Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI BUDIDAYA IKAN “MINA ENDAH” DESA BANGOAN KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG Hany Handajani, S.Pi, M.Si Editor; Sri Dwi Hastuti, S.Pi, M.Aqua; Nur Subekhi, ST.MT; Tri Makmun Arifin, S.Pi
Jurnal Dedikasi Vol. 8 (2011): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v8i0.688

Abstract

Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung memiliki potensi perikanansangat baik, hal ini dibuktikan dengan warga yang berjumlah 85 KK bermata pencahariansebagai petani ikan. Petani ikan Desa Bangoan membudidayakan ikan konsumsi dan ikan hias,produksinya di pasarkan didaerah sekitar dan kota-kota di Jawa Timur. Kendala petani ikan diDesa Bangoan adalah pengadaan pakan, hal ini dikarenakan harga pakan ikan yang terus meningkatsehingga memberatkan petani untuk membeli pakan ikan. Pendampingan bertujuan menyelesaikanpermasalahan petani dalam pengadaan pakan ikan. Petani diberi ketrampilan untuk dapat menbuatpakan sendiri, mulai dari pemilihan bahan pakan, pembuatan formulasi pakan dan pembuatanpakan pelet serta cara penggunaan mesin pembuatan pakan ikan. Hasil yang didapatkan responpetani sangat baik dan petani dapat membuat pakan sendiri sehingga dapat menghemat biayaproduksi pada budidaya ikan.Perlu pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan dalam pembuatan pakan ikan bagipetani ikan di Indonesia sehingga petani tidak tergantung pada pakan pabrikan yang harganyamahal dan petani berpeluang mendapatkan keuntungan lebih besar.
MAGANG KEWIRAUSAHAAN PADA USAHA PEMBENIHAN DAN BUDIDAYA IKAN HIAS UNTUK MEMANTAPKAN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA Hany Handajani
Jurnal Dedikasi Vol. 6 (2009): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v6i0.781

Abstract

Penyelenggaran Program Magang Kewirausahaan (MKU) di Fakultas Peternakan (Jurusan Perikanan dan Peternakan) ini dikoordinir oleh Lembaga Pengabdian pada Masyarakat. Tim pendamping MKU terdiri dari dosen/pengajar yang bepengalaman pada pemijahan, budidaya ikan dan pakan ikan serta manajemen usaha. . Sebelum terjun ke lapang diberikan pembekalan yang meliputi pembekalan soft skill (teknik komunikasi, motivasi pengembangan diri dan kerja kelompok) dan hard skill (pemijahan, pembenihan, budidaya, pembuatan pakan dan aspek manajemen meliputi analisa usaha dan pemasaran). Tujuan kegiatan pelaksanaan Magang Kewirausahaan di Mina Makmur, Tulungagung antara lain adalah, meningkatkan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan ketrampilan pembenihan dan budidaya ikan hias mahasiswa Fakultas Peternakan - Perikanan Univ. Muhammadiyah Malang dan meningkatkan kemampuan kewirausahaan baik dalam hal keilmuan maupun pengalaman berwirausaha di bidang pembenihan dan budidaya ikan hias. MKU ini diikuti oleh 10 mahasiswa Jurusan Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang. Dari 10 mahasiswa peserta Magang Kewirausahaan dari jurusan Perikanan, secara umum mahasiswa peserta MKU tertarik untuk melakukan usaha pembenihan ikan hias, namun ketertarikan mahasiswa dari hasil wawancara jenis usaha pembenihan ikan hias yang ada di UKM Mina Makmur adalah jenis-jenis ikan hias yang memiliki nilai ekonomis tinggi (ikan Koi, Manfish, Koki, Niasa, Redfin, Lemon, Komet, Sumatra barb, Black Ghost dan Aligator). Salah satu alasan mengapa mereka memilih usaha pembenihan ikan tersebut selain memiliki nilai jual yang tinggi, proses pemijahan dan perawatan benih tidak terlalu membutuhkan modal yang besar dan usaha pembenihan/dibudidayakan ikan hias tersebut masih di didaerah tertentu saja sehingga masih memiliki potensi yang luas. Selama kegiatan magang 100 % tidak ada peserta yang mengundurkan dir ataupun sering tidak hadir dalam pelaksanaan magang. Ketrampilan mahasiswa tentang pembenihan ikan hias selama magang diteruskan dengan membeli indukan ikan hias untuk dilakukan usaha pembenihan ikan hias yang difasilitasi di Laboratorium Perikanan.. Adanya kerjasama kembali atau berkelanjutan antara UKM Mina Makmur dengan mahasiswa ataupun Jurusan Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang.Kata Kunci : Kewirausahaan, Pembenihan, Budidaya Ikan Hias.
OPTIMALISASI PRODUKSI IKAN MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN INDUK IKAN LELE BERKUALITAS DI KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN RAJA MINA DUSUN PIDEK DESA SEPANJANG KECAMATAN GONDANGLEGI MALANG Hany Handajani; Sri Dwi Hastuti; Ganjar Adhy Wirawan
Jurnal Dedikasi Vol. 10 (2013): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v10i0.1754

Abstract

Handajani H1, Sri Dwi Hastuti2 & Ganjar Adhy Wirawan3Staf Pengajar. 1,2,3 Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jl. Raya Tlogomas 246 MalangEmail: handajani@umm.ac.idABSTRAKTujuan dan manfaat pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan danketerampilan petani ikan Dusun Pidek Desa Sepanjang terutama tentang pengelolaan induk dalampeningkatan reproduksi ikan lele (Clarias sp) dan memahami teknik pengelolaan induk ikan lele(Clarias sp) yang baik sehingga dihasilkan benih yang berkualitas dan mampu diterapkan pada petaniikan di Malang. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendidikan, pelatihan danpendampingan yaitu metode yang dilaksanakan dengan cara: Ceramah, pelatihan, dan pendampinganpada petani tentang pengelolaan induk ikan yang berkualitas.Kegiatan penyuluhan dan pendampingan tentang pengelolaan induk ikan lele ini, diterima sangatbaik oleh mitra/masyarakat, terbukti dengan adanya keterlibatan dan partisipasi aktif mitra dalampelaksanaan program pengabdian. Khususnya pada pengelolaan induk ikan lele dan proses produksibenih ikan lele yaitu pemahaman mitra terhadap ciri induk jantan dan betina yang baik, persiapanlahan, proses pembenihan, penanggulangan penyakit, dan manajemen pemberian pakan ikan.Dari kegiatan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa perbaikan sistem budidayamerupakan salah satu upaya meningkatkan produksi ikan lele di Kelompok Pembudidaya ikan “RajaMina”. Dusun Pidek Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang yaitu denganmelakukan pengelolaan induk yang berkualitas, melalui manajemen kualitas air, dan perbaikan nutrisipakan.Kata kunci : Pengelolaan Induk, Ikan Lele (Clarias sp), Optimaslisasi
PENINGKATAN PRODUKSI BENIH IKAN KERAPU MELALUI PERBAIKAN MANAJEMEN KUALITAS AIR DI KELOMPOK PEMBENIHAN IKAN MINA SEJAHTERA BUNGATAN KABUPATEN SITUBONDO Ganjar Adhy Wirawan; Hany Handajani
Jurnal Dedikasi Vol. 12 (2015): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v12i0.2485

Abstract

PENINGKATAN PRODUKSI BENIH IKAN KERAPU MELALUI PERBAIKAN MANAJEMEN KUALITAS AIR DI KELOMPOK PEMBENIHAN IKAN MINA SEJAHTERA BUNGATAN KABUPATEN SITUBONDOGanjar Adhy Wirawan1 & Hany Handajani21,2Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jl. Raya Tlogomas 246 MalangEmail: 1)ganjar@umm.ac.id, 2)handajani@umm.ac.idABSTRAKProgram pengabdian masyarakat dilaksanakan di kelompok pembenihan ikan “Mina Sejahtera” Desa Bletok Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendidikan, pelatihan, dan pendampingan manajemen kualitas air bagi pembenihan ikan kerapu, dan udang vaname. Kegiatan menitikberatkan pada upaya perbaikan mutu kualitas air dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, dan upaya pencegahan penyakit ikan. Kegiatan pelatihan dan pendampingan pengelolaan kualitas air dan pembuatan pakan ikan mandiri direspon sangat baik oleh mitra program, terbukti dengan keterlibatan dan partisipasi aktif mitra, serta peningkatan keterampilan mitra terkait cara budidaya ikan yang baik (CBIB) serta proses penerapan manajemen kualitas air. Hasil evaluasi secara menyeluruh dilokasi usaha mitra, menunjukan bahwa kegiatan pelatihan, dan pendampingan memberikan dampak positif bagi usaha mitra kelompok pembenihan ikan Mina Sejahtera. Keberhasilan program tidak terlepas dari adanya keterlibatan dan partisipasi aktif mitra selama pelaksanaan program pengabdian berlangsung.Kata Kunci : Manajemen Kualitas Air, Ikan Kerapu, Kesehatan Ikan
Pemanfaatan Tepung Azolla Sebagai Penyusun Pakan Ikan Terhadap Pertumbuhan dan Daya Cerna IKan Nila GIFT (Oreochiomis sp) Hany Handajani
Jurnal Gamma Vol. 1 No. 2 (2006): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat substitusi tepung azolla yang optimal sehingga dapat dihasilkan pertumbuhan dan daya cerna ikan Nila Gift yang maksimal. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang diulang tiga kali, dengan empat level perlakuan; Perbandingan substitusi protein tepung kedelai dengan tepung azolla P0 = 100% : 0%; P1 = 85% : 15%; P2 = 70% : 30%; dan P3 = 55% : 45%. Variabel utama yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, konversi pakan, dan daya cerna ikan Nila Gift (Oreochiomis sp.) Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung kedelai dan tepung azolla memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan daya cerna ikan nila Gift. Perlakuan P1 substitusi tepung kedelai dengan tepung azolla (85% : 15%) memberikan hasil yang terbaik dengan nilai pertumbuhan mutlak 0,81 gram, konversi pakan 3,14 dan daya cerna 67,68%
KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA CONTOH AIR DAN IKAN BUDIDAYA DI PERAIRAN SITUBONDO Hany Handajani
Jurnal Gamma Vol. 6 No. 2 (2011): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hany HandajaniStaf Pengajar Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangE-mail: hanny_handayany2005@yahoo.co.idABSTRACTObservation of heavy metal content in sea water at Aquatic Situbondo was conducted inMarch-April 2010. Heavy metals studied are Pb, Cd and Hg. This observation has to do with pollutionin coastal waters Situbondo. This observation was done in peiaran Situbondo (7 stations) and samplesof farmed fish, grouper in floating net cages. Results showed the mean Pb levels in all study sitesranged between 0.0018-0.0032 ppm. The highest mean Pb levels were found near the coast that is0.0032 ppm, still in accordance with the Threshold Limit Value (NAV for the benefit of marine lifethat is at 0008 ppm. Analysis of lead content in fish flesh and gills 1.3625 ppm 0.2298 ppm. Theaverage Cd concentration in all study sites is ranged from 0.0012 to 0.0019 ppm or <2 ppb value isstill in the Threshold Limit Value (NAV) for a range of marine interests of the Cd concentration is0001 ppm or 1 ppb. Groupers are cultured in floating net cage (cage) of results analysis of Cdcontent in fish flesh ranged from 0.1113 to 0.2049 ppm and gills ranged from 0.0528 to 0.0956ppm. The average Hg concentration at all study sites is 0.001 to 0.0015 ppm. Concentration isrelatively low and not harmful to aquatic biota, especially fish. TLV is 0001 ppm Hg for marinebiota. The content of Hg in fish flesh ranged from 0.0043 to 0.0068 ppm and Grouper in the gills ofgrouper ranged 0.0019 to 0.0038 ppm. It can be concluded that the heavy metal content (Pb, Cd,and Hg) in water samples and fish in the waters Situbondo grouper aquaculture is still in accordancewith the threshold value (NAV), which ditatapkan by KNLH, 2004 for the benefit of marine life.Keywords: Heavy Metal, Water Situbondo
PENINGKATAN KUALITAS SILASE LIMBAH IKAN SECARA BIOLOGIS DENGAN MEMANFAATKAN BAKTERI ASAM LAKTAT Hany Handajani
Jurnal Gamma Vol. 9 No. 2 (2014): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENINGKATAN KUALITAS SILASE LIMBAH IKAN SECARA BIOLOGIS DENGAN MEMANFAATKAN BAKTERI ASAM LAKTATQuality Improvement Silage Fish Biological Waste Using Lactic Acid BacteriaHany HandajaniJurusan Perikanan, Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangEmail: hanny_handayany2005@yahoo.co.idABSTRACTThis study aims to examine the process of making silage fish waste biologically by using BAL in order to improve the quality of fish waste silage. To achieve these objectives, carried out several tests: 1) the level of molasses as a medium / nutrient BAL. 2) fermentation time required. The variables measured were: physical qualities include color and aroma, chemical quality include crude protein content, crude fat, biological quality include observations of bacterial pathogens in fish silage. The results of the study have a high protein content of silage-making biologically can use probiotics + molasses 20% with a 14-day fermentation of silage protein produced 45.76%. As for the fat content of 5.84% in the probiotic treatment + 30% molasses for 14 days. Sour and color to gray silage on silage obtained by using 30% molasses + probiotics for 7 days.Keywords: quality of chemical, physical and biological, fish waste silage, biologically.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji proses pembuatan silase limbah ikan secara biologis dengan menggunakan BAL guna meningkatkan kualitas silase limbah ikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa uji: 1) level molase sebagai media/nutrisi BAL. 2) waktu fermentasi yang dibutuhkan. Variabel yang diamati: kualitas fisik meliputi warna dan aroma, kualitas kimia meliputi kandungan protein kasar, lemak kasar, kualitas biologi meliputi pengamatan bakteri patogen yang ada pada silase ikan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan level molases dan waktu fermentasi berpengaruh terhadap kualitas kimia (kadar protein dan lemak), sedangkan pada kualitas fisik (aroma dan warna) tidak berpengaruh. Untuk mendapatkan kandungan protein yang tinggi pembuatan silase secara biologis dapat menggunakan probiotik + molases 20% dengan waktu fermentasi 14 hari dihasilkan protein silase 45,76%. Sedangkan untuk kandungan lemak 5,84% pada perlakuan probiotik + molases 30% selama 14 hari. Untuk aroma asam dan warna silase abu-abu didapatkan pada silase dengan menggunakan probiotik + molases 30% selama 7 hari.Kata Kunci : kualitas kimia, fisika dan biologis, silase limbah ikan, secara biologis
Phytoremediation of Eel (Anguilla bicolor bicolor) rearing wastewater using amazon sword (Echinodorus amazonicus ) and water jasmine (Echinodorus palaefolius) Hany Handajani; Widanarni Widanarni; Tatag Budiardi; Mia Setiawati; Sujono Sujono
Journal Omni-Akuatika Omni-Akuatika Special Issue 2nd Kripik SCiFiMaS
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.996 KB) | DOI: 10.20884/1.oa.2018.14.2.541

Abstract

Management of aquaculture wastewater is still the major problems in fisheries, especially in intensive systems. Intensively aquaculture activities often increase organic matter and nutrients (N and P) in the water.  The study was conducted to evaluate the phytoremediator performance of Echinodorus amazonicus and Echinodorus palaefolius in removing inorganic nitrogen and orthophosphate from aquaculture wastewater with the recircula­tion system. This study used a completely randomized design with three treatments and 3 replications. The treatments of this study were P1: E. amazonicus,  P2: E. palaefolius and P3: control (without aquatic plants). The tested fish were elvers  which average weight 6.98 ± 0.19 g,  and  fish density was 4 gL-1. Elvers reared in an aquarium that containing 48 L in  a recirculation system. The paste feed which protein level of  45.25% was given at satiation 3 times/day. Elvers reared for 60 days. The results showed that E. palaefolius significantly reduced concentrations of total ammonia nitrogen (TAN), nitrite (NO2), nitrate (NO3) and orthophosphate (PO4) with an efficiency of 27.10 ± 2.42%; 45.03 ± 9.77%; 20.94 ± 1.29% and 14.19 ± 3.05%, respectively higher than E. amazonicus and control. The best result of elver’s performance (SGR and FCR) was in treatment P2 (E. palaefolius), i.e.  1.19 ± 0.18% and 1.57 ± 0.30. Based on the results of this study, it can be concluded that the use of E. palaefolius as phytoremediator in eel culture with recirculation system can removed inorganic nitrogen and orthophosphate more optimal compared to other treatment. 
Optimalisasi Substitusi Tepung Azolla Terfermentasi Pada Pakan Ikan Untuk Meningkatkan Produktivitas Ikan Nila Gift Hany Handajani
Jurnal Teknik Industri Vol. 12 No. 2 (2011): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.491 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol12.No2.177-181

Abstract

The research has been conducted to evaluate the fermented azolla flour substitutions that optimize the growth rate and digestibility in Tilapia. The research was based on CompletelyRandomized Design (CRD) with three replications. Four levels of substitution of soy meal with fermented azolla flour were: P0 (100%:0%), P1 (85%:15%), P2 (70%:30%), and P3 (55%:45%). The main parameters were absolute growth rate, feed conversion, and digestibility of Tilapia (Oreochiomis sp.). The result showed that the substitution of soy meal with fermented azollaflour has significant effect into growth rate and digestibility parameters. The P1 treatment gave the best result with growth absolute rate 0,81 gram, feed conversion 3,14 and 67,68% digestibility.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera L) UNTUK PENGOBATAN PENYAKIT MOTIL AEROMONAS SEPTICAEMIA PADA IKAN LELE Anis Zubaidah; Masitoh Masitoh; Hany Handajani
Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AKUAKULTUR RAWA INDONESIA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jari.v9i1.12080

Abstract

Nga champora is one of the plants than can be antibacterial agent to treat Motile Aeromonas Septicemia (MAS) disease. Nga champora contain more than a hundred active compounds, but most of what is done for research is about flavonoids, alkaloids, steroids, tannin, glicosides and atsiri, which have bioactivity effects both in vivo and in vitro. The purpose of this study is to determine the effectiveness of MAS disease treatment using nga champora. The experimental method was used in this research using with five treatments, thai is: A (500 ppm), B (600 ppm), C (700 ppm), and Kontrol treatment. The results showed that the higher has the higher resistance to A. hydrophillawith a value of 5.7 mm (500 ppm) to 8.3 mm (700 ppm), and a life speed of up to 60% (700 ppm). Then it can be concluded that sembung leaf extract is effectively used as a cure for MAS disease Keywords: alternatif treatment, bacterial disease,  immune respon, maseration