dan di Stasiun 3 sebanyak 584ekor. Hasil analisis menunjukkan jumlah ikan anculung terbanyak berada pada kisaran ukuran panjang tubuh 39-44 mm sedangkan untuk bobot tubuh pada kisaran 0,04-0,35 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pertumbuhan ikan D. orientalis dominan hipoalometrik kecuali pada bulan Juli di Stasiun 3 bersifat isometrik. Nilai faktor kondisi ikan anculung lebih kecil dari 1,0 yang menunjukkan bahwa ikan tersebut dalam kondisi buruk dengan bentuk tubuh panjang dan pipih.
Nutrient Absorption Rate of Oryzias celebensis Embryo Yulia Indah Sari Lalombo; Khusnul Yaqin; Sharifuddin bin Andy Omar
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.5.2.67-71

Abstract

Oryzias celebensis is a species of medaka fish in South Sulawesi. During incubation, the growth and development of these fish embryos depend on the nutrients stored in the eggs. Therefore, this study aimed to determine the volume size of egg yolks and oil droplets and the absorption rate of egg yolks of O. celebensis embryos that reared in different incubation media. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with four rearing media treatments, namely A (Early Rearing Media), B (bottled water), C (Pattunuang river water) and D (well water) with five replications . The results showed that the volume of egg yolk and O. celebensis embryo oil in each medium showed a decrease in volume size along with the embryonic development stage. The absorption rate of yolk in O. celebensis embryos in media A had the biggest yolk absorption with an average 0.015±0.038 mm3 while media D had the smallest yolk absorption with an average 0.011±0.022 mm3.
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP POLA PENYEBARAN MOLUSKA PADA EKOSISTEM MANGROVE ALAMI DAN HASIL REHABILITASI Andi Nur Samsi; Sharifuddin Bin Andy Omar; Andi Niartiningsih
Fish Scientiae Vol 8 No 1 (2018): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.528 KB) | DOI: 10.20527/fishscientiae.v8i1.131

Abstract

Mangrove ecosystem is a habitat of Molluscs (Gastropoda and Bivalvia). This ecosystem is always influenced by environmental factors. This study aims to determine the influence of environmental factors on the distribution patterns Molluscs of natural mangrove ecosystems in Pannikiang Island, Barru Regency and rehabilitation mangrove ecosystem in Tongke-tongke village, Sinjai regency. This research uses the quantitative method. Environmental factors measured were temperature and salinity of the water, aswell as carbon and nitrogen content of sediment. Samples of Molluscs (Gastropoda andBivalves) and sediments were taken randomly. The observations of the Molluscan community include the composition of Mollusc species (Gastropoda and Bivalvia) anddispersal patterns. Data were analyzed by using multiple linear regression. The results showed that the distribution pattern of Molluscs (Gastropoda and Bivalvia) at both sites was not significantly different and the temperature, salinity, carbon, and nitrogen sediments also did not affect the Mollusk distribution pattern in both sites.
Sex Ratio of Endemic Ricefish Oryzias celebensis in South Sulawesi: Rasio Kelamin Ikan Medaka Endemik Oryzias celebensis di Sulawesi Selatan Nur Hasanah; Sharifuddin Bin Andy Omar; Joeharnani Tresnati
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.1 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i2.2022.60-66

Abstract

Perairan tawar Sulawesi Selatan memiliki 6 spesies ikan medaka endemik dari genus Oryzias, spesies yang paling terkenal diantara ke-6 spesies tersebut ialah Oryzias celebensis. Ikan medaka endemik Oryzias celebensis dijadikan sebagai komoditi ikan hias. Habitat ikan tersebut di Sungai Pattunuangasue dan Leang-leang. Tujuan penelitian untuk mengetahui keseimbangan populasi ikan medaka endemik Oryzias celebensis. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2015 hingga April 2016 di Sungai Pattunuangasue dan Sungai Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Rasio kelamin ditentukan berdasarkan frekuensi ikan jantan dan betina yang didapat dari semua sampel yang tertangkap selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan rasio kelamin ikan medaka endemik Oryzias celebensis di Sungai Pattunuangasue dan Sungai Leang-leang tidak seimbang (tidak mengikuti pola 1:1).
STRATEGI PENINGKATAN KESADARAN DAN KEPEDULIAN TERHADAP EKOSISTEM MANGROVE PADA MURID SDN 54 DAN SDN 206 DI KELURAHAN PALLAMEANG, KECAMATAN MATTIRO SOMPE, KABUPATEN PINRANG: Strategy to Increase Awareness and Concern on Mangrove Ecosystem to the Students of SDN 54 and SDN 206 in Pallameang Village, Mattiro Sompe District, Pinrang Regency Sharifuddin Bin Andy Omar; Dewi Yanuarita Satari; Moh. Tauhid Umar; Basse Siang Parawangsa; Budiman Yunus; Sri Wahyuni Rahim; Suwarni Suwarni; Wilma J.C. Moka; Rita Yustianti; Muhammad Yusuf; Nurlaela Abdullah B.
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.22605

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis yang penting bagi masyarakat. Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, saat ini mengalami abrasi secara terus menerus pada daerah pesisir pantai. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut telah kehilangan mangrove yang merupakan salah satu pelindung alami pesisir pantai. Kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai tempat bermukim dan sumber kehidupan masyarakat membutuhkan proses yang harus dimulai sejak usia muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada murid Kelas V SDN 54 dan SDN 206 di Kelurahan Pallameang dengan menggunakan metode pengajaran aktif-demonstratif. Tahapan kegiatan yang dilakukan meliputi penyampaian materi tentang ekosistem mangrove, jenis-jenis mangrove, biota yang berasosiasi dengan mangrove, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pengenalan beberapa jenis mangrove. Selain itu, juga dilakukan pre-test dan post-test, lomba membaca, dan lomba menggambar jenis-jenis mangrove. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak usia dini di Kelurahan Pallameang membutuhkan bentuk pembelajaran muatan lokal mengenai pengenalan lingkungan ekosistem mangrove. Hal ini terlihat dari kurangnya pengetahuan siswa tentang peran ekosistem mangrove bagi lingkungan, namun minat dan antusias siswa sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan pengenalan ekosistem mangrove ini. Kata kunci: Murid kelas V SD, Mangrove, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.                                                                  ABSTRACT Mangrove ecosystem is an ecosystem with an ecology and economic benefit for coastal livelihood. The Pallameang Village of Mattiro Sompe District in Pinrang Regency, is currently experiencing continuous abrasion of its coastal area. This is because the area has lost mangroves as the natural protectors of the coast. The awareness to protect the mangrove ecosystem as resources where this coastal community depends on for their livelihood requires a process that must be started at a young age. Our community services were carried out for the 5th grade class students at SDN 54 and SDN 206 in Pallameang Village by active-demonstrative teaching method. The activities carried out through: 1) slides presentation on mangrove ecosystem, mangrove species, associated biota of mangrove, 2) introducing mangroves species found in the area, and 3) competitions on reading and drawing related to mangrove. In addition, we conduct pre-test and post-test. The results of the test indicate that children in Pallameang Village require a form of local content learning in regard to mangrove ecosystem in their area. These students have no knowledge on the role of mangrove ecosystems for the environment Nevertheless, the interest and enthusiasm of students were very high in participating in all activities of our community service in the introduction of mangrove ecosystem. Keywords: Fifth grade elementary school students, Mangroves, Pallameang Village, Mattiro Sompe District, Pinrang Regency.
Analisis perbandingan pertumbuhan populasi kerang lumpur (Anodontia edentula, Linnaeus 1758) di perairan kepulauan Tobea dan pesisir Lambiku, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna Rochmady; Sharifuddin Bin Andy Omar; Lodewyck S Tandipayuk
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.15-21

Abstract

Penelitian dilakukan di Kepulauan Tobea dan Lambiku untuk menganalisis: perbedaan pertumbuhan populasi kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 di kedua daerah.  Data dianalisis untuk melihat pertumbuhan populasi di kedua lokasi dengan menggunakan analisis pertumbuhan von Bertanlanfy. Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 di Kepulauan Tobea, (L∞=65,6 mm, K=1,18) lebih kecil dibandingkan di Lambiku (L∞=73,75 mm, K=0,73).  Perbedaan pertumbuhan populasi lebih diakibatkan karena perbedaan karakteristik lokasi.  Pada daerah Kepulauan Tobea memiliki pertumbuhan lambat karena pengaruh laut lebih dominan dibanding pada daerah Lambiku yang lebih banyak mendapatkan pengaruh daratan.
Nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur Anodontia edentula, Linnaeus 1758 di pulau Tobea, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna Rochmady Rochmady; Sharifuddin Bin Andy Omar; Lodewyck S Tandipayuk
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.25-32

Abstract

Penelitian dilakukan di Pulau Tobea dengan tujuan untuk menganalisis nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur. Data dianalisis untuk mengetahui nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur Pulau Tobea dengan menggunakan analisis chisquare (χ2) dan Metode Spearmen-Karber (Udupa, 1986). Hasil analisis nisbah kelamin dengan menggunakan chi-square berdasarkan stasiun pengambilan sampel, waktu pengambilan dan tingkat kematangan gonad (TKG) menunjukkan nisbah kelamin jantan kerang lumpur lebih sedikit dibandingkan dengan jenis kelamin betina. Hal ini ditunjukkan dengan nilai chi-square hitung > chi-square tabel baik berdasarkan waktu pengambilan sampel (6,3700>4,3027), berdasarkan stasiun pengamatan (6,6673>4,3027), berdasarkan tingkat kematangan gonad (TKG) (6,6673>4,3027). Ukuran pertama matang gonad kerang lumpur, jenis kelamin jantan mencapai ukuran matang gonad rata-rata panjang cangkang sebesar 39,62 mm, pada kisaran panjang cangkang sebesar 39,20-40,04 mm. Untuk jenis kelamin betina mencapai ukuran pertama matang gonad rata-rata panjang cangkang sebesar 39,58 mm, pada kisaran panjang cangkang sebesar 39,21-39,96 mm. Kerang lumpur di Pulau Tobea, ukuran pertama matang gonad sebenarnya untuk jenis kelamin jantan mencapai ukuran panjang cangkang sebesar 39,7 mm dan jenis kelamin betina mencapai ukuran panjang cangkang sebesar 38,0 mm.
Nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur (Anodontia edentula, Linnaeus 1758) di pesisir Lambiku, Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna Rochmady Rochmady; Sharifuddin Bin Andy Omar; Lodewyck S Tandipayuk
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.1-9

Abstract

Penelitian dilakukan di pesisir Lambiku dengan tujuan untuk menganalisis nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur. Data dianalisis untuk mengetahui nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur Pulau Tobea dengan menggunakan analisis chisquare (χ2) dan Metode Spearmen-Karber (Udupa, 1986). Hasil analisis nisbah kelamin dengan menggunakan chi-square berdasarkan stasiun pengambilan sampel, waktu pengambilan dan tingkat kematangan gonad (TKG) menunjukkan nisbah kelamin jantan kerang lumpur cenderung sebanding dengan jenis kelamin betina. Hal ini ditunjukkan dengan nilai chi-square hitung=chi-square tabel baik berdasarkan waktu pengambilan sampel (0,6770), berdasarkan tingkat kematangan gonad (TKG) (2,7462), berdasarkan stasiun pengamatan (3,3673). Ukuran pertama matang gonad kerang lumpur, jenis kelamin jantan mencapai ukuran rata-rata panjang cangkang sebesar 55,03 mm, pada kisaran panjang cangkang sebesar 54,47-55,60 mm. Untuk jenis kelamin betina mencapai ukuran pertama matang gonad dengan rata-rata panjang cangkang sebesar 54,93 mm, pada kisaran panjang cangkang sebesar 54,48-55,38 mm. Kerang lumpur di pesisir Lambiku, ukuran pertama matang gonad sebenarnya untuk jenis kelamin jantan mencapai ukuran panjang cangkang sebesar 50,2 mm dan jenis kelamin betina mencapai ukuran panjang cangkang sebesar 51,0 mm.
Nutrient Absorption Rate of Oryzias celebensis Embryo Yulia Indah Sari Lalombo; Khusnul Yaqin; Sharifuddin bin Andy Omar
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.5.2.67-71

Abstract

Oryzias celebensis is a species of medaka fish in South Sulawesi. During incubation, the growth and development of these fish embryos depend on the nutrients stored in the eggs. Therefore, this study aimed to determine the volume size of egg yolks and oil droplets and the absorption rate of egg yolks of O. celebensis embryos that reared in different incubation media. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with four rearing media treatments, namely A (Early Rearing Media), B (bottled water), C (Pattunuang river water) and D (well water) with five replications . The results showed that the volume of egg yolk and O. celebensis embryo oil in each medium showed a decrease in volume size along with the embryonic development stage. The absorption rate of yolk in O. celebensis embryos in media A had the biggest yolk absorption with an average 0.015±0.038 mm3 while media D had the smallest yolk absorption with an average 0.011±0.022 mm3.