Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KEPATUHAN TANZANIA TERHADAP CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA (CITES) DALAM KAITANNYA DENGAN TROPHY HUNTING Pramesti, Agustina Dwi; Harini, Setyasih; Murdani, Andika Drajat
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 8, No 2 (2024): November
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v8i2.36966

Abstract

Trophy hunting merupakan salah satu fenomena yang cukup umum di belahan Afrika dan seringkali dikaitkan dengan program konservasi satwa di kawasan tersebut. Salah satu destinasi favorit dari perburuan trofi adalah Tanzania, negara yang memiliki keanekaragaman satwa. Sebagai negara penandatangan Konvensi Internasional mengenai Perdagangan Spesies Flora dan Fauna yang Terancam Punah (CITES), Tanzania terikat oleh peraturan yang mengatur perdagangan satwa. Penelitian ini berupaya mengevaluasi sejauh mana kepatuhan Tanzania terhadap konvensi tersebut dalam kaitan dengan perburuan trofi dan tantangan yang dihadapi dalam skala nasional. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksplanatif dengan pendekatan kualitatif. Dalam memecahkan permasalahan, penelitian ini menggunakan teori kepatuhan dari Ronald B. Mitchell, yang menekankan pada tiga indikator utama, yaitu outputs, outcomes, dan impacts. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori rezim internasional. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa indikator outputs telah terpenuhi, di mana Tanzania memiliki sejumlah undang-undang yang mengatur perburuan trofi. Namun pada indikator outcomes dan impacts, hasilnya masih secara eksplisit dan belum menunjukkan perubahan yang signifikan karena adanya sejumlah tantangan. Dengan demikian, berdasarkan teori kepatuhan yang digunakan, kepatuhan Tanzania terhadap CITES dalam konteks trophy hunting dapat dikategorikan sebagai passive compliance, di mana meskipun regulasi formal ada, implementasi dan dampaknya masih jauh dari harapan.
Propaganda Partai Hijau dalam Perspektif Green Politics Terhadap Dampak Perubahan Iklim di Australia Nicholas Filiata Damay Setiawan; Setyasih Harini; Untari Narulita
Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober: Aktivisme : Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aktivisme.v1i4.491

Abstract

The background of this research focuses on the impact of climate change in Australia, caused by extreme temperature fluctuations that have resulted in various social, environmental, and economic consequences. This study is analyzed using Green Politics theory and Propaganda theory, both of which play a significant role in shaping policies and public perceptions related to these issues. The research method used is a descriptive qualitative approach, which guides the investigation to explore or capture the situation to be studied comprehensively, broadly, and in depth, specifically through the analysis of Green Party propaganda from the perspective of Green Politics concerning the impact of climate change in Australia. Data were collected through public documents, books, scientific journals, mass media, and websites accessed from the internet. The findings indicate that Green Politics theory provides an effective framework for understanding how environmental policies in Australia can be influenced by political ideologies and economic interests. Meanwhile, propaganda theory reveals that the propaganda techniques used by the Australian Green Party, as proposed by Harold Lasswell, have proven to significantly increase public awareness and support for more progressive climate policies, despite facing inherent challenges. This study concludes that the integration of these two theories offers deep insights into the political dynamics underlying responses to climate change in Australia.
DIPLOMASI BUDAYA DARI PINGGIRAN: PERAN MAHASISWA DIASPORA MALAYSIA-INDONESIA DALAM MENDORONG MULTIKULTURALISME DI YOGYAKARTA Damayanti, Christy; Winarti , Winarti; Rahmadiena, Qonitah; Harini, Setyasih
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i2.5348

Abstract

Artikel ini mengkaji peran mahasiswa diaspora Malaysia-Indonesia, khususnya anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sabah, Sarawak, dan Johor Bahru (disingkat sebagai mahasiswa SASAJO), dalam memajukan nilai-nilai multikulturalisme dan praktik diplomasi budaya dari akar rumput di Yogyakarta. Melalui program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi, para mahasiswa terlibat dalam lokakarya, diskusi budaya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang refleksi atas identitas hibrida mereka, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan untuk bertindak sebagai duta budaya informal Indonesia. Dengan pendekatan partisipatif dan kualitatif, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan marjinalisasi dan kurangnya pengakuan institusional, mahasiswa diaspora ini aktif dalam membangun dialog antarbudaya dan inklusi sosial di lingkungan kampus dan komunitas. Ini menegaskan potensi strategis pemuda diaspora dalam diplomasi budaya Indonesia di tingkat akar rumput.
Pengembangan keterampilan berbasis pengolahan sampah plastik sebagai upaya pemberdayaan kader PKK Harini, Setyasih; Damayanti, Christy; Rohmadiena, Qonitah
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i4.24171

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader PKK Kabupaten Wonogiri melalui pengembangan keterampilan berbasis pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan ini dilatarbelakangi beberapa permasalahan yakni: 1) kapasitas dan infrastruktur (TPA) yang belum memadai; 2) masih rendahnya kebiasan dan pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sehat akibat kemiskinan; 3) belum optimalnya pemberdayaan dan pelatihan dari pemerintah setempat bagi kader PKK; 4) kurangnya diversifikasi program dan solusi kreatif bagi permasalahan sampah. Metode yang dipilih adalah edukasi melalui sosialisasi dan pelatihan bagi kader PKK yang berjumlah 50 orang dari 25 kecamatan. Hasil menunjukkan bahwa: 1) kegiatan ini menjadi wujud keberhasilan kolaborasi antar pemangku kepentingan lokal dalam mengatasi kemiskinan; 2) keberhasilan pendekatan pengabdian masyarakat antara sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah plastik rumah tangga; 3) pemberdayaan kader PKK tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga membuka peluang ekonomi; 4) pemberdayaan kader PKK Kabupaten Wonogiri memiliki potensi untuk direplikasi di daerah lain. Dampak signifikan dari program ini terlihat dari meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah plastik serta terciptanya sumber pendapatan alternatif bagi keluarga. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah plastik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan di tingkat lokal.
Analisis Model ROPE dalam Evaluasi Perencanaan City Branding “Lamongan Megilan” Arlinda, Silvi; Harini, Setyasih; Pramudia, Christian Andhika
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2289

Abstract

The application of city branding has become an essential strategy to strengthen regional competitiveness and identity, including Lamongan Regency with its slogan “Lamongan Megilan.” This study aims to evaluate the planning strategy of this city branding using the ROPE model (Research, Objectives, Programming, Evaluation), which provides a systematic framework for assessing each stage of planning. This qualitative research employs a constructivist paradigm, with data collected through in-depth interviews and documentation analyzed using interactive techniques. The study identifies strategic planning steps, evaluates the role of the Lamongan Regency Public Relations Department, and explores community involvement in implementing the program. The findings reveal proactive public relations activities, such as online dissemination and stakeholder collaboration. However, challenges persist in the limited regulatory framework and the lack of comprehensive socialization of the “Megilan” slogan. Training for Public Relations personnel is needed to enhance communication management competencies. In conclusion, “Lamongan Megilan” has strong potential to enhance Lamongan’s image and appeal, but requires more integrated planning through regulatory support, capacity building, and creative communication strategies. The study recommends strengthening regional policies and communication efforts for sustainable city branding implementation. Abstrak Penerapan konsep city branding menjadi strategi penting dalam memperkuat daya saing dan identitas daerah, termasuk Kabupaten Lamongan dengan slogan “Lamongan Megilan.” Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi perencanaan city branding tersebut menggunakan model ROPE (Research, Objectives, Programming, Evaluation) yang menyediakan kerangka kerja sistematis untuk menilai setiap tahapan perencanaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik analisis interaktif. Fokus penelitian mencakup identifikasi langkah strategis, evaluasi peran Humas Kabupaten Lamongan, serta keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas Humas yang bersifat proaktif, seperti penyebarluasan informasi melalui media daring dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Namun, tantangan masih ditemukan pada aspek regulasi yang belum optimal dan kurangnya sosialisasi mendalam mengenai makna slogan “Megilan.” Diperlukan pelatihan bagi personel Humas untuk meningkatkan kompetensi dalam manajemen komunikasi. Kesimpulannya, city branding “Lamongan Megilan” memiliki potensi besar untuk memperkuat citra dan daya tarik daerah, namun memerlukan perencanaan yang lebih terintegrasi melalui dukungan regulasi, peningkatan kapasitas, serta strategi komunikasi yang kreatif.
Internalizing character education through javanese traditional dance to realize child-friendly school Supeni, Siti; Harini, Setyasih
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v18i1.38452

Abstract

The aims of the research are to (1) identify character education in various Javanese traditional dance, (2) to analyze the needs, output, problems, and learning objectives of child-friendly schools (CFS) in implementing character education based on regional dance, and (3) to identify types of Javanese traditional dance values. The methods of collecting the data used literary studies, interviews, surveys, observations, and documentation. In analyzing the data, the researchers employed Research & Development model. Model of regional cultural development based on character education is supported through a psychological, educative, and socio-cultural approach, with qualitative descriptive analysis implemented in 2020. The research findings show that (1) identification character education in various Javanese traditional dance, (2) the needs, output, problems, and learning objectives of child-friendly schools (CFS) in implementing character education based on regional dance, and (3) types of Javanese traditional dance values. The implication of the research is the implementation of character education for elementary school students.
Analisis Model ROPE dalam Evaluasi Perencanaan City Branding “Lamongan Megilan” Arlinda, Silvi; Harini, Setyasih; Pramudia, Christian Andhika
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2289

Abstract

The application of city branding has become an essential strategy to strengthen regional competitiveness and identity, including Lamongan Regency with its slogan “Lamongan Megilan.” This study aims to evaluate the planning strategy of this city branding using the ROPE model (Research, Objectives, Programming, Evaluation), which provides a systematic framework for assessing each stage of planning. This qualitative research employs a constructivist paradigm, with data collected through in-depth interviews and documentation analyzed using interactive techniques. The study identifies strategic planning steps, evaluates the role of the Lamongan Regency Public Relations Department, and explores community involvement in implementing the program. The findings reveal proactive public relations activities, such as online dissemination and stakeholder collaboration. However, challenges persist in the limited regulatory framework and the lack of comprehensive socialization of the “Megilan” slogan. Training for Public Relations personnel is needed to enhance communication management competencies. In conclusion, “Lamongan Megilan” has strong potential to enhance Lamongan’s image and appeal, but requires more integrated planning through regulatory support, capacity building, and creative communication strategies. The study recommends strengthening regional policies and communication efforts for sustainable city branding implementation. Abstrak Penerapan konsep city branding menjadi strategi penting dalam memperkuat daya saing dan identitas daerah, termasuk Kabupaten Lamongan dengan slogan “Lamongan Megilan.” Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi perencanaan city branding tersebut menggunakan model ROPE (Research, Objectives, Programming, Evaluation) yang menyediakan kerangka kerja sistematis untuk menilai setiap tahapan perencanaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik analisis interaktif. Fokus penelitian mencakup identifikasi langkah strategis, evaluasi peran Humas Kabupaten Lamongan, serta keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas Humas yang bersifat proaktif, seperti penyebarluasan informasi melalui media daring dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Namun, tantangan masih ditemukan pada aspek regulasi yang belum optimal dan kurangnya sosialisasi mendalam mengenai makna slogan “Megilan.” Diperlukan pelatihan bagi personel Humas untuk meningkatkan kompetensi dalam manajemen komunikasi. Kesimpulannya, city branding “Lamongan Megilan” memiliki potensi besar untuk memperkuat citra dan daya tarik daerah, namun memerlukan perencanaan yang lebih terintegrasi melalui dukungan regulasi, peningkatan kapasitas, serta strategi komunikasi yang kreatif.
Kepemimpinan Jawa Dan Repatriasi Pekerja Migran: Model Untuk Tanggap Krisis Transformatif Harini, Setyasih; Hatmini, Sritami Santi; Nugroho, Agung Yudhistira
Journal of Political Issues Vol 5 No 2 (2024): Journal of Political Issues (August - January)
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v5i2.137

Abstract

This journal article presents an in-depth analysis of the leadership approach exhibited by Retno Marsudi as Minister of Foreign Affairs of Indonesia, during the critical process of withdrawing Indonesian migrant workers from multiple countries in the midst of a global health crisis. Marsudi's utilization of both transformational leadership and the Javanese leadership approach played a crucial role in shaping the outcomes of the withdrawal, while also offering broader lessons applicable to leadership, diplomacy, and crisis management. This article delves into Marsudi's integration of the Javanese leadership approach, The utilization of the Hasta Brata Javanese leadership approach by Retno Marsudi, during the process of withdrawing Indonesian migrant workers amid a global health crisis, offers a captivating case study in leadership and crisis management. By examining the fusion of transformational and Javanese leadership approaches, this study contributes to a deeper understanding of effective leadership in the face of complex crises. The lessons drawn have implications for diplomacy, cultural understanding, and crisis management in a broader global context.
Cerdas Bermedia Sosial sebagai Akselerasi Membangun Kesadaran Anti-Pelececehan Seksual bagi Pelajar SMA Muhammadiyah 3 Watukelir Sukoharjo Harini, Setyasih; Nugroho, Agung Yudhistira
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5111

Abstract

ABSTRACT In the digital era, social media can be utilized as a tool to accelerate the dissemination of information on social issues, including sexual harassment. Through educational campaigns on platforms like Instagram, students can gain a deeper understanding of the types of sexual harassment, its impacts, and prevention and response strategies. This community engagement project aims to evaluate the effectiveness of social media as an educational medium for raising awareness about sexual harassment among students at SMA Muhammadiyah 3 Watukelir, Sukoharjo. Sexual harassment among teenagers is a serious issue that demands attention, particularly in educational settings. The results of this study show that more than 80% of the students involved in the social media campaign improved their understanding of sexual harassment. Additionally, 70% of them demonstrated proactive attitudes in reporting or discussing harassment they experienced or witnessed. This project also found that social media is an effective tool for building collective awareness, though there are limitations related to internet access and digital literacy among students. The novelty of this project lies in its focus on utilizing social media as an educational tool for students in a local context, where sexual harassment is often overlooked. This project is expected to provide strategic insights for schools, teachers, and related institutions in implementing more effective educational programs through social media. Keywords: social media; gender equality; sexual harassment; women; students     ABSTRAK Dalam era digital, media sosial dapat digunakan sebagai alat untuk mempercepat penyebaran informasi terkait isu-isu sosial, termasuk pelecehan seksual. Melalui kampanye edukatif di platform seperti Instagram, pelajar dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang jenis-jenis pelecehan seksual, dampaknya, serta cara pencegahan dan penanganannya. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi dalam membangun kesadaran anti-pelecehan seksual di kalangan pelajar SMA Muhammadiyah 3 Watukelir, Sukoharjo. Pelecehan seksual di kalangan remaja merupakan isu serius yang membutuhkan perhatian, khususnya di lingkungan pendidikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% pelajar yang terlibat dalam kampanye media sosial tersebut mengalami peningkatan pemahaman terkait pelecehan seksual. Selain itu, 70% dari mereka menunjukkan sikap proaktif dalam melaporkan atau berbicara tentang pelecehan yang mereka alami atau saksikan. Pengabdian ini juga menemukan bahwa media sosial merupakan alat yang efektif dalam membangun kesadaran kolektif, namun terdapat keterbatasan dalam hal akses internet dan pemahaman digital di antara siswa. Kebaruan dari pengabdian ini terletak pada fokusnya untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi bagi pelajar dalam konteks lokal, di mana pelecehan seksual masih sering diabaikan. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategis bagi sekolah, guru, dan lembaga terkait dalam mengimplementasikan program edukasi yang lebih efektif melalui media sosial. Kata Kunci: media sosial; kesetaraan gender; pelecehan seksual; perempuan; pelajar