Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : Bernas

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SEREH (Cymbopogon citratus) TERHADAP APLIKASI NPK MUTIARA DAN POC TOP G2 Arfah Asiah Ritonga; Elfin Efendi; Safruddin Safruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.96 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Asahan, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 15 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember  sampai bulan Maret 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan rancangan perlakuan Faktorial yang terdiri atas 2 faktor, Faktor Dosis Pemberian Pupuk NPK Mutiara (N), yaitu : N0 : 0 g/plot, N1 : 31,25 g/plot, N2 : 62,5 g/plot dan Faktor Konsentrasi Pemberian POC TOP G2 (P) yaitu :  P0 : 0 ml/l air, P1 : 5 ml/l air, P2 : 10 ml/l air, P3 : 15 ml/l air. Dengan parameter amatan yaitu : Tinggi tanaman (cm), Jumlah anakan (batang), Berat biomassa pertanaman (g), Produksi per tanaman (g), Berat biomassa per plot (g), Produksi per plot (g). Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa Pemberian Pupuk NPK Mutiara terbaik diperoleh pada dosis 62,5 g/plot (N2) menghasilkan tinggi tanaman 91,03 cm, jumlah anakan 32,83 batang, berat biomassa per tanaman 410,83 g, berat biomassa per plot 1,48 kg. Pemberian POC TOP G2 terbaik diperoleh pada konsentrasi 2 ml/l air (P1) menghasilkan tinggi tanaman 85,60 cm, jumlah anakan 28,44 batang, berat biomassa per tanaman 406,44 g, produksi per tanaman 251,67 g, Pemberian POC TOP G2 terbaik diperoleh pada konsentrasi 10 ml/l air (P3) menghasilkan Berat Biomassa per Plot 1,46 kg, menghasilkan Produksi per Plot 1,40 kg. Interaksi Pemberian pupuk NPK Mutiara dan POC TOP G2 tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap semua perlakuan dan amatan.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) NASA DAN HORMONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) Karida Puspita Handayani; Safruddin Safruddin; Syafrizal Hasibuan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.254 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Dengan topografi datar berada pada ketinggian ± 10 m dpl Penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan Januari sampai bulan Maret 2018. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian Pupuk Organik Cair (POC) (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : P0 =0 ml/liter air/plot (Tanpa perlakuan) P1= 8 ml/liter air/plot P2 =10 ml/liter air/plot P3=12 ml/liter air/plot  Faktor kedua adalah pemberian Hormonik (H) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu : H0=2 ml/liter air/plot H1=4 ml/liter air/plot H2=6 ml/liter air/plot. POC NASA menunjukkan pengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman semua umur amatan dan berpengaruh nyata pada pengamatan jumlah polong pertanaman, jumlah polong berisi pertanaman, produksi pertanaman dan berat 100 biji perplot, dengan perlakuan terbaik P2 (10 ml/liter air/plot). Harmonik berpengaruh tidak nyata pada seluruh pengamatan dan semua umur pengamatan. Interaksi pemberian POC NASA dan Harmonik tidak berpengaruh pada semua parameter pengamatan.
EFFECT OF Trichoderma sp. DOSE AND TYPE OF MANURE FERTILIZER APPLICATION ON GROWTH AND YIELD OF LONG BEANS (Vigna sinensis L) Riyan Syah Siregar; Cik Zulia; Safruddin Safruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 2 (2018): Bernas July 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.784 KB)

Abstract

This research was conducted in Mentimum Street, Siumbut Baru Village, Kisaran Timur SubDistrict, Asahan Regency, North Sumatera Province. Research do from March to May 2017. This research was arranged based on Factorial Randomized Block Design with 2 treatment factors and 3 replications. The first factor of giving Trichoderma sp. With 3 levels ie: T0 = 0 g/plant, T1 = 10 g/plant, and T2 = 20 g/plant. The second factor is by giving the type of manure with 4 levels ie K0 = without manure, K1 = chicken manure, K2 = cow manure and K3 = goat manure. The results showed that giving of Trichoderma sp with dose 20 g/plant was the best treatment yielding 126,54 cm height, 4,13 branch productive branch, number of pod per plant 44,10 pod, production per plant 0,81 kg, And production per plot 6.97 kg. The best treatment on the type of manure is obtained in the type of chicken manure that produces the height of plant 127.41 cm, the number of productive branches 4,03 branches, the number of pods per plant 45.17 pods, the production per plant 0.82 kg, and the production Plot 7.00 kg. The interaction between Trichoderma sp and type of manure gave no significant difference to all observed variables.
GROWTH RESPONSE AND YIELD OF SWEET CORN (Zea mays saccharata Sturt.) AGAINST VERMICOMPOST FERTILIZER AND SP–36 FERTILIZER APLICATION Ilham Dolok Saribu; Chairani Chairani; Safruddin Safruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 1 (2018): Bernas February 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.9 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bunut Barat, Lingkungan III, Kecamatan KisaranBarat, Kabupaten Asahan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret hingga bulan Juni 2017.Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan.Faktor pupuk vermikompos (cascing) (C), terdiri dari 4 taraf : C0= 0 ton/ha (0 kg/plot), C1 = 5ton/ha (2,0 kg/plot), C2 =10 ton/ha (4,0 kg/plot), C3 = 15 ton/ha (6,0 kg/plot). Faktor pupuk SP-36 (P), terdiri dari 3 taraf,yaitu P0 = 0 kg/ha (0 g/plot), P1 = 100 kg/ha (42 g/plot), P2 = 200 kg/ha (84 g/plot). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, produksi per tanaman, produksi per plot, bobot per tongkol tanpa kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk vermikompos berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan diameter batang umur 4 dan 6 MST produksi per tanaman dan produksi per plot serta bobot per tongkol tanpa kelobot. Aplikasi pupuk SP-36 berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 2 dan 6 MST, diameter batang pada semua umur amatan, produksi per tanaman dan produksi per plot serta bobot per tongkol tanpa kelobot. Interaksi pupuk vermikompos dan pupuk SP-36 berpengaruh terhadap diameter batang umur 2 dan 4 MST.
PENGARUH DOSIS MIKORIZA DAN PUPUK PHONSKA NPK 15-15-15 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Sari Nurul Ainun; Safruddin Safruddin; Syafrizal Hasibuan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.264 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis mikoriza dan pupuk phonska NPK 15-15-15 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.). Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu: Faktor dosis mikoriza (M), terdiri dari 2 taraf: M0 = kontrol; M1= 450 gr/plot. Faktor kedua adalah  pupuk Phonska NPK 15–15–15, terdiri dari 3 taraf: P1 = 600 gr/plot; P2 = 450 gr/plot; P3 = 300 gr/plot. Pemberian dosis mikoriza menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter amatan. Pemberian pupuk phonska NPK 15-15-15 menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter amatan. Interaksi pemberian dosis mikoriza dan pupuk phonska NPK 15-15-15 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis menunjukan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 2, 4, 6, 8 minggu setelah tanam, jumlah daun 4, 6, 8 minggu setelah tanam, waktu munculnya bunga, diameter klobot, diameter tanpa klobot, bobot tongkol dan bobot tongkol tanpa kobot, serta berpengaruh nyata pada jumlah daun 2 minggu setelah tanam dan panjang tongkol.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) HANTU DAN NPK CAIR GANDASTAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus L.) Suhendra Suhendra; Safruddin Safruddin; Heru Gunawan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.141 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) HANTU dan NPK Cair Gandastar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis Sativus L.). Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Ketinggian tempat ± 100 m dpl dengan tofografi datar. Waktu penelitian pada bulan Januari – Maret 2018. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk organik cair (POC) HANTU dengan 4 taraf yaitu : H0 = (kontrol), H1 = 1,0 ml/l air/plot, H2 = 2,0 ml/l air/plot dan H3 = 3,0 ml/l air/plot. Faktor kedua adalah pemberian dosis pupuk NPK Cair Gandastar terdiri dari N0 (tanpa perlakuan), N1  (1 ml/l air/plot) dan N2 (2 ml/l air/plot). Hasil penelitian perlakuan pemberian pupuk organik cair Hantu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 3,0 ml/l air/plot (H3) menghasilkan panjang tanaman 90,57 cm, jumlah buah sebesar 7,56 buah, produksi per tanaman 1,16 kg dan produksi per plot 6,97 kg. Perlakuan Pupuk NPK Cair Gandastar berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 2 ml/l air/plot (N2) menghasilkan panjang tanaman 88,17 cm, jumlah buah sebesar 6,83 buah, produksi per tanaman 1,15 kg dan produksi per plot 6,93 kg. Interaksi pemberian pupuk organik cair HANTU dan NPK Cair Gandastar tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR DAN NUTRISI AB-MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) SECARA HIDROPONIK DENGAN SISTEM WICK Suci Wahidma Sari; Safruddin Safruddin; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.758 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di rumah hidroponik fakultas pertanian Universitas Asahan Jl. Ahmad Yani Kec. Kisaran Timur Kab. Asahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret 2019  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor dan nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri (Apium graveolens L.) secara hidroponik dengan sistem wick. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), Faktorial, yang terdiri dari 2 taraf dengan 3 level perlakuan untuk faktor pertama, yaitu : K1 = 15ml/liter air, K2 = 30ml/liter air, K3 = 45 ml/liter air. 3 level perlakuan untuk faktor kedua, yaitu : A1= 400 ppm, A2= 600 ppm, A3= 800 ppm. dengan 3 ulangan. Peubah pengamatan yang diamati yaitu Tinggi Tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Jumlah Cabang (cabang), pH Awal Air dalam plot, pH Akhir Air dalam plot, Produksi Tanaman Sampel (g), dan Produksi Tanaman Per Plot (g). Pemberian ekstrak daun kelor tidak berpengaruh pada semua parameter amatan, Nutrisi AB Mix berpengaruh pada tinggi tanaman umur 6 MST, jumlah daun 4 MST, produksi per sampel dan produksi per plot dengan pemberian AB Mix Terbaik yaitu A2 (600 ppm/plot). Interaksi pemberian ekstrak daun kelor dan nutrisi AB Mix tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan.
PENGARUH PERLAKUAN JARAK TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Sandi Irawan; Safruddin Safruddin; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.021 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 15 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2018. Bahan penelitian yang digunakan antara lain benih jagung varietas Hibrida Pioner 21, pupuk NPK, air, pestona (bahan aktif Azadiracthin) untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman kacang tanah secara pestisida organik. Alat penelitian yang digunakan adalah parang babat, cangkul, garu dan parang bacok digunakan untuk membersihkan areal penelitian, gergaji, tang, papan, kuas, cat, paku dan palu digunakan untuk membuat plank dan papan plot penelitian. Ember untuk membuat larutan pestisida, Gembor dan Hand Sprayer sebagai alat penyiram, meteran untuk mengukur areal penelitian, ukuran plot dan tinggi tanaman dan alat tulis dan alat-alat yang kebutuhannya disesuaikan. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan jarak tanam (J) dengan 4 taraf yaitu J1 = 50 cm x 15 cm, J2  = 50 cm x 20 cm, J3 = 50 cm x 30 cm dan J4 = 50 cm x 50 cm. Hasil penelitian Perlakuan jarak tanam menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman jagung. Dengan perlakuan terbaik menggunakan jarak tanam 50 cm x 50 cm menghasilkan produksi jagung sebesar 5,18 kg. Perlakuan pemberian pupuk NPK menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung, dengan perlakuan terbaik pada dosis 22,50 g/plot menghasilkan produksi 4,82 kg. Interaksi antara perlakuan jarak tanam dan pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung menunjukan pengaruh yang tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati.
EFFECT OF WATER HYACINTH BOKASHI FERTILIZER AND NPK 15-15-15 FERTILIZER APPLICATION ON GROWTH AND YIELD OF PARIA (Momordica charantia L) Nur Fadillah Hutahayan; Cik Zulia; Safruddin Safruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 3 (2018): Bernas October 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.131 KB)

Abstract

This research was conducted on the research garden of Faculty of Agriculture University of Asahan, Kisaran Naga Village, Kisaran Timur Subdistrict, Asahan District in March to May 2017. The experiment was arranged in Randomized Complete Block Design with two factors and 3 replication. The first factor is four concentrate of water hyacinth bokashi fertilizer with B0 = 0 kg/plot, B1 = 1,08 kg/plot, B2 = 30 2,16 kg/plot, B3 = 3,24 kg/plot, while the second factor is theNPK 15-15-15 fertilizer with three levels is N0 = 0 g/plot, N1 = 25,31 g/plot, N2 = 50,63 g/plot. Parameters were observed: plant length, number of leaf, yield per plant and yield per plot. The analysis statistic showed that water hyacinth bokashi fertilizer and NPK 15-15-15 fertilizer traetment have significantly effect on the all parameters. The best effect showed with B2 treatment that on the parameter of plant length have 23,86 cm, the number of leaf have 10.52seet, the yield per plant have 2,41 kg and yield per plot have 7,50 kg. While the NPK 15-15-15 fertilizer treatment give the best effect with N1 treatment on the parameter of plant length have 26,13 cm, yield per plant have 2,64 kg and yield per plot have 8,02 kg.
UJI EFEKTIFITAS PUPUK POC G2 DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Tio Akbar Maulana Rasyid; Safruddin Safruddin; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.257 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian, Universitas Asahan dengan ketinggian tempat 10 m dpl, tipe iklim C (oldeman). Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian pupuk POC top G2 dengan 4 taraf yaitu : S0 = 0 cc/liter air/plot, S1 = 4 cc/liter air/plot, S2 = 8 cc/liter air/plot, S3 = 12 cc/liter air/plot. Faktor kedua adalah pemberian pupuk kandang lembu dengan 3 taraf yaitu : Q0 = 0 kg/ha= 0kg/plot, Q1 = 5 kg/ha = 0,5 kg/plot, Q2 = 10 kg/ha = 1 kg/plot. Analisis keragaman menunjukkan bahwa penggunaan pupuk POC TOP G2 berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah umbi pertanaman, produksi pertanaman, produksi per plot. Pada penelitian ini pemberian dosis optimum adalah 12 cc/liter yang memiliki nilai tertinggi pada semua parameter yang diamati.