Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KAMPUNG KB (INOVASI STRATEGIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT) DI DI DUSUN GONDANG KELURAHAN DONOKERTO KECAMATAN TURI Benny Karuniawati; Elisabet Iswantiningsih; Siti Mahmudah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung KB merupakan “Nawacita” presiden sebagai senjata pamungkas mengatasi masalah kependudukan. Kampung KB bertujuan untuk : mengentaskan kemiskinan, terbinanya peserta KB aktif, mengaplikasikan 8 fungsi keluarga, dan koordinasi lintas sector. Kampung KB telah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2017 dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat ditingkat kampung melalui program KKBPK. Misi program KKBPK adalah melakukan pembangunan keluarga dengan ekonomi produktif dan pelaksanaan fungsi keluarga. Dusun Gondang ditunjuk oleh pemerintah Desa menjadi Kampung KB percontohan sejak tahun 2017. Adapaun kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi Tri bina (bina keluarga balita, bina keluarga remaja, bina keluarga lansia), posyandu balita maupun lansia, pembinaan kelompok tani, kelompok perikanan. Kegiatan yang telah dilaksanakan selama 2 bulan dari awal Desember sampai dengan Bulan Januari. Adapun kegiatan yang telah dilakukan oleh tim antara lain: memberikan pelatihan pencatatan dan pelaporan kegiatan posyandu balita dan lansia yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2019 dan implementasi kegiatan posyandu dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2019, Evaluasi kegiatan dan pemnatpan system pencatatan diposyandu tanggl 18 Januari 2020, assement pelaksanaan pencatatan dan pelaporan posyandu tanggal 20 januarai 2020. Kata Kunci: Kampung KB, Dusun Gondang
PEMBERIAN SEMBAKO DAN PROMOSI KESEHATAN PADA WARGA TERDAMPAK COVID-19 DI DUSUN CENGKEHAN DESA WUKIRSARI KABUPATEN BANTUL Benny Karuniawati; Erma Nur Fauziandari; Berlina Putrianti; Amri Wulandari; Murti Krismiyati; Siti Mahmudah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit peradangan paru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Cara penularan COVID-19 ialah melalui kontak dengan droplet saluran napas penderita. Kabupaten Bantul merupakan salah satu kabupaten yang berstatus siaga Cocid-19. Pandemic Covid-19 ini yang setiap harinya pasien terus bertambah, maka besar sekali dampak Covid-19 kepada perekonomian masyarakat. Tujuan Kegiatan ini adalah Meningkatkan pengetahuan, tentang pencegahan COVID-19 dan Tersalurkannya bantuan sembako bagi masyarakat terdapak COVID-19. Dengan metode Pendidikan kesehatan tentang pencegahan COVID- 19 dan perilaku PHBS serta pembagian sembako. Sasaran warga masyarakat Dusun Cengkehan sejumlah 100 peserta. Setelah mengikuti pendidikan kesehatan dan pembagian sembako, peserta mengetahui tentang cara mencegah COVID-19 dan PHBS serta mendapatkan bantuan pangan berupa sembako. Evaluasi dari kegiatan bahwa Hasil kegiatan seluruh peserta hadir sebanyak 100 orang, akan tetapi masih banyak yang belum menerapkan PHBS yaitu tidak menggunakan masker pada saat mengikuti kegiatan.
Prevention of Covid-19 transmission through the implementation of clean and healthy life patterns in school age children in PAUD, Tambak Boyo Village Benny Karuniawati
Community Empowerment Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.296 KB) | DOI: 10.31603/ce.6409

Abstract

In Tambak Boyo Village, school-aged children account for roughly 14% of the total population. The school years are an ideal time to instill the values of clean and healthy living (PHBS). Given that children will return to school in the new normal period, PHBS in schools feels even more important. The purpose of this service is to improve people's health by instilling a clean and healthy lifestyle in young children in order to prevent disease transmission, particularly the current epidemic, Covid-19, through hand washing and tooth brushing. The program's implementation methods begin with lecturing on the material, then demonstrating proper hand washing and tooth brushing to maintain oral health, and finally mentoring PAUD children as they practice hand washing and tooth brushing. The results of the activities carried out on 30 children revealed that 86.7 percent of them could wash their hands sequentially according to the five steps of handwashing, and 73.3 percent could brush their teeth properly.
Analisis Pengetahuan dan Persepsi Ibu Hamil tentang Field Massage Sebagai Upaya Pencegahan Hiperbilirubin Pada Bayi Baru Benny Karuniawati
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v14i1.321

Abstract

Latar belakang: Hiperbilirubinemia merupakan fenomena klinis pada 80% bayi prematur dan 60% bayi aterm pada minggu pertama kehidupan. Field massage adalah pijatan pada bayi yang berfokus pada stimulasi area dada dan perut. Field massage merupakan terapi penunjang yang dapat meningkatkan ekskresi bilirubin. Pengetahuan yang baik tentang pijat lapangan dapat mengubah persepsi dan perspektif orang tentang perawatan holistik pada bayi baru lahir. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat tentang pijat medan. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode survei dengan kuesioner. Subyek penelitian adalah ibu hamil sebanyak 62 responden. Hasil analisis bivariat diperoleh nilai signifikansi 0,002 yang menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan persepsi ibu hamil tentang field massage sebagai upaya pencegahan hiperbilirubin pada bayi baru lahir. Kesimpulan: ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan persepsi ibu hamil tentang field massage
STUDI KOMPARASI MEDIA VIDEO DAN FLIPCHART TERHADAP PENNGUASAAN KOMPETENSI MEMANDIKAN PASIEN PADA MAHASISWA SEMESTER I AKES KARYA HUSADA Benny Karuniawati
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v2i1.38

Abstract

Latar Belakang: Media pembelajaran dapat mempertinggi proses pembelajaran siswa dalam pengajaran yang pada akhirnya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran audiovisual tentunya lebih besar daripada media proyeksi, karena media pembelajaran audiovisual dapat menyajikan gambar yang bergerak disertai dengan suara, sedangkan media proyeksi hanya mampu menyajikan slide yang merupakan gambar tidak bergerak dan tidak bersuara. Penelitian ini secara teoritis diharapkan kehadiran media pembelajaran yang dalam penelitian ini berbentuk video dan flipchart pembelajaran tentang memandikan pasien akan berbeda secara signifikan terhadap penguasaan kompetensi mahasiswa. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan rancangan post test only non equivalent control group. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Untuk pengujian hipotesis yang telah diajukan, dilakukan dengan analisa data ANOVA One Way yang terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan. Hasil dan Kesimpulan: ada perbedaan rerata pada kelompok yang menggunakan media pembelajaran video dan flipchart terhadap Penguasaan Kompetensi Memandikan Pasien yang bermakna secara statistik (signifikan 0,004).
Studi Komparasi Teknik Marmet Dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Primipara Di Rumah Sakit Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Benny Karuniawati; Erma Nur Fauziandari; Amri Wulandari
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v2i2.44

Abstract

Exclusive breastfeeding is an important but challenging program as it’s associated with varied social issues among Indonesian people. In 2012, only 48% of mothers in Special Distric of Yogyakarta participated in exclusive breastfeeding program showing a decrease compared to previous year achievement. This may be caused by several factors including, baby’s difficulty in sucking the milk, severe nipple pain preventing the mothers to breast feed their babies, and low breast milk production among post partum primipara mothers. Several techniques have been introduced to increase breast milk production including Marmet technique and oxytocin massage, which are shown to be effective among post section caesario mothers. This study aimed to observe the efficiency of the Marmet technique and oxytocin massage among post partum primipara per vagina mothers. A number of 29 participants were grouped into Marmet technique threatment (ten participants), oxytocin massage threatment (ten participants), and control group with no threatment (nine participants). Post test only with non equivalent control group were used in this study to indirectly estimate breast milk production by measuring the newborn babies’ weight at their first week age. Baby’s weight decrease that is less than 10% indicated sufficient breast milk production. The measurement was performed only once at post threatment period. The results shown that 90.9% mothers in the first group (oxytocin massage treatment) have sufficient breast milk production, 100% mothers in the second group (Marmet technique) have sufficient breast milk production, and only 25% mothers in the control group have sufficient breast milk production. Statictical analysis shown no difference (p = 0.496) between Marmet technique and oxytocin massage.
Hypnobirthing Terhadap Nilai APGAR Pada Bayi Baru Lahir ber Putrianti; Benny Karuniawati
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v5i2.51

Abstract

Teknik relaksasi yang benar selama persalinan akan meningkatkan kemampuan ibumengontrol rasa nyeri sehingga dapat menurunkan rasa cemas dan mampu meningkatkanaliran darah menuju uterus. Selain itu relaksasi dalam persalinan mampu menurunkanketegangan otot rahim. Hypnobirthing adalah metode untuk mengolah alam bawah sadardengan mengesampingkan rasa sakit yang dialami ibu dengan cara membimbing ibu tetapmerasakan kontraksi namun saat bersamaan ibu juga dikondisikan untuk mengurangikepekaan terhadap nyeri atau dapat menikmati kontraksi yang terjadi sehingga ibumerasa nyaman.Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui pengaruh Hypnobirthingterhadap nilai APGAR. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan Penelitian inidilakukan dengan rancangan case control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitianini adalah puposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasar kriteria inklusi daneksklusi.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai APGAR pada ibu bersalinhypnobirthing tidak berbeda signifikan dengan ibu bersalin tanpa hypnobirthing dimanaibu bersalin tanpa hypnobirthing memiliki nilai APGAR 0,2 lebih baik. Pada padapenelitian ini dapat disimpulkan bahwa hypnobirthing tidak mempengaruhi nilai APGARbayi baru lahir.
GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Benny Karuniawati; Berlina Putrianti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Karya Husada (JKKH)
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v8i2.411

Abstract

PHBS adalah upaya secara sadar, mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan. Masyarakat sebagai sasaran dari program ini hendaknya memiliki kesadaran penuh untuk mengaplikasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam upaya pencegahan penularan Covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan PHBS masyarakat dalam upaya pencegahan penularan virus Covid 19. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei dengan rancangan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner onlibe yang dapat diakses oleh responden dimanapun. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 71 responden dengan total 19 item pertanyaan. Data penelitian ini diambil dari bulan Februari sampai dengan bulan Juni 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 71 responden terdapat 83,1% responden selalu mencuci tangan dengan sabun setelah keluar rumah, 76,1% responden selalu mencuci tangan menggunakan sebelum makan, 67,5% responden selalu membersihkan rumah setiap hari, 95,8% responden selalu menggunakan masker, terdapat 47,9% responden sering menjaga jarak aman saat diluar rumah minimal 2 meter, 63,4% responden sudah tidak melakukan kebiasaan berjabat tangan, 22,5% resonden yang masih selalu aktif mengahadiri kegiatan diluar rumah, 80,3% responden selalu membuka jendela dan ventilasi, 45,1% responden seringmemberihkan benda yang ada dirumah dengan cairan pembersih setiap hari, 71,8% responden selalu menyediakan makanan sehat untuk keluarga, 32,4% yang selalu dan sering merokok dimasa pandemik, 43,7% responden yang kadang-kadang berolahraga minimal 30 menit setiap hari, 54,9% responden mengatakan kadang-kadang menyiapkan makan cepat saji untuk keluarga, 95,8% respondenselalu mencuci buah dan sayur sebeleum dikonsumsi, 49,3% responden selalu mencuci tangan setelah memegang uang, 77,5% responden selalu membiasaan seluruh keluarga untuk hidup sehat, 78,9% responden mengatakan selalu mengkonsumsi minimal 2liter cairan dalam sehari, dan 84,5% responden mengatakan tidak pernah melakukan perjalanan keluar kota. Melalui penelitian ini diharapkan agar masyrakat memiliki kesadaran akan pentingnya PHBS dalam upaya pencegahan penularan Covid 19.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN TELUR DAN VITAMIN C TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KABUPATEN SLEMANDi Indonesia (Susenas dan Survei Depkes-Unicef) dilaporkan bahwa dari sekitar 4 juta ibu hamil, separuhnya mengalami an Benny Karuniawati; Berlina putrianti; Erma Nur Fauziandari
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia (Susenas dan Survei Depkes-Unicef) dilaporkan bahwa dari sekitar 4 juta ibuhamil, separuhnya mengalami anemia gizi dan satu juta lainnya mengalami kekuranganenergi kronis. Laporan USAID’s, A2Z, Micronutrient and ChildBlindness Project, ACCESSProgram, and Food and Nutrition Technical Assistance (2006) menunjukkanbahwa sekitar50% dari seluruh jenis anemia diperkirakan akibat dari defisiensi besi. Tingginya anemiayang menimpa ibu hamil memberikan dampak negatif terhadap janin yang di kandung dariibu dalam kehamilan, persalinan maupun nifas. Data yang diperoleh dari profil dinaskesehatan provinsi DIY Angka anemia ibu hamil di Provinsi DIY pada tahun 2011 sebesar18,90%, menurun dibanding pada tahun 2010 sebesar 20,95%. Angka anemia bumil diKabupaten Sleman adalah 10,19% (Profil Dinkes DIY, 2011).Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui efektifitas pemberian putih telurterhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini dilakukandengan rancangan Penelitian ini dilakukan dengan rancangan Pre post test non equevalentcontrol group dimana observasi dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu sebelum dan sesudaheksperimen. Kesimpulan hasil penelitian didapatkan dengan cara membandingkan data predan post test kelompok kontrol dan kelompok intervensi.Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada kelompok perlakuanpemberian 2telur/hari dan vitamin C 75 mg memiiki nilai rerata kenaikan kadarhaemoglobin lebih tinggi yaitu 1,71 gr% sedangkan pada kelompok pemberian 1 telur/haridan vitamin C 75mg memiliki rerata kenaikan kadar haemoglobin 1,58gr%, pada kelompokkontrol juga menunjukkan adanya kenaikan kadar haemoglobin dengan nilai rerata 1,07gr%.Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian telur efektif untuk meningkatkankadar haemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia yang ditunjukkan dengan nilaisignifikansi sebesar 0,025.
PENINGKATAKAN ASUPAN GIZI ANAK, APAKAH POLA ASUH DAPAT MEMPERBAIKI ASUPAN GIZI ANAK?: LITERATURE REVIEW Karuniawati, Benny
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Karya Husada (JKKH)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v11i1.571

Abstract

Latar belakang: Praktik pengasuhan makanan dan gaya atau pola pengasuhan pemberian makan berhubungan dengan status gizi anak, asupan makanan serta perilaku makan. Praktik pemberian makan adalah teknik atau perilaku khusus yang biasanya digunakan untuk memfasilitasi atau membatasi konsumsi makanan Pola asuh ibu yang baik akan mempengaruhi bagaimana ibu dalam mempraktikkan, berperilaku dalam merawat anak khususnya dalam pemberian daan pemenuhan giz Tujuan: mengumpulkan literatur yang membahas tentang pola asuh orang tua dengan perbaikan asupan makan anak . Metode: literatur review dengan kajian literatur tradisonal (naratif) dan mengelompokkan data-data hasil ekstraksi yang sejenis sesuai dengan hasil yang diukur untuk menjawab tujuan. Hasil: berdasarkan hasil review dari 6 artikel dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya pengasuhan berhubungan dengan status gizi anak. Gaya pengasuhan otoritatif lebih cenderung memiliki asupan makanan yang lebih sehat. Gaya pengasuhan harus dianggap sebagai variabel penting yang berhubungan dengan kualitas makanan. Penerapan perilaku makan yang sehat dan pola asuh harus menjadi fokus program pendidikan di masa depan