Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KUALITAS IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L.) ASAP PADA BEBERAPA SENTRA PENGOLAHAN DI SULAWESI UTARA Agatha I. N. Landangkasiang; Nurmeilita Taher; Josefa Tety Kaparang; Silvana Dinaintang Harikedua
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.5.3.2017.16850

Abstract

Skipjack tuna “fufu” is a typical North Sulawesi smoked fish. This product is very popular and caught the interest by local residents and domestic tourists. Up until now, there is no uniform quality of skipjack tuna fufu products in the market. The products of smoked fish varied in textures and salty flavors. It is indicated of the lack of processing standard of smoked skipjack which can be used as a benchmark for fish processors. The purpose of this research was to evaluate the quality of smoked skipjack produced by 5 different fish processors in North Sulawesi. Tests were carried out on salt content, moisture content, and sensory of saltiness and texture of fish. The result showed that the salt and moisture content of smoked skipjack obtained from 5 different processors still meet the Indonesian National Standard requirements. The organoleptic test shows a variety of panelist perception of saltiness and texture of smoked fish. Furthermore, there was a very weak correlation between the saltiness value and salt content (r = 0.132) and between the texture and moisture content (r = 0.187). Ikan cakalang fufu merupakan ikan asap khas Sulawesi Utara. Ikan ini semakin digemari dan diminati oleh penduduk lokal maupun wisatawan domestik. Sampai saat ini belum ada produk ikan cakalang fufu dengan mutu yang seragam di pasaran. Produk ikan asap yang dihasilkan memiliki tekstur yang beragam dan rasa asin yang bervariasi. Hal ini karena tidak adanya standard proses pengolahan ikan cakalang fufu yang dapat dijadikan patokan bagi pengolah ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas ikan Cakalang asap yang dihasilkan oleh 5 tempat pengolahan berbeda di Sulawesi Utara. Pengujian dilakukan terhadap kadar garam, kadar air, dan uji organoleptik terhadap rasa asin dan tekstur ikan. Kadar garam dan kadar air ikan Cakalang asap dari 5 pengolah berbeda masih memenuhi Standar Nasional Indonesia. Uji organoleptik menunjukan bervariasinya penilaian panelis terhadap rasa asin dn tekstur ikan asap. Adanya korelasi yang sangat lemah antara nilai organoleptik rasa asin dan kadar garam (r = 0.132) maupun antara nilai organoleptik tekstur dan kadar air (r=0.187).
Quality Characteristics and Shelf Life of Smoked Skipjack Fish (Katsuwonus pelamis L) Paputungan, Mohammad Reza; Onibala, Hens; Harikedua, Silvana D.; Salindeho, Netty; Mongi, Eunike L.; Mentang, Feny; Tappy, Miranto Stevanus
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 3 (2023): EDISI ESPTEMBER-DESEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i3.51737

Abstract

One of the typical fishery products of North Sulawesi is whole smoked skipjack which is still traditionally processed. The purpose of this study was to determine the quality of whole smoked skipjack during storage at room temperature in terms of moisture content, total plate count, total mold, and organoleptic value. The results showed that the organoleptic value, moisture content, total bacteria, and total mold only met the Indonesian National Standard on day 0 of storage and exceeded the limit on day 3 of storage. Keywords: Smoked Skipjack tuna; Moisture content; Total Plate Count; Mold Abstrak Salah satu produk perikanan khas Sulawesi Utara adalah ikan cakalang asap utuh yang masih diolah secara tradisional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mutu ikan cakalang asap utuh selama penyimpanan pada suhu ruang dilihat dari kadar air, angka lempeng total, total kapang dan nilai organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai organoleptik, kadar air, total bakteri dan total kapang hanya memenuhi Standar Nasional Indonesia pada penyimpanan 0 hari dan sudah melewati batas pada hari ke-3 penyimpanan. Kata kunci: Cakalang asap; Mutu; Kadar air; Angka Lempeng Total; Kapang
Mineral Content of Mangrove Sonneratia alba and Bruguiera gymnorrhiza Fruit Flour Launda, Pitry; Wonggo, Djuhria; Lohoo, Helen Jenny; Damongilala, Lena J.; Harikedua, Silvana D.; Mentang, Feny
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 3 (2023): EDISI ESPTEMBER-DESEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i3.53670

Abstract

Now the mangrove fruit is used and processed into flour to be used as raw materials as well as complementary ingredients with other flour mixtures in certain proportions in making food products. The nutritional content of mangrove processed products can provide information that in addition to being delicious for consumption, mangroves are good for health because they contain nutrients needed by the body. This study aims to analyze calcium, magnesium, potassium, iron and zinc in mangrove fruit flour Sonneratia alba and Bruguiera gymnorhiza. The method used in this study is quantitative. The results showed that mangrove fruit flour sonneratia alba contains levels of calcium 1938.6 mg/100g, magnesium 2136.6 mg/100g, potassium 14688.8 mg/100g, iron 60.7 mg/100g and zinc 1.3 mg / 100g. While mangrove fruit flour Bruguiera gymnorrhiza contains levels of calcium 676.5 mg/100g, magnesium 41.7 mg/100g, potassium 3033.8 mg/100g, iron 12.8 mg/100g and zinc 0.2 mg / 100g. The results showed that the mineral content in mangrove sonneratia alba fruit flour is higher than Bruguiera gymnorrhiza fruit flour. Keywords: Mangrove flour, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Mineral. Abstrak Sekarang ini buah mangrove dimanfaatkan dan diolah menjadi tepung untuk digunakan sebagai bahan baku maupun sebagai bahan komplementer dengan campuran tepung lain pada proporsi tertentu dalam membuat produk pangan. Kandungan gizi pada produk olahan mangrove dapat memberikan informasi bahwa selain nikmat untuk dikonsumsi, mangrove baik untuk kesehatan karena mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kalsium, magnesium, kalium, zat besi dan seng pada tepung buah mangrove Sonneratia alba dan Bruguiera gymnorhiza. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung buah mangrove Sonneratia alba mengandung kadar kalsium 1938.6 mg/100g, magnesium 2136.6 mg/100g, kalium 14688.8 mg/100g, zat besi 60.7 mg/100g dan seng 1.3 mg/100g. Sedangkan tepung buah mangrove Bruguiera gymnorrhiza mengandung kadar kalsium 676.5 mg/100g, magnesium 41.7 mg/100g, kalium 3033.8 mg/100g, zat besi 12.8 mg/100g dan seng 0.2 mg/100g. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kandungan mineral pada tepung buah mangrove Sonneratia alba lebih tinggi dari tepung buah Bruguiera gymnorrhiza. Kata kunci: Tepung mangrove, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Mineral.
METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK AIR MENDIDIH TEPUNG BUAH MANGROVE Sonneratia alba Tahulending, Chintya; Dotulong, Verly; Mentang, Feny; Damongilala, Lena; Harikedua, Silvana D.; Pongoh, Jenki; Salindeho, Netty
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.34511

Abstract

Mangrove Sonneratia alba merupakan jenis mangrove yang banyak terdapat di pesisir Wori Kabupaten Minahasa Utara. Ekstrak pelarut organik seperti metanol, etilasetat dan heksana dari buah S. alba yang diambil di lokasi ini sudah diteliti memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder antara lain, alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. data tentang metabolit sekunder dari ekstrak air mendidih dari buah mangrove ini masih sangat kurang dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kandungan  metabolit sekunder pada ekstrak air mendidih  dengan lama ekstraksi yang berbeda  dari mangrove S.alba yang dikeringkan pada suhu 500 C didalam kabinet dryer.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif, data dianalisis secara kualitatif berdasarkan ada atau tidaknya komponen metabolit sekunder didalam sampel, perlakuan yang digunakan adalah lama ekstraksi 5, 10 dan 15 menit dalam air mendidih.Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: ekstrak air mendidih selama 5,10, dan 15  menit baik untuk cara pengeringan cabinet  dryer mengandung semua komponen metabolit sekunder yang diuji yaitu fenolik, flavonoid, tannin, saponin, flavonoid dan alkaloid, sedangkan tidak mengandung  steroid dan triterpenoid.
Kandungan Total Fenol dan Aktivitas Antioksidan Buah Mangrove Sonneratia alba yang Dikeringkan dalam Kabinet Dryer Dotulong, Verly; Mentang, Feny; Harikedua, Silvana Dinaintang; Damongilala, Lena Jeane
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.2.2023.53748

Abstract

The purpose of this study was to determine the total phenol content and antioxidant activity of Sonneratia alba mangrove fruit dried at 50°C in a cabinet dryer with different extraction times. The method used in this study was exploratory, the data were analyzed descriptively, the treatment used was the extraction time of 5, 10 and 15 minutes in boiling water, the test parameters used were the total phenol content using the Folin-Ciocalteau method and antioxidant activity using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). The results obtained were as follows: the highest total phenol value was found in the 10-minute extraction time treatment, namely 23.7851 mg GAE/g; the strongest antioxidant activity was found in the 10-minute extraction time, namely 5.25 ppm. From the data obtained, it can be concluded that the best treatment is the extraction time in boiling water for 10 minutes. Keywords:    Fruit, S. alba, boiling water extraction, total phenol, antioxidant activity Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan buah mangrove Sonneratia alba yang dikeringkan pada suhu 50°C di dalam kabinet dryer dengan lama ekstraksi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif, data dianalisis secara deskriptif, perlakuan yang digunakan adalah lama ekstraksi 5, 10 dan 15 menit dalam air mendidih, parameter uji yang digunakan adalah kandungan total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteau dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: nilai total fenol tertinggi ditemukan pada perlakukan lama ekstraksi 10 menit yaitu 23,7851 mg GAE/g; aktivitas antioksidan terkuat ditemukan pada lama ekstraksi 10 menit yaitu 5,25 ppm. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah lama ekstraksi dalam air mendidih selama 10 menit. Kata kunci:  Buah S. alba, ekstrak air mendidih, total fenol aktivitas antioksidan.
Efek Penambahan Ekstrak Daun Tagalolo (Ficus Septica Burm. F) terhadap Kadar Histamin dan Total Bakteri Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L) Kaunsui, Marledi; Masinambou, Charles; Saragih, Ella Dertina; Harikedua, Silvana D; Pandey, Engel; Wonggo, Djuhria; Montolalu, Lita; Makapedua, Daisy Monica
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.54138

Abstract

Histamine is one of the important parameters in determining the quality of fish quality, especially in fishery products that will be exported. This study aims to determine the effect of adding tagalolo leaf water extract on histamine levels and total plate counts in fresh skipjack (Katsuwonus pelamis L). The results showed that tagalolo leaves have the potential to slow down the rate of histamine and bacterial development in fish Keyword: skipjack, histamine, tagalolo leaves, total plate count   Histamin merupakan salah satu parameter penting dalam penentuan kualitas mutu ikan terutama pada produk perikanan yang akan diekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan ekstrak air daun tagalolo terhadap kadar histamin dan angka lempeng total pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L) segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun tagalolo memiliki potensi untuk dapat memperlambat laju perkembangan histamin dan bakteri pada ikan. Kata kunci: ikan, histamine, daun tagalolo, angka lempeng total
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli PADA IKAN KERAPU (Epinephelus sp) SEGAR, AIR DAN ES PADA PEDAGANG PASAR BERSEHATI DI KOTA MANADO : Identification of Escherichia coli of Fresh Grouper Fish , Water and Ice Utilized in Fish Handling in Manado City Market Larawo, Junita Noni; Harikedua, Silvana D; Makapedua, Daisy; Mongi, Eunike; Damongilala, Lena Jeane; Pongoh, Jenki; Kaparang, Josefa Teti
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.12.2.2024.57634

Abstract

E. coli bacteria is a common contaminant of fishery products. Improper handling, including the use of contaminated water and ice and exposure to unclean or polluted environments, can facilitate the transfer of bacteria to fish and other seafood products. In this instance, water is employed to remove impurities, including sand and mucus, and to inhibit bacterial growth. The use of ice is regarded as the most effective method for maintaining the quality of fresh fish during the marketing process. The results of microbiological tests are of great importance in determining the quality of fresh fish. The objective of this study was to identify the presence of E. coli bacteria in grouper fish, as well as in the water and ice utilized in fish handling at Bersehati market. The research method employed is descriptive research, whereby the state of fish handling in the field is first identified, samples are subsequently analyzed in a laboratory setting, and the data obtained is then interpreted. The APM value of E. coli in grouper fish exhibited a range of 23 APM/g to 93 APM/g. The water APM values ranged from 9.3 APM/mL to 43 APM/mL, while the ice APM values were 240 APM/mL. This indicates that some samples exceeded the microbial contamination limits set forth in the Indonesian’s standard for fish (less than 3 APM/g), water (less than 0 APM/mL), and ice (less than 3 APM/mL). Further biochemistry tests on the samples revealed negative E. coli results, despite the initial estimation and confirmation tests indicating a potential for E. coli contamination. However, the possibility of bacteria exhibiting similar properties to E. coli, namely Citrobacter, could not be ruled out Keywords:  Grouper Fish, Water, Ice, Escherichia coli, Biochemical Test   Bakteri E.coli merupakan salah satu bakteri yang umum ditemukan pada produk hasil perikanan, apabila penanganan yang dilakukan tidak tepat seperti  air dan es serta lingkungan yang tidak bersih atau tercemar. Dalam hal ini air digunakan untuk menghilangkan kotoran, pasir, lendir dan meminimalkan pertumbuhan bakteri dan penggunaan es dinilai sebagai teknik penanganan ikan segar yang paling tepat untuk dapat menjaga mutu ikan segar selama pemasaran. Uji mikrobiologis sangat penting artinya dalam penentuan mutu ikan segar. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi bakteri E.coli pada ikan kerapu serta air dan es yang digunakan pada penanganan ikan di pasar Bersehati. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan mengidentifikasi keadaan penanganan ikan di lapangan dilanjutkan dengan menganalisis sampel di laboratorium dan menginterpretasikan data yang didapat. Nilai APM E. coli pada ikan kerapu berkisar antara 23 APM/g – 93 APM/g. Nilai APM air adalah 9,3 APM/mL-43 APM/mL, dan Nilai APM es 240 APM/mL. Hal ini menunjukan bahwa ada beberapa sampel melebihi batas cemaran mikroba sesuai SNI untuk ikan < 3 APM/g, untuk air <0 APM/mL, dan untuk es <3 APM/mL. Sampel yang diuji lanjutan dengan uji biokimia menunjukkan negatif E. coli walaupun saat uji perkiraan dan penegasan menunjukkan adanya kemungkinan cemaran E.coli namun kemungkinan adanya bakteri yang memiliki sifat yang sama dengan E.coli yaitu Citrobacter. Kata kunci:  Ikan kerapu, Air, Es, Escherichia coli, Uji Biokimia