Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Structure of Plankton Community in the Komering River of Palembang City Area South Sumatra Yosafat Tawanggian; Effendi Parlindungan Sagala; Zazili Hanafiah
Sriwijaya Journal of Environment Vol 5, No 1 (2020): Environmental Friendly
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.303 KB) | DOI: 10.22135/sje.2020.5.1.1-8

Abstract

Penelitian tentang struktur komunitas plankton dan kualitas air. Penelitian tentang Struktur Komunitas Plankton di wilayah Sungai Komering di Kota Palembang, Sumatera Selatan telah dilakukan pada bulan Februari - April 2017. Lokasi pengambilan sampel adalah Penentuan berdasarkan metode Purposive Sampling, yaitu berdasarkan perbedaan lingkungan sekitar. Identifikasi sampel plankton dilakukan di Laboratorium Ekologi Hewan, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya. Hasil penelitian genera 16 plankton terdiri dari 10 kelas: Bacillariophyceae, Chloropyceae, Fragilariophyceae, Cyanophyceae, Xanthophyceae, Flagellata, Rizophoda, Crustacea, Branchiopoda, dan Nematodes. Kisaran kelimpahan Plankton di Sungai Komering rendah antara 1 individu / liter - 91 individu / liter. Indeks keanekaragaman spesies di mana 0,88-1,18, tambang ini adalah kategori sedang. Indeks Dominan Plankton di stasiun 3 dan merupakan genera dominan, dengan nilai 4 0,56 dan 0,62, yang menunjukkan keberadaan spesies plankton yang mendominasi dan berdasarkan nilai indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasiun penelitian memiliki kemiripan yang tinggi Mulai dari 40% - 82%. Sedangkan faktor fisik-kimia di perairan sungai tergolong stabil.            
Blood clams community (Anadara granoasa) in The Eastern Coastal Waters of Banyuasin Regency South Sumatera Rini Setianingsih; Hilda Zulkifli; Zazili Hanafiah
Sriwijaya Journal of Environment Vol 1, No 1 (2016): The First Issue: Green Environment for Future Life
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.078 KB) | DOI: 10.22135/sje.v1i1.9

Abstract

Abstract: This research aimed to study existence of blood clams population and the environmental factors that affect them. This research was conducted in the coastal waters of Banyuasin in February 2015. The blood clamp sample was collected using Ekman Grab at low tide. From the observation in the research site, the highest population density was 60 ind/m2 with clay substrate texture, while the lowest density was 20 ind/m2 on the dusty clay substrate. Blood clams population was not found on the sand substrate texture station. Morphometric data showed that the blood clam population in the research site, including the medium category with b < 3 growth pattern (allometric negative). The results of PCA analysis proved that the habitat texture and sediment organic habitats were dominant factors besides the chemical physics environmental factors of the waters (temperature, salinity, pH).Keywords: Blood clams, density, morphometric, PCA Abstrak (Indonesian): Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keberadaan  populasi kerang-darah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan di perairan pesisir Banyuasin pada bulan Februari 2015. Sampel kerang-darah diambil dengan mengunakan Ekman Grab pada saat air surut. Dari hasil pengamatan pada lokasi penelitian, kepadatan populasi kerang-darah tertinggi  adalah 60 ind/m2 dengan tekstur substrat lempung, sedangkan kepadatan terendah adalah 20 ind/m2 pada substrat lempung berdebu. Populasi kerang-darah tidak ditemukan pada stasiun dengan tekstur substrat pasir. Data morfometrik menunjukan bahwa populasi kerang-darah di lokasi penelitian termasuk kategori sedang dengan pola pertumbuhan  b < 3 (allometrik negatif). Hasil analisis PCA membuktikan bahwa tekstur habitat dan bahan organik sedimen merupakan faktor dominan disamping faktor lingkungan fisika kimia perairan (suhu, salinitas, pH).Kata kunci: Kerang-darah, kepadatan, morfometrik, PCA
Keanekaragaman Kupu-kupu (Lepidoptera: Rhopalocera) di Desa Pulau Panas Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Lahat, Sumatera Selatan. Milatun Nikmah; Zazili Hanafiah; Indra Yustian
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 18 No. 1 (2021): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v17i3.5615

Abstract

This study aims to determine the diversity of butterflies in protected forest of Pulau Panas Village, Tanjung Sakti Pumi, Lahat, South Sumatra. The research was conducted in October – November 2020. The research sites were three different types of habitat, namely primary forest, riverbanks, and transitional or ecotone area of forests and plantations. Data collection uses exploration or roaming techniques following a 300-meter-long path with a width of 2 m to the right and 2 m to left in each habitat type using insect nets. The results obtained 61 species of butterflies (Lepidoptera: Rhopalocera) belonging to 5 families (8 species of Papilionidae, 11 species of Pieridae, 33 species of Nymphalidae, 3 species of Hesperiidae and 6 species of Lycaenidae). The highest diversity (Shannon index) is in primary forest habitat with H'= 3.67; followed by transitiononal forest and plantation areas with H' = 3.62, while the lowest diversity index is riverbanks with H'= 3.24. The evennes index of the species is almost the same (E>0.9). The highest species richness was found in primary forest (Dmg: 9.75). Protected butterfly species (according to the Decree of Ministry of Environment and Forestry No. 106 year 2018) found in this study is Troides helena.Keywords: diversity, lepidoptera, protected forest, rhopalocera, south sumatra
Distribution of Stingless Bee (Trigona spp.) from Meliponiculture in South Sumatra Province, Indonesia Rahmad, Beni; Damiri, Nurhayati; Hanafiah, Zazili; Adriani, Dessy
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 30 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7226/jtfm.30.2.227

Abstract

This study aims to determine species distribution by observing the stingless bees cultivated by the community in South Sumatra Province using meliponiculture. By visiting boxes and studying the entrance and characteristics of stingless bee hives at each research location, bee samples were obtained in six districts or cities where beekeepers exist. The study was conducted from January 2023 to May 2023. The type of bee species was identified in each culture box, the diameter of the entrance was measured, and the diameters of the honey pot and brood cell pot were measured. A descriptive analysis was performed to gain an overview of each entrance and nest. Based on the identification results, eight different varieties of stingless bees were discovered. Each research site had an unequal distribution of the eight varieties of bees. Lepidotrigona terminata, Heterotrigona itama, Lophotrigona canifrons, Geniotrigona thoracica, Tetrigona apicalis, Tetragonula testaceitarsis, Tetragonula fuscobalateata, and Tetragonula laeviceps are examples of stingless bees. Variations in the size of identified stingless bees affect the size of the hive, brood cell, honey pot, and entrance. The nest, brood cells, honey pot, and entrance grow in proportion to the size of the stingless bee. Differences in the form and size of the entrance can also distinguish between species.
EDUKASI MENGENAI STBM (SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT) MENUJU MASYARAKAT BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PASCA COVID-19 DI DESA TANJUNG PERING Hardestyariki, Dwi; Marisa, Hanifa; Setiawan, Doni; Purwoko, Agus; Sarno, Sarno; Hanafiah, Zazili; Alawiyah, Kamila; Apriani, Elsa Fitria
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v2i2.99

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya memperhatikan hygine dan sanitasi lingkungan bagi setiap orang menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan meningkatnya kasus infeksi yang terjadi di masyarakat baik yang ada di pedesaan maupun perkotaan. Sanitasi merupakan permasalahan yang menjadi perhatian serius oleh pemerintah karena berdampak bukan hanya pada penurunan angka kesehatan masyarakat tetapi akan berdampak pada berbagai bidang seperti ekonomi, kesehatan, lingkungan, serta memberikan dampak menurunnya kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Dengan semakin tingginya kasus infeksi yang disebabkan karena sanitasi yang buruk di masyarakat, maka masyarakat perlu  mendapatkan edukasi terkait dengan berbagai cara dan upaya untuk menciptakan situasi yang hygine dan saniter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan peningkatan pemahaman kepada ibu-ibu di Desa Tanjung Pering mengenai 5 pilar STBM dalam mewujudkan masyarakat yang berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu juga kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dalam mengantisipasi berbagai penyakit infeksi khususnya pasca pandemik COVID-19. Sosialisasi ini dilakukan dengan memberikan infromasi secara langsung kepada masyarakat setempat disertai dengan proses evaluasi kegiatan melalui posttest di akhir kegiatan.
Feasibility analysis and contribution of beekeeping to the welfare of beekeepers in Gunung Megang, Muara Enim Regency, South Sumatra Province, Indonesia Rahmad, Beni; Damiri, Nurhayati; Hanafiah, Zazili; Adriani, Dessy
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 5 No. 4 (2024): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v5i4.2533

Abstract

The purpose of this study was to obtain data on costs incurred from the production process, and data on farmer income from beekeping. The total revenue data is then used to analyze the feasibility of beekeeping and its contribution to increasing farmers welfare. The research was carried out using a survey with a quantitative method. Respondents were determined by purposive sampling, the members of Sari Puspa Farmers Group domiciled in Sumaja Makmur Village, Gunung Megang, Muara Enim Regency, totaling 20 peoples. Respondents are farmers who also work as beekeepers in their rubber and oil palm plantations. From the results of research on the cash flow of each beekeeper during 2022, a total revenue (TR) of IDR 152,600,000,- and the total cost of production (TC) is IDR 21,900,000.-. So that overall a total income of IDR  130,700,000,- with an average profit of IDR  6,535,000,- per year. Meanwhile, from farming activity, which is the main job of beekeepers, the average annual income per hectare of arable land is IDR  38,400,000,- so that the total income of the farmer's household is IDR  44,935,000,- per year. Income from the beekeping  contributes 14.5%, and is included in the low category. The initial investment value based on financial feasibility analysis is IDR  11.153.600,- While the income for 1 harvest period is IDR. 6,535,000,-. So based on these data the BEP of production is 102 Kg. The bekepers will break even if production reaches or exceeds 102 Kg. Meanwhile, at a BI rate of 5.75%, NPV of IDR  13,564,82,-  is obtained, an IRR value of 55%, B/C ratio value of 1.61 and a Payback period of 1 year 8 months and 8 days. Based on the analysis indicators, the beekeeping at Farmer Group of Sari Puspa is in the feasible category.
Struktur komunitas cacing laut (Polychaeta) di perairan pantai mangrove Taman Nasional Berbak Sembilang, Sumatera Selatan Hanafiah, Zazili; Sarno, Sarno; Nofyan, Erwin
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i3.907

Abstract

Telah dilaksanakan Penelitian yang berjudul “Struktur komunitas cacing laut (Polychaeta) di perairan pantai mangrove Taman Nasional Berbak Sembilang, Sumatera Selatan” dari bulan Agustus hingga November 2018. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis struktur komunitas cacing laut (Polychaeta) yang mencakup komposisi, kepadatan, indeks keanekargaman, indeks kesamaan komunitas dan pola penyebaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan pengamatan langsung di lapangan, dengan penentuan stasiun secara purposive, metode pengambilan sampel adalah dengan membuat garis transek pada masing-masing stasiun(sebanyak enam stasiun). Dari hasil penelitian ditemukan sebanyak 33 genera polychaeta dari 28 famili. Kepadatan polychaeta berkisar dari 124-2578 individu/m², tergolong tidak padat hingga sangat padat, tujuh famili yang umum ditemukan adalah Sternaspidae, Nereididae, Nephtydae, Pilargiidae, Heterospionidae, Capitellidae dan Opheliidae (total 65%), sedangkan sebelas famili lainnya (3%) merupakan kelompok yang minoritas. Nilai indeks keanekaragaman tergolong kategori rendah hingga sedang (0,8-2,5), Nilai indeks kesamaan komunitas antar stasiun berkisar dari 0% hingga 65%, pola penyebaran polychaeta semuanya kategori mengelompok (nilai Id >1). Tekstur substrat terdiri dari pasir, debu dan liat. Berdasarkan fraksinya, lumpur sangat dominan 48% ± 18. Sedangkan komposisi pasir adalah 39 ± 20, dan liat 13 ± 3.Kata kunci: struktur komunitas, cacing laut (polychaeta), perairan pantai mangrove, Taman Nasional Berbak Sembilang.
Struktur Komunitas Makrozoobentos di Bagian Litoral Danau Kerinci Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Hanafiah, Zazili; Setiawan, Doni; Maulia Damayanti, Fini
Jurnal Penelitian Sains Vol 24, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v24i3.721

Abstract

Penelitian yang berjudul “Struktur Komunitas Makrozoobentos di Bagian Litoral Danau Kerinci Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi” telah dilaksanakan dari bulan Februari hingga Juni 2022. Adapun tujuan penelitian tersebut yaitu untuk menganalisis struktur komunitas makrozoobentos di bagian litoral Danau Kerinci yang mencakup komposisi, kepadatan, indeks keanekaragaman, indeks dominansi dan kesamaan komunitas antar stasiun. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode observasi secara langsung di lapangan, dengan penentuan stasiun secara purposive, sedangkan metode pengambilan sampel adalah dengan menggunakan Ekman Grab yang diambil secara acak pada masing masing stasiun. Analisis data meliputi komponen komposisi, kepadatan (individu/m2), Indeks Keanekaragaman, Indeks Dominansi dan Indeks Kesamaan Komunitas antar stasiun.Dari hasil penelitian diperoleh komposisi makrozoobentos terdiri dari 6 kelas, 7 ordo, 11 famili dan 12 genera. Kepadatan total makrozoobentos di dari seluruh stasiun berkisar dari 738-5431 ind/m², indeks keanekaragaman makrozoobentos tergolong relatif sedang (1,27-1,57) kecuali pada stasiun 6 tergolong rendah (0,6), nilai indeks dominansi berkisar (0,27-0,35) kecuali stasiun 6 dengan nilai (0,63), Dan nilai indeks kesamaan komunitas makrozoobentos antar stasiun berkisar dari 50%-88% yang bermakna bahwa antar masing-masing stasiun, komunitas makrozoobentos dikategorikan sama.Kata Kunci: Litoral, Danau Kerinci, Makrozoobentos.