Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penggunaan Solar Cell Sebagai Energi Alternatif di Kantor Kepala Desa Lubuk Shaban Pulungan, Fahrul Halim; Harahap, Raja; Husna, Jamilah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 10, No 1 (2025): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v10i1.12213

Abstract

Penggunaan Solar Cell sebagai Energi Alternatif di Desa Lubuk Shaban. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program kerja praktek yang merupakan bagian dari kurikulum di Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara. Kerja praktek ini bertujuan untuk mempelajari dan mengaplikasikan teknologi solar cell sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan serta memberikan solusi terhadap kebutuhan energi di Desa Lubuk Shaban. Desa ini dipilih karena kondisi geografis dan sosialnya yang sangat relevan untuk mengimplementasikan energi terbarukan, terutama dalam mengatasi tantangan ketersediaan listrik di daerah terpencil. Sumber Energi Terbarukan: Energi matahari tersedia secara melimpah dan tidak akan habis. Pengurangan Biaya Energi: Dalam jangka panjang, penggunaan solar sel dapat mengurangi biaya listrik bagi pengguna. Ramah Lingkungan: Penggunaan Solar Cell tidak menghasilkan polusi udara dan suara, serta tidak berkontribusi terhadap pemanasan global.
Sistem Water Level Control (WLC) Sebagai Pengontrolan Pompa Reservoar Alam, Hermansyah; Harahap, Raja; Armansyah, Armansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 10, No 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v10i2.12219

Abstract

Sembilan puluh persen kebutuhan air PPPG Teknologi Medan disuplay dari air bawah tanah yang dihisap dengan menggunakan pompa aksial dan selanjutnya ditampung pada bak penampung air (reservoar) bawah. Agar air dapat didistribusikan secara merata, air dari bak penampung bawah dipompa dengan pompa sentrifugal ke bak penampung (reservoar) atas yang berfungsi sebagai bak distribusi. Sebagai penggerak mula untuk memutar pompa digunakan motor induksi tiga phasa rotor sangkar. Pemilihan motor induksi tiga phasa sebagai penggerak mula, adalah karena motor jenis ini mempunyai torsi yang besar dan mudah untuk dikendalikan. Agar proses pengisian air pada bak penampung dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka sistem pengendalian pompa melalui pengontrolan motor penggerak dirancang secara otomatis, sehingga pompa dapat diatur, pada saat kapan harus mengisi dan pada saat kapan harus berhenti mengisi. Komponen-komponen kontrol yang digunakan untuk mengendalikan bekerja tidaknya motor pompa secara otomatis adalah kontraktor magnit, Thermal Over Load Relay dan Water Level Control Type Solid State.
Studi Keandalan Sistem Distribusi Wilayah PT. PLN ULP Stabat Selama Masa Pandemi Covid-19 Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis Harahap, Raja; Bimantoro, Bungaran Rio
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i2.9763

Abstract

Pada akhir tahun 2019, Coronavirus SARS-CoV-2 muncul di Wuhan, sebuah kota di proviinsi Hubei China. Virus ini mewabah di kota Wuhan, Tiongkok, dan dengan cepat menyebar pada setiap negara diseluruh dunia. Energi listrik merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di masa pandemic Covid-19, masyarakat lebih sering berada di rumah, sekolah dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) atau online dan para karyawan bekerja dari rumah (Work From Home) yang tentunya sangat membutuhkan energi listrik, oleh karena itu PLN harus memperhatikan kualitas energi listrik yang disalurkan kepada masyarakat melalui jaringan distribusi. Suatu sistem distribusi tenaga listrik dikatakan andal apabila gangguan dan pemadaman yang terjadi dalam periode waktu tertentu di bawah angka indeks keandalan yang ditetapkan yaitu SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) dan SAIDI (System Average Interruption Duration Index). Selama masa pandemi Covid-19 yaitu tahun 2019 – 2020, nilai kumulatif indeks keandalan SAIFI yaitu sebesar 0,2576, SAIDI sebesar 0,7731, CAIDI sebesar 3,0024, ASAI sebesar 0.00797585, dan ASUI sebesar 0.99202415. Untuk nilai indeks keandalan SAIFI dibawah nilai standar SPLN 68-2:1986 dan IEEE std 1366-2003 yang berarti sesuai dengan standar dan tidak melampaui standar. Nilai indeks keandalan SAIDI dibawah nilai standar SPLN 68-2:1986 dan IEEE std 1366-2003 yang berarti sesuai dengan standar dan tidak melampaui standar, sedangkan nilai indeks keandalan CAIDI dibawah nilai standar SPLN 68-2:1986 yang berarti sesuai dengan standar dan tidak melampaui standar dan diatas nilai standar IEEE std 1366-2003 yang berarti tidak sesuai dengan standar dan melampaui standar.
Analisis Penempatan Transformator Distribusi Berdasarkan Jatuh Tegangan Pada Saluran Distribusi Primer 20 KV Masri, Mahrizal; Pelawi, Zulfadli; Harahap, Raja; Pulungan, Fahrul Halim; Komaini, Ayatullah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i1.9759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis penempatan transformator distribusi berdasarkan jatuh tegangan pada saluran distribusi primer 20 kV. Penempatan transformator distribusi yang tepat sangat penting untuk memastikan distribusi daya listrik yang efisien dan efektif dalam sistem tenaga listrik. Metode analisis yang digunakan melibatkan pemodelan matematis dan simulasi komputer untuk menentukan lokasi optimal penempatan transformator distribusi. Parameter-parameter yang dianalisis meliputi jatuh tegangan, beban saluran, dan karakteristik sistem distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan transformator distribusi yang optimal dapat mengurangi jatuh tegangan pada saluran distribusi primer, meningkatkan efisiensi distribusi daya, dan mengoptimalkan kinerja sistem tenaga listrik secara keseluruhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa analisis penempatan transformator distribusi berdasarkan jatuh tegangan pada saluran distribusi primer 20 kV dapat memberikan informasi yang berharga bagi operator sistem tenaga listrik dalam mengoptimalkan penempatan transformator distribusi guna meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem.
Analisis Perbandingan Concentrated Winding Dan Toroidal Winding Pada Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) Tiga Fasa Menggunakan Inti Besi Pada Stator Harahap, Raja; Silaban, Charly P.H.; Dinzi, Riswan; Bukit, Ferry R.A.
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 3 (2021): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v6i3.4603

Abstract

Kebutuhan energi listrik terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri dan masyarakat dunia. Energi terbarukan menjadi salah satu alternatif untuk menanggulangi peningkatan penggunaan energi listrik tersebut. Belakangan ini perkembangan generator dalam memproduksi energi listrik sudah sangat beragam salah satunya menggunakan generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) yang biasanya dirancang untuk memanfaatkan energi terbarukan dengan kecepatan rendah seperti air dan angin. Generator AFPM pada umumnya menggunakan stator tanpa inti dengan konfigurasi belitan concentrated. Pada pembahasan skripsi ini dibandingkan dua buah stator dengan  menggunakan inti besi yaitu konfigurasi Concentrated Winding dan konfigurasi Toroidal Winding. Generator yang digunakan memiliki spesifikasi rotor dan stator yang sama. Generator yang dirancang dengan tegangan 110 volt frekuensi 50 Hz, dan daya perhitungan sekitar 100 watt. Dari hasil pengujian generator AFPM tiga phasa dengan menjaga konstan frekuensi sebesar 50 Hz pada konfigurasi Concentrated Winding dihasilkan tegangan pengujian tanpa beban sekitar 106,5 volt, tegangan pengujian berbeban sekitar 45,6 volt, dan daya 87,15 watt dengan efisiensi generator 72,61 %. Sementara pada konfigurasi Toroidal Winding dihasilkan tegangan pengujian tanpa beban sekitar 110,6 volt, tegangan pengujian saat berbeban sekitar 42,4 volt, dan daya 77,16 watt dengan efisiensi generator 70,51 %. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa konfigurasi Concentrated Winding lebih baik daripada konfigurasi Toroidal Winding.
Perhitungan Arus Netral, Rugi-Rugi, dan Efisiensi Transformator Distribusi 3 Fasa 20 KV/400V Di PT. PLN (Persero) Rayon Medan Timur Akibat Ketidakseimbangan Beban Siregar, Rizky Syahputra; Harahap, Raja
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 2, No 3 (2017): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v2i3.243

Abstract

Dalam penyaluran energi listrik sering kali dijumpai pembagian beban yang tidak merata pada setiap fasanya. Ketidakseimbangan beban ini disebabkan karena waktu penyalaan beban yang tidak serempak, pengkoneksian yang tidak seimbang pada fasa R, S, T, dan pemasangan beban yang tidak seimbang pada setiap fasanya. Ketidakseimbangan beban ini dapat mengakibatkan timbulnya arus pada kawat netral, rugi-rugi, dan turunnya efisiensi transformator distribusi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ketidakseimbangan beban menyebabkan arus netral, dan rugi-rugi menjadi besar dimana nilai arus netral, rugi-rugi PCu dan PN terbesar 96,6 A, 7,67 kW dan 1,157 kW pada transformator kedua di malam, sedangkan nilai arus netral terkecil sebesar 4,72 A pada transformator pertama di pagi hari untuk rugi-rugi PCu dan PN terkecil sebesar 0,034 kW dan 0,004 kW pada transformator pertama di pagi hari, serta efisiensi dari ketiga transformator tiga fasa distribusi yang diteliti mengalami penerunan, walaupun penurunan efisiensi dari ketiga transformator tersebut tidak terlalu besar, dimana efisiensi tertinggi sebesar 98,183 % pada transformator pertama di pagi hari dan efisiensi terendah sebesar 92,901 % pada transformator ketiga di malam hari.
PENGARUH ENDAPAN POLUTAN GARAM PADA ISOLATOR PIRING TERHADAP ARUS BOCOR Harahap, Raja; Armansyah, Armansyah; Yusmartato, Yusmartato; Iqbal, M.
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i1.9760

Abstract

Isolator yang bersih mempunyai tahanan yang sangat besar. Namun bila permukaannya menjadi kotor nilai tahanannya menjadi jauh berkurang. Pengotoran tersebut dapat terjadi karena isolator banyak terpasang di alam terbuka, sehingga bahan-bahan pengotor (polutan) akan mudah menempel pada permukaannya. Bahan-bahan polutan ini berangsur-angsur membentuk suatu lapisan tipis pada permukaan isolator. Untuk isolator-isolator yang terpasang dekat dengan pantai, unsur polutan yang paling berpengaruh terhadap unjuk kerja isolator adalah garam yang terbawa oleh angin. Polutan ini bersifat konduktif terutama pada keadaan cuaca lembab, berkabut atau pada hujan gerimis. Jika cuaca seperti ini terjadi, maka akan terjadi arus bocor melalui polutan tersebut. Adanya arus bocor ini akan memicu terjadinya peluahan parsial pada permukaan isolator.
Perancangan Sistem Pompa Otomatis Untuk Pengaturan Suhu Permukaan Panel Surya Menggunakan Phase Change Meterial Harahap, Raja; Fitriawan, Candra
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 8, No 3 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v8i3.8801

Abstract

Energi listrik adalah energi yang paling dibutuhkan oleh manusia di seluruh dunia untuk kepentingan sehari-hari, Energi terbarukan dapat dimanfaatkan secara terus menerus dan tidak akan habis. Beberapa sumber energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan industri. Salah satu pemanfaatan yang paling banyak digunakan adalah energi surya, Akan tetapi penggunaan panel surya secara masif memiliki beberapa kekurangan yaitu panel surya harus beroperasi di kondisi standar, panel surya harus beroperasi pada nilai temperatur modul surya sebesar 25°C untuk mendapatkan efisiensi optimal sehingga dibutuhkan teknologi sistem pengaturan suhu panel surya. Pada penelitian ini penulis menggunakan teknologi phase change material sebagai material pendingin permukaan panel surya. Hasil penelitian menunjukkan material pendingin air dapat menurunkan suhu permukaan panel surya dengan maksimal laju perpindahan panas konveksi sebesar 5.789,69 joule per detik dan peningkatan efisiensi panel surya yang terjadi sekitar 0,89%, sedangkan material pendingin phase change material dapat menurunkan suhu permukaan panel surya lebih besar dengan maksimal laju perpindahan panas konveksi sebesar 8.872,13 joule per detik dan peningkatan efisiensi panel surya yang terjadi sekitar 1,37%.
Rancang Bangun Sistem Magnetik Bearing Levitasi Untuk Peningkatan Efisiensi Motor Dc Dengan Menggunakan Metode Halbach Array Harahap, Raja; Tarigan, M. Zaki Iskandar
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i1.9756

Abstract

Bearing adalah elemen mesin yang berfungsi untuk menahan beban pada saat dua elemen mesin saling bergerak secara relatif. Setiap benda yang bergerak secara relatif pasti akan menimbulkan gesekan. Setiap gesekan yang terjadi pasti akan menimbulkan keausan yang akan mempengaruhi umur pemakaian dari elemen tersebut. Pada bearing konvensional bantalan bola digunakan untuk mengurangi kerugian gesekan sehingga dapat mengurangi rugi-rugi mekanik dan dapat memaksimalkan output bersih putaran pada motor DC. Teknologi magnetik bearing levitasi akan menghasilkan gaya angkat yang melayang pada rotor dengan memanfaatkan tolak-menolak kutub magnet. Koefisien gesek yang sangat rendah, selain itu bantalan magnet tidak memerlukan daya tambahan untuk sistem pengontrol dan tidak memerlukan suplai cairan pelumas atau pembuangan. Untuk mengantisipasi ketidakstabilan aksial, maka digunakan metode Halbach array, metode ini dapat menghasilkan peningkatan medan magnet di satu sisi array dengan membatalkan medan magnet di sisi lain hingga mendekati nol, metode ini akan menghasilkan pola magnetisasi yang berputar secara spasial. Pada penelitian ini, akan dilakukan rancang bangun magnetik bearing levitasi dengan menggunakan magnet permanen Neodymium N52 dengan metode Halbach array dalam konfigurasi magnet permanen. Berdasarkan hasil analisa pada penelitian ini penggunaan magnetik bearing levitasi dengan metode Halbach array dapat mengurangi rugi-rugi mekanik sehingga meningkatkan efisiensi motor DC sebesar 4,23% dan dapat menurunkan suhu motor DC saat beroperasi yaitu sebesar 1,78%.
Analisis Perbandingan Nilai Tahanan Pentanahan di Gedung dan di Gardu induk pada Rumah Sakit Grand Mitra Medika Medan Ramadhani, Syaru; Yusmarato, Yusmarato; Harahap, Raja; Pelawi, Zulfadli
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 3 (2021): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v6i3.4605

Abstract

Pentanahan merupakan salah satu fakctor kunci dalam usaha pengamanan (perlindungan) sistem tenaga listrik. Adanya perbedaan beberapa nilai tahanan pengukuran pentanahan pada jenis tanah bebatuan diakibatkan karena faktor keasaman dan kadar air yang ada pada tanah, Sumatera utara sangat pengaruh pada keamanan dari sistem pentanahan yang akan dibangun. Penelitian dilakukan dengan menganalisa Perbandingan nilai tahanan pengukuran pentanahana digedung dengan menanam 3 titik batang elektroda dengan kedalaman berbeda dan melakukan system paralel dari ketiga titik elektroda tersebut  dan pada pengukuran digardu induk ada 9 titik batang elektroda yang tertanam pengukuran dilakukan dengan cara tunggal tidak melakukan system paralel, pada nilai tahanan tanah 3000 ohm, jenis tanah bebatuan dengan menggunakan elektroda batang . Elektroda batang  tersebut dengan panjang 3,2 meter, dengan jarang masing-masing elektroda 2 meter, pengukuran dilakukan dengan  menggunakan alat ukur earth tester. Dari hasil penelitian tersebut hasil yang didapat dari perbandingan pengukuran pentanahan pada gedung dengan cara sytem paralel lebih baik (lebih kecil tahanananya) jika dibandingkan dengan pengukuran pada gardu induk non paralel. Pengukuran nilai tahanan tanah akan jauh lebih baik pada kedalaman yang maksimal dibandingkan dengan kedalaman biasa (1.280 cm)  lebih baik dari 320 cm atau 1 batang elektroda.