Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Tingkat Keandalan Pada Jaringan Express Feeder SUTM A3CS Sebagai Incoming Baru Fauzi, Fauzi; Subhan, Subhan; Muliadi, Muliadi; Syukri, Syukri; Asyadi, Teuku Murisal; Budi, Arief Setya
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.17006

Abstract

Salah satu parameter dalam penyaluran energi listrik adalah mutu dan kehandalan yang harus memenuhi standar. Pada praktiknya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan terus memperbaiki dan meningkatkan mutu dan kehandalan jaringan listrik guna memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pelanggan. Langkah yang diambil salah satunya yang dilakukan oleh Unit Layanan Pelanggan (ULP) Panton Labu, yaitu dengan membangun jaringan baru agar dapat melayani beban yang semakin meningkat. Pembangunan jaringan baru dilakukan supaya dapat memperbaiki tegangan sistem melalui pembagian beban penyulang serta meningkatkan kehandalan dalam mempermudah manuver ketika terjadi gangguan. Kondisi kelistrikan ULP. Panton Labu disuplai dari Gardu Induk (GI) Panton Labu terdiri dari 2 Trafo Daya (TD) yang masing masing berkapasitas 30 MVA. Beban puncak GI. Panton Labu adalah sebesar 14,5 MW untuk TD 1 dan 6,5 MW untuk TD 2. GI. Panton Labu salah satunya mensuplai Gardu Hubung (GH) Panton Labu melalui penyulang PL 05. Namun, sebelumnya hanya terdapat 1 incoming yang masuk ke GH. Panton Labu, padahal pada TD 2 GI. Panton Labu masih terdapat 3 kubikel cadangan (spare) yang belum termanfaatkan dan juga pada kubikel di GH. Panton Labu sudah terdapat couple bus dan 1 kubikel cadangan. Hal ini disebabkan karena belum adanya jaringan express feeder yang menyuplai dari GI. Panton Labu ke GH. Panton Labu sehingga apabila terjadi gangguan pada suplai utama penyulang PL 05 maka akan terjadi padam diseluruh kubikel GH. Panton Labu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan nilai SAIDI dan SAIFI sebelum dan setelah pembangunan express  feeder SUTM A3CS 3x240 mm2 sebagai incoming baru. Hasilnya, Mutu tegangan pada GH Panton Labu sebelumnya sebesar 20,4 kVterjadi perbaikan menjadi 20,7 kV. Rekonfigurasi express feeder SUTM 3x240 mm2 sebagai incoming baru dapat mengurangi durasi padam dengan indeks keandalan rata rata nilai SAIDI pada ULP. Panton Labu turun dari 12,558 menit/pelanggan menjadi 6,205 menit/pelanggan. One of the parameters in the distribution of electrical energy is the quality and reliability that must meet the standards. In practice, the State Electricity Company (PLN) will continue to improve and increase the quality and reliability of the electricity network to provide the best service for each customer. One of the steps the Panton Labu Customer Service Unit (ULP) takes is to build a new network to serve the increasing load. The construction of a new network is carried out to improve the system voltage by sharing the feeder load and increasing reliability in facilitating maneuvers when disturbances occur. ULP electrical conditions. Panton Pumpkin is supplied from the Panton Pumpkin Substation (GI) consisting of 2 Power Transformers (TD), each with a capacity of 30 MVA. GI peak load. Panton Pumpkin is 14.5 MW for TD 1 and 6.5 MW for TD 2. GI. One is Panton Labu supplying the Panton Labu Switching Station (GH) via a PL 05 feeder. However, previously there was only 1 incoming to GH. Panton Pumpkin, even though at TD 2 GI. Panton Pumpkin still has 3 spare cubicles that have not been utilized and also in cubicles at GH. Panton Pumpkin already has a couple of buses and 1 extra cubicle. This is because there is no express feeder network that supplies from GI. Panton Pumpkin to GH. Panton Pumpkin so that if there is a disturbance to the main supply of the PL 05 feeder, there will be blackouts throughout the GH cubicles. Pumpkin Pantone. The purpose of this study is to obtain SAIDI and SAIFI values before and after the construction of the A3CS A3CS 3x240 mm2 express feeder as a new incoming. As a result, the voltage quality at the previous Panton Pumpkin GH was 20.4 kV, an improvement became 20.7 kV. Reconfiguring the SUTM 3x240 mm2 express feeder as a new incoming can reduce the blackout duration with the reliability index of the average SAIDI value on the ULP. Panton Pumpkin decreased from 12,558 minutes/subscriber to 6,205 minutes/subscriber..
Konfigurasi Seri Paralel dan Honey Combination Pada Kondisi Mismatch I-V Modul Surya Amna, Nurlaila; murisal; Muliadi, Muliadi; Syukri, Syukri
Aceh Journal of Electrical Engineering and Technology Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Iskandarmuda Jl. Kampus Unida No.15, Surien, Kec. Meuraxa, Kota Banda Aceh, Aceh 23234 Propinsi Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/ajeetech.v5i2.1118

Abstract

Dalam kondisi ini, sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) masih menggunakan jenis modul surya yang memiliki karakteristik arus dan tegangan yang sama. Namun, situasi ini dapat berubah apabila modul yang digunakan tidak lagi tersedia untuk dibeli. Saat terjadi kerusakan atau gangguan pada sistem, seperti retakan pada lempengan modul, penggantian akan memakan waktu yang lama. Dalam situasi seperti ini, penyaluran daya ke beban yang dilayani oleh modul surya dapat terhambat. Untuk memastikan sistem modul surya tetap berfungsi sepenuhnya, diperlukan alternatif atau metode untuk menemukan modul pengganti yang serupa. Modul pengganti diharapkan memiliki karakteristik arus dan tegangan yang sebanding dengan modul sebelumnya, sehingga dapat membantu mempertahankan kelangsungan kesediaan energi sistem modul surya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana ketidakseragaman karakteristik arus (I) dan tegangan (V) yang terjadi selama instalasi modul surya mempengaruhi daya output. Sistem modul surya yang akan dirancang akan menggunakan dua puluh modul surya yang masing-masing memiliki kapasitas daya 250 W dan disimulasikan menggunakan Simulink. Metode yang digunakan adalah menggabungkan modul surya dengan berbagai karakteristik arus (I) dan tegangan (V) dalam konfigurasi seri paralel (SP) dan kombinasi madu (HC). Ini dilakukan dengan menggantikan modul surya utama dengan modul surya pengganti dari 5% hingga 100% jumlah modul. Arus Isc yang dipilih dianggap sebanding dengan arus yang mengalir pada rangkaian seri paralel. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem modul surya tetap dapat beroperasi dalam kondisi mismatch dan menghasilkan jumlah daya tertinggi. Di kondisi STC, konfigurasi seri paralel (SP) menghasilkan jumlah daya tertinggi dan 40% dari modul yang digantikan dapat dipertahankan oleh konfigurasi ini.