Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan Sumber Air untuk Peningkatan Pelayanan Air Bersih di Dusun Kaliapak, Banjarsari, Samigaluh, Kulon Progo. Jazaul Ikhsan; Puji Harsanto; Wawan Shodiq Purnomo; Ali Nursamsi Dahlan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.57.1133

Abstract

Pemerintah melalui Dinas PU mencanangkan program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) dalam rangka mewujudkan akses aman air minum 100%. Meskipun demikian, program ini masih belum mampu melayani kebutuhan air masyarakat secara menyeluruh. Di Indonesia, masih ada wilayah yang tidak terjangkau oleh jaringan SPAM Pamsimas. Kondisi ini menyebabkan wilayah tersebut rawan krisis air bersih, khususnya pada musim kemarau. Dalam rangka upaya pencegahan krisis air bersih, masyarakat secara mandiri membentuk kelompok-kelompok pengelola air bersih, salah satunya adalah Kelompok Air Bersih Tirto Lestari yang terletak di Dusun Kaliapak, Banjarsari, Samigaluh, Kulon Progo. Kelompok ini merupakan salah satu kelompok pengelola air yang masih aktif melayani pemenuhan kebutuhan air melalui jaringan air minum sederhana yang disambungkan dari sumber air tanah/permukaan yang tersedia. Permasalahan utama yang terjadi di kelompok tersebut adalah kekurangan debit air dan terjadinya kerusakan pipa jaringan pada wilayah rawan longsor sehingga sistem penyediaan air tidak mampu melayani kebutuhan pengguna secara optimal. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan mencari alternatif sumber air baru dan perbaikan jaringan dilakukan dengan mengganti pipa-pipa yang rusak. Dalam pengabdian ini difokuskan pada pengembangan sumber air baru, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pelayanan air oleh Kelompok Air Bersih Tirto Lestari
LOKA KARYA (WORKSHOP) PENERAPAN APLIKASI PENILAIAN KINERJA SISTEM IRIGASI DI UPTD CIBADAK KABUPATEN SUKABUMI Puji Harsanto; Tahadjuddin Tahadjuddin; Jazaul Ikhsan; Hartono Hartono; Nia Kartika; Asril Adi Sunarto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3397-3402

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan implementasi kerjasama bidang pengabdian dengan mitra dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi, dengan personal in charge adalah Ir. Tahajudin, SP., IPM program Studi Teknik Sipil. Kegiatan direncanakan berupa pendampingan penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Geografi Operasional dan Pemeliharaan Irigasi (SIGOPI) di dinas UPTD Dinas PU Kabupaten Sukabumi. Aplikasi ini berguna dalam melihat kondisi kinerja Daerah Irigasi (DI) dari sisi kondisi bangunan dan sistem irigasi. Hasilnya berupa rekomendasi skema operasional yang tepat dan pemeliharaan bangunan yang tepat pula. Diharapkan dengan aplikasi ini, dapat memberi masukan dalam keputusan pemeliharaan bangunan yang tepat sasaran. Dengan demikian kinerja DI menjadi optimal dan dalam jangka menengah dapat meningkatkan produksi pangan terutama padi. Secara kebencanaan dapat mengurangi resiko bencana kekeringan dan meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini sesuai dengan Peta jalan ketua pengabdian di tahun 2022 yaitu tindak kanjut dari evaluasi dalam peran mengurangi resiko bencana kekeringan, yaitu dengan optimalisasi Aplikasi SIGOPI. Peranan dari tenaga ahli dari UMY dapat memberi masukan dari sisi Sistem Informasi Geografis dan Irigasi yang diwakili oleh Ir. Puji Harsanto, ST., MT., Ph.D dan Ir. Jazaul Ikhsan, ST., MT., Ph.D., IPM.
PARAMETER HIDROGRAF SATUAN SINTETIK METODE SNYDER DAN NAKAYUSU Burhan Barid; Puji Harsanto; Aldi Yuhono Olga; Bayu Krisna Wisnulingga
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v13i2.3396

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia karena air yang masuk di sungai telah melebihi kapasitas daya tampung sungai. Saat melakukan perencanaan bangunan air perlu dilakukan perkiraan hidrograf banjir pada suatu sungai. Pengalihragaman data hujan ataupun data tinggi muka air merupakan hal yang lazim untuk mendapatkan debit banjir rancangan. Hidrograf Satuan Sintetik merupakan salah satu metode untuk menganalisis debit banjir rancangan. Pada penelitian ini menguji parameter yang sesuai pada Hidrograf Satuan Sintetik Metode Snyder dan Nakayasu untuk dibandingkan dengan data dari AWLR Gemawang pada SubDAS Code Hulu. Tujuan dari perbandingan ini untuk mengetahui metode yang cocok untuk digunakan pada AWLR Gemawang di SubDAS Code hulu. Jika nilai indek kesesuaian (R2) meperoleh nilai sebesar satu atau mendekati satu dan sudut regresi linear pada grafik memperoleh nilai sebesar 45˚ atau mendekati maka dapat dikatakan HSS Metode Snyder maupun Nakayasu berbubungan dengan data dari AWLR Gemawang. Sudut regresi linear sama dengan satu dikarenakan sumbu x dan sumbu y memiliki nilai yg sama. Dalam penelitian ini Metode Snyder maupun Nakayasu meperoleh sudut sebesar 31˚
PENDAMPINGAN PEMAHAMAN KADAR CaCO3, F DAN TSS AIR BERSIH PADA SPAMDes NGUDI TIRTO KULON PROGO Barid, Burhan; Novianti; Lesmana, Surya Budi; Hairani, Ani; Harsanto, Puji; Widodo, Wahyu; Hanacendekia, Syifa
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i02.5979

Abstract

Sistem Penyediaan Air Minum Pedesaan (SPAMDes) Ngudi Tirto, yang berlokasi di Dusun Kebonromo, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, DIY. SPAMDes Ngudi Tirto ini didirikan sejak 11 November 2011 dan sudah melayani 115 kepala keluarga. Pengabdian masyarakat dilakukan untuk mengetahui kualitas air bersih khususnya CaCO3, F dan TSS.. Sampel yang yang diambil terdapat pada 8 titik sampel pada jaringan transmisi dan distribusi. Hasil dari analisis kualitas air yang diperoleh diperbandingkan dengan baku mutu kualitas air bersih. Standar baku mutu kualitas air bersih yang digunakan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/IV/2010. Berdasarkan hasil kualitas air yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kadar CaCO3 dengan nilai terbesar yaitu 272,64 mg/L dan kadar terendah yaitu 208,96 mg/L, kadar F dengan nilai terbesar yaitu 0,1497 mg/L dan kadar terendah yaitu 0,0707 mg/L, kadar TSS nilai terbesar yaitu 7,4 dan kadar terendah yaitu 4,6 mg/L. Kualitas air pada semua jaringan sudah memenuhi standar baku mutu yang telah dipersyaratkan, yaitu untuk nilai CaCO3 100%, F 100%, dan TSS 100% sepanjang jaringan. Kualitas air bersih pada jaringan SPAMDes ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lokasi sumber air, cuaca, waktu pengambilan sampel, kondisi pipa, umur air di dalam pipa, dan aktivitas disekitar sumber air. Pendampingan pemahaman aspek kualitas air bersih diberikan kepada pengelola Organisasi Kelola Air Mandiri (OKAM) SPAMDes untuk menjadi perhatian utama. OKAM Ngudi Tirto dapat memahami aspek kualitas air merupakan hal yang utama karena mempengaruhi kesehatan masyarakat penggunanya.
Peningkatan Kapasitas Desa Dalam Pengurangan Risiko Bencana Longsor Tebing Studi Kasus Sungai Winongo Yogyakarta Harsanto, Puji; Faizah, Restu; Wijaya, Diva Darma; Nugroho, Nazrey Rahario; Muzlifa, Rika; Tahadjuddin; Kartika, Nia
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i02.6060

Abstract

Sungai Winongo di Yogyakarta merupakan salah satu sungai yang rawan terhadap banjir. Longsoran tebing sungai sering terjadi pada musim hujan karena debit aliran meningkat. Hal ini menimbulkan risiko bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran. Program pengabdian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana melalui pendekatan berbasis informasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah survei lapangan untuk mengamati kondisi fisik tebing sungai, wawancara masyarakat, dan penyebaran kuesioner untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat. Dari hasil pengisian kuesioner, ditemukan bahwa sebagian besar masyarakat telah memiliki kesadaran tentang risiko longsor, namun kurang didukung oleh infrastruktur yang memadai. Sebanyak 46,99% desa masih belum memiliki alokasi dana untuk mitigasi bencana, dan 69,88% desa belum memiliki sistem peringatan dini. Program ini juga mencatat bahwa partisipasi masyarakat dalam pelatihan tanggap darurat masih rendah, hanya 31,33%. Hasil pengabdian menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat sistem peringatan dini, dan mengoptimalkan alokasi dana untuk mitigasi bencana. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman longsor tebing sungai di Sungai Winongo
ANALISIS PARAMETER HIDROGRAF SATUAN SINTETIK METODE SNYDER DAN NAKAYUSU Barid, Burhan; Harsanto, Puji; Olga, Aldi Yuhono; Wisnulingga, Bayu Krisna
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v13i2.3396

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia karena air yang masuk di sungai telah melebihi kapasitas daya tampung sungai. Saat melakukan perencanaan bangunan air perlu dilakukan perkiraan hidrograf banjir pada suatu sungai. Pengalihragaman data hujan ataupun data tinggi muka air merupakan hal yang lazim untuk mendapatkan debit banjir rancangan. Hidrograf Satuan Sintetik merupakan salah satu metode untuk menganalisis debit banjir rancangan. Pada penelitian ini menguji parameter yang sesuai pada Hidrograf Satuan Sintetik Metode Snyder dan Nakayasu untuk dibandingkan dengan data dari AWLR Gemawang pada SubDAS Code Hulu. Tujuan dari perbandingan ini untuk mengetahui metode yang cocok untuk digunakan pada AWLR Gemawang di SubDAS Code hulu. Jika nilai indek kesesuaian (R2) meperoleh nilai sebesar satu atau mendekati satu dan sudut regresi linear pada grafik memperoleh nilai sebesar 45˚ atau mendekati maka dapat dikatakan HSS Metode Snyder maupun Nakayasu berbubungan dengan data dari AWLR Gemawang. Sudut regresi linear sama dengan satu dikarenakan sumbu x dan sumbu y memiliki nilai yg sama. Dalam penelitian ini Metode Snyder maupun Nakayasu meperoleh sudut sebesar 31˚
ASESMEN POTENSI RISIKO BENCANA LONGSOR TEBING SUNGAI WINONGO HILIR Harsanto, Puji; Muzlifa, Rika; Faizah, Restu; Nursetiawan, Nursetiawan; Wisnulingga, Bayu Krisna
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 29 No. 2 (2024): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v29i2.6153

Abstract

The Winongo River is one of the rivers in the Special Region of Yogyakarta, with itssource originating from Mount Merapi. This poses various disaster risks in theWinongo River, such as flooding, debris flow, and riverbank landslides. Thisresearch focuses on analyzing disaster risks in the downstream area of the WinongoRiver, which includes the villages of Sabdodadi, Patalan, Sumbermulyo, Mulyodadi,Sidomulyo, and Donotirto. Data collection was carried out using cluster samplingand Geographic Information Systems (GIS) for each village due to the wide areacoverage. The collected data was then analyzed using the Analytical HierarchyProcess (AHP) method to determine the level of disaster risk. The results of thisstudy show that the downstream area of the Winongo River has a moderate disasterrisk level for the villages of Sabdodadi, Patalan, Sumbermulyo, and Donotirto, anda low disaster risk level for the villages of Sidomulyo and Mulyodadi. The capacityparameter significantly influences the level of disaster risk, and based on thevulnerability analysis, this is due to the presence of retaining walls on theriverbanks, which can reduce disaster risks in the Winongo River
Pendampingan Pemahaman Kadar CaCo3, F Dan TSS Air Bersih Pada SPAMDes Ngudi Tirto Kulon Progo Barid, Burhan; Novianti; Lesmana, Surya Budi; Hairani, Ani; Harsanto, Puji; Widodo, Wahyu; Hanacendekia, Syifa
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i02.5979

Abstract

Sistem Penyediaan Air Minum Pedesaan (SPAMDes) Ngudi Tirto, yang berlokasi di Dusun Kebonromo, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, DIY. SPAMDes Ngudi Tirto ini didirikan sejak 11 November 2011 dan sudah melayani 115 kepala keluarga. Pengabdian masyarakat dilakukan untuk mengetahui kualitas air bersih khususnya CaCO3, F dan TSS.. Sampel yang yang diambil terdapat pada 8 titik sampel pada jaringan transmisi dan distribusi. Hasil dari analisis kualitas air yang diperoleh diperbandingkan dengan baku mutu kualitas air bersih. Standar baku mutu kualitas air bersih yang digunakan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/IV/2010. Berdasarkan hasil kualitas air yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kadar CaCO3 dengan nilai terbesar yaitu 272,64 mg/L dan kadar terendah yaitu 208,96 mg/L, kadar F dengan nilai terbesar yaitu 0,1497 mg/L dan kadar terendah yaitu 0,0707 mg/L, kadar TSS nilai terbesar yaitu 7,4 dan kadar terendah yaitu 4,6 mg/L. Kualitas air pada semua jaringan sudah memenuhi standar baku mutu yang telah dipersyaratkan, yaitu untuk nilai CaCO3 100%, F 100%, dan TSS 100% sepanjang jaringan. Kualitas air bersih pada jaringan SPAMDes ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lokasi sumber air, cuaca, waktu pengambilan sampel, kondisi pipa, umur air di dalam pipa, dan aktivitas disekitar sumber air. Pendampingan pemahaman aspek kualitas air bersih diberikan kepada pengelola Organisasi Kelola Air Mandiri (OKAM) SPAMDes untuk menjadi perhatian utama. OKAM Ngudi Tirto dapat memahami aspek kualitas air merupakan hal yang utama karena mempengaruhi kesehatan masyarakat penggunanya.
Pemodelan Degradasi dan Agradasi Dasar Sungai dengan Beberapa Persamaan di Sungai Winongo Yogyakarta Harsanto, Puji; Sutri, Galuh Nanda; Rahadiansyah, Shakti; Lesmana, Surya Budi
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 15, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK HIDRAULIK
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jth.v15i2.768

Abstract

Calculating riverbed degradation and aggradation is essential in designing riverbank protection structures, particularly for determining foundation depth. Excessive degradation can compromise foundation stability, significantly increasing the risk of structural failure. Numerous predictive models for egradation and aggradation have been developed by researchers, highlighting the importance of selecting an equation that closely aligns with the specific characteristics of the river to achieve optimal design accuracy. This study aims to determine the most suitable predictive model for riverbed degradation and aggradation. A case study was conducted along a 43.75 km of the Winongo River Yogyakarta. The simulation involved riverbed sediment data collected at 500 m intervals from upstream to downstream, and secondary discharge data comprising average daily discharge for both wet and dry months. The selected grainsize parameter follows standards in HEC-RAS 6.3.1, with the Meyer Peter Müller equation applied to d90, Engelund Hansen to d50, and Laursen Copeland to d84. Simulation results of riverbed degradation were then compared against observed conditions of riverbank erosion. Riverbank steepness or protective structure failure indicates excessive riverbed degradation, while stable conditions suggest otherwise. Based on the simulations conducted on the Winongo River, the Engelund Hansen equation provided average degradation estimates more consistent with field conditions than the other two equations.Keywords:  degradation and agradation, transport sediment equations, HEC-RAS, river bank
Peningkatan Kapasitas Desa Dalam Pengurangan Risiko Bencana Longsor Tebing Studi Kasus Sungai Winongo Yogyakarta Harsanto, Puji; Faizah, Restu; Wijaya, Diva Darma; Nugroho, Nazrey Rahario; Muzlifa, Rika; Tahadjuddin; Kartika, Nia
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i02.6060

Abstract

Sungai Winongo di Yogyakarta merupakan salah satu sungai yang rawan terhadap banjir. Longsoran tebing sungai sering terjadi pada musim hujan karena debit aliran meningkat. Hal ini menimbulkan risiko bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran. Program pengabdian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana melalui pendekatan berbasis informasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah survei lapangan untuk mengamati kondisi fisik tebing sungai, wawancara masyarakat, dan penyebaran kuesioner untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat. Dari hasil pengisian kuesioner, ditemukan bahwa sebagian besar masyarakat telah memiliki kesadaran tentang risiko longsor, namun kurang didukung oleh infrastruktur yang memadai. Sebanyak 46,99% desa masih belum memiliki alokasi dana untuk mitigasi bencana, dan 69,88% desa belum memiliki sistem peringatan dini. Program ini juga mencatat bahwa partisipasi masyarakat dalam pelatihan tanggap darurat masih rendah, hanya 31,33%. Hasil pengabdian menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat sistem peringatan dini, dan mengoptimalkan alokasi dana untuk mitigasi bencana. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman longsor tebing sungai di Sungai Winongo