Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Gaya visual surealis dalam rancang desain promosi (studi kasus: brand fesyen Project Sekar) Adisti Rachmani; Monica Hartanti; Sandy Rismantojo
Design Spectrum Vol 1 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i3.14854

Abstract

Project Sekar adalah sebuah brand fesyen lokal yang berdiri sejak tahun 2020 dengan konsep desain ilustrasi bunga. Peminat brand ini cukup banyak dengan ditandai antusiasnya jumlah followers yang sudah mencapai 56.900 pengikut. Disayangkan Project Sekar belum memiliki konsep yang terarah dalam mempromosikan brand nya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya perancangan promosi untuk memperluas skala usaha dan memperkuat brand awareness. Perancangan ini didukung dengan data wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Perancangan promosi ini menggunakan strategi AISAS dengan konsep Bunga Nusantara, bergaya visual Surealis yang ditujukan untuk kalangan remaja. Visualisasi perancangan promosi ini bertujuan untuk menciptakan kesan imajinatif yang menampilkan karakter, keindahan dan keunikan remaja wanita di Indonesia. Melalui perancangan ini, diharapkan Project Sekar semakin dapat dikenal.
Promosi batik Garutan untuk dewasa muda melalui perancangan desain media sosial Avryl Josephine Supardi; Monica Hartanti; Sandy Rismantojo
Design Spectrum Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v2i1.14720

Abstract

Batik Garutan pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1960–1985 dan memiliki keunikan motif dan beragam teknik pembuatannya. Disayangkan, pengenalan batik Garutan masih terbatas pada masyarakat setempat. Perancangan ini bertujuan untuk mengenalkan batik Garutan kepada konsumen muda di luar Garut khususnya di kota besar Jawa Barat melalui media edukatif dan informatif agar memperkuat eksistensinya sebagai warisan budaya lokal. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Promosi yang dilakukan menggunakan strategi AISAS melalui utama media sosial Instagram dan media pendukung berupa x-banner, umbul-umbul, gimmick, dan pop-up display. Konsep desain promosi ini bertujuan untuk memperkenalkan batik Garutan sebagai fesyen sehari-hari, dengan gaya visual yang menggabungkan fotografi fesyen dengan ilustrasi dekoratif dan khayalan. Diharapkan melalui perancangan ini, batik Garutan menjadi lebih dikenal oleh generasi muda sebagai salah satu pilihan fesyen.