Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pembelajaran Tari Tor-Tor dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di SMP PGRI 11 Palembang Revsi Vhissca Damayanti; Rully Rochayati; Muhsin Ilhaq
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Tari Tor-Tor dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari di SMP PGRI 11 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru/pelatih ekstrakurikuler dan 41 peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Tari Tor-Tor. Penelitian dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan, yaitu pada tanggal 18 Oktober 2025 serta 11, 18, dan 25 April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Tari Tor-Tor dalam kegiatan ekstrakurikuler mencakup tiga tahapan utama. Pertama, perencanaan: guru mempersiapkan materi gerak Tari Tor-Tor, musik pengiring, speaker, ruang latihan yang kondusif, serta jadwal pertemuan secara berkala. Kedua, pelaksanaan: pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan awal (apersepsi, olah tubuh, motivasi), kegiatan inti (demonstrasi gerak dan latihan berulang dalam kelompok kecil), dan kegiatan akhir (evaluasi dan pemberian tugas). Guru menggunakan metode demonstrasi dan latihan berulang sebagai strategi utama. Ketiga, evaluasi: penilaian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap proses latihan dan pengambilan nilai pada pertemuan keempat berdasarkan aspek wiraga (penguasaan gerak), wirama (kesesuaian dengan irama musik), dan wirasa (ekspresi dan penghayatan). Hasil penilaian menunjukkan seluruh peserta didik (41 siswa) berhasil mencapai predikat A dengan rentang nilai 80–100. Pembelajaran Tari Tor-Tor juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, meliputi kedisiplinan, rasa percaya diri, kemampuan kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya tradisional
Internal Engagement of Members of the Palembang City Arts Council and Its Implications for Traditional Arts Management Akbariansyah Akbariansyah; Muhsin Ilhaq; Triningsih Triningsih; Syafwatul Putria Hidayatullah; Jamilah Jamilah
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 9 No 1 (2026): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the dynamics of internal engagement among members of the Palembang City Arts Council in managing traditional arts. It focuses on understanding how internal engagement shapes organizational effectiveness, decision-making processes, and the sustainability of traditional arts within a local cultural institution context. This study used a qualitative approach with a case study strategy. Data were collected through semi-structured in-depth interviews with council members, participatory observation of organizational activities, and document analysis of programs and policy outputs. The collected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns of internal engagement. The findings reveal that internal engagement among members is uneven and largely administrative or symbolic. Engagement is influenced by institutional structure, clarity of roles, internal communication patterns, and resource limitations. Higher levels of engagement are associated with stronger collaboration, greater program innovation, and more effective management of traditional arts. This study is applicable to the fields of arts management, cultural governance, and organizational studies. The findings may serve as a reference for local arts councils, cultural institutions, and policymakers in strengthening internal governance mechanisms and improving the sustainability of traditional arts at the regional level. This study introduces internal engagement as a key non-technical factor in traditional arts management. It shifts the analytical focus from artistic preservation to institutional dynamics, offering new insights into how internal organizational processes influence the effectiveness and sustainability of local cultural institutions in Indonesia.