Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ATONIA UTERI PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT KENCANA KOTA SERANG Sri Dinengsih; Ai Irma Silvia Pahleti
Jurnal Kebidanan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.359

Abstract

Penyebab kematian ibu yang paling umum di Indonesia adalah penyebab obstetri langsung yaitu perdarahan 28%, preeklampsi/eklampsi 24%, infeksi 11%, sedangkan penyebab tidak langsung adalah trauma obstetri 5% dan lain–lain 11%. Perdarahan post partum primer masih menjadi kontributor yang terpenting dalam morbiditas dan mortalitas ibu yaitu berkisar 5,00%- 15,00% dari seluruh persalinan. Salah satu penyebab perdarahan post partum primer yang perlu mendapatkan perhatian yang serius adalah atonia uteri, karena apabila penanganannya lambat maka akan memperburuk keadaan dan dapat mengancam jiwa ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui  faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian atonia uteri. Penelitan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Kencana Kota Serang Provinsi Banten dengan menggunakan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan secara case-control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin sebanyak 104 orang dan sampel sebanyak 51 orang. Analisis univariat menunjukan ibu bersalin yang mengalami atonia uteri sebanyak 13 orang (25,5%), persalinan dengan tindakan sebanyak 14 orang (27,5%), partus lama sebanyak 13 orang (25,5%), drip oksitosin sebanyak 14 orang (27,5%) dan anemia sebanyak 10 orang (19,6%). Simpulan: Ada hubungan antara persalinan dengan tindakan (p=0,003), partus lama (p=0,001), drip oksitosin (p=0,003) dan anemia (p=0,011) dengan kejadian atonia uteri. ibu bersalin dengan Persalinan dengan tindakan, partus lama, drip oksitosin dan anemia beresiko lebih tinggi mengalami atonia uteri, dan partus lama merupakan variabel yang paling dominan berpeluang mengalami  atonia uteri dengan OR=10,560. Saran: kepada tenaga kesehatan untuk memantau kemajuan persalinan dengan partograf untuk menghidari partus lama yang beresiko menyebabkan atonia uteri. Kata Kunci: Atonia Uteri, Partus Lama, Drip Oksitoksin, Anemia, Persalinan Tindakan 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengikuti Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Haurpanggung Garut Tahun 2025: Analysis of Factors Associated with Compliance in Prenatal Classes Sri Haryati; Sri Dinengsih; Rini Kunandaryanti
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3862

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan sarana pembelajaran bagi ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi kehamilan, persalinan, nifas, dan perawatan bayi. Puskesmas Haurpanggung Garut telah melaksanakan program kelas ibu hamil, namun cakupan keikutsertaan masih belum mencapai target. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil meliputi pengetahuan, motivasi, jarak ke tempat pelayanan, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas Haurpanggung Garut Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 140 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94 responden (67,1%) patuh mengikuti kelas ibu hamil. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p<0,001; OR=4,068), motivasi (p<0,001; OR=4,975), jarak ke tempat pelayanan (p<0,001; OR=5,583), dukungan suami (p<0,001; OR=6,351), dan dukungan tenaga kesehatan (p<0,001; OR=10,500) dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil. Berdasarkan hasil analisis bivariat, dukungan tenaga kesehatan menunjukkan kekuatan asosiasi terbesar dibandingkan variabel lainnya. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan edukasi, komunikasi, dan pendampingan oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil
Pemanfaatan Ramuan Herbal Kunyit-Sirih ("Kusrinah") Dalam Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita Usia Subur Sri Dinengsih; Suprihatin; Selby Serra Ibrahim; Fajar Listya; Ika Nurmalasari
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i2.3873

Abstract

Sanitasi lingkungan yang buruk dapat memicu timbulnya gangguan kesehatan reproduksi pada wanita, salah satunya berupa keputihan. Apabila kondisi ini diabaikan tanpa penanganan tepat, keputihan fisiologis berpotensi berkembang menjadi patologis. Secara global, sekitar 75% perempuan dilaporkan pernah mengalami keputihan, angka yang sejalan dengan estimasi kasus pada wanita di Indonesia. Keluhan ini menimbulkan rasa tidak nyaman akibat sensasi lembap, sehingga sebagian wanita mengandalkan penggunaan pantyliner. Sebagai alternatif pengobatan alami, pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) seperti kunyit dan daun sirih dapat dijadikan solusi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Wanita Usia Subur (WUS) mengenai keputihan fisiologis dan patologis, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kunyit serta daun sirih bagi kesehatan reproduksi. Sasaran kegiatan adalah WUS di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Luaran yang dihasilkan berupa produk minuman herbal olahan rebusan kunyit dan daun sirih.