Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : TOTOBUANG

REPRESENTASI KORBAN KEKERASAN DALAM TEKS BERITA DARING TRIBUN TIMUR: ANALISIS WACANA KRITIS [The Representation Victims of Violence in Tribun Timur Online News Text: Critical Discourse Analysis] A. Yusdianti Tenriawali
TOTOBUANG Vol. 6 No. 1 (2018): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2018
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8056.259 KB) | DOI: 10.26499/ttbng.v6i1.71

Abstract

This study discusses the representation victims of violence in the online news text in Tribun Timur online news. The purpose of this study is to identify the form of discourse strategies used journalists in positioning victims of violence in the news text on Makassar.tribunnews.com site. This research is a qualitative research using descriptive method. The approach used in this research is critical discourse analysis approach. Sources of data in this study is a text of violence news in the online news site Tribun Timur with data in the form of news text that is considered to represent victims of violence. Data collection in this research using documentation technique and record technique. The results showed that the form of language news is a word containing inclusion discourse strategy in the form of strategy of nomination and identification. In the news texts, victims of male violence tend to be featured with a nomination strategy that displays the victim for what it is. However, women victims of violence seem to be shown with an identification strategy that displays the victim as a powerless party. Male victims in the online news text tend to be more protected than female victims. This may indicate that Tribun Timur journalists still tend to embrace the ideology of patriarchy.Penelitian ini membahas tentang representasi korban kekerasan dalam teks berita daring Tribun Timur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi bentuk strategi wacana yang digunakan wartawan dalam memosisikan korban kekerasan dalam teks berita pada situs Makassar.tribunnews.com. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis wacana kritis. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks berita kekerasan dalam situs berita daring Tribun Timur dengan data berupa teks berita yang dianggap merepresentasikan korban kekerasan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kebahasaan berita adalah kata yang mengandung strategi wacana inklusi berupa strategi wacana nominasi dan identifikasi. Pada teks berita, korban kekerasan laki-laki cenderung ditampilkan dengan strategi nominasi yang menampilkan korban dengan apa adanya. Namun untuk korban kekerasan perempuan terlihat cenderung ditampilkan dengan strategi identifikasi yang menampilkan korban sebagai pihak yang tidak berdaya. Korban laki-laki dalam teks berita daring Tribun Timur cenderung lebih dilindungi dibandingkan korban perempuan. Hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa wartawan Tribun Timur masih cenderung menganut ideologi patriarki.
TIPE NARATOR DALAM NOVEL TELEGRAM KARYA PUTU WIJAYA: KAJIAN NARATOLOGI [Type of Narrator in Novel Telegram By Putu Wijaya: Narratology Approach] A. Yusdianti Tenriawali
TOTOBUANG Vol. 6 No. 2 (2018): TOTOBUANG, EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.429 KB) | DOI: 10.26499/ttbng.v6i2.106

Abstract

This study discusses the type of narrator in novel Telegram by Putu Wijaya. This study aims to identify the types of narrators contained in the novel Telegram by Putu Wijaya based on Mieke Bal's narratology theory. This research is qualitative research using descriptive methods. The data in this study are texts that are considered to represent the narrator in the novel Telegram. The source of the data in this study was the novel Telegram by Putu Wijaya, which was published in 1977. The data collection techniques in this study were the reading and note-taking techniques. The data analysis techniques in this study consist of four stages; narrator identification, narrator text classification, analysis, and description of the types of narrators in each chapter. The results showed that the type of narrator in the novel Telegram by Putu Wijaya consisted of an internal narrator (CN), a figure of Aku and Rosa, and an external narrator (EN), something that was unknown. The use of an internal narrator (CN) aims to give the impression that what is told in a story is real. The use of an external narrator (EN) aims to inform the reader that the story contained in the text that is being read is a fantasy, imagination, or imaginary story contained in the story or story that is being read.Penelitian ini membahas tipe narator dalam novel Telegram karya Putu Wijaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis narator yang terdapat dalam novel Telegram karya Putu Wijaya berdasarkan teori naratologi Mieke Bal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data berupa teks yang dianggap merepresentasikan narator dalam novel Telegram. Sumber data yakni novel Telegram karya Putu Wijaya yang terbit tahun 1977. Teknik pengumpulan data yakni teknik baca dan teknik catat. Adapun teknik analisis data terdiri atas empat tahap yaitu identifikasi narator, klasifikasi teks narator, analisis, dan deskripsi jenis-jenis narator tiap bab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe narator dalam novel Telegram karya Putu Wijaya terdiri atas narator internal (CN) yaitu tokoh Aku dan Rosa, serta narator eksternal (EN) yaitu sesuatu yang tidak diketahui identitasnya. Penggunaan narator internal (CN) bertujuan untuk memberi kesan bahwa yang diceritakan dalam suatu cerita adalah nyata. Adapun penggunaan narator eksternal (EN) bertujuan menyatakan kepada pembaca bahwa cerita yang terdapat dalam teks yang sedang dibacanya adalah suatu khayalan, imajinasi, atau cerita rekaan yang terdapat dalam kisah atau cerita yang sedang dibacanya.