Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Gunung Djati Conference Series

Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Metode Steam Dengan Media Loose Parts Tuti Hayati; Syam’iyah Syam’iyah; Euis Rani Puspitasari
Gunung Djati Conference Series Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.578 KB)

Abstract

Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Metode Steam Dengan Media Loose Parts
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal Dengan Metode Bermain Peran Tuti Hayati; Arif Nursihah; Eva Fauziyyah
Gunung Djati Conference Series Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.182 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu, mengetahui kemampuan mengenal huruf vokal anak sebelum menggunakan metode bermain peran, proses pemberian metode bermain peran pada setiap siklus, dan kemampuan mengenal huruf vokal anak setelah menerapkan metode bermain peran pada setiap siklus di kelompok A RA Al-Ikhlas Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Penelitian ini berlandaskan pada satu pemikiran bahwa metode bermain merupakan sebuah upaya untuk menyampaikan informasi menggunakan peran tokoh atau objek di sekitar anak, sehingga anak dapat memahaminya. Penerapan metode bermain peran dalam proses mengenal huruf vokal akan memudahkan anak untuk mengingat dan mengenal huruf vokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini menemukan 10 orang anak kelompok A RA Al-Ikhlas Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal mengenal vokalanak di kelompok A RA Al-Ikhlas Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang setelah diterapkan metode pelatihan mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Siklus I masuk dalam kriteria kurang dengan nilai rata rata yang diperoleh adalah sebesar 53,65. Sedangkan, pada siklus II terjadi peningkatan sehingga termasuk dalam kriteria baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh adalah 77,1. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hipotesis tindakan yang diterima. Kata Kunci: memainkan peran, huruf vokal, kemampuan
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah Anak Usia Dini Melalui Metode Cantol Raudhoh Tuti Hayati; Teti Ratnasih; Heti Noor Komala
Gunung Djati Conference Series Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.268 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: Kemampuan membaca huruf hijiayah anak Kelompok B RA Bahrul Ilmi sebelum menggunakan metode cantol raudhah, Penggunaan metode cantol raudhoh dalam meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah anak Kelompok B RA Bahrul Ilmi pada setiap siklus, dan Kemampuan membaca huruf hijaiyah anak Kelompok B RA Bahrul Ilmi setelah menggunakan metode cantol raudhoh pada setiap siklus. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran yang merupakan pendekatan gabungan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Metode penelitian merupakan cara untuk mengetahui hasil dari sebuah permasalahan yang spesifik, atau biasa disebut juga dengan permasalahan penelitian. hasil penelitian: 1) Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah Anak Kelompok B RA Bahrul Ilmi sebelum menggunakan Metode Cantol Raudhoh mencapai nilai rata rata sebesar 45,8 dengan kategori gagal. Karena angka 45,8 berada pada rentang 0 – 49 dengan kategori gagal; 2) Penggunaan Metode Cantol Raudhoh dalam meningkatkan Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah di Kelompok B RA Bahrul Ilmi Sukapura Dayeuhkolot Bandung dilihat dari aktivitas guru pada siklus I mencapai angka rata-rata sebesar 67,85% dengan kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II mencapai angka rata-rata sebesar 96,43% dengan kategori sangat baik. Sedangkan aktivitas anak pada siklus I mencapai angka rata-rata sebesar 61,95% dengan kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II mencapai rata-rata sebesar 88,46% dengan kategori sangat baik; 3) Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah Anak Kelompok B RA Bahrul Ilmi setelah Menggunakan Metode Cantol Raudhoh mengalami peningkatan pada setiap siklusnya, pada siklus I mencapai angka rata-rata sebesar 78,3 dengan kategori baik dan pada siklus II mencapai angka rata-rata sebesar 95,98 dengan kategori sangat baik
Pengaruh Metode Show and Tell Terhadap Rasa Percaya Diri Anak Tuti Hayati; Arif Nursihah; Hilma Muhtaromah
Gunung Djati Conference Series Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.027 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) kepercayaaan diri anak dengan diterapkannya metode show and tell pada kelas eksperimen; (2) kepercayaan diri anak dengan diterapkannya metode proyek pada kelas kontrol; dan (3) pengaruh metode show and tell terhadap kepercayaan diri anak di kelompok A RA Bani Ma’sum Kasomalang Subang. Metodologi penelitian berupa pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Desain yang digunakan ialah Nonequivalent Control Group Desain dimana pemilihan kelompok eksperimen dan kontrol tidak secara random. Dua kelompok tersebut diberikan pretest untuk mengetahui kondisi awal, kemudian setelah diberikan treatment dilakukan postest untuk membandingkan kedua kelompok tersebut. Uji instrumen yaitu uji validitas dan realibilitas merupakan tahap awal analisis data, kemudian dilakukan uji parsial item per indikator, uji normalitas, uji homogenitas dan uji t. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri anak pada kelompok eksperimen dengan diterapkannya metode show and tell pada saat pretest berada pada kategori gagal, sedangkan pada saat postest berada pada kategori sangat baik. Kepercayaan diri anak pada kelompok kontrol dengan diterapkannya metode proyek pada saat pretest masuk dalam kategori gagal, sedangkan pada saat postest masuk dalam kategori cukup. Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa terdapat pengaruh signifikan menggunakan metode show and tell pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan metode proyek pada kelompok kontrol.
Upaya Meningkatkan Kemandirian Anak Melalui Permainan Play Dough Tuti Hayati; Aam Kurnia; Fitrah Fairuz
Gunung Djati Conference Series Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dilakukan penelitian ini karena adanya ketidakmandirian anak kelompok B RA Khoerul Huda Purwakarta dibuktikan dengan presentase hasil rata-rata kemandirian pra siklus/sebelum penelitian didapatkan hasil 50,79% dikategorikan kurang, penyebabnya karena anak merasa bosan dengan proses belajar yang monoton/mewarnai gambar dan guru tidak menggunanakan metode pembelajaran yang bervariasi, solusi dari permasalahan ini peneliti menawarkan metode permainan play dough untuk diterapkan kepada siswa. Tujuan penelitian ini yaitu 1)untuk mengetahui kemandirian anak kelas B RA Khoerul Huda Purwakarta sebelum diterapkan permainan play dough. 2) untuk mengetahui proses pelaksanaan permainan play dough untuk meningkatkan kemandirian anak kelas B Khoerul Huda Purwakarta pada setiap siklus. 3) untuk mengetahui kemandirian anak kelas B RA khoerul huda Purwakarta setelah diterapkan bermain play dough pada seluruh siklus. Metode dalam penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 4 tahap yaitu : Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas B RA Khoerul Huda tahun ajaran 2020-2021 dengan jumlah 12 siswa, terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Dalam penerapan petode permainan play dough terdapat peningkatan setiap siklus, yaitu aktivitas guru siklus I 65,38% (katagori cukup aktif), sedangkan pada siklus II aktivitas guru mencapai 88,46%(kriteria aktif). 2) Aktivitas anak pada siklus 1 mencapai angka 55,88% (kurang aktif), sedangkan aktivitas anak pada siklus II mencapai angka 76,46% (Aktif) , terdapat peningkatan pada setiap siklus. 3) Kemandirian anak siklus I 62,79% (baik),mengalami peningkatan kemandirian anak pada siklus II mencapai angka 79,94% (sangat baik). Sehingga pada siklus II dinyatakan berhasil karena sudah mencapai indikator kinerja
Hubungan Antara Kegiatan Bermain Peran Dan Perilaku Prososial Anak Usia Dini Yuyun Yulianingsih; Tuti Hayati; Abdillah Mutmainnah
Gunung Djati Conference Series Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil studi pendahuluan di Kelompok B1 RA Mukhlishiina Lahuddiin memperlihatkan fenomena kesenjangan bahwa di satu sisi kegiatan bermain peran anak-anak terlihat sangat antusias dan sangat menikmati perannya. Namun di sisi lain, perilaku prososial anak memperlihatkan bahwa anak tidak mau berbagi alat bermain, tidak menolong teman yang meminta bantuan, belum bisa mengelola perilaku dan sikap terhadap temannya. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui kegiatan bermain peran anak usia, perilaku prososial asnak usia dini dan hubungan antara kegiatan bermain peran dan perilaku prososial anak usia dini di kelompok B1 RA Mukhlishiina Lahuddiin. Metode yang digunakan ialah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini ialah peserta didik Kelompok B1 RA Mukhlishiina Lahuddiin yang berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil perhitungan pada kegiatan bermain peran diperoleh nilai rata-rata 79,3 angka ini masuk dalam rentang 70-79 dan berkategori baik. Sedangkan perilaku prososial anak usia dini 80,39 angka ini masuk dalam rentang 80-100 dan berkategori sangat baik. Hubungan antara kegiatan bermain peran dan perilaku prososial anak usia dini di Kelompok B1 RA Mukhlishiina Lahuddiin diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,64 yang berada dalam skala 0,600-0,799 yang artinya memiliki hubungan yang kuat atau tinggi. Hasil uji signifikansi diperoleh thitung = 3,36 > ttabel = 2,120 artinya hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak. Adapun besar kontribusi kegiatan bermain peran terhadap perilaku prososial anak usia dini sebesar 40,96%. Hal ini menyatakan masih terdapat 59,04% faktor lain yang mempengaruhi perilaku prososial anak usia dini di Kelompok B1 RA Mukhlishiina Lahuddiin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kegiatan bermain peran dan perilaku prososial anak usia dini di Kelompok B1 RA Mukhlishiina Lahuddiin.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Dan Angka Melalui Permainan Bowling Matematika Tuti Hayati; Teti Ratnasih; Fitria Nursari
Gunung Djati Conference Series Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan terdapat fenomena bahwa kemampuan mengenalkonsep bilangan dan angka pada anak belum optimal. Hal ini terihat dari adanya anak yangkesulitan dalam memahami konsep bilangan dan angka seperti membedakanbanyak/sedikit dari jumlah benda, membilang benda, membuat urutan bilangan dan lainsebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Kemampuan mengenalkonsep bilangan dan angka sebelum diterapkan permainan bowling matematika; 2)Penerapan permainan bowling matematika untuk meningkatkan kemampuan mengenalkonsep bilangan dan angka; dan 3) Kemampuan mengenal konsep bilangan dan angkasetelah diterapkan permainan bowling matematika di kelompok A TKQ Al-Huda AntapaniKota Bandung. Penelitian ini didasarkan pada asumsi teori bahwa permainan bowlingmatematika dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan dan angka.Permainan bowling matematika merupakan salah satu permainan yang efektif untukmengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak serta dapat mengembangkankemampuan mengenal konsep bilangan dan angka sebagai landasan perkembangankognitif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari duasiklus. Tindakan yang dilakukan mengacu pada model yang dipaparkan oleh Kemmis McTaggart yaitu: planning, acting, observing and reflecting. Teknik pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini ialah observasi, dokumentasi dan unjuk kerja. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan mengenal konsep bilangan dan angkasebelum diterapkan permainan bowling matematika diperoleh nilai rata-rata 40,95 denganHayati, Ratnasih, Nursari Upaya Meningkatkan Kemampuan400 Prosiding Konferensi PIAUD UIN Bandung 2022kategori kurang sekali; 2) Penerapan permainan bowling matematika untuk meningkatkankemampuan mengenal konsep bilangan dan angka dilihat dari aktivitas guru dan aktivitasanak mengalami peningkatan setiap siklusnya. Hal ini ditunjukkan oleh aktivitas guru padasiklus I diperoleh rata-rata sebesar 70,59% dengan kategori cukup, dan pada siklus IIdiperoleh rata-rata sebesar 94,12% dengan kategori sangat baik. Demikian pula hasilanalisis aktivitas anak pada siklus I diperoleh rata-rata sebesar 50,88% dengan kategorikurang sekali, dan pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 71,93% dengan kategoricukup; dan 3) Kemampuan mengenal konsep bilangan dan angka setelah diterapkanpermainan bowling matematika pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 57,37 dengankategori kurang, siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 73,10 dengan kategori baik.Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima, artinya permainan bowlingmatematika dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan dan angka
Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Eksperimen Tuti Hayati; Aam Kurnia; Gina Khoerunnisa
Gunung Djati Conference Series Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observasi awal yang dilakukan pada kelompok B2 RA Miftahul Falah Kab Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan proses sains melalui metode eksperimen. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi. Dalam permasalahan penelitian ini adalah kurang optimalnya keterampilan proses sains pada anak, beberapa anak yang masih belum optimal meliputi dalam mengklasifikasi, dan mengkomunikasikan. Dalam mengklasifikasi ada beberapa anak belum bisa membandingkan dan persamaan dan perbedaan. Data anak adalah 14 anak yang diobservasi ada terdapat 2 anak yang belum optimal. Hasil dalam penelitian ini sebelum diterapkan metode eksperimen memperoleh hasil nilai rata – rata 52,37 dan . Hal pada siklus 1 memperoleh hasil rata-rata sebesar 61,53% dengan dikategorikan cukup, dan pada siklus II memperoleh hasil nilai rata-rata sebesar 73,08% yang dikategorikan baik. Dengan hasil ini juga hasil dalam menganalisis pada lembar observasi aktivitas anak pada siklus I memperoleh hasil nilai rata-rata sebesar 72,73% yang dikegorikan baik, dan pada siklus II memperoleh hasil nilai rata-rata sebesar angka 77,27 yang dikategorikan baik dan Keterampilan proses sains setelah diterapkan metode eksperimen pada siklus I 72,24% dikategorikan cukup dan pada siklus II memperoleh hasil nilai rata rata sebesar angka 81,00 dengan dikategorikan sangat baik
Upaya Meningkatkan Motorik Kasar Anak Melalui Metode Menari Tuti Hayati; Aam Kurnia; Intan Sari Nurhasanah
Gunung Djati Conference Series Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menunjukkan adanya permasalahan di RA Fatimah Az-Zahra yaitu kurangnya pembelajaran yang dapat menstimulus atau merangsang perkembangan kemampuan motorik kasar. Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kemampuan motorik kasar anak, yaitu anak belum bisa berjalan dengan baik, dan belum bisa mengikuti gerakan gerakan yang di contohkan . Permasalahan tersebut mengindikasikan bahwa pembelajaran motorik Kasar belum tercapainya koordinasi otot-otot dalam menggerakan kaki dan kedua tangan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kemampuan motorik kasar anak sebelum diterapkan metode menari; 2) proses penerapan metode menari untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak setiap siklus; dan 3) kemampuan motorik kasar anak setelah diterapkan metode menari pada setiap siklus di kelompok B RA Fatmiah Az- Zahra Soreang Kabupaten Bandung. Penelitian ini didasari oleh suatu pemikiran bahwa metode menari dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalahlaptop, dan speaker sebagai audio visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Tanggart. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi aktivitas guru dan aktivitas anak, dan unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan motorik halus anak sebelum diterapkan metode menari memperoleh nilai rata-rata 50,73 dengan kriteria kurang sekali. Adapun gambaran proses pembelajaran melalui metode menari berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari semua tahapan penerapan metode menari oleh guru dan anak. Aktivitas guru dan anak mengalami peningkatan setiap siklusnya. Rata-rata aktivitas guru pada siklus I yaitu sebesar 67% dengan kriteria cukup dan pada siklus II persentase keterlaksanaan aktivitas guru sebesar 86,5% dengan kriteria sangat baik. Aktiviatas anak siklus I memperoleh nilai sebesar 55,4% dengan kriteria cukup dan pada siklus II observasi aktivitas anak sebesar 76,1% dengan kriteria sangat baik. Selanjutnya kemampuan motorik kasar anak setelah diterapkan metode menari mengalami peningkatan setiap siklusnya yaitu siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 60,53 dengan kriteria kurang dan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi 79,5 dengan kriteria baik. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima, artinya kegiatan metode menari dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.