Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sosialisasi Pengawas Partisipatif Perempuan Berdaya Dalam Pemilu 2024 Di Kota Mojokerto Hikmah Muhaimin; Santosa; Syifa, Afida Izzatus
ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa Vol. 1 No. 2 (2023): ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurnaladm.v1i2.207

Abstract

Sebagai Negara yang menganut system demokrasi, Pemilu menjadi suatu keniscayaan. Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia tahun 1945, pasal 22E menjadi dasar penyelenggaraan. Pemilu di Indonesia. Pelaksanaan pengawasan pemilu yang demokratis, tentu tidak hanya dilaksanakan secara mutlak oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat dan Badan Pengawas Pemilu Daerah. Pemilu demokratis membutuhkan peran partisipasi perempuan pada semua proses tahapan penyelenggaraan pemilu, termasuk peran partisipasi perempuan dalam pengawasan pelaksanaan pemilu itu sendiri. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan agar para perempuan berdaya mengawasi dalam pemilu 2024 di Kota Mojokerto supaya dapat mengerti dan memahami pentingnya pengawas partisipatif perempuan dalam pemilu di Kota Mojokerto. Solusi dari terjadinya pelanggaran pemilu adalah dengan adanya pengawas partisipatif perempuan, maka akan dapat membantu dan meringankan tugas lembaga pengawas dalam mengawal peserta demokrasi yang berlangsung, hal ini dilakukan demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, bersih dan berintegritas. Kemudian Lembaga pengawas pemilu harus memberikan pelatihan dan bimbingan yang intensif kepada pengawas partisipatif perempuan agar mereka mengetahui dan memahami betul akan tugas dan tanggung jawab dalam mengawal pesta demokrasi. Target luaran setelah kegiatan pengabdian ini selesai adalah terpolanya pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya pengawasan partisipatif perempuan dalam pemilu 2024 di Kota Mojokerto. Metode pelaksanaan kegiatan adalah sosialisasi atau penyuluhan dan FGD. Metode sosialisasi atau penyuluhan digunakan untuk memberikan informasi tentang pentingnya pengawasan partisipatif perempuan dalam pemilu 2024 di Kota Mojokerto. Sedangkan Focus Group Discussion digunakan dalam rangka mencari solusi atas pelanggaran pada setiap pemilu di Kota Mojokerto. Hasil dan pembahasan bahwa kegiatan ini berjalan dengan lancar mulai dari tahapan perencanaan sampai pada tahapan pelaksanaan, pada tahap perencanaan dilakukan mulaidengan tahapan koordinasi dengan ketua Bawaslu Kota Mojokerto, rekrutmen anggota sampai pada tahapan analisis kebutuhan. Kemudian pada tahapan pelaksanaan mulai dari kegiatan sosialisasi dengan penyampaian materi tentang pentingnya pengawasan partisipatif perempuan sampai pada tahapan diskusi untuk mencari solusi atas pokok persoalan sesaui dengan permasalahan yang disampaikan. Kesimpulan dengan adanya pengawas partisipatif perempuan pada pilkada di Kota Mojokerto akan memberikan kesadaran bagi para pelaku politik, penyelenggara pemilu dan stakeholder untuk menjaga diri, menjaga marwah partainya sehingga akan tetap berada pada relnya sesuai dengan porsinya masing-masing, sehingga dengan demikian melahirkan suatu pemilu kada yang jujur, adil dan berintegritas baik dari segi proses maupun hasilnya.
Kolaborasi Pemerintah Desa, BUMDes, dan Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Camping Outdoor Dolanan Tegal Klopo di Desa Pacet Nabella Rizka Tianlie; Hikmah Muhaimin; Suprapto Suprapto; Santosa Santosa; Jenny Yudha Utama
Master Manajemen Vol. 3 No. 3 (2025): Master Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/masman.v3i3.1012

Abstract

Tourism plays a crucial role in regional development, not only in terms of the economy but also in enhancing the social and cultural quality of the community. Mojokerto Regency, particularly Pacet District, has significant natural tourism potential, one of which is Camping Outdoor Dolanan (COD) Tegal Klopo. This study aims to examine the role of the Village Government in community development through the utilization of this tourism potential. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including in-depth interviews, observations, and documentation. The informants in this study include the village head, BUMDes managers, tourism site managers, and local residents. The results of the study show that the Village Government plays a strategic role in designing and implementing tourism development programs in the village. The Village Government not only plays a role in building synergy between BUMDes and the community but also actively plans promotional strategies that can attract tourists to visit COD Tegal Klopo. Additionally, the Village Government also plays a role in raising community awareness about the importance of maintaining the sustainability of the environment and local culture so that this tourism can provide long-term benefits for the village. However, this tourism development faces several challenges, such as limited facilities and a lack of trained human resources to professionally manage the tourism destination. Despite these challenges, the development of COD Tegal Klopo tourism has shown positive impacts on the local economy, with an increase in income from the tourism sector. Moreover, this tourism also helps preserve local culture and encourages active community participation in the village development process. With continued support from the Village Government, it is expected that this tourism development will continue to grow, provide greater economic benefits, and preserve local culture and the environment for a better future.