Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MASCULINITY VISUALIZATION IN TWO RAKSASA STATUES FROM CANDI TAPAN, BLITAR REGENCY, EAST JAVA Nainunis Aulia Izza
WalennaE Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/wln.v20i1.521

Abstract

This study discussed the archaeological remains, Two Raksasa Statues of Candi Tapan from a gender perspective, especially the masculinity concept. Two Raksasa Statues of Candi Tapan is giant shapes with hair carvings on the head, face and body. The presence of hair, especially on the face and body, is an element of the statue that is rarely found and that is important to discuss. The method used is the archaeological method, consisting of stages of description, iconographic analysis, and interpretation with masculinity theory. The results show that the depiction of hair in ancient civilizations has a function as an indication of the masculinity concept from people from that period. The visualization of masculinity through the carving of facial and body hair in the Two Raksasa Statues of Candi Tapan related to the concept of masculinity and fertility, as well as the function of the giant statue as a guardian and danger repellent of sacred buildings.     Kajian ini menelaah tinggalan Arkeologi berupa Dua Arca Raksasa dari Candi Tapan dari perspektif gender khususnya maskulinitas. Dua Arca Raksasa dari Candi Tapan digambarkan dalam bentuk raksasa yang dilengkapi dengan pahatan rambut pada bagian kepala, wajah, serta tubuh. Keberadaam rambut, khususnya pada bagian wajah dan tubuh merupakan unsur arca yang jarang ditemui dan penting untuk dibahas. Metode yang digunakan adalah metode arkeologi, terdiri dari tahapan deskripsi, analisis ikonografi, dan interpretasi dengan teori maskulinitas yang berkaitan erat dengan teori gender. Hasilnya menunjukkan bahwa penggambaran rambut pada tinggalan peradaban-peradaban kuno memiliki fungsi sebagai petunjuk tentang konsep maskulinitas yang dianut oleh masyarakatnya. Visualisasi maskulinitas melalui pemahatan rambut wajah dan tubuh pada dua Arca Raksasa Candi Tapan dapat dikaitkan dengan konsep maskulinitas dan kesuburan serta fungsi Arca Raksasa sebagai makhluk penjaga bangunan suci dan penolak bahaya.
Transformasi lanskap perairan di Kawasan Percandian Muarajambi dalam memori kolektif masyarakat lokal Ari Mukti Wardoyo Adi; Nainunis Aulia Izza; Muhammad Rohiq; Dwi Rahariyoso
Berkala Arkeologi Vol 42 No 2 (2022)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v42i2.974

Abstract

The Muarajambi Temple Complex is a Buddhist Cultural Conservation area in Sumatra, located in 3,981 hectares fluvial landform. This area is frequently flooded, both during the rainy season and the high tides, but local people are still living in this area. This paper discusses the research on the waterscape transformation in the Muarajambi Temple Complex based on collective memory and the related physical evidence. The research method used is the comparison of satellite images using GIS software and the confirmation of the results by the local people through interviews. The research results indicate that, unlike the previous interpretation, the water network had not been an all-time active transportation infrastructure. In addition, the research identified numerous ancient hydrological landforms in the area.
Penggambaran Sosok-sosok Ideal Masa Jawa Kuno: Tinjauan Relief Gua Selomangleng Tulungagung Izza, Nainunis Aulia
Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 12, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines Ancient Java’s ideal figures based on seven panels of the Arjunawiwaha story from Selomangleng Tulungagung Cave. The discussion focuses on the use of archaeological data, which are reliefs, statues, and the description of ideal figures from Ancient Java Kakawin. The results show that all the figures in the Selomangleng Tulungagung Cave depicted the protagonist figures from Arjunawiwaha without showing the antagonist. The protagonist figures consist of God Indra, Arjuna, Nymphs, Soldiers, and God Shiva disguised as a sage. The protagonist figures displayed the ideal concept of figures related to their role. The relief depicted the stratification of gods and humans, Arjuna as an ideal leader and male, angels as ideal woman, ideal marriage, and changes of Arjuna’s strata from human to superhuman who can reach heaven after defeating Niwatawakaca. A lot of the reliefs of Arjunawiwaha that are carved are a strong indication that Arjuna was an idol in the ancient Javanese era.
Upaya peningkatan kepedulian masyarakat kelurahan legok terhadap warisan budaya situs Candi Solok Sipin dan sekitarnya Ari Mukti Wardoyo Adi; Nainunis Aulia Izza; Supian Supian
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpdpm.v2i1.27834

Abstract

Kajian ini membahas mengenai salah satu warisan budaya yang ada di Kota Jambi, yaitu Situs Candi Solok Sipin yang terletak di Kelurahan Legok. Kondisi Situs Candi Solok Sipin dan beberapa situs lain di sekitarnya saat ini sangat memprihatinkan karena lokasinya ada di tengah permukiman masyarakat. Sebagai upaya peningkatan kepedulian masyarakat Kelurahan Legok maka dibutuhkan upaya sosialisasi regulasi tentang cagar budaya. Tujuannya agar masyarakat mengenal dan memiliki kepedulian terhadap Candi Solok Sipin sebagai warisan budaya. Warisan budaya memiliki nilai penting bagi bangsa karena merupakan aset yang dapat mengungkapkan kehidupan masyarakatnya pada masa lalu. Selain itu, warisan budaya juga memiliki kerentanan dari berbagai ancaman kerusakan akibat dampak pembangunan yang tidak terkontrol. Hal ini dikarenakan warisan budaya memiliki sifat yang langka dan tidak dapat diperbarui.
Local collective memories of the waterscape transformation in Muarajambi Temple Complex: Transformasi lanskap perairan di Kawasan Percandian Muarajambi dalam memori kolektif masyarakat lokal Ari Mukti Wardoyo Adi; Nainunis Aulia Izza; Muhammad Rohiq; Dwi Rahariyoso
Berkala Arkeologi Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v42i2.974

Abstract

Kawasan Percandian Muarajambi merupakan kawasan Cagar Budaya bercorak Buddha di Sumatra yang berada di lahan seluas kurang lebih 3.981 hektar dengan bentuklahan fluvial. Kawasan ini sering tergenang air, baik ketika musim penghujan maupun ketika terjadi pasang laut, tetapi hingga sekarang masih dihuni oleh masyarakat. Tulisan ini menguraikan hasil penelitian jejak transformasi lanskap perairan di Kawasan Percandian Muarajambi berdasarkan memori kolektif masyarakat dan bukti-bukti fisik yang menyertainya. Metode yang digunakan adalah komparasi citra satelit menggunakan perangkat SIG dan konfirmasi hasil komparasi tersebut kepada masyarakat melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berbeda dengan interpretasi sebelumnya, jaringan perairan tidakmenjadi prasarana transportasi yang aktif sepanjang waktu. Selain itu, berbagai bentuklahan hidrologis masa lampau di kawasan ini juga berhasil diidentifikasi.
RECONSTRUCTION OF PAST SETTLEMENTS IN AN AUDIO-VISUAL FORM Adi, Ari Mukti Wardoyo; Izza, Nainunis Aulia
JURNAL SOCIUS VOL 12, NO 1 (2023): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/js.v12i1.12149

Abstract

People’s living in the past has always became a big question for everyone, not only archeology. Unfortunately the answers to these questions are sometimes difficult to understand directly by public. It takes an effort to provide an answer that is easily accepted by the public. One of them is to build the mindset of archeology students to be able to make archaeological research products that are more popular and useful. This study seeks to apply a project-based learning model to the Ancient Settlement course. Students are assigned to conduct research to reconstruct past settlements around Jambi based on their traces. The results of this research are then narrated in the form of a documentary and uploaded to an online video sharing service. Based on the research results, research products in the form of audio-visual media are more accessible to the general public. In addition, the current generation of “digital native” students also seems to find it easier to narrate research results through audio-visual media compared to textual narration.
Local collective memories of the waterscape transformation in Muarajambi Temple Complex: Transformasi lanskap perairan di Kawasan Percandian Muarajambi dalam memori kolektif masyarakat lokal Adi, Ari Mukti Wardoyo; Izza, Nainunis Aulia; Rohiq, Muhammad; Rahariyoso, Dwi
Berkala Arkeologi Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v42i2.974

Abstract

Kawasan Percandian Muarajambi merupakan kawasan Cagar Budaya bercorak Buddha di Sumatra yang berada di lahan seluas kurang lebih 3.981 hektar dengan bentuklahan fluvial. Kawasan ini sering tergenang air, baik ketika musim penghujan maupun ketika terjadi pasang laut, tetapi hingga sekarang masih dihuni oleh masyarakat. Tulisan ini menguraikan hasil penelitian jejak transformasi lanskap perairan di Kawasan Percandian Muarajambi berdasarkan memori kolektif masyarakat dan bukti-bukti fisik yang menyertainya. Metode yang digunakan adalah komparasi citra satelit menggunakan perangkat SIG dan konfirmasi hasil komparasi tersebut kepada masyarakat melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berbeda dengan interpretasi sebelumnya, jaringan perairan tidakmenjadi prasarana transportasi yang aktif sepanjang waktu. Selain itu, berbagai bentuklahan hidrologis masa lampau di kawasan ini juga berhasil diidentifikasi.
Pengembangan Potensi Batik Berbasis Tinggalan Arkeologi di Kelurahan Legok Kota Jambi Izza, Nainunis Aulia; Adi, Ari Mukti Wardoyo; Mahanani, Nugrahadi; Resiyani, Wulan; Pratama, Amor Seta Gilang
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.6626

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada tahun 2020. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar keberadaan salah satu tinggalan arkeologi di Kelurahan Legok, Kota Jambi, yaitu Candi Solok Sipin serta situs-situs lain di sekitarnya. Berdasarkan tinjauan terkini, Candi Solok Sipin berada dalam kondisi yang terancam kelestariannya. Salah satu faktor yang menjadi ancaman terhadap kelestarian Situs Candi Solok Sipin adalah kurangnya kepedulian masyarakat sekitar terhadap keberadaan situs tersebut. Oleh karena itu kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan di Kelurahan Legok Kota Jambi sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan Situs Candi Solok Sipin. Potensi yang dimiliki Kelurahan Legok antara lain adalah keberadaan Rumah Batik dan kelompok pembatik. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi masyarakat Kelurahan Legok sebagai upaya pelestarian dan pemanfaatan tinggalan arkeologi di kawasan tersebut melalui kegiatan pengembangan motif batik. Di Situs Candi Solok Sipin terdapat tinggalan arkeologi yang memiliki relief dan ornamen yang dapat dikembangkan menjadi motif batik. Target khusus yang ingin dicapai yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat di Kelurahan Legok untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian situs Candi Solok Sipin. Metode pendampingan dilaksanakan dalam tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan menghasilkan 5 motif baru yang terinspirasi dari relief dan motif tinggalan arkeologi Situs Solok Sipin. Diharapkan motif-motif baru ini dapat menjadi kebanggaan dan ciri khas Kelurahan Legok. Untuk jangka panjang diharapkan motif batik yang telah tercipta menjadi produk unggulan Kelurahan Legok Kota Jambi.
IDENTIFIKASI POTENSI TINGGALAN ARKEOLOGI KLASIK DI KECAMATAN SAROLANGUN, JAMBI: PENDEKATAN PREDICTIVE MODELLING Nainunis Aulia Izza; Ari Mukti Wardoyo Adi; Nugrahadi Mahanani
Naditira Widya Vol. 15 No. 1 (2021): Naditira Widya Volume 15 Nomor 1 April Tahun 2021
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar hipotesis tentang keberadaan tinggalan-tinggalan masa klasik yang berada di Daerah Aliran Sungai Batanghari. Kecamatan Sarolangun dipilih karena hingga kini belum pernah diteliti potensinya tentang tinggalan pemukiman arkeologi klasik. Tinggalan arkeologi klasik yang pernah dilaporkan hanyalah arca Ganesha yang saat ini disimpan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Penelitian ini dilakukan dengan metode predictive modelling dengan menggunakan perangkat Sistem Informasi Geografis untuk dapat membantu memperkirakan titik-titik yang mengandung potensi tinggalan arkeologi. Variabel prediksi yang digunakan adalah laporan temuan, model lokasi situs, informasi masyarakat, serta potensi temuan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa lokasi di Kecamatan Sarolangun yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap tinggalan arkeologi klasik. Sensitivitas tinggalan arkeologi ini kemudian diturunkan dalam bentuk peta potensi. Tujuan utama dari pembuatan peta tersebut adalah agar dapat menentukan strategi riset lanjutan.This research was conducted on the basis of a hypothesis about the existence of the remains of the classical period in the Batanghari River Basin. Sarolangun District was chosen because until today there has not been any investigation on classical archaeological settlements. The only classical archeological remains that have been reported are the Ganesha statue which is currently stored in the Sultan Mahmud Badaruddin II Museum, in Palembang. This research was conducted using a predictive modelling method by employing a Geographic Information System to be able to help estimate points containing potential archaeological remains. Predictive variables used are report findings, site location models, community information, and potential surface findings. The results showed that there are several locations in Sarolangun District that have high sensitivity to classical archeological remains. The sensitivity of the archaeological remains is then derived in the form of a potential map. The main purpose of making the map is to be able to determine further research strategies.