Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Eksperimen Tuti Hayati; Aam Kurnia; Gina Khoerunnisa
Gunung Djati Conference Series Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observasi awal yang dilakukan pada kelompok B2 RA Miftahul Falah Kab Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan proses sains melalui metode eksperimen. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi. Dalam permasalahan penelitian ini adalah kurang optimalnya keterampilan proses sains pada anak, beberapa anak yang masih belum optimal meliputi dalam mengklasifikasi, dan mengkomunikasikan. Dalam mengklasifikasi ada beberapa anak belum bisa membandingkan dan persamaan dan perbedaan. Data anak adalah 14 anak yang diobservasi ada terdapat 2 anak yang belum optimal. Hasil dalam penelitian ini sebelum diterapkan metode eksperimen memperoleh hasil nilai rata – rata 52,37 dan . Hal pada siklus 1 memperoleh hasil rata-rata sebesar 61,53% dengan dikategorikan cukup, dan pada siklus II memperoleh hasil nilai rata-rata sebesar 73,08% yang dikategorikan baik. Dengan hasil ini juga hasil dalam menganalisis pada lembar observasi aktivitas anak pada siklus I memperoleh hasil nilai rata-rata sebesar 72,73% yang dikegorikan baik, dan pada siklus II memperoleh hasil nilai rata-rata sebesar angka 77,27 yang dikategorikan baik dan Keterampilan proses sains setelah diterapkan metode eksperimen pada siklus I 72,24% dikategorikan cukup dan pada siklus II memperoleh hasil nilai rata rata sebesar angka 81,00 dengan dikategorikan sangat baik
Upaya Meningkatkan Motorik Kasar Anak Melalui Metode Menari Tuti Hayati; Aam Kurnia; Intan Sari Nurhasanah
Gunung Djati Conference Series Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menunjukkan adanya permasalahan di RA Fatimah Az-Zahra yaitu kurangnya pembelajaran yang dapat menstimulus atau merangsang perkembangan kemampuan motorik kasar. Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kemampuan motorik kasar anak, yaitu anak belum bisa berjalan dengan baik, dan belum bisa mengikuti gerakan gerakan yang di contohkan . Permasalahan tersebut mengindikasikan bahwa pembelajaran motorik Kasar belum tercapainya koordinasi otot-otot dalam menggerakan kaki dan kedua tangan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kemampuan motorik kasar anak sebelum diterapkan metode menari; 2) proses penerapan metode menari untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak setiap siklus; dan 3) kemampuan motorik kasar anak setelah diterapkan metode menari pada setiap siklus di kelompok B RA Fatmiah Az- Zahra Soreang Kabupaten Bandung. Penelitian ini didasari oleh suatu pemikiran bahwa metode menari dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalahlaptop, dan speaker sebagai audio visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Tanggart. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi aktivitas guru dan aktivitas anak, dan unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan motorik halus anak sebelum diterapkan metode menari memperoleh nilai rata-rata 50,73 dengan kriteria kurang sekali. Adapun gambaran proses pembelajaran melalui metode menari berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari semua tahapan penerapan metode menari oleh guru dan anak. Aktivitas guru dan anak mengalami peningkatan setiap siklusnya. Rata-rata aktivitas guru pada siklus I yaitu sebesar 67% dengan kriteria cukup dan pada siklus II persentase keterlaksanaan aktivitas guru sebesar 86,5% dengan kriteria sangat baik. Aktiviatas anak siklus I memperoleh nilai sebesar 55,4% dengan kriteria cukup dan pada siklus II observasi aktivitas anak sebesar 76,1% dengan kriteria sangat baik. Selanjutnya kemampuan motorik kasar anak setelah diterapkan metode menari mengalami peningkatan setiap siklusnya yaitu siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 60,53 dengan kriteria kurang dan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi 79,5 dengan kriteria baik. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima, artinya kegiatan metode menari dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.
Hubungan penggunaan gadget dengan kemampuan berempati anak Lutfia Nurafifah; Tuti Hayati; Heri Hidayat
Jurnal Pendidikan Anak Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v12i2.46932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan gadget pada anak usia 4-5 tahun di Rw 10 Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, kemampuan empati anak usia 4-5 tahun di Rw 10 Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dan hubungan penggunaan gadget dengan kemampuan empati anak usia 4-5 tahun di Rw 10 Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasioner. Subjek penelitian ini berjumlah 10 anak. Penentuan sampel menggunakan teknik sampling acak sistematis, artinya penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan bercakap-cakap terstruktur kepada anak usia dini umur 4-5 di RW 10 Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Hasil analisis data disimpulkan bahwa penggunaan gadget anak usia dini diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,30 yang termasuk ke dalam kategori tinggi, karena berada pada interval 3,5 - 4,5. Kemampuan berempati anak usia dini diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,35 yang termasuk kategori tinggi, karena berada pada interval 3,5-4,5. Ada korelasi yang searah sangat kuat antara penggunaan gadget dan kemampuan berempati anak usia dini dengan koefisien korelasi sebesar 0,872. Berdasarkan interpretasi nilai r product moment diketahui rhitung 0,872 rtabel 0,632 yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Penggunaan gadget juga memiliki pengaruh sebesar 76% terhadap kemampuan berempati anak usia dini dan sisanya 24% lagi dipengaruhi oleh faktor lain di luar penggunaan gadget.