Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PERAN KBRI KUALA LUMPUR DALAM MENINGKATKAN PARIWISATA BANYUWANGI TAHUN 2018 – 2019 Bidari, Charista Harindha; Harini, Setyasih; Dipokusumo, GPH
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has considerable marine wealth with a long coastline. One of the potential coastal and marine resources in Banyuwangi. This study will discuss the potential of Banyuwangi tourism as international tourism and the role of representatives of the Indonesian government in Malaysia, namely the Indonesian Embassy in Kuala Lumpur to conduct diplomacy and bilateral cooperation to promote Banyuwangi tourism to Malaysia and gain national interest. Bilateral cooperation in the tourism sector is a very important part of the other cooperation, especially between Indonesia and Malaysia. The purpose of the cooperation is to strengthen, promote and develop bilateral cooperation between the two countries. This research will discuss with the perspective of international relations to analyze and evaluate how the steps are taken to promote the tourism potential of Banyuwangi and the tourism diplomacy steps taken to gain Indonesia's international interests. The tourism diplomacy efforts carried out by the Indonesian Embassy in Kuala Lumpur are not only carried out in collaboration with the government, but also through the business route (G to B) with Malaysian businesses and through the Malaysian community as well (G to B) to promote Banyuwangi tourism to tourists. Malaysia. Through diplomacy and bilateral cooperation carried out by the Indonesian Embassy in Kuala Lumpur as a state institution that interacts with Malaysian parties to promote Banyuwangi tourism, it is hoped that it can increase tourism in Banyuwangi. It is hoped that the increased tourism in Banyuwangi can support the Indonesian government in gaining Indonesia's national interests. Keywords : Banyuwangi tourism, tourism diplomacy, bilateral cooperation.
KEPENTINGAN NASIONAL AUSTRALIA DENGAN MENJADIKAN BALI SEBAGAI DESTINASI WISATA FAVORIT (2018) Kristy, Nathalia Monica; Harini, Setyasih; Haqqi, Halifa
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Australia, which is Indonesia's closest neighbor, has more than just business, security and proven political relations with Australians who make Bali their favorite tourist destination. Although the relationship between Australia and Indonesia had experienced ups and downs, it did not make the relationship between the two countries hostile but became even closer to the efforts to resolve the problem. The existence of a Travel Warning issued by the Australian Government because of Indonesia's critical situation did not discourage Australians from visiting Bali, with various efforts made by the Government of Bali to give positive views to Australians. This is proven by the increase in visits every year and the "Australian Family Tourism Awards" given by the Australian media by Bali in 2018 as a favorite tourist destination for Australians in the category of family holidays. The policy of "Good International Citizenship" to achieve Australia's national interests which are security, economy and geopolitics. Multi-Track Diplomacy is a form of maintaining Australia's relationship with Bali. Relationships made through the government or non-government with organizations within it, business carried out by Australians in Indonesia, the media, to the opinions of Australian citizens are ways to keep Bali as the favorite choice of Australians spending time on vacation, doing business, student exchange and culture as well as spending retirement’s time. Key words: Bali, Australia, National Interest, Multi-Track Diplomacy.
DIPLOMASI INDONESIA DALAM PENANGANAN KRISIS IMIGRAN ETNIS ROHINGYA TAHUN 2015 Saputra, Vabicosa Darmawan Wahanda; Harini, Setyasih; Dipokusumo, GPH
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini bertujuan untuk membahas mengenai Diplomasi Indonesia dalam penanganan krisis imigran etnis Rohingya pada tahun 2015. Krisis imigran etnis Rohingya yang masuk ke Indonesia menjadi kekawatiran pemerintah yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional. Salah satunya tertangkapnya empat pengungsi etnis Rohingya yang ditampung di Aceh Timur karena menggunakan narkoba. Hal ini terlihat bahwa imigran etnis Rohingya tersebut membawa krisis bagi Indonesia. Maka dari itu, diperlukannya diplomasi pemerintah Indonesia terhadap pemerintah Myanmar guna penyelesaian krisis imigran etnis Rohingya. Dengan menggunakan teori Diplomasi, Hubungan Bilateral dan Migrasi Internasional, metode yang digunakan dalam Skripsi ini adalah kualitatif dengan data sekunder,teknik pengumpulan data sekunder dan penelitian berbasis dokumen, penelusuran pustaka melalui penjabaran dekskriptif. Melalui analisis Hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Myanmar menjadi aset penting dalam upaya penanggulangan akar permasalahan krisis imigran etnis Rohingya, yaitu dengan pelaksanaan Diplomasi Bilateral. Dalam kunjungan bilateral Menlu RI ke Myanmar, Diplomasi Indonesia kepada Myanmar mencapai kesepakatan, yaitu untuk mencegah perpindahan penduduk tidak berartauran dari wilayahnya bersama negara lain dan Myanmar akan melakukan upaya pemberantasan perdangan manusia dan Myanmar akan terlibat dalam penanganan krisis imigran etnis Rohingya yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara. Kata Kunci : Diplomasi, Hubungan bilateral, Myanmar, imigran Rohingya
UPAYA KEMENPAREKRAF MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA MELALUI KEGIATAN GASTRO TOURISM 2019 DI BALI Pratista, Devani Eka; Harini, Setyasih; Dipokusumo, GPH
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Culinary is often used as a tourist attraction to invite the international community to be motivated to come to visit an area. Not a few people choose to visit an area with the aim of tasting the special foods and drinks found in that region. This is what is known as gastro-tourism or also known as culinary tourism. Gastronomic tourism is experiential travel to a gastronomic area, for recreational or entertainment purposes, which includes visits to primary and secondary food producers, gastronomic festivals, food exhibitions, events, cooking events and demonstrations, tasting quality food products or tourism activities related to food. The island of Bali is one of the small islands in the Indonesian waters which has a big impact on the world of tourism in Indonesia. There are also various and complete types of tourist attractions on the island of Bali, starting from the beach, rice fields, art and what are unforgettable are Balinese specialties. Bali is one of the favorite tourist destinations for tourists, especially foreign tourists. The attractiveness of Bali for tourists is not only its natural beauty, emalinkan its special food also has an attraction for tourists, especially foreign tourists. This study describes and analyzes the efforts of the Ministry of Tourism and Creative Economy in increasing foreign tourist visits through Gastro Tourism 2019 activities in Bali. In this activity, Ubud, Gianyar Bali Regency became an icon of World Gastronomy which was selected directly by a team of representatives from UNWTO who had been selected from 2017. The purpose of this paper is that this study aims to analyze whether the 2019 Gastro Tourism activities succeeded in attracting many foreign tourists who was in Bali to come to the event. The research method used by researchers is qualitative research using descriptive analysis method. Keywords: Gastro Tourism, Kemenparekraf, Bali
KERJASAMA BILATERAL INDONESIA DENGAN SINGAPURA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA Asso, Fransina; Harini, Setyasih; Dipokusumo,, GPH
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mendeskripsikan dan menganalisa mengenai bentuk kerjasama pengembangan pariwisata yang terbentuk antara Negara Indonesia dan Negara Singapura. Potensi Pariwisata yang dimiliki oleh Negara Indonesi sangat indah dan kaya dengan beranekaragam bentuknya, Indonesia memiliki potensi alam,budaya,serta kekayaan dibawah laut serta yang semuanya itu dapat dimanfaatkan. Namun kenyataannya Indonesia belum mampu mengembangkan semua potensi yang dimiliki oleh Negaranya, hal ini membuat pemerintah Indonesia mengambil keputusan untuk membuka jalur kerjasama yang baru yaitu dalam bidang pariwisata. Negara Singapura merupakan negara yang lebih kecil dibandingkan dengan negara Indonesia,namun pemerintah Singapura memiliki strategi serta upaya-upaya yang selalu menguntungkan bagi negaranya dan dapat membuat negaranya lebih maju dibandingkan dengan negara Indonesia. Namun dilihat dari segi potensi pariwisata Singapura tidak memiliki kekayaan potensi alam seperti yang dimiliki oleh Indonesia. Hal ini yang membuat Negara Indonesia maupun negara Singapura memutuskan untuk melakukan kerjasama dalam bidang pengembangan pariwisata dan bentuk fokus kerjasama yang dilakukan adalah kerjasama dalam bidang wisata bahari yaitu pengembangan wisata kapal pesiar serta melaksanakan pameran loka karya dari kedua negara yang telah di sepakati dan di tandatangi oleh Presiden Jokowidodo sebagai perwakilan Indonesia dan Perdana Mentri Singapura Lee Hsien Loong dalam bentuk MoU. Peneliti menggunakan kerjasama bilateral,diplomasi pariwisata dalam teori penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kerjasama bilateral pemerintah Indonesia dengan Singapura dalam bidang pariwisata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penlitian kualitatif dengan sumber pengumpulan data primer dan sekunder. Penelitian dilakukan melalui proses wawancara dan pengumpulan dokumen dengan penjabaran deskriptif. Dari data penelitian mengenai kerjasama bilateral serta diplomasi pariwisata dalam mendeskripsikan bentuk kerjasama Indonesia dan Singapura, peneliti menemukan bahwa kerjasama yang dilakukan karena adanya kekurangan dari masing-masing negfara yaitu Indonesia kurang dalam segi SDM sedangkan Singapura dalam segi SDM, maka dengan ini Pemerintah Indonesia maupun Singapura membentuk kerjasama yang harapannya memberikan keuntungan bagi kedua negara dalam hal ini yaitu menambah devisa negara.Kata Kunci : Kerjasama Bilateral, Diplomasi Pariwisata, pengembangan pariwisata
THE EFFECTIVENESS OF CHARACTER EDUCATION MODEL BASED ON REGIONAL DANCE ARTS TO SUPPORT CHILD FRIENDLY SCHOOL Supeni, Siti; Harini, Setyasih; Mialiawati, Inggis
PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences) 2020: PROCEEDINGS ICTESS
Publisher : PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims at testing the effectiveness of developmental model of character education based on regional art dance at child friendly school in Surakarta viewed from education, recreation, and competitive and finding out the implementation of character education based on regional dance through developmental model of character education at child friendly school based on regional culture (being able to be used as regional tourism assets). The methods of research are literature studies, interview, survey, observation, and documentation. The data were analyzed through research and development (R&D).The research findings show that the implementation of regional art dance in character education achieve 80 % up to 100% because art dance has been programmed at elementary school in Surakarta to support cultural village; however in the implementation of child friendly school is to ask a question to regional government for its policy for developing art dance through character education model stating that there are 66.7 % of respondents do not understand about the model; therefore it needs to continue with a socialization model. Keywords: character education, child friendly school, regional dance
KEPENTINGAN NASIONAL CHINA DALAM KONFLIK LAUT CINA SELATAN Harini, Setyasih
Transformasi Vol 14 No 21 (2011): Transformasi
Publisher : Transformasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   This article explores about national interest of China in conflict of South China Sea. The South China Sea is rich in potencial natural resources especially  hydrocarbons – oil and natural gas and fishery resources. It’s also strategic international sea. But this is semi enclosed sea that surrounded ten coast countries and six of them are included in overlapping claims and territorial disputes. China, Vietnam, Malaysia, Philippines, Brunei Darussalam, and Taiwan all have made claims teritorial sovereignty to various rights in that body of water. So The South China Sea is important to China not only for its strategic location but also because of its natural resources. For China, claim about The South China Sea is a core interest and to protect its core interest with military means because it was believed as a Chinese Lake. From economic, the national interest of China is that The South China Sea is used to enhance the economic reforms and promoting its economic development. As consequence of economic reforms make China to refind  the new natural resources. The China successful of claim in The South China Sea can show the big power for another countries not only in Southeast Asia or East Asia (regional) and international.   Keywords: power, national interest, conflict, natural source
UPAYA MENINGKATKAN NASIONALISME REMAJA KOTA SURAKARTA DALAM MENGHADAPI KOMUNITAS BUDAYA ASEAN Harini, Setyasih
Transformasi Vol 1 No 29 (2016): Transformasi
Publisher : Transformasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The regional integration process in Asia has been generally considered different nature andpractice. Naturally, ten countries in Southeast Asia has been integrated. It because of geographyand practically they also integrated because of culture. It called ASEAN Socio-CultureCommunity. Ten countries in ASEAN Social and Cultural Community could shared andpromoted national culture in order to further developed. Question research: how did effort toincrease teens nationalism in Baluwarti and Christian Vocational High School toward ASEANSocial and Cultural Community? Nationalism and regionalism as theory of this research. Thiswas qualitative research and it used primary and secondary data. Collecting data techniqueused observation, in depth interview, and study documentary. Analysis data technique used datareduction, display data, and verification. Result of this research showed that national culturewich was based on local culture must be educated to teens specially in Baluwarti and ChristianVocational High School. It could increased nationalism and early step toward impact of ASEANSocio-Culture Community.Key words: ASEAN Socio-Culture Community, nationalism, regionalism
PELESTARIAN BATIK SEBAGAI PERWUJUDAN NASIONALISME DAN ALAT BERDIPLOMASI DALAM MENGHADAPI KOMUNITAS SOSIAL BUDAYA ASEAN Setyasih Harini
Exsplorasi Vol. 28 No. 2 (2016): Eksplorasi
Publisher : Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepuluh negara yang tergabung dalam Komunitas Sosial-Budaya ASEAN seharusnya dapatsaling berbagi dan meningkatkan promosi mengenai kebudayaan nasional agar dapat lebihberkembang. Saat ini batik yang awalnya merupakan wujud budaya lokal telah menjadisebuah identitas nasional. Sebagai identitas nasional, batik dapat digunakan sebagaiperwujudan nasionalisme dan alat melakukan diplomasi kebudayaan. Rumusan masalahdalam penelitian ini adalah bagaimana pelestarian batik sebagai perwujudan nasionalisme danalat diplomasi Indonesia dalam menghadapi Komunitas Sosial-Budaya ASEAN. Tujuan daripenelitian ini untuk menjelaskan bahwa pelestarian batik dapat menjadi perwujudannasionalisme dan alat diplomasi Indonesia dalam menghadapi Komunitas Sosial-BudayaASEAN. Nasionalisme dan diplomasi budaya digunakan sebagai teori dalam penelitian ini.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan data primer dan sekunder.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas nasional yang bersumber pada budaya lokalseperti batik dapat menjadi perwujudan nasionalisme dan menjadi alat diplomasi khususnyadiplomasi kebudayaan Indonesia dalam menghadapi Komunitas Sosial-Budaya ASEAN.Kesimpulannya adalah pelestarian batik sangatlah penting.Kata kunci: Nasionalisme, Batik, Diplomasi Kebudayaan
PEMAHAMAN TERHADAP BUDAYA MELAYU SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DALAM MENGURANGI KONFLIK INDONESIA-MALAYSIA Setyasih Harini
Exsplorasi Vol. 29 No. 1 (2016): Eksplorasi
Publisher : Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dan Malaysia merupakan negara serumpun Melayu namun hubungannya sering mengalami pasang surut seperti roller coaster. Hubungan bilateral ini sangat penting mengingat potensi konflik kemungkinan bisa muncul kapan saja yang disebabkan karena kekurangsepahaman. Rumusan masalah yang muncul adalah bagaimana Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) dapat menjadi agen dalam diplomasi warga untuk meningkatkan pemahaman tentang budaya Melayu. Tujuan penelitiannya adalah 1. Deskripsi tentang budaya Melayu dan pemetaannya di seluruh dunia, 2. Menjelaskan tentang latar belakang dan tujuan dari Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) dan aktivitasnya dalam mempertahankan budaya Melayu, 3. Menjelaskan tentang diplomasi warga. Penelitian ini menggunakan teori diplomasi warga. Metode penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan obyek penelitiannya adalah Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM). Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Dari analisis data diketahui bahwa Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) melakukan kegiatan secara online dan offline dalam pelestarian budaya Melayu. Kesimpulannya bahwa kedua aktivitas tersebut sangat penting.Kata kunci: budaya Melayu, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, diplomasi warga