Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Kondisi Sarana Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Penengahan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan 2012. Indra Maulana; Teguh Pribadi; Aida Triyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.974 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i1.128

Abstract

Pendahuluan: Penyakit saluran pernapasan dibedakan menjadi penyakit saluran pernapasan yang tidak menular dan penyakit saluran pernapasan yang menular, penyakit saluran pernapasan yang tidak menular contohnnya polip hidung, kanker hidung, kanker nasofaring, sedangkan penyakit saluran pernapasan yang menular misalnya influenza dan TBC dan Pneumonia. Data dinas kesehatan menunjukan terdapat 492 penderita penyakit saluran pernapan Peneumonia yang meninggal. sikap yang dilakukan oleh penderita Pneumonia yang dapat mempermudah terjadinya penularan. sehingga resiko terjadinya penularan dan cukup membahayakan. maka rumusan masalah yang bisa diambil adalah bagaimana sikap pasien Pneumonia terhadap Faktor Faktor penularan di Puskesmas DTP Tarogong Garut.Metode: Metode penelitian yang digunakan pada poenelitian ini adalah deskriftif. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah pasien pneumonia, sample yang diambil menggunakan Accidental Sampling. tehnik pengumpulan data dengan menggunakan metode Angket / Kuisioner dan pengolahan data dilakukan dengan tehnik editing, coding, scoring, entry dan cleaning.Hasil: Sebagian besar responden memiliki sikap negative atau kurang mendukung terhadap factor-faktor penularajn sebanyak 4 responden (54%). dan sebagian responden lainnya 3 orang memiliki sikap positif atau tidak mendukung terhadap factor penularan. Hasil ini menggambarkan bahwa sebagian responden memiliki sikap mendukung terhadap terjadinya penularan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PRIA DI KEC. PURBOLINGGO KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2014 Vierto Irennius Girsang; Rismawati Munthe; Teguh Pribadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.58 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i4.39

Abstract

HEMOGLOBIN LEVELS AND BODY MASS INDEX WITH THE SOIL-TRANSMITTED HELMINTH INFECTIONS AMONG  ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Background: Children in tropical countries have more helminth infections which can cause blood loss through the gastrointestinal tract. Helminth infections and micronutrient deficiencies are closely related this can result in a decrease in endurance and cause disruption of child development.Purpose: This study aims to determine the effect of helminthiasis on hemoglobin levels and body mass index of elementary school children at Silahisabungan District, Dairi Regency, North Sumatra Province.Methods: This research was an observational analytic cross sectional approach. Subject study as many as 116 children. The study was carried out by examining feces, hemoglobin and counting body mass index the subjects. Statistical analysis used compare means with 95% CI (α = 0,05).Results: In this study, showed that children infected with worms have significant effect on levels of hemoglobin (p < 0.05). The other result there is associated between worm infection with body mass index (p < 0.05).Suggestion: The recommended of this study, important to give regular worm medicine and examination.Latar Belakang: Anak-anak di negara tropis lebih banyak mengalami infeksi kecacingan yang dapat menyebabkan kehilangan darah melalui saluran cerna. Secara kumulatif infeksi cacinganan dapat menimbulkan kekurangan gizi dan kehilangan darah yang berakibat menurunnya daya tahan tubuh dan menimbulkan gangguan tumbuh kembang anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejadian kecacingan terhadap kadar Hb dan indeks masa tubuh anak Sekolah Dasar Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan cross sectional. Tahapan penelitian dilakukan dengan pemeriksaan fases siswa untuk mendapatkan anak yang kecacingan dan yang tidak kecacingan. Selanjutnya membandingkan  indeks massa tubuh dan kadar  hemoglobin pada anak sekolah dasar yang positif kecacingan dan anak yang negatif kecacingan. Besar sampel pada penelitian  ini sebanyak 116 siswa. Analisa statistik yang digunakan uji beda mean dengan 95% CI (α=0,05).Hasil: Diperoleh ada perbedaan rata-rata indeks massa tubuh anak yang kecacingan dan yang tidak kecacingan dengan nilai p<0,05. Ada perbedaan rata-rata kadar Hb pada anak yang kecacingan dan tidak kecacingan dengan nilai p<0.05.Saran: Perlu adanya pemberian obat cacing yang teratur serta pemeriksaan kecacingan yang rutin pada siswa.      
FAKTOR RESIKO KEJADIAN MALARIA DESA SIDODADI PADANG CERMIN PESAWARAN 2011 Teguh Pribadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.18 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.119

Abstract

Pedahuluan: Menua adalah suatu proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannya yaitu masa kanak-kanak masa dewasa dan masa tua, memasuki masa tua berarti mengalami kemunduran secara fisik maupun secara psikis. Hasil pre survey di Kecamatan Way Halim, dari wawancara 10 orang diketahui (60%) mengatakan sering cepat lelah dan lemas, khawatir akan kesehatannya, sulit tidur, cepat sekali terbawa emosi, tersinggung, hilangnya nafsu makan, (40%) merasa cemas terhadap kesehatannya fisiknya yang terkadang menurun seperti letih, lemas, nafsu makan berkurang, kehilangan pasangan hidup, merasa sedih karena tidak bisa berkerja aktif lagi, kerapihan dan kebersihan diri kurang, sulit tidur nyenyak, lebih ingin menyendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan depresi pada lansia di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2015.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini semua lansia di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2015 yang berjumlah 3.465 orang, sampel yang diambil sebanyak 186 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil: Penelitian diperoleh 186 responden mendapat peran keluarga diantaranya peran keluarga tidak baik (53.2%), peran keluarga baik (46.8%). Sedangkan responden mengalami depresi sebanyak (52.2%), tidak mengalami depresi sebanyak (47.8%). Ada hubungan antara peran keluarga dengan depresi pada lansia di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2015 dengan p-value = 0,000 dan OR = 215,543. Diharapkan keluarga di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung mempertahankan keperdulian dan peranannya didalam keluarga terhadap lansia, untuk mencapai tujuan agar dapat mencegah bertambahnya depresi pada lansia khususnya lansia yang mengalami depresi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (Studi Kasus Di Kabupaten Lampung Timur ) Teguh Pribadi; Eka Trismiyana; Novi Maria
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.316 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.179

Abstract

Pendahuluan: Persepsi masyarakat mengenai tuberkulosis paru dianggap sebagai suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan memalukan. Dukungan sosial pada penderita tuberkulosis akan memberikan dukungan psikologis yang dapat meningkatkan status mental sehingga dapat meningkatkan status kesehatan penderita tuberkulosis yang merupakan salah satu faktor penting dalam pengobatan tuberkulosis paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat dengan stigmatisasi terhadap penderita tuberculosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2017.Metode: Jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Dengan sampel 190 orang yaitu masyarakat yang berada disekitar rumah penderita tuberkulosis paru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah simple Random Sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrument penelitian yaitu instrument test Pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberkulosis paru dengan 10 pertanyaan dan lembar ceklis stigmatisasi terhadap penderita tuberkulosis paru dengan 14 pertanyaan.Hasil: Dalam penelitian diperoleh sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik yaitu sebanyak 97 orang (51,05%). Sebagian besar responden memilki stigmatisasi negatif yaitu sebanyak 106 orang (55,79%). Hasil uji Chi square diperoleh p-value = 0,000 < 0,05Diskusi: Disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan stigmatisasi terhadap penderita tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan tahun 2017. Pengetahuan masyarakat dengan pengetahuan baik memiliki peluang untuk stigma positif terhadap penderita tuberkulosis paru.Saran: Pentingnya perawat yang bekerja di Puskesmas Karang Anyar untuk mengintensifkan lagi penyuluhan khususnya tentang penyakit tuberkulosis paru dan perlu dibuat strategi informasi kesehatan tentang tuberkulosis paru di Puskesmas Karang Anyar seperti penyebaran leaflet tuberkulosis paru, poster, penyiaran di media massa, dan lain-lain.
Persepsi perawat terhadap upaya pelayanan prima di rumah sakit Eri Murni Asih; Dessy Hermawan; Teguh Pribadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.1401

Abstract

Nurses' perceptions of excellent health care servicesBackground: As the spearhead of services to patients and their families at the hospital, nurses have a major influence on determining the quality of services, because the frequency of gathering among nurses, patient and patients family considere the most often. Therefore, a paradigm and mental attitude that is service-oriented are needed, as well as adequate knowledge and skills in carrying out excellent service.Purpose: To describe nurses' perceptions of excellent health care services.Method: An analytical with cross-sectional approach with the number of samples in this study was 53 responden taken by cluster random sampling. teh populations were all staff nurses at Dr. H. Bob Bazar, SKM General Hospital. South Lampung. Data collected through questionnaires and analyzed using univariate analysis, bivariate analysis, and multivariate with SPSS for Windows V. 22.Results: Shows a relationship between perceived susceptibility with excellent service effort (0.021 <0.05), the relationship between perceived severity and excellent service effort (p-value 0.001 <0.05), the relationship between perceived benefit of action and excellent service effort (p-value 0.003 <0.05), the relationship between perceived barrier to action with excellent service efforts at  Dr. H. Bob Bazar, General Hospital South Lampung (p-value 0.007 <0.05), the perceived benefit of action variable is the most dominant variable affecting the prime service effort variable with the Exp value (B) = 46,512.Conclusion: A significant relationship between nurses perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit of action, and perceived of barriers from the action  excellent service at Dr. H. Bob Bazar, SKM General Hospital  South Lampung. The results of this study also found that there was a significant on simultaneous effect of all independent variables on the effort of excellent service.Keywords: Nurses' perceptions; Excellent health care services; HospitalPendahuluan: Sebagai ujung tombak pelayanan terhadap pasien dan keluarganya di Rumah Sakit, perawat memiliki pengaruh besar untuk menentukan kualitas pelayanan, karena kuantitas frekuensi pertemuan perawat dengan pasien dinilai paling sering terjadi. Oleh karena itu, diperlukan paradigma dan sikap mental yang berorientasi melayani, serta pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam melaksanakan pelayanan yang prima.Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Persepsi Perawat Terhadap Upaya Pelayanan Prima  RSUD dr.H. Bob Bazar, SKM Kabupaten Lampung Selatan.Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden, diambi lsecara clusster random sampling menggunaan rumus slovin. Populasinya seluruh perawat yang bekerja di RSUD dr.H. Bob Bazar, SKM Kabupaten Lampung Selatan. Pengumpulan data melalui kuesioner dan data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan multivariat dengan program SPSS for Windows V. 22.Hasil: Menunjukkan hubungan perceived susceptibility dengan upaya pelayanan prima (0,021 < 0,05), hubungan antara (perceived severity dengan upaya pelayanan prima (p-value 0,001 < 0,05), hubungan antara perceived benefit of action dengan upaya pelayanan prima (p-value 0,003 < 0,05), hubungan antara perceived barrier to action dengan upaya pelayanan prima (p-value 0,007 < 0,05), variabel perceived benefit of action merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi variabel upaya pelayanan prima dengan nilai Exp(B)= 46,512.Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi perawat tentang kerentanan/kemungkinan terkena suatu penyakit, persepsi perawat keparahan penyakit, persepsi perawat tentang manfaat dari tindakan, dan persepsi perawat tentang hambatan dari tindakan terhadap upaya pelayanan prima di Rumah Sakit Umum Dr. H. Bob Bazar, SKM Lampung. Terdapat pengaruh bersama secara signifikan seluruh variabel bebas penelitian terhadap upaya pelayanan prima. 
Prediktor kecemasan siswa sekolah dasar selama pandemi covid-19: Konteks karantina di rumah dan pembelajaran daring Febri Dwi Widyawati; Rahma Elliya; Teguh Pribadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5615

Abstract

Predictors of anxiety among elementary school students during covid-19 pandemic: The context of home quarantine and online educationBackground: At the end of 2019, there was a national virus outbreak that was found in China, and the name of the disease was Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Almost all schools, colleges had closed following by learning online.Purpose: To determine predictors of anxiety among elementary school students during a covid-19 pandemic: The context of home quarantine and online education.Method: Quantitative research, total sampling using a snowball sampling technique. The population all student grade 4,5 & 6 of the elementary school in the village of Penumangan Baru. The independent variable is the child's characteristics, the dependent variable is anxiety. The respondents were parents' students and were conducted on March 2021.Results : Finding that the average age of the students was 10 years, 54.3% female, 60.6% grade 4 & 5 at both elementary school students  02 & 03, with a moderate-severe anxiety level of 56.4%. There is a significant relationship between gender and the level of anxiety with a p-value =  0.011.Conclusion: The gender variable where female students are predicted to experience more anxiety in online learning during the COVID-19 pandemic. Evidenced by a significant value of 0.011 or p-value <0.05Keywords: Kecemasan; Siswa sekolah; Pandemi covid-19; Karantina di rumah; Pembelajaran daringPendahuluan : Pada akhir tahun 2019 terdapat wabah virus nasional yang ditemukan di negara Cina,  dan nama penyakitnya Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Penyebaran virus ini sangatlah cepat  sehingga untuk menghindari percepatan penyebaran yang semakin meluas salah satu cara yang  dilakukan pemerintah adalah sistem pengajaran di sekolah maupun di perguruan tinggi dilakukan  dengan sistem daring atau online.Tujuan: Untuk menentukan prediktor kecemasan siswa sekolah dasar selama pandemi covid-19: Konteks karantina di rumah dan pembelajaran daringMetode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik  sampling snowball, populasinya semua anak kelas 4, 5, & 6 Sekolah Dasar Di desa  Penumangan Baru. Variabel independen adalah karakteristik anak, Variabel dependen adalah  kecemasan. Tempat penelitian dilakukan di rumah siswa/i masing – masing, dan sebagai respondennya orang tua siswa sebagai observer anaknya selama pembelajaran daring di rumah dan dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2021.Hasil: Didapatkan rata-rata usia anak 10 tahun, berjenis kelamin perempuan 54.3%,  kelas 4&5 SD 60.6% bersekolah di SD 02&03 Penumangan Baru,dengan tingkat kecemasan sedang – berat sebesar 56.4%. terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat  kecemasan anak sekolah dasar di desa penumangan baru tahun 2021 dengan nilai p-value = 0.011.Simpulan: Variabel gender dimana mahasiswi diprediksi lebih banyak mengalami kecemasan dalam pembelajaran online di masa pandemi COVID-19. Dibuktikan dengan nilai signifikan 0,011 atau p-value < 0,05.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIARE DI SMA KEMALA BHAYANGKARI KOTABUMI-LAMPUNG Teguh Pribadi; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Rika Yulendasari; Lidya Arianti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1017

Abstract

Sampai saat ini penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama dinegara berkembang. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. Dari tahun ketahun diare tetap menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan mortalitas dan malnutrisi pada anak. Tujuan dari penyuluhan kesehatan ini yaitu agar sejak dini mereka diberikan pendidikan kesehatan agar tidak jajan sembarangan, sehingga tidak terkena bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit diare. Peserta hadir sebanyak 65 orang terdiri dari laki-laki dan perempuan.  Tempat yang digunakan sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat dan menggunakan perlengkapan selama penyuluhan seperti alat prokyektor, laptop dan pengeras suara.  Kegiatan ini dibantu mahasiswa ilmu keperawatan dari universitas malahayati Bandar Lampung serta di fasilitasi oleh pihak pendidikan dalam hal ini pihak SMA Kemala Bhayangkari. Pembagian peran dan tugas telah ditetapkan mencakup penanggung jawab, moderator, notulen, observer, fasilitator dan dokumentasi. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang diare dan cara pencegahannya. Saran pada pihak sekolah untuk membantu menyediakan tempat bagi pihak penyedia jasa makanan dan memperhatikan kebersihan dan kualitas makanan yang disediakan.ABSTRACTUntil now diarrhea diseases are still a world health problem, especially in developing countries. The magnitude of the problem can be seen from the high rates of morbidity and mortality from diarrhea. From year to year diarrhea remains one of the diseases that cause mortality and malnutrition in children. The purpose of this health education is that from the outset they are given health education so as not to snack carelessly, so that they are not exposed to bacteria or viruses that cause diarrheal disease. Participants attended as many as 65 people consisting of men and women. The place used is in accordance with the plans that have been made and uses equipment during counseling such as projector for presentation, laptops and loudspeakers. This activity was assisted by nursing science students from the universities of Bandar Lampung and facilitated by the School department of  the Kemala Bhayangkari (Senior High School). The division of roles and tasks has been determined including the person in charge, moderator, minutes, observers, facilitator and documentation. The results of this activity can increase students' knowledge about diarrhea and how to prevent it. Advice to the school to help provide a place for food service providers and pay attention to the cleanliness and quality of food providedKeywords: Diarrhea, Students, Health education
Pemberian Akupresur Untuk Menurunkan Nyeri Dan Kadar Asam Urat Pada Klien Asam Urat Di Poncowarno Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah Teguh Pribadi; Ainur Rahma; Rika Yulendasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.2842

Abstract

ABSTRAKPada tahun 2018, prevalensi penyakit sendi di Lampung berada pada urutan ke-12 di Indonesia yaitu sebesar 7,2%. Terapi nonfarmakologi untuk mempercepat proses penyembuhan pada pasien hiperurisemia yaitu terapi herbal, hemeopati, akupuntur, akupresur, terapi nutrisi, refleksologi, terapi garam, dan yoga. Akupresur merupakan salah satu teknik pengobatan tradisional Cina ang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri, mengobati penyakit dan cidera. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi, diharapkan pemberian akupresur dapat untuk menurunkan kadar asam urat dan rasa nyeri pada klien Asam urat tinggi. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi akupresur. Terdapat penurunan kadar asam urat dan nyeri pada klien asam urat tinggi setelah pemberian akupresur selama 7 hari di Poncowarno Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. Dengan demikian, pemberian akupresur pada klien asam urat sangat efektif dalam menurunkan kadar asam urat dan nyeri. Kata Kunci: Nyeri, Akupresur, Asam Urat ABSTRACTIn 2018, the prevalence of joint disease Lampung ranks 12th at Indonesia (7.2%). Nonpharmacological therapy to accelerate the healing process in hyperuricemia's patients that is herbal therapy, hemeopathy, acupuncture, acupressure, nutritional therapy, reflexology, salt therapy, and yoga. Acupressure is one of the traditional Chinese medicine techniques which can be used to reduce pain, treat illnesses and injuries. The purpose after counseling and demonstration, it is expected that the provision of acupressure can reduce uric acid levels and pain in high uric acid's client. The activities carried out in the form of counseling using leaflets and acupressure demonstrations. There was a decrease in uric acid levels and pain in high uric acid's clients after giving acupressure for 7 days at Poncowarno, Kalirejo District, Central Lampung. Thus, giving acupressure to uric acid clients is very effective in reducing uric acid levels and pain. Keywords: Pain, Acupressure, Gout
Pengabdian Kepada Masyarakat Tentang Komprehensif Cyber Bulliying Nanda Ferdianto; Nova Andriyani; Prima Dian Furqoni; Wahid Tri Wahyudi; Teguh Pribadi; Rika Yulendasari; Dewi Kusumaningsih
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3336

Abstract

Internet telah merubah cara dalam berinteraksi, terutama pada remaja. Internet memiliki peran penting dan memiliki hal positif, akan tetapi remaja tidak sepenuhnya menggunakan internet secara positif, karena ada peluang remaja juga menggunakan internet untuk mengakses konten yang negatif. Salah satu dampak negatif akibat penggunaan internet pada remaja yaitu munculnya fenomena perundungan siber. tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap jenis-jenis dan dampak dari Cyber Bullying dan cara mengatasinya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan. Sebelum dimulai penyuluhan, terlebih dahulu menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan pelaksana penyuluhan. dibuka dengan perkenalan dilanjutkan dengan penyampaian materi berupa edukasi dan penyuluhan.  Setelah dilakukan penyuluhan ini sekitar 85% peserta memahami apa itu Cyber Bullying dan Cyber Control , jenis-jenis , dampak dari Cyber Bullying dan cara mengatasinya. Peserta tampak senang dengan kegiatan penyuluhan kesehatan ini. Kata Kunci : Cyber Bullying, Remaja, Sekolah  ABSTRACT The internet has changed the way we interact, especially in adolescents. The internet has an important role and has positive things, but teenagers do not fully use the internet positively, because there are opportunities for teenagers to also use the internet to access negative content. One of the negative impacts of using the internet on adolescents is the emergence of the phenomenon of cyber bullying. The purpose of this research is to increase knowledge of the types and impacts of cyber bullying and how to overcome them. This activity is carried out by extension methods. Before starting outreach, first convey the intent and purpose of the arrival of the extension agent. opened with an introduction followed by the delivery of material in the form of education and counseling. After this counseling was carried out, around 85% of participants understood what Cyber Bullying and Cyber Control were, the types, impacts of Cyber Bullying and how to overcome them. Participants seemed happy with this health education activity. Keywords: Cyber Bullying, Youth, School
PENDIDIKAN KESEHATAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI POSYANDU ANGGREK 7 Gg. MAWAR KEMILING BANDAR LAMPUNG M. Ricko Gunawan; Setiawati Setiawati; Djunizar Djamaludin; Teguh Pribadi
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2565

Abstract

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) adalah infeksi yang disebabkan mikroorganisme di struktur saluran nafas atas yang tidak berfungsi untuk pertukaran gas, termasuk ronga hidung, faring, dan laring, dengan gejala yaitu pilek, faringitis atau radang tenggorokan, laringitis, dan influenza. Menurut profil kesehatan Indonesia (2016), infeksi saluran pernafasan akut (pneumonia) menjadi 15%  penyebab kematian pada balita. Angka kejadian tertinggi berada di bangka belitung sebesar 6,05 % dan diprovinsi lampung angka kejadian sebesar 2,23%. Tujuan kegiatan ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap infeksi saluran pernafasan akut/ ISPA dikalangan masyarakat. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada tanggaL 23 November 2019 di Posyandu Anggrek Kecamatan Kemiling, dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang yang memiliki anak usia bayi maupun balita. Sebelum dimulai penyuluhan, terlebih dahulu menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan pelaksana penyuluhan, dibuka dengan pretest, dilanjutkan dengan penyampaian materi juga diskusi yang terarah berupa edukasi dan penyuluhan. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan ibu yang memiliki anak balita tentang cara mengatasi ISPA. Hasil penyuluhan ini didapatkan bahwa adanya perubahan peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta penyuluhan bahkan peserta akan berupaya mengatasi gangguan saluran nafas dengan teknik inhalasi sederhana yang telah diajarkan dengan tujuan dapat mengurangi gangguan saluran nafas.