Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI TEBAL PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN PROGRAM SOFTWARE KENPAVE Zaki Andito Aji; Budi Hartanto Susilo
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2023): Januari – Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jrltb.v1i1.15921

Abstract

Salah satu ruas jalan yang mengalami kerusakan di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Ruas jalan Dekso-Tempel yang merupakan penghubung antara daerah Kecamatan Dekso Kulon Progo dengan Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman. Evaluasi perlu dilakukan pada ruas jalan ini untuk mengurangi potensi kecelakaan yang terjadi.Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan perkerasan jalan menggunakan program software KENPAVE serta mengetahui solusi alternatif yang digunakan untuk kerusakan tersebut.Program  software KENPAVE ini dapat mengetahui prediksi kerusakan suatu perkerasan jalan  berupa kerusakan Fatigue Cracking,Rutting serta  Permanent Deformation yang diperoleh dari nilai tegangan dan regangan akibat beban lalu-lintas kendaraan. Solusi alternatif yang digunakan berdasarkan manual design perkerasan jalan Binamarga tahun 2017 berupa perencanaan lapisan perkerasan jalan dan perbaikan Overlay.Berdasarkan hasil yang diperoleh untuk perkerasan eksisting menggunakan pemodelan elastik mampu menahan beban Fatigue Cracking selama umur rencana tetapi tidak mampu menahan kerusakan Rutting dan Permanent Deformation selama umur rencana.Untuk design tebal perkerasan baru berdasarkan Binamarga tahun 2017 menggunakan pemodelan Viskoelastik dengan tebal perkerasan yang diperoleh yaitu 4 cm lapisan AC-WC, 6 cm lapisan AC-BC, 10 cm untuk lapisan AC-Base, 15 cm lapisan CTB, dan 15 cm lapisan agregat kelas A mampu menahan beban Fatigue Cracking dan Rutting,Permanent Deformation lebih lama.Untuk perbaikan Overlay dengan tebal perkerasan sebesar 5,5 cm yang diperoleh dari lendutan maksimum disesuaikan dengan beban hasil Cumulative Equivalent Single Axle Load dari design Binamarga 2017. Kata Kunci: Binamarga, Jalan, KENPAVE, Retak, Perkerasan Jalan  
PENGARUH NILAI WAKTU TERHADAP PENERAPAN MULTI LANE FREE FLOW PADA GERBANG TOL CIPUTAT 2 Nadya Fernanda Rakhafuri; Budi Hartanto Susilo
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jrltb.v1i2.16288

Abstract

Jalan tol dibuat untuk mengurai kemacetan. Kemacetan yang terjadi di jalan tol umumnya terjadi akibat antrean di gerbang tol. Antrean disebabkan oleh ketidakseimbangan tingkat pelayanan dan tingkat kedatangan. Sistem yang saat ini diterapkan menggunakan Electronic Card. Sistem tersebut membutuhkan waktu 4 hingga 6 detik untuk setiap transaksi, disertai dengan tingginya volume kendaraan pada saat jam puncak sibuk sore menyebabkan antrean terjadi di gerbang tol. Sehingga pemerintah memberikan solusi berupa peningkatan kinerja jalan tol khususnya pada sistem transaksi dengan menerapkan sistem Multilane Free Flow. Sistem ini merupakan sistem pembayaran tanpa henti dengan kecepatan yang sama saat melintas di jalan tol. Penerapan awal sistem Multilane Free Flow didasarkan terhadap permasalahan antrean yang terjadi di gerbang tol. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar Nilai Waktu akibat antrean di gerbang tol. Antrean menimbulkan waktu produktif terbuang, sehingga akumulasi waktu yang terbuang pada antrean dapat dilihat dari besarnya Nilai waktu. Jumlah uang yang bersedia dikeluarkan seseorang untuk menghemat satu unit waktu perjalanan disebut sebagai nilai waktu perjalanan. Mengurangi waktu perjalanan dapat memengaruhi sebagian besar keuntungan. Nilai waktu yang pada tahun 2023 sebesar Rp 726.897.010 / tahun, adapun pada tahun 2024 sebesar Rp 785.634.221 /tahun dan pada tahun rencana 2025 sebesar Rp 849.117.716 /tahun. Kata kunci : Jalan Tol, Nilai Waktu, Multilane Free Flow
ANALISIS SIMPANG EMPAT TAK PERAPILL AHMAD YANI – Ir. H. JUANDA, CIKAMPEK (Studi Kasus : AHMAD YANI-Ir. H. JUANDA) sitohang, Asro Sitohang; Budi Hartanto Susilo
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jrltb.v1i2.16300

Abstract

Jalan raya adalah suatu faktor yang penting untuk perkembangan transportasi maupun manusia karena perkembangan jalan dan perkembangan manusia saling berkaitan satu sama lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui serta mencari solusi penyebab kemacetan lalu lintas yang terjadi di Ahmad Yani (Cikampek). D i m an a melakukan analisa lalu lintas berdasarkan aspek teknik pada pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI,1997) untuk menentukan volume, hambatan samping, tingkat kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan rekap pitulasi hasil perhitungan di Jalan Ahmad Yani- Ir.H.Juanda,Cikampek. Kata kunci: kemacetan,lalu lintas jalan,volume,hambatan,kapasitas,drajat kejenuhan,tundaan.
PENILAIAN TERHADAP KEMAMPUAN TAMPUNG DAN WAKTU PELAYANAN DI GERBANG TOL TANJUNG DUREN Hs. Chandrapradja, Muhammad Al Khowarizmi; Budi Hartanto Susilo
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v1i2.17957

Abstract

Pada Gerbang Tol Tanjung Duren, sering terjadi antrean kendaraan yang merentang hingga jalan kolektor Jalan Kyai Tapa dan Jalan Rute Nasional 1 Jalan Daan Mogot, dengan panjang antrean sekitar 250 meter. Gerbang Tol ini dilengkapi dengan dua jenis gardu tol, yaitu sistem GTO (Kartu Elektronik dan SLFF) dan GSO (Kartu Elektronik). Penelitian ini dilaksanakan untuk menilai kapasitas tingkat kedatangan dan rata-rata waktu layanan di Gerbang Tol Tanjung Duren dalam situasi saat ini. Metode penelitian yang dipakai adalah survei lapangan untuk mengumpulkan data mengenai tingkat kedatangan dan waktu layanan. Hasil survei yang dilaksanakan pada hari Senin, 10 Juli 2023 dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB menunjukkan bahwa kapasitas maksimal di Gerbang Tol Tanjung Duren tercatat pada GTO 01 Kartu Elektronik dengan jumlah 413 kend/jam, GTO 01 SLFF dengan jumlah 3 kend/jam, dan GSO 02 Kartu Elektronik dengan jumlah 325 kend/jam. Sementara itu, rata-rata waktu layanan di Gerbang Tol Tanjung Duren dengan sistem pengumpulan Kartu Elektronik pada GTO 01 adalah sekitar 5.5 detik per kendaraan, sedangkan untuk sistem pengumpulan SLFF pada GTO 01 adalah sekitar 3.8 detik per kendaraan. Untuk sistem pengumpulan Kartu Elektronik pada GSO 02, rata-rata waktu layanan adalah sekitar 6.6 detik per kendaraan. Kata kunci: Gerbang Tol Tanjung Duren, kapasitas, tingkat kedatangan, waktu layanan.
ANALISIS KEMACETAN DI Jl. METRO PONDOK INDAH, KOTA JAKARTA SELATAN Sergio Ikram Fernandes; Budi Hartanto Susilo
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v2i1.19427

Abstract

Jakarta adalah pusat pemerintahan dan perekonomian. Banyak masyarakat dari luar Jakarta yang mencari nafkah di Kota Jakarta. Setiap tahunnya jumlah Masyarakat yang beraktivitas di jakrta kian meningkat. Hal ini tentu akan menyebabkan kemacetan di ruas-ruas jalan di Jakarta, terutama di ruas jalan yang menjadi penghubung antara kota Jakarta dan kota pendukung lainnya contohnya pada jalan Metro Pondok Indah. Penyebab kemacetan pada Jl. Metro Pondok Indah adalah simpang bersinyal, Simpang Tak bersinyal, dan pembagian jalan. Hasil dari penelitian yang dilakukan di Metro Pondok Indah menyatakan bahwa pada simpang bersinyal menunjukkan LoS F padat merayap, simpang tak bersinyal menunjukkan LoS E untuk karakteriristik DS dan LoS D untuk karakteristik tundaan menurut MKJI 1997 dan menunjukkan LoS D untuk karakteristik tundaan menurut PTV VISSIM. Dan kapasitas Jl.Perkotaan Metro Pondok Indah mengalami kemacetan dikarenakan pembagian lajur jadi 1 arah dan perilaku buruk pengemudi. Adapun solusinya pada simapng bersinyal adalah perubhan fase dan waktu sinyal, pada simpang tak bersinyal adalah perubhan menjadi simpang bersinyal terkoordinasi, dan pada Jl. Perkotaan adalah pemasangan rambu dan pengaturan petugas lapangan. Keywords : MKJI 1997,VISSIM,intersections, urban roads
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG PARKIR PADA KAMPUS A UNIVERSITAS TRISAKTI Zaky Bayhaqy; Budi Hartanto Susilo
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v2i1.19438

Abstract

Universitas Trisakti memiliki jumlah mahasiswa dan karyawan/dosen yang cukup banyak maka fasilitas parkir pada sebuah perguruan tinggi harus dipikirkan guna mempermudah kendaraan mencari pengguna fasilitas parkir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik parkir dan pengguna. Data penelitian yang digunakan yaitu menggunakan data primer (kuesioner) dan data sekunder (Nomor kendaraan, dan Jam keluar masuk parkir). Hasil analisis karakteristik parkir  didapat pada saat weekday IP>100% untuk kendaraan sepeda motor yang melebihi kapasitas, dan untuk mobil memenuhi karena IP<100%. Berdasarkan volume puncak yang terjadi pada saat weekday didapatkan Kebutuhan Ruang parkir untuk mobil sebesar 1155 kendaraan, dan untuk motor zona A sebesar 1194 kendaraan serta untuk motor zona B sebesar 635 kendaraan. Artinya menandakan bahwa parkir sepeda motor terdapat kendala dan kebutuhan parkir melebihi daya tampung yang disediakan. Adapun solusinya ialah melakukan koordinasi lapangan bagi pihak kampus,menambah rambu lalu lintas, pengaplikasian VMS, menambah juru parkir terampil, dan memperluas lahan parkir. Keywords: Parking, Parking Characteristics, Parking Space Requirements, User Parking Characteristics.