Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pledoi Si Anak Durhaka: Interteks dan Dekonstruksi Folklor Malin Kundang dalam Puisi Indrian Koto Dwi Rahariyoso; Muhammad Rohiq
SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/suluk.2022.4.1.1-13

Abstract

Tulisan ini merupakan analisis dekonstruksi atas sajak Pleidoi Malin Kundang. Seperti tersirat dari judul, puisi Indrian Koto tersebut memiliki keterkaitan dengan cerita rakyat Melayu, Malin Kundang. Akhirnya teks puisi  tersebut dengan sendirinya memberikan pembacaan lain terkait folklor Sumatra Barat dengan ranah sudut pandang baru. Dalam model analisis dekonstruksi, pembacaan dilakukan secara struktural dengan melihat relasi yang terjadi melalui oposisi biner (binary oposition) dalam teks. Oposisi tersebut secara struktur berupa, oposisi antara judul dan cerita, oposisi berpasangan dalam teks, dan oposisi antara penalaran dan pengalaman batin (subjektif dan objektif). Setelah dilakukan pembacaan yang cermat, relasi oposisi vertikal-hierarkis sebenarnya tidak ada. Sajak tersebut memberikan sebuah sudut pandang baru dalam bentuk oposisi horisontal-setara, yaitu sama-sama membutuhkan kehadiran yang lain. Konsep durhaka yang diambil dari teks sebelumnya dibongkar, sehingga menjadi nisbi, kosong, tidak mutlak.
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan dan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Laboratorium Jambi Nurlaili Purnamasari; Mulyadi Mulyadi; Muhammad Rohiq
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.379 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6186

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana minat belajar bahasa Arab dan latar belakang pendidikan siswa mempengaruhi hasil belajar. Kenyataannya, beberapa siswa kesulitan belajar bahasa Arab karena latar belakang sekolah menengah pertama (SMP) dan ketidaktertarikan mereka pada pelajaran bahasa Arab.Penelitian ini merupakan bentuk penelitian lapangan dan menggunakan metodologi kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah 53 siswa yang dilakukan di Laboratorium Madrasah Aliyah Jambi dengan responden siswa kelas X. Dengan menggunakan pendekatan total sampling, sampel untuk penelitian ini ditentukan. teknik pengumpulan data yang melibatkan kuisioner atau kuisioner. Sedangkan regresi linier berganda digunakan dalam metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Besarnya pengaruh latar belakang pendidikan terhadap hasil belajar bahasa Arab adalah 0,141 dengan taraf signifikan 5% atau 0,05 sehingga diperoleh nilai Sig. Fakta bahwa latar belakang pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar bahasa Arab siswa di Laboratorium Madrasah Aliyah Jambi ditunjukkan dengan statistik 0,141 0,05 yang berarti tolak H0. (b) Besarnya pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar bahasa Arab sederhana adalah sebesar 0,260 dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 yang diperoleh nilai Sig. Di Laboratorium Madrasah Aliyah Jambi, hasil belajar bahasa Arab siswa dipengaruhi secara signifikan oleh minat belajarnya (p = 0,0260, 0,05; tolak H0). (c) Nilai Fhitung = 1,477 dan taraf signifikansi 0,238 menunjukkan bahwa minat belajar bahasa Arab dan latar belakang pendidikan memiliki pengaruh yang sama terhadap hasil belajar bahasa Arab. Dan karena diketahui bahwa Ftabel = (1; N-2) diperoleh nilai Ftabel = 3,18 dengan mengambil (1; 51) dan menerapkan taraf signifikansi 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel yang mengarah pada penolakan terhadap H0, dan tingkat signifikansi 0,238 0,05 yang menunjukkan bahwa dalam penelitian ini, latar belakang pendidikan dan tingkat minat belajar siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar bahasa arab.
Transformasi lanskap perairan di Kawasan Percandian Muarajambi dalam memori kolektif masyarakat lokal Ari Mukti Wardoyo Adi; Nainunis Aulia Izza; Muhammad Rohiq; Dwi Rahariyoso
Berkala Arkeologi Vol 42 No 2 (2022)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v42i2.974

Abstract

The Muarajambi Temple Complex is a Buddhist Cultural Conservation area in Sumatra, located in 3,981 hectares fluvial landform. This area is frequently flooded, both during the rainy season and the high tides, but local people are still living in this area. This paper discusses the research on the waterscape transformation in the Muarajambi Temple Complex based on collective memory and the related physical evidence. The research method used is the comparison of satellite images using GIS software and the confirmation of the results by the local people through interviews. The research results indicate that, unlike the previous interpretation, the water network had not been an all-time active transportation infrastructure. In addition, the research identified numerous ancient hydrological landforms in the area.
Pelatihan Pembuatan Batik Cap Inovasi Bermotif Arab oleh Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Kepada Kelompok Sadar Wisata di Tanjung Jabung Barat Mar’atun Sholiha; Hidayatul Arif; Friscilla Wulan Tersta; Eva Iryani; M. Rohiq
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6785

Abstract

Tanjung jabung barat merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Pantai Timur Provinsi Jambi. Tanjung jabung barat merupakan kabupaten yang berbasis pertanian dengan orientasi agribisnis dan agroindustri yang bermuara pada ekonomi kerakyatan. Penggunaan kawasan hutan di kabupaten tanjung jabung barat, meliputi jenis penggunaan kawasan hutan produksi, hutan produksi terbatas, hutan lindung gambut, cagar alam taman nasional. Hal ini berdampak pada kawasan hutan produksi yang berpotensi banjir menurut data yang diperoleh dan bencana alam. Banjir sering terjadi di desa lubuk bernai dan di sepanjang sungai di betara kiri. Kabupaten tanjung jabung barat merupakan kabupaten yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya bergantung pada sumber daya alam seperti pertanian dan pertambangan. Bencana yang muncul tentunya membawa dampak negatif bagi masyarakat sekitar. Untuk itu pengabdian ini dilakukan sebagai acuan masyarakat tanjung jabung barat untuk dapat memiliki keterampilan yang dapat membantu perekonomian mereka khususnya dari sektor pariwisata yaitu dengan mengikuti pelatihan pembuatan batik cap.
Local collective memories of the waterscape transformation in Muarajambi Temple Complex: Transformasi lanskap perairan di Kawasan Percandian Muarajambi dalam memori kolektif masyarakat lokal Ari Mukti Wardoyo Adi; Nainunis Aulia Izza; Muhammad Rohiq; Dwi Rahariyoso
Berkala Arkeologi Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v42i2.974

Abstract

Kawasan Percandian Muarajambi merupakan kawasan Cagar Budaya bercorak Buddha di Sumatra yang berada di lahan seluas kurang lebih 3.981 hektar dengan bentuklahan fluvial. Kawasan ini sering tergenang air, baik ketika musim penghujan maupun ketika terjadi pasang laut, tetapi hingga sekarang masih dihuni oleh masyarakat. Tulisan ini menguraikan hasil penelitian jejak transformasi lanskap perairan di Kawasan Percandian Muarajambi berdasarkan memori kolektif masyarakat dan bukti-bukti fisik yang menyertainya. Metode yang digunakan adalah komparasi citra satelit menggunakan perangkat SIG dan konfirmasi hasil komparasi tersebut kepada masyarakat melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berbeda dengan interpretasi sebelumnya, jaringan perairan tidakmenjadi prasarana transportasi yang aktif sepanjang waktu. Selain itu, berbagai bentuklahan hidrologis masa lampau di kawasan ini juga berhasil diidentifikasi.
Integrasi nilai-nilai kearifan lokal melalui pendidikan karakter sebagai upaya pencegahan dekadensi moral Iryani, Eva; Muspawi, Mohamad; Yusup, Agung; Rohiq; Soleh, Warisuddin; Hasibuan, Tuti Hardianti
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i4.24117

Abstract

Fenomena menurunnya kepedulian sosial, melemahnya semangat kolaborasi, serta meningkatnya pengaruh negatif media digital yang tidak sejalan dengan norma budaya lokal menjadi tantangan serius di Desa Malapari. Permasalahan ini terutama disebabkan belum terintegrasinya nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan formal maupun nonformal. Program pengabdian ini bertujuan mengintegrasikan kearifan lokal dalam pendidikan karakter guna meningkatkan kapasitas guru, tokoh adat, dan pemuda sekaligus memperkuat ekosistem gotong royong sebagai strategi preventif terhadap dekadensi moral generasi muda. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas guru, tokoh adat, perangkat desa, pemuda, dan orang tua. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi partisipatif untuk menilai keterlibatan dan perubahan perilaku sosial peserta dalam konteks pembelajaran berbasis budaya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa integrasi nilai kearifan lokal mampu meningkatkan pemahaman guru hingga 27%, memperkuat kesadaran kolektif masyarakat, serta mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam menghasilkan konten digital kreatif berbasis budaya. Kebaruan dari program ini terletak pada pola kolaborasi lintas elemen masyarakat yang berhasil menghadirkan model implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal secara aplikatif dan berpotensi direplikasi di wilayah lain. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis atas lemahnya internalisasi nilai budaya pada remaja, tetapi juga menawarkan kontribusi ilmiah yang relevan dalam penguatan pendidikan karakter di tengah tantangan globalisasi dan arus media digital.
Pledoi Si Anak Durhaka: Interteks dan Dekonstruksi Folklor Malin Kundang dalam Puisi Indrian Koto Rahariyoso, Dwi; Rohiq, Muhammad
SULUK : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/suluk.2022.4.1.1-13

Abstract

Tulisan ini merupakan analisis dekonstruksi atas sajak Pleidoi Malin Kundang. Seperti tersirat dari judul, puisi Indrian Koto tersebut memiliki keterkaitan dengan cerita rakyat Melayu, Malin Kundang. Akhirnya teks puisi  tersebut dengan sendirinya memberikan pembacaan lain terkait folklor Sumatra Barat dengan ranah sudut pandang baru. Dalam model analisis dekonstruksi, pembacaan dilakukan secara struktural dengan melihat relasi yang terjadi melalui oposisi biner (binary oposition) dalam teks. Oposisi tersebut secara struktur berupa, oposisi antara judul dan cerita, oposisi berpasangan dalam teks, dan oposisi antara penalaran dan pengalaman batin (subjektif dan objektif). Setelah dilakukan pembacaan yang cermat, relasi oposisi vertikal-hierarkis sebenarnya tidak ada. Sajak tersebut memberikan sebuah sudut pandang baru dalam bentuk oposisi horisontal-setara, yaitu sama-sama membutuhkan kehadiran yang lain. Konsep durhaka yang diambil dari teks sebelumnya dibongkar, sehingga menjadi nisbi, kosong, tidak mutlak.
Local collective memories of the waterscape transformation in Muarajambi Temple Complex: Transformasi lanskap perairan di Kawasan Percandian Muarajambi dalam memori kolektif masyarakat lokal Adi, Ari Mukti Wardoyo; Izza, Nainunis Aulia; Rohiq, Muhammad; Rahariyoso, Dwi
Berkala Arkeologi Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v42i2.974

Abstract

Kawasan Percandian Muarajambi merupakan kawasan Cagar Budaya bercorak Buddha di Sumatra yang berada di lahan seluas kurang lebih 3.981 hektar dengan bentuklahan fluvial. Kawasan ini sering tergenang air, baik ketika musim penghujan maupun ketika terjadi pasang laut, tetapi hingga sekarang masih dihuni oleh masyarakat. Tulisan ini menguraikan hasil penelitian jejak transformasi lanskap perairan di Kawasan Percandian Muarajambi berdasarkan memori kolektif masyarakat dan bukti-bukti fisik yang menyertainya. Metode yang digunakan adalah komparasi citra satelit menggunakan perangkat SIG dan konfirmasi hasil komparasi tersebut kepada masyarakat melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berbeda dengan interpretasi sebelumnya, jaringan perairan tidakmenjadi prasarana transportasi yang aktif sepanjang waktu. Selain itu, berbagai bentuklahan hidrologis masa lampau di kawasan ini juga berhasil diidentifikasi.