Aries Wahyuningsih
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERAN MANAJER KEPERAWATAN DALAM MENCIPTAKAN MOTIVASI KERJA PERAWAT Paramita Pasthikarini; Aries Wahyuningsih; Selvia David Richard
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v4i2.322

Abstract

Manajer memegang peran penting dalam memotivasi staf untuk mencapai tujuan organisasi. Figur seorang pemimpin harus memiliki karakter berpendidikan dan berpengalaman dalam substansi tugas dan tanggung jawabnya. Tujuan penelitian menggambarkan peran manajer keperawatan dalam menciptkan motivasi kerja perawat berdasarkan masa kerja dan tingkat pendidikan di instalasi rawat inap dan istalasi rawat jalan Rumah Sakit Baptis Kediri. Desain penelitian adalah, Deskriptif. Populasi penelitian semua perawat yaitu 83 responden, pengambilan subjek menggunakan teknik Cluster sampling. Penelitian ini memiliki variabel tunggal yaitu peran manajer dalam menciptkan motivasi kerja perawat. Pengumpulan menggunakan kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan uji statistik Distribusi Frekuensi. Hasil penelitian menunjukan gambaran peran manajer keperawatan dalam menciptakan motivasi kerja adalah baik yaitu 50 responden (60,2%). Peran manajer keperawatan dalam menciptakan motivasi kerja berdasarkan masa kerja dikatakan baik yaitu 30 responden (36,1%) pada masa kerja kepala ruang adalah 6-10 tahun, dan peran manajer keperawatan dalam menciptakan motivasi kerja dikatakan baik yaitu 44 responden (53,0%)  pada tingkat pendidikan DIII.  Disimpulkan gambaran peran manajer keperawatan dalam menciptakan motivasi kerja perawat adalah baik, dan semakin lama masa kerja dan semakin tinggi tingkat pendidikan tidak berpengaruh pada kemampuan manajer dalan menciptakan motivasi kerja perawat. 
KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PESANTREN II KOTA KEDIRI Aries Wahyuningsih; Kusuma Dewi Palupi
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i1.451

Abstract

Ante Natal Care bertujuan untuk memfasilitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu maupun bayinya dengan cara membina hubungan saling percaya dengan ibu, mendeteksi komplikasi – komplikasi yang dapat mengancam jiwa, mempersiapkan kelahiran, dan memberikan pendidikan serta untuk menjamin agar proses alamiah tetap berjalan normal selama kehamilan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan kunjungan antenatal care salah satunya dukungan sosial keluarga (suami). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Kepatuhan Kunjungan Ante Natal Care pada Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Pesantren II Kota Kediri. Desain penelitian adalah Deskriptif. Populasi adalah ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pesantren II Kota Kediri memperg unakan teknik Purposive Sampling, sampel penelitian sebanyak 33 responden. Ante Natal Care ini bertujuan untuk memfasilitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu maupun bayinya dengan cara membina hubungan saling percaya dengan ibu, mendeteksi komplikasi-komplikasi yang dapat mengAntenatal caream jiwa, mempersiapkan kelahiran, dan memberikan pendidikan serta untuk menjamin agar proses alamiah tetap berjalan normal selama kehamilan.Variabel Dependen adalah Kepatuhan Kunjungan Ante Natal Care. Hasil dari penelitian kepatuhan kunjungan Ante Natal Care yaitu patuh sebanyak 54,5% responden. Kesimpulan gambaran kepatuhan kunjungan antenatal care pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Pesantren II Kota Kediri sebagian besar adalah Patuh.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN: LITERATURE REVIEW Dianita Anggraini; Dian Taviyanda; Aries Wahyuningsih
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v8i1.591

Abstract

Salah satu hal yang dapat dilakukan ibu hamil adalah mendeteksi secara dini tanda-tanda bahaya kehamilan dengan mengamati komplikasi atau penyakit yang mungkin terjadi selama kehamilan melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin (Kartika, 2012). Oleh karena itu ibu hamil perlu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah review licterature. Review menggunakan data yang diperoleh dari database SINTA, PubMed, Scimago, DOAJ, dan Google Scholar kemudian dianalisis menggunakan pendekatan PICO. Hasil analisis menemukan bahwa sebagian besar artikel menyatakan bahwa ibu hamil dan ibu usia produktif kurang berpendidikan tentang tanda bahaya kehamilan, dengan rata-rata 56,77%, dan 40,58% ibu hamil dan ibu usia produktif memiliki pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan diperoleh dari 10 ulasan licterature dengan hasil yang bervariasi dan didominasi oleh fakta bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang tanda bahaya kehamilan. Kementerian Kesehatan harus memperhatikan pelayanan kesehatan di pedesaan. untuk mendapatkan perawatan antenatal yang berkualitas sesuai dengan strategi yang tepat termasuk penyediaan informasi, pendidikan dan komunikasi yang ditargetkan.
INTERVENSI PELATIHAN CARING: SOLUSI PENINGKATAN KOMPETENSI PERAWAT DALAM MANAJEMEN KELUHAN PASIEN DI RUANG INTENSIF Giovanni Iga Firmanda; Aries Wahyuningsih
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i2.882

Abstract

Keluhan pasien di ruang intensif sering kali disebabkan oleh komunikasi yang kurang efektif dan minimnya penerapan sikap caring oleh perawat. Pelatihan caring behaviour berbasis teori Swanson menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kompetensi perawat, kualitas pelayanan, dan kepuasan pasien. Pendekatan caring mencakup enabling, doing for, maintaining belief, being with, dan knowing, yang membantu perawat memberikan layanan lebih empatik. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan sampel 42 perawat yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Kelompok intervensi menerima pelatihan caring, sementara kelompok kontrol mendapat pelatihan berbasis SOP rumah sakit. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post- test menggunakan instrumen berbasis teori Swanson dengan 20 item skala likert lima tingkat. Analisis data menggunakan uji t-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan perawat menangani keluhan pasien (p kurang dari 0,05). Peningkatan terjadi pada aspek doing for (bantuan sesuai kebutuhan pasien) dan knowing (pemahaman terhadap kebutuhan pasien dan keluarga). Pelatihan caring terbukti lebih efektif dibandingkan pelatihan berbasis SOP rumah sakit. Oleh karena itu, pelatihan ini perlu diterapkan secara berkala dalam pengembangan profesional perawat guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan kepuasan pasien.