Riska Aprilia Wardani
Program Studi Kebidanan, STIKES Dian Husada Mojokerto

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR EKONOMI TERHADAP TERJADINYA PERNIKAHAN DINI DI KOTA MOJOKERTO Novi Kurniawati; Riska Aprilia Wardani
Jurnal Keperawatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Keperawatan, Volume XIV, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.823 KB)

Abstract

Pernikahan dini merupakan salah satu budaya yang masih dianut oleh sebagian masyarakat di Indonesia baik yang berada di perkotaan maupun pedesaan. Pernikahan dini yang terjadi secara tidak langsung akan memicu berbagai gangguan kesehatan baik yang dialami oleh pasangan yang menikah ataupun anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut. Hal ini dikarenakan kompleksnya permasalahan yang timbul akibat pernikahan dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor ekonomi terhadap terjadinya pernikahan dini di Kota Mojokerto. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan crosssectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kecamatan Magersari Kota Mojokerto. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah faktor ekonomi dan pernikahan yang terjadi. Data karakteristik responden penelitian disajikan dalam bentuk tabel ditribusi frekuensi yang terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan dan sumber informasi tentang kesehatan. Untuk mengetahui hubungan faktor ekonomi terhadap terjadinya pernikahan dini di Kota Mojokerto digunakan uji chi square. Analisa data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS. Dari hasil uji korelasi chi square didapatkan nilai asymp sig (2-sided) sebesar 0,020 < 0,05 sehingga hipotesis dalam penelitian diterima yang berarti ada hubungan antara faktor ekonomi terhadap terjadinya pernikahan dini di Kota Mojokerto. Menurunkan angka kejadian pernikahan dini membutuhkan peran dari berbagai pihak. Pemerintah melalui Kantor Urusan Agama harus menerapkan public policy pembatasan pernikahan sebelum pasangan mencapai usia ideal. Selanjutnya tenaga kesehatan dan petugas BKKBN harus secara rutin mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai resiko menikah di usia dini kepada masyarakat. Kerjasama berbagai lapisan masyarakat serta pemerintah dipercaya mampu untuk menurunkan angka kejadian pernikahan dini
COPING MECHANISMS AND DEPRESSION IN ADOLESCENTS WITH DRUG ABUSE Yufi Aris Lestari; Hartin Suidah; Ninik Murtiyani; Riska Aprilia Wardani
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol. 3 No. 1 (2021): March, 2021
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pnj.v3i1.22699

Abstract

Introduction: The high level of depression or life problems among adolescents impacted different coping for each individual intending to overcome the problems that occur. This study aimed to determine the relationship between levels of depression and coping mechanisms of adolescent drug users.Methods: This study was a correlational analytic research with cross-sectional approach. The sampling technique was simple random sampling. This study's sample was 32 adolescent drug users undergoing rehabilitation at the drug rehabilitation facility Rumah Obit Surabaya. Depression variables was measured used the Beck Depression Inventory questionnaire, and variable coping mechanisms used the Ways of Coping Checklist questionnaire. The data was analyzed using the rho spearmen test.Results: The analysis result showed that coping mechanism had a significant relationship with depression in adolescent drug users with p-value = 0.001 (p <0.05). The adolescent drug users mostly experienced mild depression as many as 25 respondents (78.1) and maladaptive coping mechanism as many as 21 (65.6%).Conclusion: Optimizing socialization to increase knowledge about the impact of drug use on adolescents is needed to prevent depression in adolescent therefore they can use adaptive coping mechanisms in problem solving.
FAKTOR RESIKO TERJADINYA KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN Lia Dharmayanti; Riska Aprilia Wardani
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Volume 1, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuban pecah dini merupakan pecahnya selaput sebelum terdapat tanda persalinan mulai dan ditunggu satu jam belum terjadi inpartu terjadi pada pembukaan < 4 cm yang dapat terjadi pada usia kehamilan cukup waktu atau kurang waktu. Ada beberapa faktor resiko terjadinya ketuban pecah dini yaitu hubungan seksual, riwayat ketuban pecah dini, usia ibu, paritas, pekerjaan dan Cephalo Pelvic Disproportion. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko terjadinya Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Puskesmas Rejoso. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain retrospektif, dengan data sekunder dari buku register dan data primer dari hasil wawancara dengan responden. Jumlah sampel adalah 20 Responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor hubungan seksual dari 20 responden sebagian besar 12 responden (60%) melakukan hubungan seksual. Berdasarkan faktor riwayat ketuban pecah dini dari 20 responden sebagian besar 14 responden (70%) tidak memiliki riwayat ketuban pecah dini. Berdasarkan faktor usia ibu dari 20 responden sebagian besar 13 responden (65%) berusia 20-35 tahun. Berdasarkan faktor paritas dari 20 responden sebagian besar 15 responden (75%) ibu dengan multipara. Berdasarkan faktor aktivitas dari 20 responden sebagian besar 14 responden (70%) memiliki aktivitas berat. Berdasarkan faktor Cephalo Pelvic Disproportion dari 20 responden sebagian besar 17 responden (85%) tidak Cephalo Pelvic Disproportion. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor resiko terjadinya ketuban pecah dini adalah hubungan seksual, usia ibu dan pekerjaan. Maka disarankan pada ibu bersalin dengan resiko ketuban pecah dini untuk selalu memeriksakan kehamilan secara teratur dan mengkonsumsi makanan gizi seimbang serta menghindari faktor resiko terjadinya ketuban pecah dini