Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KAJIAN PENGGUNAAN PATI UMBI GADUNG TERMODIFIKASI SEBAGAI SUBTITUEN CARBON BLACK PADA PEMBUATAN VULKANISAT KARET ALAM Tri Susanto; Hari Adi Prasetya
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 27, No 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.655 KB) | DOI: 10.28959/jdpi.v27i2.1430

Abstract

Telah dilakukan penelitian modifikasi ekstrak pati umbi gadung sebagai subtituen parsial Carbon Black (CB) dalam pembuatan vulkanisat karet alam. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi pati dari umbi gadung, pembuatan komposit lateks alam dengan variasi 3 coupling agent yaitu Resorcinol Formaldehid, Si-69 dan KH-792, pembuatan komposit lateks dengan pati termodifikasi  dan dilanjutkan dengan pembuatan vulkanisat lateks alam dengan variasi jumlah CB dan pati termodifikasi (0,5,10,15, dan 20phr). Yield ekstraksi pati dari umbi gadung adalah sebesar 13% dried based. Berdasarkan hasil uji sifat mekanik fisik, komposit NR starch dengan coupling agent RF bersifat lebih baik jika dibandingkan dengan Si-69 dan KH-792. Carbon Black yang dapat tersubtitusi oleh starch gadung termodifikasi RF (SRF) dalam pembuatan vulkanisat NR adalah sebanyak 10phr dengan kualitas yang sama dengan pasaran. Vulkanisat tersebut mempunyai karakteristik kekerasan: 50-53 Shore A, kuat tarik: 109 Mpa, modulus 300% dengan nilai 65, perpanjangan putus: 470%, ketahanan sobek: 21 Kg/cm dan pampatan tetap sekitar 30%.
PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN COUPLING AGENT TERHADAP KETAHANAN USANG VULKANISAT BANTALAN DERMAGA Popy Marlina; Hari Adi Prasetya
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 28, No 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.88 KB) | DOI: 10.28959/jdpi.v28i1.2334

Abstract

The research aimed to study the ageing resistance of vulcanized dock vendor with rice husk ash filler and coupling agent.  The experimental research used non Factorial Completely Randomized Design and each treatments was replicated three times.  Single factor concentration of ratio of rice husk ash and coupling agent 3-methacryloxypropyl trimethoxysilane (MPS) (70 phr: 1 phr, 100 phr: 1 phr, 130 phr: 1 phr, 160 phr: 1 phr, 190 phr: 1 phr and 220 phr : 1 phr). The parameters were hardness, tensile strength, elongation at break and ageing resitance before and after ageing. The results showed that all treatments have a influence on vulcanized dock fendor and meet the quality requirements SNI 06-3568-2006 for treatment concentration of ASP70 tol ASP160 with characteristics hardness  of 70 Shore A, 75 Shore A, 78 Shore A dan 80 Shore A after ageing 68 Shore A, 72 Shore A, 76 Shore A dan 78 Shore A. The tensile strength before (19 N / mm2, 21 N / mm2, 17 N / mm2 and 16 N / mm2), after ageing (17 N / mm2, 20 N / mm2, 15 N / mm2 and 15 N / mm2). ASP70 to ASP220 treatment concentration up to the elongation at break before (350%, 345%, 330%, 220%, 209% and 200%), after ageing (343%, 335%, 325%, 216% and 200%). Tear resistance characteristics before (15.6 kg / cm, 17.2 kg / cm, 17.9 kg / cm, 18.2 kg / cm, 19 kg / cm and 20 kg / cm), after ageing (15 kg / cm, 16.1 kg / cm, 17.5 kg / cm, 17.9 kg / cm, 18.7 kg / cm.
PEMANFAATAN ARANG BAMBU SEBAGAI FILLER DALAM PEMBUATAN KARET ROLL CONVEYOR Bambang Sugiyono; Mimi Kurnia Yusya; Popy Marlina; Hari Adi Prasetya
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 32, No 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v32i1.6552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari filler dengan memanfaatkan bambu bekas pada pembuatan produk karet roll conveyor. Tahapan penelitian ini antara lain : pembuatan arang bambu, pembuatan vulkanisat karet dengan memvariasikan konsentrasi arang bambu yaitu formula A = 0 phr, formula B = 20 phr, formula C = 40 phr, formula D = 60 phr dan formula E = 80 phr. Berdasarkan pengujian karakteristik vulkanisat diperoleh hasil uji vulkanisat karet dengan perlakuan terbaik didapat pada formula B (Variasi konsentrasi arang bambu 20 phr dan carbon black 80 phr, dengan nilai hasil uji yaitu uji visual tidak ada cacat, kekerasan 80 shore A, tegangan putus 11,8 MPa, perpanjangan putus 130% dan ketahanan sobek 27,2 kN/m. Hasil uji untuk variasi lain tidak berbeda signifikan, dengan demikian, penggunaan arang bambu dapat digunakan sebagai substitusi carbon black.
Perlakuan awal serpih kayu karet tidak produktif untuk Pulp Sulfat Wawan Kartiwa Haroen; Sudarmin AL; Hari Adi Prasetya
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 24, No 1 (2013): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.202 KB) | DOI: 10.28959/jdpi.v24i1.653

Abstract

Pre-treatment of chips rubber wood non-productive as a raw material pulp used hot water and solution NaOH 3-10%, temperature 25-100 °C for 1-2 hours. Has showed a positive influence for quality of pulp if compared with chips without pre-treatment. Result is shown the extractive decreased levels 1 to 1.5 times and lignin content decreased 9-12%. Effect of pre-treatment chips can be increase the pulp yield and Kappa number equal to brightness of pulp. Another effect of chips treatment can be improved to physical properties bleached pulp for tear index, tensile index, folding indurance and brightness if compared with pulp from chips without a treatment. The physical properties pulp of rubber wood with chips pretreatment can produce bleach pulp sulphate have a requirements the quality to SNI Leaf bleach kraft pulp.Keywords : Rubber wood, pre-treatment, sulphate pulp, quality of pulpAbstrakPerlakuan awal serpih kayu karet tidak produktif yang diperuntukan sebagai bahan pulp menggunakan air panas, larutan NaOH 3-10% dan suhu 25-100 oC, selama 1-2 jam. Menunjukkan pengaruh yang positif terhadap kualitas pulpnya dibandingkan dengan pulp yang serpihnya tanpa perlakuan. Hasilnya ditunjukkan oleh menurunnya kadar ekstraktif 1- 1,5 kali dan kadar lignin turun 9-12%. Perlakuan awal serpih dapat meningkatkan rendemen pulp dengan bilangan Kappa setara dengan pulp putihnya. Pengaruh lain dari perlakuan awal serpih kayu karet dapat meningkatkan sifat fisik lembaran pulp sulfat putih terhadap indek sobek, indek tarik, indeks lipat dan kecerahan pulp (derajat putih) dibandingkan dengan kekuatan pulp dari serpih tanpa perlakuan. Sifat fisik pulp kayu karet tidak produktif yang mengalami perlakuan awal serpihnya dapat menghasilkan kualitas pulp sulfat putih yang memenuhi persyaratan SNI pulp sulfat putih kayu daun.Kata kunci : Kayu karet, perlakuan awal, pulp sulfat, kualitas pulp
KARAKTERISTIK KARET SHEET DENGAN BAHAN PENGISI ARANG AKTIF BAMBU Popy Marlina; Asma Assa; Hari Adi Prasetya
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i1.6126

Abstract

Abstrak: Bahan pengisi arang aktif bambu digunakan sebagai alternatif untuk memperbaikikekerasan dan memperbesar volume karet sehingga mutu karet lembaran menjadi lebih baik.Penelitian ini menggunakan arang aktif bambu yang dapat berfungsi sebagai filler aktif untukmeningkatkan karakteristik karet lembaran. Jumlah arang aktif bambu pada formulasi karetlembaran divariasikan menjadi 6, yaitu 25, 30, 35, 40, 45, 50 gram. Setiap perlakuan diulangsebanyak 3 (tiga) kali. Parameter yang diamati meliputi kadar abu, plastisitas awal (Po),Plasticity Resistance Index (PRI), dan viskositas Mooney. Hasil penelitian menunjukkan bahwaperlakuan variasi jumlah arang aktif bambu berpengaruh terhadap kadar abu, plastisitas awal(Po), Plasticity Resistance Index (PRI), dan viskositas Mooney. Karakteristik karet lembaranmemenuhi syarat mutu Standard Indonesian Rubber (SIR) sesuai SNI 06-1903-2000 dengankarakteristik kadar abu untuk semua perlakuan, Po dan PRI, perlakuan F3 (lateks pekat 945 gdan arang aktif bambu 35 g) hingga F6 (lateks pekat 945 g dan arang aktif bambu 50 g).Viskositas Mooney karet lembaran untuk semua perlakuan memenuhi standar mutu karet SIRkomersial, minimal 40.Kata Kunci: arang aktif bambu, karakteristik, karet lembaran