Mardhiah, Desy
Universitas Negeri Padang

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Discourse Analysis of Politicians Social Media Posts Azmi, Alia; Sylvia, Ike; Mardhiah, Desy
Jurnal The Messenger Vol. 10 No. 2 (2018): July-December
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v10i2.792

Abstract

The use of social media, especially by political figures, can directly bridge communications between politicians and their constituents and other supportive or opposing parties. This study aims to analyze the posts of political figures social media using discourse analysis to convey explicit or implicit messages that can not be separated from political intentions. Discourse analysis helps to understand the meaning of message or text of the media regarding the messenger's social environment and relationships. The study found that three political figures with most followers in three most popular social media platforms--Facebook, Instagram, and Twitter--Prabowo Subianto, Ridwan Kamil, and Susilo Bambang Yudhoyono represent their nationalism and Islamic identity in their social media posts. They also convey their opinions about the general political issues in spite of divisive political condition among public that is also visible among politicians.
Etos Kerja Petani Perempuan di Nagari Bukik Limbuku Kecamatan Harau Kabupaten 50 Kota Dira, Melsa; Mardhiah, Desy
Jurnal Perspektif Vol 7 No 3 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i3.751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sikap yang ditunjukkan oleh petani perempuan dalam mewujudkan etos kerja di Nagari Bukik Limbuku Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Hal ini menarik untuk dikaji karena, pada keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak itu sudah memiliki tugasnnya masing masing, sementara hal berbeda terjadi di Bukik Limbuku, dimana ibu dituntut untuk mampu mengurus keperluan rumah tangga dan memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini menunjukan perempuan petani di Limbuku memiliki etos kerja yang tinggi. Teori yang digunakan untuk menganalisi penelitian ini yaitu teori aksi oleh Talcott Parson. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan cara purposive sampling dengan 10 informan. Pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberpa sikap yang ditunjukan oleh petani perempuan dalam mewujudkan etos kerja. Pertama, Tepat waktu. Kedua, Gesit dalam memanfaatkan waktu. Ketiga, Ikhlas dalam bekerja.
Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Peternak Ayam Ras Petelur di Nagari Mungka Puja Septiani Sari; Desy Mardhiah
Jurnal Perspektif Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v8i1.1073

Abstract

Perubahan sosial ekonomi dialami oleh masyarakat di Nagari Mungka dimana sebelumnya mereka bekerja sebagai petani padi, beralih ke usaha ternak ayam ras petelur sebagai mata pencaharian utama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk perubahan sosial ekonomi masyarakat yang terjadi pasca adanya usaha ternak ayam ras petelur di Jorong Padang Harapan Nagari Mungka Kabupaten 50 Kota. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu Teori Aksi Talcott Parson yang mengkaji tindakan rasional. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan 13 informan dengan kriteria yaitu Wali Nagari, pemilik usaha ternak dan pekerja di usaha ternak ayam ras petelur. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dilakukan kepada informan yang terlibat sebagai pemilik dan pekerja di usaha ternak ayam ras petelur. Serta studi dokumentasi dikumpulkan melalui dokumen yang ada di kantor Wali Nagari Mungka. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sumber dan waktu. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat bentuk-bentuk perubahan sosial dan ekonomi masyarakat setelah keberadaan usaha peternakan ayam di Nagari Mungka, yaitu pertama, perubahan interaksi sosial pekerja di usaha peternakan ditandai kurangnya interaksi pekerja dengan anggota keluarga dirumah. Kedua, perubahan status pemilik usaha ternak ayam yang dianggap “Urang Kayo Nan Disagani” semenjak menjadi pengusaha ayam. Ketiga, perubahan pendapatan masyarakat ditandai dengan tercukupinya kebutuhan ekonomi masyarakat. Keempat, perubahan dalam terciptanya lapangan pekerjaan ditandai dengan banyaknya masyarakat sekitar lokasi ternak yang dipekerjakan di usaha ini sehingga mengurangi pengangguran.
Analisis Kekuasaan dan Pengetahuan dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori Jumela Balkis; Desy Mardhiah
Jurnal Perspektif Vol 8 No 3 (2025): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v8i3.1183

Abstract

Mencuatnya kembali isu pelanggaran HAM berat di masa lalu yang belum terselesaikan, seiring kemenangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024. Memberikan dampak signifikan terhadap diproduksinya kembali novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori yang mengungkapkan strategi normalisasi kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Artikel ini bertujuan untuk mengulas bagaimana kekuasaan dan pengetahuan digambarkan dalam novel Laut Bercerita. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis wacana kritis (AWK) oleh Norman Fairclough. Terdiri atas tiga level analisis yaitu text, discource practice, dan sosiocultural practice. Pengumpulan data melalui dua cara, yaitu studi dokumen dan studi pustaka. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori kekuasaan dan pengetahuan oleh Michel Foucault. Penelitian ini menarik karena masih sedikit ditemukan dalam studi sosiologi tentang novel yang didominasi oleh studi ilmu bahasa sehingga perlunya kajian sosiologi dalam menguak ideologi dan manipulasi di balik sebuah wacana. Temuan menunjukkan bahwa kekuasaan dalam novel Laut Bercerita tersebar luas dalam sistem hubungan dan interaksi lembaga sosial seperti lembaga hukum, militer, pendidikan dan media. Pengetahuan diproduksi oleh kekuasaan melalui lembaga lembaga sosial tersebut, terkait dengan pemberian stereotip komunis yang melabeli kelompok Winatra dan Wirasena dalam novel Laut Bercerita, sehingga melegitimasi tindakan represif aparat terhadap kelompok Winatra dan Wirasena, yang berujung pada praktik impunitas terhadap pelaku. Sehingga dikategorikan sebagai peristiwa pelanggan HAM berat di masa lalu di bawah rezim Orde Baru. Kekuasaan dan pengetahuan yang digambarkan dalam novel melalui narasi yang dibangun penulis menjadikan novel ini sebagai bentuk resistensi penulis terhadap isu pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan.
Kecantikan sebagai Realitas Terkonstruksi: Analisis Mask Girl Melalui Dialektika Berger dan Semiotika Barthes Fisca Annisa Putri; Desy Mardhiah
Jurnal Perspektif Vol 8 No 3 (2025): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v8i3.1184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konstruksi sosial cantik dalam drama Korea Mask Girl. Hal ini menarik untuk dikaji karena kecantikan ditampilkan sebagai konstruksi sosial yang dibentuk melalui proses dialektis eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Dalam konteks tersebut, muncul isu-isu sosial seperti lookism, beauty privilege, bullying dan cyberbullying sebagai konsekuensi dari standar kecantikan yang dilembagakan dalam masyarakat. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu konstruksi sosial oleh Peter L Berger. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes sebagai pisau analisis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Miles dan Huberman antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data diperoleh melalui observasi dengan mengamati video dan mengidentifikasi tanda yang terdapat pada scene yang ada, dokumentasi dan tinjauan pustaka serta wawancara dengan 5 informan yang telah menonton seluruh episode Mask Girl. Hasil dari penelitian ini menjelaskan secara makna denotasi, konotasi dan mitos dari scene gambar yang terdapat dalam adegan diantaranya pertama, cantik bukan hanya estetika, tapi juga aturan sosial tentang bagaimana seseorang boleh bermimpi, berperilaku dan diperlakukan. Kedua, ideologi kecantikan memaksa penyesuaian diri. Ketiga, kecantikan berfungsi sebagai kapital sosial. Studi terdahulu mengkaji konstruksi kecantikan sebagai sesuatu yang diterima melalui media, iklan dan sosial media dengan pendekatan komunikasi dan sastra. Sedangkan, penelitian ini justru mengkritik konstruksi tersebut dengan mengungkapkan bahaya standar kecantikan dalam menciptakan identitas palsu dan mengorbankan kebahagiaan perempuan melalui perspektif sosiologi.
Tradisi Pacu Jalur Terhadap Perekonomian dan Pariwisata di Kabupaten Kuantan Singingi Daffaa Febryan; Muhammad Yahya; Farhan Alhi Linadri; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Desy Mardhiah
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak tradisi Pacu Jalur terhadap perkembangan perekonomian dan pariwisata di Kabupaten Kuantan Singingi. Tradisi Pacu Jalur tidak hanya merupakan warisan budaya yang dilestarikan secara turun-temurun, tetapi juga telah berkembang menjadi event pariwisata tahunan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Pada tahun 2023, festival ini berhasil menarik lebih dari 1,7 juta pengunjung dengan perputaran ekonomi mencapai Rp90 miliar. Kegiatan ini turut mendorong peningkatan pendapatan pelaku UMKM, okupansi hotel, serta menciptakan lapangan kerja sementara bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive sampling, dengan informan terdiri dari masyarakat dan atlet yang terlibat langsung dalam kegiatan Pacu Jalur. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Pacu Jalur memiliki tiga peran utama: a) tradisi Pacu Jalur berperan penting sebagai warisan budaya daerah; b) tradisi ini berkontribusi signifikan terhadap pengembangan pariwisata; dan c) memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi.  
Analisis Etika Komunikasi Digital pada Fenomena Sindiran Halus di Platform Tiktok di Kalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang Syaluna Nabila Prisyairin; Zikri Alfarozi; Siti Jasmine Syifa Al-Mira; Zil Khairani; Sausan Meilany Putri; Delmira Syafrini; Desy Mardhiah
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.187

Abstract

Konten sindiran halus di TikTok sering terjadi oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi dan menjadi salah satu cara mereka mengekspresikan pengalaman atau pendapat. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena berkaitan dengan bagaimana mereka memahami etika komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menggambarkan cara mahasiswa memaknai etika bermedia ketika membuat dan menyebarkan konten sindiran halus. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang pada November 2025. Informan pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan delapan mahasiswa yang aktif membuat konten. Hasil wawancara menunjukkan adanya perbedaan cara berpikir antar mahasiswa. Ada yang membuat konten dengan hati-hati karena memikirkan dampaknya bagi orang lain, terutama terkait privasi dan kemungkinan menyinggung pihak tertentu. Ada juga yang membuat konten dengan lebih santai karena menganggapnya sebagai bagian dari ekspresi diri di media sosial. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan etika digital sangat dipengaruhi pengalaman pribadi, kebiasaan menggunakan media, serta hubungan sosial yang dimiliki masing-masing mahasiswa.