Articles
Sistem Pendukung Keputusan untuk Penentuan Minat Peserta Didik di SMA Menggunakan Metode TOPSIS
Afrian Suryandini;
Indriyati Indriyati
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 6, No 12 (2015): JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1038.716 KB)
|
DOI: 10.14710/jmasif.6.12.11116
Penyelenggaraan pendidikan dalam satuan pendidikan di SMA berdasarkan kurikulum 2013 terdapat program penentuan minat peserta didik yang dilaksanakan di kelas X. Pilihan minat yang tersedia meliputi bidang minat Matematika dan Ilmu Alam serta Ilmu Ilmu Sosial. Penentuan minat dilakukan oleh guru BP / BK melalui proses penyeleksian dengan melihat kriteria-kriteria seperti prioritas minat, nilai ujian nasional, hasil psikotes, dan nilai placement test. Proses penentuan minat secara manual seringkali menemukan banyak masalah seperti banyaknya kriteria yang digunakan dan banyaknya jumlah pendaftar. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah Sistem Pendukung Keputusan yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Pada penelitian ini, sistem ini menggunakan metode TOPSIS karena hasil perhitungan TOPSIS minat Matematika dan Ilmu Alam akan dibandingkan dengan hasil perhitungan TOPSIS minat Ilmu Ilmu Sosial sehingga didapatkan hasil penentuan minat sesuai dengan nilai tertinggi dari perbandingan kedua hasil perhitungan TOPSIS tersebut. Data penentuan minat tahun 2014 di SMA Negeri 1 Bekasi digunakan sebagai masukan dengan hasil penentuan minat sistem sebagai keluaran. Hasil penentuan sistem menghasilkan akurasi sebesar 96.65 % yang didapatkan dari membandingkan hasil penentuan minat sistem dengan data penentuan minat tahun 2014 di SMA Negeri 1 Bekasi.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN HOTEL DI KOTA SEMARANG BERBASIS WEB DENGAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (FAHP)
Anita Ika Nurcahyani;
Indriyati Indriyati;
Priyo Sidik Sasongko
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 5, No 9 (2014): JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7718.18 KB)
|
DOI: 10.14710/jmasif.5.9.8441
Hotel merupakan salah satu fasilitas penunjang pariwisata di suatu kota. Keragaman hotel membuat wisatawan seringkali kesulitan dalam menentukan pilihan hotel yang sesuai dengan kebutuhan dan kriteria yang diinginkan. Situs mengenai hotel yang sudah ada hanya menampilkan informasi dan data hotel yang terdapat di Kota Semarang. Melalui sebuah aplikasi terkomputerisasi, dapat membantu menentukan prioritas pemilihan hotel. Tugas akhir ini menghasilkan Sistem Pendukung Keputusan berbasis web dengan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Sistem ini dibangun dengan menggunakan model proses Software Defelopment Live Cycle (SDLC), bahasa pemrograman PHP dan penyimpanan data SQL Server. Hasil keluaran sistem ini berupa prioritas hotel terbaik di Kota Semarang. Dengan adanya SPK ini, masyarakat yang hendak menginap di hotel dapat lebih mudah dalam memilih hotel yang sesuai kebutuhan.
Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa dengan Metode Elimination Et Choix Traduisant La Realite (Electre)
Dwi Prabowo Apriansyah;
Indriyati Indriyati
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 6, No 11 (2015): JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (533.98 KB)
|
DOI: 10.14710/jmasif.6.11.10129
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sistem berbasis model yang terdiri dari prosedur-prosedur dalam pemrosesan data dan pertimbangannya untuk membantu manajer dalam membuat keputusan. SPK umumnya digunakan untuk membantu penghitungan data nilai untuk menghasilkan peringkat prioritas sebagai pendukung keputusan, contohnya dapat digunakan dalam seleksi anggota baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Seleksi anggota baru BEM saat ini masih bersifat manual pada tahap penghitungan nilai seleksi sehingga dapat memunculkan praktik kolusi dan nepotisme skala kecil dalam kampus. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu memanfaatkan aplikasi Multi Criteria Decision Making (MCDM) dengan metode tertentu sebagai sistem pendukung keputusan pada tahap penghitungan nilai seleksi. Sistem yang dibangun pada penelitian ini bernama Sistem Seleksi Anggota (SISKA) dengan menggunakan metode Elimination et Choix Traduisant la Realite (ELECTRE). Metode ELECTRE dipilih karena menggunakan konsep outranking yang membandingkan nilai setiap alternatif. SISKA dibagi dalam 3 pengelolaan data sebagai masukan sistem yaitu data peserta, data kriteria, dan data penilaian. Hasil keluaran SISKA berupa perankingan peserta serta tabel perbandingan peserta sebagai pertimbangan dalam mendukung keputusan pengguna.
SISTEM INFORMASI JADWAL SARANA TRANSPORTASI UNTUK KOTA SEMARANG BERBASIS MOBILE APPLICATION
Sesaria Kiki Tamara;
Indriyati Indriyati;
Nurdin Bahtiar
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 3, No 6 (2012): JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3787.549 KB)
|
DOI: 10.14710/jmasif.3.6.8465
Jadwal sarana transportasi merupakan suatu informasi yang banyak dibutuhkan. Karena itu, sudah sepantasnya apabila informasi ini harus mudah didapatkan. Kota Semarang merupakan ibukota dari Provinsi Jawa Tengah serta memiliki sistem transportasi yang besar dan kompleks. Banyak cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendapatkan informasi tersebut. Salah satunya ialah dengan mencarinya di internet. Namun terkadang hal ini kurang efektif, karena masyarakat harus membuka banyak situs untuk mencari berbagai macam jadwal. Sistem Informasi Jadwal Sarana Transportasi Berbasis Mobile Application untuk Kota Semarang ini dikembangkan sebagai alternatif lain agar masyarakat dapat mengakses bermacam-macam jadwal transportasi dalam satu sistem sehingga menjadi lebih mudah melalui ponsel Android. Pengembangan sistem ini menggunakan JAVA, PHP, dan MySQL. Melalui sistem ini, diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan jadwal transportasi lebih mudah dan cepat. Selain itu, bagi wisatawan, sistem ini memudahkan wisatawan untuk mencari informasi mengenai sarana transportasi di Kota Semarang.
APLIKASI PREDIKSI JUMLAH PENDERITA PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION
Raditya Lucky Riswanto;
Sutikno Sutikno;
Indriyati Indriyati
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 5, No 10 (2014): JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3547.938 KB)
|
DOI: 10.14710/jmasif.5.10.8439
IR (incidence rate) DBD Kota Semarang selalu lebih tinggi dari IR DBD Jawa Tengah dan IR DBD Nasional dari tahun 2006 sampai tahun 2012. Tahun 2012 IR DBD Kota Semarang adalah 70.9, tiga kali lebih tinggi dari IR DBD Jawa Tengah yaitu 19,29. Tindakan preventif dari pemerintah diharapkan dapat menekan peningkatan jumlah penderita. Dengan mengetahui peningkatan jumlah penderita, maka pemerintah dapat melakukan tindakan apa yang harus dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit. Data jumlah penderita penyakit bersifat kontinu dan memiliki tren yang dinamis, maka metode yang dibutuhkan untuk melakukan prediksi adalah metode yang kompleks dan dapat mempelajari ketidakpastian dalam setiap periode yang dapat diakomodasi dengan algoritma Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Salah satu algoritma JST yaitu Backpropagation. Jumlah penderita penyakit DBD per bulan dalam satu tahun digunakan sebagai masukan dengan jumlah penderita penyakit pada satu bulan ke depan sebagai keluaran. Arsitektur backpropagation menggunakan dua belas neuron layer input, satu layer tersembunyi dengan jumlah neuron yang dapat diubah-ubah dan satu neuron pada layer output. Pengujian menghasilkan MAPE terkecil, yaitu 4.48 pada alfa 0.7 dan jumlah neuron tersembunyi sebanyak 50 neuron dengan nilai akurasi 95.52 persen.
SISTEM INFORMASI BEASISWA YAYASAN AMAL ABADI BEASISWA ORANG TUA BIMBING TERPADU HASRI AINUN HABIBIE
Priatmoko Priatmoko;
Indriyati Indriyati
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 4, No 7 (2013): JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (607.113 KB)
|
DOI: 10.14710/jmasif.4.7.8455
Yayasan Amal Abadi Beasiswa Orang Tua Bimbing Terpadu Hasri Ainun Habibie merupakan yayasan sosial yang memberikan dana bantuan berupa beasiswa studi kepada pelajar tingkat SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Proses penyaluran dana beasiswa yang berjalan saat ini seperti pemberitaan, pendaftaran, dan seleksi penerima beasiswa masih belum memanfaatkan teknologi informasi sehingga proses berjalan kurang optimal. Dengan adanya teknologi internet saat ini, dapat dibangun sebuah sistem informasi beasiswa berbasis web untuk melakukan pemberitaan, pendaftaran, dan seleksi penerima beasiswa secara online. Sistem informasi ini dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan sistem manajemen basis data MySQL. Proses pengembangan sistem informasi menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Unified Process, sedangkan proses perangkingan pendaftar beasiswa sebagai pertimbangan pengambilan keputusan menggunakan metode Simple Additive Weighting. Sistem informasi ini dapat digunakan untuk melakukan pendaftaran beasiswa secara online, pengelolaan konten website, dan menghasilkan perangkingan pendaftar beasiswa.
APLIKASI AHP UNTUK PENILAIAN KINERJA DOSEN
Indriyati Indriyati
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 3, No 5 (2012): JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jmasif.3.5.8473
Dalam era globalisasi dunia pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Setiap perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas untuk dapat memenangkan persaingan dengan perguruan tinggi lainnya. Untuk menghasilkan lulusan berkualitas diperlukan peningkatan mutu dalam penyelenggaraan pendidikan. Dosen sebagai salah satu unsur dalam penyelenggaraan pendidikan bertugas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan proses pembelajaran, melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai tenaga pendidik para dosen dipacu untuk meningkatkan profesionalisme agar melakukan kinerja dengan baik. Penilaian kinerja dosen merupakan masalah yang melibatkan kriteria-kriteria dan sering menimbulkan subyektivitas pengambil keputusan. Oleh karena itu perlu aplikasi pendukung keputusan dengan menggunakan metode AHP (Analitic Hierarchy Process) yang diharapkan subyektivitas dalam pengambilan keputusan dapat dikurangi. Output yang dihasilkan oleh aplikasi ini dapat membantu pengambilan keputusan dalam penilaian kinerja dosen.
PEMILIHAN DOSEN BERPRESTASI DENGAN METODE TOPSIS
Indriyati Indriyati
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Masyarakat Informatika
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jmasif.1.2.2517
Banyak metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah Multi Attribute Decision Making (MADM) adalah dengan metode TOPSIS. Metode TOPSIS mudah dipahami, komputasinya efisien, dan memiliki kemampuan mengukur kinerja relatif dari alternatif-alternatif keputusan dalam bentuk matematis yang sederhana. Konsep metode TOPSIS adalah pemilihan alternatif terbaik tidak hanya memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif, tetapi juga memiliki jarak terpanjang dari solusi ideal negatif. Dalam menentukan prioritas dosen berprestasi sering muncul subyektifitas dari para pengambil keputusan. Untuk menghindari hal tersebut, penentuan dosen berprestasi dapat dilakukan dengan menggunakan metode TOPSIS, yang dapat menentukan prioritas dosen yang layak untuk mendapatkan penghargaan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pengambil keputusan.
Peran Osis dalam Meningkatkan Kepedulian terhadap Lingkungan pada SMP Katolik Lamaholot 1912 Watoone
Scholastika Aloysia Lelan;
Indriyati Indriyati;
Yohana Fransiska Medho;
Yasinta P. Peten;
Alfry Sinlae;
Karolus Tatu Sius;
Hendrikus L. Kaha
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 2 No. 3 (2024): Juli: Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59024/jnb.v2i3.378
This work program is aimed at strengthening the role of OSIS in increasing students' awareness of the school environment. Method of implementing the work program with socialization and training in making trash bins made from bamboo plants. This work program aims to identify OSIS strategies in preserving the school environment. The results of implementing the work program show that OSIS can mobilize students through various activities such as waste management, reforestation and environmental education. The benefits of this work program are to increase awareness of the importance of environmental cleanliness and build students' sense of concern for school.
Sosialiasi dan Pelatihan Tarian Lebe dalam Rangka Pelestarian Budaya Bagi Kaum Muda
Demitriana Maubili Seran;
Indriyati Indriyati;
Stephanie P. A. Lawalu;
Yasinta P. Peten;
Marianus Kleden;
Frans Nyong;
Alfry Sinlae
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 2 No. 3 (2024): Juli: Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59024/jnb.v2i3.379
The lebe dance is a cultural heritage originating from Adonara Island, East Nusa Tenggara. As a traditional art form, lebe dance has cultural values that are important to maintain and preserve, especially for the younger generation in Watoone Village. In this community service activity the author focuses on efforts to preserve the lebe dance among young people in Watoone Village, especially students at Lamaholot 1912 Watoone Catholic Middle School. The methods used in this activity are approach, outreach and training. This community service activity revealed several obstacles faced by the community, especially young people, such as the lack of interest among young people in learning and practicing lebe dance, this is caused by the influence of the modern world which has dominated young people so that today's young people are more interested in the world. modern and without realizing it, people have ignored one of the characteristics or cultural identity of Watoone Village, namely the Lebe Dance. The author also analyzes the lack of support from the local government in promoting and documenting this traditional art