Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Warta Pengabdian

Pemanfaatan Limbah Gelas dan Botol Plastik Sebagai Media Tanam Penunjang Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Pembentukan Kampung Hidroponik di Lahan Rawa sukron Romadhona
Warta Pengabdian Vol 13 No 4 (2019): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v13i4.11314

Abstract

ABSTRAK Terdapat berbagai macam potensi ide-ide yang kreatif untuk menjalankan usaha dan kegiatan kewirausahaan namun belum banyak yang tergali secara optimal. Di kalangan masyarakat pedesaan yang ada di Kabupaten Jember khususnya Desa Gumukmas Kecamatan Gumukmas yang menjadi salah satu desa penempatan KKN dengan fokus pada desa wisata dan wirausaha sejahtera dengan obyek pengembangan melalui Hidroponik, pembinanan dan kegiatannya diarahkan menuju kegiatan positif yang bersifat entrepreneurship utamanya melalui karang taruna dan ibu rumah tangga. Jenis-jenis pembinaan dan kegiatan-kegiatan tersebut mengarahkan para generasi muda untuk mengisi waktu luang di sela-sela kegiatan sekolah untuk mempelajari konsep dan teori sains tanah di beberapa aspek. Penumbuhan jiwa kewirausahaan akan mampu memfasilitasi dan menjembatani konsep teori kewirausahaan dan konsep kemandirian khususnya dari sisi pertanian yang potensial yang menjadi aksi nyata dalam implementasi konsep usaha/bisnis ke praktik bisnis dengan menginternalisasikan nilai- nilai kemandirian dan semangat berwirausaha pada generasi muda melalui bercocok tanam, lebih jauh lagi kegiatan tersebut dapat merangsang geliat masyarakat untuk mengembangkan desa wisata berbasis “Kampung Hidroponik”Kegiatan wirausaha di bidang pertanian ini, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah lahan yang digunakan untuk kegiatan budidaya. lahan yang ada saat ini semakin sempit akibat dari lahan-lahan yang di gunakan untuk kegiatan budidaya di alih fungsikan ke bidang lain seperti industri, perumahan, dan lain-lain meningat lokasi pengabdian yaitu Kecamatan Arjasa merupakan salah satu kecamatan yang berkembang pesat. Oleh sebab itu, kegiatan pertanian berbasis lahan sempit harus mampu mengelolah lahan terbatas untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin dengan teknik hidroponik. Berdasarkan uraian analisis situasi tersebut, perlu diadakan pelatihan hidroponik bagi masyarakat khususnya genarasi muda yang terhimpun dalam Karang Taruna dan Ibu rumah tangga, yang menjadi obyek pengembangan untuk menggali potensi yang ada. Dengan diadakannya pelatihan Hidroponik diharapkan mampu memunculkan usaha baru yang bernilai positif dikalangan generasi muda.
Teknologi Diversifikasi Produk Tahu di Desa Sumbersalak Kelurahan Kranjingan Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Untuk Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Sukron Romadhona; Susan Patricia
Warta Pengabdian Vol 14 No 1 (2020): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v14i1.11315

Abstract

Salah satu Industri Rumah Tangga (IRT) Tahu yang berada di Kabupaten Jember adalah di Desa Sumbersalak, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Terdapat 2 produsen tahu yang tergabung dalam 1 IRT, dengan rata-rata bahan baku produksi 25 kg/hari untuk tahu dan 20 kg/hari untuk olahan kedelai lainnya, dengan tenaga kerja 4-6 orang. Permasalahan yang dihadapi IRT Tahu ini adalah: (1) Suara dari mesin penggilingan kedelai yang sangat bising, yang berbahaya bagi kesehatan telinga pekerja dan sering mendapat komplain dari warga sekitar, dan (2) Limbah pengolahan tahu yang berbau sering membuat masyarakat merasa tidak nyaman. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan: (1) Observasi kegiatan produksi dan diskusi dengan produsen tahu untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan yang dapat diatasi dan (2) Sosialisasi tentang peluang wirausaha produk olahan tahu dengan ibu-ibu yang berada di sekitar IRT tahu. Adanya pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi tepat guna ini diharapkan dapat: (1) Membantu IRT tahu dalam memperlancar kegiatan produksi, bahkan meningkatkan produksi, sehingga berpeluang untuk meningkatkan kapasitas industri yang pada akhirnya dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, (2) membantu IRT untuk menurunkan polusi akibat aktivitas produksi sehingga tidak mengganggu kesehatan produsen, keluarga dan masyarakat sekitar, dan (3) Membantu masyarakat sekitar dan juga IRT Tahu dengan melakukan wirausaha prodak olahan tahu yang nilai jualnya akan lebih tinggi dan akan lebih besar jangkauan pasarnya.