Teuku Abdullah
Unknown Affiliation

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERKEMBANGAN LEMBAGA SATUAN WILAYATUL HISBAH DI KOTA BANDA ACEH, 2000 – 2016 Meri Adriani; Teuku Abdullah; Zainal Abidin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2017): Juli, Pendidikan dan Ide Perubahan Media
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Wilayatul Hisbah adalah sebuah lembaga pengawasan pelaksanaan Syariat Islam di provinsi Aceh. Keberadaan lembaga ini telah dicantumkan di dalam beberapa qanun, pertama sekali dalam PERDA Nomor 5 Tahun 2000. Wilayatul Hisbah bertugas utama melakukan sosialisasi, pengawasan dan pembinaan, sehingga masyarakat akan merasa diberitahu, diingatkan bahkan mendapat bimbingan.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah perkembangan Lembaga Satuan Wilayatul Hisbah di Kota Banda Aceh, 2000-2016 dan menganalisis peran satuan lembaga Wilayatul HisbahKota Banda Aceh dalam meningkatkan kesadaran bersyariat Islam di Kota Banda Aceh, 2000-2016.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode sejarah yang terdiri dari lima langkah: pemilihan tema, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, wawancara, observasi dan studi kepustakaan.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keterangan bahwa (1) Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh berdiri tahun 2005 yang bertugas untuk mengingatkan  masyarakat agar selalu taat menjalankan ajaran agama Islam dan menghindari seluruh larangan agama. Jumlah anggotanya sejak 2005 hanya terdapat 13 orang anggota, namun di tahun 2016 jumlah jumlah keanggotan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh, baik sebagai pegawai kontrak maupun PNS berjumlah 60 orang dan (2) Peran Wilayatul Hisbah untuk mengawasi terlaksananya Syari’at Islam sudah tergolong berhasil hal ini dibuktikan semakin minimnya pelanggaran Syari’at Islam secara terang-terangan. Upaya yang dilakukan dengan cara memberitahukan dosa-dosa yang ditimbulkan daripelanggaran Syariat Islam tersebut. Dalam menjalankan perannya Satuan Polisi Wilayatul Hisbahjuga memberikan hukuman berupa Hukum Jinayah bagi yang melakukan Khamar, Maisir, Khalwat, Ikhtilath, Zina, pelecehan seksual, pemerkosaan, Qadzaf, Liwath dan Musahaqah.   ABSTRACT WilayatulHisbah is a supervisory body for the implementation of Sharia in Aceh province. The existence of this institution has been incorporated in several qanuns, first in PERDA Number 5 Year 2000. WilayatulHisbah is primarily responsible for socialization, supervision and guidance, so that the community will feel informed, reminded and even guided.This study aims to explain the history of the development of WilayatulHisbah Unit Institution in Banda Aceh City, 2000-2016 and to analyze the role of unit of WilayatulHisbah Institution of Banda Aceh City in raising Islamic consciousness in Banda Aceh City, 2000-2016.This research uses a qualitative approach and a historical method consisting of five steps: theme selection, heuristics, verification, interpretation and historiography. Technique of collecting data is done by documentation, interview, observation and literature study.Based on the research results obtained information that (1) WilayatulHisbah City Banda Aceh established in 2005 which served to remind people to always obey the teachings of Islam and avoid all religious restrictions. The number of members since 2005 has only 13 members, but in 2016 the number of members of WilayatulHisbah City Banda Aceh, both as contract and civil servants amounted to 60 people and (2) The role of WilayatulHisbah to oversee the implementation of Shari'ah Islam is already successful This is evidenced by the lack of overt violation of Islamic Shari'ah. Efforts are made by notifying the sins arising from the violation of Islamic Sharia. In performing his role Satuan Police Unit WilayatulHisbah also provides punishment of Jinayah Law for those who do Khamar, Maisir, Khalwat, Ikhtilath, Zina, sexual harassment, rape, Qadzaf, Liwath and Musahaqah
PERANAN BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA (BPCB) ACEH DALAM PELESTARIAN SITUS-SITUS BERSEJARAH DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 1990-2015 Oga Umar Dhani; Husaini ,; Teuku Abdullah
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Januari, Sejarah Kemanusian dan Hal-hal Perjuangan Budaya
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana peranan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh dalam pelestarian situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh dari tahun 1990-2015. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana peran dan kebijakan, perkembangan dan kendala yang dihadapi BPCB Aceh dalam melestarikan situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yakni wawancara dengan informan meliputi staf BPCB Aceh dan juru kunci situs dan warga di sekitar situs bersejarah, dokumentasi pada arsip BPCB Aceh dan surat kabar, dan observasi langsung ke situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode sejarah kritis dengan pendekatan kualitatif dan arkeologi. Hasil analisis data menunjukkah bahwa BPCB Aceh sudah mulai melestarikan situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh sejak pertama berdiri tahun 1990. Perkembangan pelestarian situs-situs bersejarah di Banda Aceh mengalami beberapa kendala seperti kurangnya tenaga ahli, sarana pendukung dan pendanaan serta kendala masa konflik dan Tsunami yang telah menghacurkan sebagian situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh. BPCB Aceh mengelola 10 situs bersejarah sebagai cagar budaya di Kota Banda Aceh beserta menempatkan juru perlihara yang bertugas merawat dan melestarikan. Disarankan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Aceh untuk lebih memperhatikan peninggalan situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh. Kepada BPCB Aceh untuk lebih meningkatkan kinerjanya dalam pelestarian dan civitas akademika untuk dapat melakukan studi serupa yang berkaitan dengan situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh agar pemeritah dan BPCB Aceh mempunyai acuan jelas dalam melestarikan situs-situs tersebut. Kata kunci: BPCB Aceh, Cagar Budaya, Peranan, Pelestarian .ABSTRACTThis study raised the question on how the role of the Institute for Preservation of Cultural Property (BPCB) Aceh in the preservation of historic sites in the city of Banda Aceh from 1990 to 2015. This study aims to describe how the roles, policies, developments and obstacles encountered BPCB Aceh in preserving the historic sites in Banda Aceh. The data collection is done in three ways, namely interviews with informants include BPCB Aceh’s staffs, caretaker of the site, residents around the historic sites, archives BPCB documentation in Aceh, newspapers and direct observation to the historic sites in Banda Aceh. The method used is critical history method with qualitative approach and archeology. The results of data analysis show that BPCB Aceh have started preserving historic sites in Banda Aceh since its establishment in 1990. The development of the preservation of historic sites in Banda Aceh encountered some problems such as lack of experts, supporting tools and funding as well as constraining conflicts and tsunami destroyed most of the historic sites in Banda Aceh. BPCB Aceh manages 10 historic sites as cultural heritage in Banda Aceh and its caretaker put in charge of caring for and preserving. This study could be considered as suggestion for the Aceh government to pay more attention on relics of the historic sites in Banda Aceh. BPCB Aceh need to improve their performance in preservation and academicians should do a similar study relating to historic sites in Banda Aceh in order give clear references for the government and BPCB in preserving these sites. 
PERKEMBANGAN GERAKAN JUBAH PUTEH DI ACEH TAHUN 1987-1999 Cut Ade Maudalena; Teuku Abdullah; Zainal Abidin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Januari, Sejarah Kemanusian dan Hal-hal Perjuangan Budaya
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana perkembangan gerakan Jubah Puteh di Aceh dan apa pengaruh gerakan Jubah Puteh terhadap masyarakat Aceh tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan perkembangan gerakan Jubah Puteh dan pengaruh gerakan Jubah Puteh tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan empat cara, yakni dengan cara pengamatan (observasi), studi kepustakaan, studi dokumen, dan wawancara (interview). Metode yang digunakan adalah metode sejarah dan pendekatan kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa gerakan Jubah Puteh hanya berkembang di sekitar tahun 1987 dan setelah itu gerakan Jubah Puteh kurang berkembang namun masih ada sampai saat ini. Disamping itu, ada beberapa pengaruh gerakan Jubah Puteh terhadap masyarakat Aceh seperti larangan membuka warung saat siang hari pada bulan Ramadhan masih bisa dilihat dan dirasakan sampai saat ini. Kata Kunci : Gerakan Jubah Puteh, Perkembangan. ABSTRACT The research is about the movement of Jubah Puteh in Aceh and the influence of Jubah Puteh movement to Aceh society.  The purpose of study is to study the Jubah Puteh movement ant it influence. The data is collected by four steps, observation, library research, document research and interview. The method of research is used history method and qualitative method. The result of analysis is the Jubah Puteh movement just blooming about 1987 and after that the Jubah Puteh  movement slow down until today. Beside, there are influence of  Jubah Puteh to Aceh society as the forbioden to open restaurant on ramadhan and that influence still have until today. Key words: History, Jubah Puteh.
PEMUKIMAN MILITER PENINGGALAN BELANDA DI BANDA ACEH (Kajian Komparasi Perkembangan Pemukiman Militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam, 1900-2015) Maisal Gusri Daulay; Husaini -; Teuku Abdullah
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): April, Kajian Isu Kebudayaan dan Etnisitas
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABTRASCT This study raised the question of how the beginning of the establishment of military settlements in Neusu Jaya and Kuta Alam, how the transition function of the Dutch military buildings in Neusu Kuta Alam Jaya and from year to year and How Neusu state military settlements in Kuta Alam Jaya and at the present time. The purpose of this study was to describe all aspects related to the development of military settlements in Neusu Jaya and Kuta Alam. The data collection is done in three ways, namely interviews with informants. Informants in this study include members and clerks Iskandar Muda Military Command I, along with community Keuchik Gampong Neusu Jaya and Kuta Alam, Military Housing Residents, Retired Military and Staff Institute for Preservation of Cultural Property (BPCB). Documentation on the library archives and documents originating from the Military District Command I IM, and direct observation to the study site. The method used is critical historical method with qualitative approach. The results of data analysis showed that the beginning of the establishment of military settlements in Neusu Kuta Alam Jaya and is a relic of the Dutch Colonial. The Netherlands chose Neusu Jaya area and Kuta Alam as its military base because the area is very strategic and profitable for the Dutch colonial administration. Transition function of military buildings in Neusu Kuta Alam Jaya and appropriate authority of the government in power. During the Dutch colonial buildings are owned by the Dutch. At the time of the building occupied by the Japanese and the Japanese military occupied military post independence. At the current state of military settlements in Neusu Kuta Alam Jaya and can be said to be groomed and neat because it is directly under the control of the Military District Command I IM. In terms of preservation of cultural heritage sites the government has always tried to care for and preserve cultural heritage buildings in the military settlements, through cooperation programs and Army BPCB I IM. For the people that are around military settlements, the place is an attraction in itself in the city of Banda Aceh.  ABSTRAK Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana awal mula berdirinya pemukiman militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam, bagaimana peralihan fungsi bangunan militer Belanda di Neusu Jaya dan Kuta Alam dari tahun ke tahun dan Bagaimana keadaan pemukiman militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam pada saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan segala aspek yang berhubungan dengan perkembangan pemukiman militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yakni wawancara dengan informan. Informan dalam penelitian ini meliputi anggota dan Pegawai Kodam I Iskandar Muda, Keuchik beserta masyarakat Gampong Neusu Jaya dan Kuta Alam, Penghuni Pemukiman Militer, Pensiunan TNI, dan Pegawai Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Dokumentasi pada arsip perpustakaan dan dokumen-dokumen yang berasal dari Kodam I IM, dan observasi langsung ke lokasi penelitian tersebut. Metode yang digunakan adalah metode sejarah kritis dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis data menunjukan bahwa awal mula berdirinya pemukiman militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam adalah peninggalan Kolonial Belanda. Belanda memilih daerah Neusu Jaya dan Kuta Alam sebagai basis militernya dikarenakan daerah tersebut sangat strategis dan menguntungkan bagi administrasi pemerintah kolonial Belanda. Peralihan fungsi bangunan militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam sesuai otoritas pemerintah yang berkuasa. Pada masa kolonial Belanda bangunan tersebut milik Belanda. Pada masa Jepang bangunan tersebut ditempati Jepang dan pasca kemerdekaan ditempati militer TNI. Pada saat ini keadaan pemukiman militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam bisa dikatakan terurus dan rapi karena berada langsung di bawah kendali Kodam I IM. Dalam hal pelestarian situs cagar budaya pemerintah selalu berusaha merawat dan melestarikan bangunan cagar budaya di pemukiman militer tersebut, melalui program kerjasama BPCB dan KodamI IM. Bagi masyarakat yang ada di sekitar pemukiman militer, tempat tersebut merupakan sebuah daya tarik sendiri yang ada di kota Banda Aceh.Kata kunci: Komparasi, Kuta Alam, Neusu Jaya, Pemukiman Militer.
PERKEMBANGAN USAHA BUBUK KOPI MEREK ULEE KARENG DI DESA LAMGAPANG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR, 1960-2015 Dewi Mentari; Husaini ,; Teuku Abdullah
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): April, Kajian Isu Kebudayaan dan Etnisitas
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini “perkembangan usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, 1960-2015, maka tujuan penelitiannya (1) ingin menjelaskan perkembangan usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 1960-2015 (2) ingin menganalisis kehidupan sosial ekonomi pengusaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 1960-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang dipakai metode sejarah.Teknik pengumpulan data digunakan dengan wawancara, dokumentasi, observasi dan studi kepustakaan.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keterangan bahwa (1) usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang dimulai pada tahun 1960 oleh Asnawi. Dalam perkembangannya hingga saat ini usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng sudah menghasilkan berbagai produk seperti Kopi warung organik, Kopi bubuk spesial, Kopi Ulee Kareng Arabica, Kopi Ulee Kareng Organik Robusta, Kopi Ulee Kareng 2 + 1 (Kopi + Gula), Kopi Arabica Super, Kopi Rubusta Original, Kopi Super Quality, Kopi Tubruk Susu Sanger dan Bubuk keras Kopi Rubusta. Selain itu jumlah pengusaha juga mengalami peningkatan sejak tahun 1960 hanya 8 orang, namun ditahun 2016 sudah berjumlah 120 pekerja/karyawan, (2) dalam aspek social ekonomi pengusaha terlihat bahwa rata-rata umur pekerja antara 41-50 tahun, tingkat pendidikan rata-rata tamatan SLTA dan jumlah tanggungan anggota keluarga rata-rata 3-5 orang. Dilihat pula dari segi tempat tinggal mereka juga sudah terlihat sejahtera artinya para pengusaha rata-rata sudah memiliki bentuk rumah yang permanen yang dilengkapi oleh berbagai perabotan rumah. Kata Kunci: Perkembangan, Usaha, Bul Lamgapang.
PERKEMBANGAN ORGANISASI PEMUDA PANCASILA DI BANDA ACEH TAHUN 1984-2016 Syahrul Indra; Teuku Abdullah; Zainal Abidin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2017): Juli, Pendidikan dan Ide Perubahan Media
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTIn accordance with the above title, which is "Development of Pancasila Youth Organization in Banda Aceh In the Year 1984-2016",the purpose of this study was (1) To find out how the background of the establishment of Pancasila Youth Organization in Banda Aceh in 1984-2016. (2) To explain how the development of the Pancasila Youth Organization in Banda Aceh in 1984-2016. (3) To describe the influence of Pancasila Youth Organization in Banda Aceh in 1984-2016. This study used a qualitative approach and methods used is the historical method. Pengumpula n data is done by observation, documentation, and interviews. Based on the research results obtained information that (1) History of Pancasila Youth Organization in Banda Aceh was founded in 1984 by Murshamina and colleagues with the aim to break the communist movement in the city of Banda Aceh. (2) The development of the Pancasila Youth Organization of the Year 1984-1999 is the future Pancasila Youth Organization in Banda Aceh bestatus led Organizations (OKP) for the years 1999 to 2016 was the transformation of the Youth Organization Pancasiladi Banda Aceh to Community Organisations (CBOs), Years 2003-2006 Condition is experiencing Vacuum Pancasila Youth Organization, 2006-2016 Year period is Pancasila Youth Organization in Banda Aceh experienced the Resurrection, and Perioderisasi Management of Pancasila Youth Organization in Banda Aceh of the Year 1984-2016, Gait Pancasila Youth Organization in Banda Aceh, Gait Kader Pancasila Youth Organization in Banda Aceh, Pancasila Youth Organization cadre system in Banda Aceh, as well as lines of Pancasila Youth Organization Coordinating Centre until Commissariat. (3) Effect of Pancasila Youth Organizations in the political field is productive cadre organization serves as a public office even as legislative members at the DPRK and the provincial parliament. Influence in the social sphere is ketelibatan this organization in the community problems, such as volunteering as tsunamis, fires, floods, and, make a public discussion, and share food in the streets when the fasting month for the community. Influence in the field of education is that many of its members became academic at Syiah Kuala University and the State Islamic University of Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh. Keywords: The development, organization, Pemuda Pancasila.ABSTRAKSesuai dengan judul di atas, yaitu “Perkembangan Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh Pada Tahun 1984-2016”, maka tujuan penelitian ini ialah (1) Untuk mengetahui bagaimana latar belakang berdirinya Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh tahun 1984-2016. (2) Untuk menjelaskan bagaimana perkembangan Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh tahun 1984-2016. (3) Untuk mendeskripsikan pengaruh  Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh tahun 1984-2016. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah metode sejarah.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, serta wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa (1) Sejarah Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh didirikan tahun 1984 oleh Murshamina dan kawan-kawan dengan tujuan untuk mematahkan gerakan komunis di Kota Banda Aceh. (2) Perkembangan Organisasi Pemuda Pancasila Tahun 1984-1999 ialah masa Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh bestatus Organisasi Kepemudaan (OKP), tahun 1999-2016 ialah transformasi Organisasi Pemuda Pancasiladi Kota Banda Aceh ke Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Tahun 2003-2006 ialah Kondisi Organisasi Pemuda Pancasila Mengalami Kevakuman, Tahun 2006-2016 ialah masa Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh mengalami Kebangkitan, serta Perioderisasi Kepengurusan Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh dari Tahun 1984-2016, Kiprah Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh, Kiprah Kader Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh, Sistem Pengkaderan Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh, serta Garis Koordinasi Organisasi Pemuda Pancasila dari Pusat hingga Komisariat. (3) Pengaruh dari Organisasi Pemuda Pancasila di bidang politik ialah produktifnya kader organisasi ini menjabat sebagai jabatan publik bahkan menjadi anggota legislatif di tingkat DPRK maupun DPRA. Pengaruh di bidang sosial ialah ketelibatan organisasi ini dalam permasalahan masyarakat, seperti menjadi relawan ketika tsunami, kebakaran, kebanjiran, dan, membuat diskusi-diskusi publik, serta membagi makanan di jalanan ketika bulan puasa untuk masyarakat.Pengaruh di bidang pendidikan ialah banyak anggotanya menjadi akademisi di Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh.Kata kunci: Perkembangan, Organisasi, Pemuda Pancasila.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WORD SQUARE DENGAN STRATEGI CROSSWORD PUZZLE TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Eva Linda; Teuku Abdullah; Nurasiah .
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): April, Pendidikan dan Kajian Tentang Sejarah
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe research entitled "The Influence of Cooperative Learning Model of Word Square Type with Crossword Puzzle Strategy on Student Achievement of IPS Grade VIII of SMP Negeri 8 Banda Aceh" is aimed to analyze the influence of cooperative learning model of Word Square type with Crossword Puzzle strategy on IPS student achievement in grade VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh. The approach that use in this research are a quantitative and the type of the is experimental research. The population in this research is all students of class VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh which amounts to 143 students and consists of 7 classes. The sample is the students of class VIII.2 as the experimental class and the students of class VIII.1 as the control class consisting of 22 students each. The technique of collecting the data are tests and documentation. The technique of analysisthe data in this research is (1) calculate the mean value; (2) calculate the variance and standard deviation; (3) normality test; (4) homogeneity test of variance; and (5) t-test. Based on the technique of data analysis, the average value of the experimental class is 79.8 and the control class is 72.7. The variance and standard deviation of the experimental class were 80.52 and 8.97 while the control classes were 45.94 and 6.78. The experimental class normality test is 3.57 and the control class is 0.96. The homogeneity test of experimental class variance and control class was 1.75. And the t-test result is 3.19. Based on the data analysis above, it can be concluded that the average value of eskperimen class is higher than control class. The data distribution of the final test score of the students in the experimental class and the control class is normally distributed based on the significant level of x2countx2tablethat is 3.57 7.81 and 0.96 7.81. To test the homogeneity of variance is Fcount≤ Ftable is 1.75 ≤ 2.09, then the variance of experimental class data and control class is homogeneous. Results of data processing using t-test analysis obtained tcount = 3.19 while ttable = 2.02. Means that tcountttable is 3.19 2.02, thus according to the testing criteria then H0 is rejected and Haisaccepted. Keyword: crossword puzzle, cooperative learning,learning achievement, word square. ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Word Square dengan Strategi Crossword Puzzle terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh” ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Word Square dengan strategi Crossword Puzzle terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 143 siswa dan terdiri dari 7 kelas. Sampelnya adalah siswa kelas VIII.2sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII.1sebagai kelas kontrol yang masing-masing terdiri dari 22 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan test dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah (1) menghitung nilai rata-rata; (2) menghitung varians dan simpangan baku; (3) uji normalitas; (4) uji homogenitas varians; dan (5) uji-t. Berdasarkan teknik analisis data tersebut maka diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 79,8 dan kelas kontrol adalah 72,7. Varians dan simpangan baku kelas eksperimen adalah 80,52 dan 8,97 sedangkan kelas kontrol adalah 45,94 dan 6,78. Uji normalitas kelas eksperimen adalah 3,57 dan kelas kontrol adalah 0,96. Uji homogenitas varians kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 1,75. Dan hasil uji-t adalah 3,19. Berdasarkan hasil analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata kelas eskperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Sebaran data nilai tes akhir siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal berdasarkan taraf signifikan x2hitung x2tabel yaitu 3,57 7,81 dan 0,96 7,81. Untuk uji homogenitas varians yaitu Fhitung ≤ Ftabel yaitu 1,75 ≤ 2,09, maka varians data kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah homogen. Hasil pengolahan data menggunakan analisis uji-t diperoleh thitung = 3,19 sedangkan ttabel = 2,02. Berarti bahwa thitung ttabel yaitu 3,19 2,02, dengan demikian sesuai dengan kriteria pengujian maka H0 ditolak dan Ha diterima.Kata Kunci: crossword puzzle, pembelajaran kooperatif, prestasi belajar, word square.
PERKEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN BATOK KELAPA DI GAMPONG UJONG KAREUNG, KECAMATAN SUKAJAYA, SABANG, 2005-2017 Ika Nadia Lestari; Teuku Abdullah; Anwar Yoesoef
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2, No 4 (2017): Nopember, Sejarah Kota dan Sejarah Pedesaan
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABTRASCTCoconut Shell Industry includes small industries. The industry is growing in Gampong Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Sabang. The existence of this industry has impacted the lives of local people, especially in social, economic and cultural aspects. The research entitled "The Development of Coconut Shell Industry in Gampong Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Sabang, 2005-2017", aims to (1) reconstruct the development of Coconut Shell Industry in Gampong Ujong Kareung, 2005-2017, (2) which influenced the community in Gampong Ujong Kareung worked as an employee of Coconut Batik Industry, 2005-2017, and (3) described the obstacles faced by coconut craft industry craftsmen in developing their business in Gampong Ujong Kareung Kecamatan Sukajaya, Sabang, 2005-2017. This research uses qualitative approach and historical method, which has the step of theme selection, heuristic, verification, interpretation and historiography. Technique of collecting data is done by interview, documentation, observation and literature study. Based on the results of the research, it is known that (1) Coconut Craft Industry in Gampong Ujong Kareung started since 1950, but in 2004 was stopped due to tsunami disaster and started back in 2005 until now. The development is seen from the number of employees, the number of production and the more diverse and the way of sales through order, promotion at the exhibition and entrust the handicrafts to the shops, (2) community factor Gampong Ujong Kareung work as employees of Batok Coconut Industry, namely economic factors, employment in other sectors, meaning the lack of non-formal jobs provided by the government and the desire to develop talents and interests, and (3) constraints Development of Coconut Shell Industry in Gampong Ujong Kareung is: limited raw materials and venture capital, competition with modern products , and less regeneration.Keywords: Development, Craft Industry, Coconut Shell, Gampong Ujong Kareung.  ABSTRAKIndustri Kerajian Batok Kelapa termasuk industri kecil. Industri ini berkembang di Gampong Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Sabang. Keberadaan industri ini telah berdampak bagi kehidupan masyarakat setempat terutama dalam aspek sosial, ekonomi dan budaya. Penelitian yang berjudul “Perkembangan Industri Kerajinan Batok Kelapa di Gampong Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Sabang, 2005-2017”, bertujuan untuk (1) merekontruksi kembali perkembangan Industri Kerajinan Batok Kelapa di Gampong Ujong Kareung, 2005-2017, (2) menjelaskan faktor yang mempengaruhi masyarakat di Gampong Ujong Kareung bekerja sebagai karyawan industri Kerajinan Batok Kelapa, 2005-2017, dan (3) mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh pengrajin Industri Kerajinan Batok Kelapa dalam mengembangkan usahanya di Gampong Ujong Kareung Kecamatan Sukajaya, Sabang, 2005-2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode sejarah, yang memiliki langkah pemilihan tema, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, observasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) Industri Kerajinan Batok Kelapa di Gampong Ujong Kareung dimulai sejak 1950, namun tahun 2004 sempat terhenti akibat bencana tsunami dan mulai kembali tahun 2005 hingga sekarang. Perkembangannya terlihat dari jumlah karyawan, jumlah produksi dan semakin beragam dan cara penjualan melalui order, promosi di pameran dan menitipkan hasil kerajinan ke toko-toko, (2) faktor masyarakat Gampong Ujong Kareung bekerja sebagai karyawan Industri Batok Kelapa, yaitu faktor ekonomi, minimnya lapangan pekerjaan di sektor lain, artinya kurangnya lapangan pekerjaan non formal yang disediakan oleh pihak pemerintahan dan keinginan mengembangkan bakat dan minat, dan (3) kendala Perkembangan Industri Kerajinan Batok Kelapa di Gampong Ujong Kareung ialah: keterbatasan bahan baku dan modal usaha, persaingan dengan produk modern, dan regenerasi semakin minim.Kata Kunci : Perkembangan, Industri Kerajinan, Batok Kelapa, Gampong Ujong Kareung.
PROSOPOGRAPHY PENGRAJIN GERABAH DI GAMPONG ATEUK JAWO KECAMATAN BAITURRAHMAN BANDA ACEH TAHUN 1993-2016 Rifa Putri Nadia; Alamsyah Taher; Teuku Abdullah
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Januari, Sejarah Kemanusian dan Hal-hal Perjuangan Budaya
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan judul yang diangkat “prosopography pengrajin Gerabah di Gampong Ateuk JawoKecamatan Baiturahman Banda Aceh, 1993-2016”, maka yang menjadi tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui kehidupan pengrajin gerabah di Gampong Ateuk Jawo Kecamatan Baiturahman Banda Aceh, 1993-2016 dan (2) Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan pengrajin gerabah di Gampong Ateuk Jawo Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh, 1993-2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang dipakai adalah metode sejarah.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa (1) kerajinan gerabah di Ateuk Jawo sudah ada sejak nenek monyang mereka dahulu yang diwariskan secara turun temurun.Sistem produsi alat gerabah pengrajin Gampong Ateuk Jawo ini dengan langkah pertama mengambil tanah liat dari sawah mereka atau dibeli, diolah menjadi berbagai alat keperluan dapaur, kemudian mereka bakar dan licinkan menjadi alat yang siap pakai.Hasil produksi yang mereka hasilkan berupa kanot, beulangong, peune, tanyeun, pot bungong, guci dan lain-lain.Sistem distribusi hasil kerajinan gerabah Gampong Ateuk Jawo dilakukan dengan menjual kepada konsumen dan agen yang sudah memesan sebelumnya.Harga alat gerabah beragam tergantung ukuran besar atau kecilnya.Harnya gerabah di Gampong Ateuk Jawo sejak 1993-2016 terus meningkat. Di tahun 1993 harga satu gerabah Rp: 5.000 harga it uterus naik, hingga sekarang sudah mencapai Rp: 30.000 perbuah.Para pengrajin memilih bekerja sebagai pengrajin karena lingkungan tempat tinggal, mempertahankan tradisi nenek monyang, kurangnya lapangan pekerjaan dan sebagainya.Jumlah pengusaha gerabah Ateuk Jawo terus berkurang, karena kesulitan dalam memperoleh bahan olahan berupa tanah dan para pewaris keturunan pengrajin tidak lagi tertarik dengan pekerjaan itu sebab disibukkan oleh pekerjaan lain.  Kehidupan pengrajin gerabah Ateuk Jawo dari segi umur rata-rata para pengrajin 50 ke atas bahkan ada 80-90 tahun.Tingkat pendidikan pengrajin dari rata-rata hanya menamatkan pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).Tanggungan keluarga pengrajin rata-rata berjumlah antara 5-6 orang keluarga ini masih tergolong keluarga batin/inti.Tingkat pendidikan anak pengrajin rata-rata berhasil menyelesaikan pendidikan sampai ke tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Pendapat pengrajin gerabah Gampong Ateuk Jawo rata-rata mencapai Rp: 900.000-1.200.000. sedangkan untuk pengeluaran pengrajin berupa pemenuhan kebutuhan primer/pokok, kebutuhan sekunder dan tersier.Kata Kunci: Prosopography, Pengrajin Gerabah, Gampong Ateuk Jawo.ABSTRACT Appointed by the title "prosopography pottery artisans at the Village Ateuk Jawo Baiturahman District of Banda Aceh, 1993-2016", then is the purpose of this study (1) to know the life of pottery artisans in Gampong Ateuk Jawo Baiturahman District of Banda Aceh, 1993-2016 and ( 2) To determine the level of well-being in the Village Ateuk pottery craftsmen Jawo Baiturrahman District of Banda Aceh, 1993-2016. This study used a qualitative approach and methods used is the historical method. Data collected by observation, documentation and interview. Based on the research results obtained information that (1) pottery in Ateuk Jawo has existed since they first monyang grandmother who inherited. Produsi system pottery craftsman tool Gampong Ateuk this Jawo with the first step taking clay from their fields or purchased, processed into a variety of tools dapaur purposes, then they burn and licinkan be a ready-made tool. Production results they produce in the form of KANOT, beulangong, peune, tanyeun, Bungong pots, jars and others. The distribution system results Gampong Ateuk Jawo pottery made by selling to consumers and agents are already booked in advance. Prices vary depending on the size of the tool earthenware large or small. Only go into pottery in Gampong Ateuk Jawo increasing since 1993-2016. In 1993 the price of one earthenware Rp: 5000 prices continued to climb, up to now have reached USD: 30,000 apiece. The artisans choose to work as a craftsman for living environment, maintaining the tradition of monyang grandmother, lack of jobs and so forth. The number of entrepreneurs earthenware Ateuk Jawo continues to decrease, due to difficulties in obtaining processed materials such as land and heirs descendants of craftsmen are no longer interested in the job because busy with other work. Jawo Ateuk life pottery artisans in terms of average age of 50 and above the craftsmen there was even 80-90 years. The education level of the average craftsman just graduated from Junior High Schools (JSS). Dependents craftsmen average of between 5-6 people is still quite family family inner / core. The level of education of children weaver successfully completed education up to the level of upper secondary education (SLTA). Opinions pottery craftsmen Gampong Jawo Ateuk average reached Rp: 900000-1200000. whereas expenditure in the form of meeting the needs of producers of primary / basic, secondary and tertiary needs. Keywords: Prosopography, Craftsmen Pottery, Gampong Ateuk Jawo.
MAHYIDDIN DODENT: TOKOH PARIWISATA KOTA SABANG (1952-2013) ATHIT MUSNANDAR; Teuku Abdullah; Anwar Yoesoef
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 3, No 3 (2018): Juli, Ide dan Prestasi dalam Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe research entitled "Mahyiddin Dodent, Tourism Prominent of Sabang City 1952-2011" raises the question of how the life journey of Mahyiddin Dodent becomes a tourism character who has great influence in the city of Sabang. This study aims to (1) know the biography of Mahyiddin Dodent's life, and (2) to know the role of Mahyiddin Dodent in Sabang City, 1952-2011. This study uses a qualitative approach and historical method that consists of five steps namely the selection of themes, heuristics, verification, interpretation and historiography. Technique of collecting data is done by interview, documentation, observation and literature study. The research results can be known that Mahyiddin Dodent is a tourism figure in the 1980s, where he only took the school level education (SR). Mahyiddin Dodent gained knowledge of the ocean from experience during wandering.Mahyiddin Dodent's important role is to make Sabang as a tourist attraction, especially characterized by the conservation of coral reefs and opposed the illegal activities of the fisherman's illegal fishing. Conservation of Mahyiddin Dodent coral reef is intended to be a tourist attraction. On this struggle Mahyiddin Dodent won Kalpataru award from President Susilo Bambang Yudoyono in 2010.Keyword: Mahyiddin Dodent, Tourism Character, Sabang City.