Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Uji Efektivitas Natrium Nitrofenol Dalam Menunjang Pertumbuhan Setek Kopi Robusta (Coffea canephora L) Khairul Purba; Rudi Hartawan; Ridawati Marpaung
Jurnal Media Pertanian Vol 7, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v7i1.138

Abstract

Kopi  merupakan komoditi ekspor yang terus meningkatkan pendapatan devisa negara. Perbanyakan untuk mempertahankan kualitas kopi yaitu perbanyakan dengan metode setek. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi terbaik natrium nitrofenol dalam mendukung pertumbuhan setek kopi robusta. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Lingkungan Rancangan Acak Lengkap. Rancangan perlakuan yang digunakan konsentrasi natrium nitrofenol yang terdiri dari 5 taraf : n0 = Tanpa Pemberian Natrium Nitrofenol, n1 = 0,30 mLL-1, n2 = 0,60 mLL-1, n3 = 0,90 mLL-1, n4 = 1,20 mLL-1. Data hasil pengamatan ditabulasi dan dianalisis dengan analisis ragam. Jika nilai F hitung berpengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjut DNMRT ketelitian 95%. Hasil penelitian menujukan bahwa pemberian natrium nitrofenol dengan konsentrasi 0,90 mLL-1 memberikan hasil terbaik pada persentase setek berakar sebesar 62,22%, persentase setek bertunas 100%, persentase setek berakar dan bertunas sebesar 62,22%, jumlah akar sebesar 6,06 helai, bobot kering akar sebesar 0,80 g.
NISBAH KESETARAHAN LAHAN POLIKULTUR PINANG (Areca catechu L.) DENGAN KELAPA DALAM (Cocos nucifera L.) DAN PINANG DENGAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Rudi Hartawan; Fathul Hariadi
Jurnal Media Pertanian Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.232 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v4i1.78

Abstract

Polikultur tanaman Kelapa Dalam dan Kelapa Sawit dengan tanaman Pinang merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas lahan dan meningkatkan pendapatan petani. Penelitian bertujuan untuk membandingkan NKL polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam dan Pinang dengan Kelapa Sawit. Pelaksanaan penelitian di Desa Sungai Beras, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada bulan Desember 2018 sampai Maret 2019. Pengumpulan data mengunakan metode survey pada lahan-lahan petani yang ditanami Pinang, Kelapa Dalam, dan Kelapa Sawit monokultur dan polikultur. Lokasi penelitian di pilih secara sengaja karena pada lokasi-lokasi tersebut terdapat budidaya polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam dan Pinang dengan Kelapa Sawit. Peubah yang diamati yaitu; fisik tanaman dan umur berbuah, estimasi produksi (kg ha-1), produktivitas (kg ha-1 th-1). Data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis statistika dengan metode deskriptif dalam bentuk tabulasi dan analisis inferensi dengan uji t berpasangan dengan taraf α 0,05%. Dari hasil penghitungan nilai NKL diperoleh nilai polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam 1,19 dan polikultur Pinang dengan Kelapa Sawit 1,10. Data ini mengambarkan bahwa polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam lebih menguntungkan 9% dibandingkan polikultur Pinang dengan Kelapa Sawit.
KARAKTERISTIK FISIK dan PRODUKSI KELAPA DALAM (Cocos nucifera L) di BERBAGAI EKOLOGI LAHAN Rudi Hartawan; Arif Sarjono
Jurnal Media Pertanian Vol 1, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.386 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v1i2.15

Abstract

AbstractThe growing environment plays an important role in the plant's phenotype. The suitability of the environment will bring up the genetic potential mainly on coconut production. The expected output of this research is to know the adaptation level of coconut crops different land ecology. The research was carried out in January to August 2016 at: 1) tidal lands in Lagan Ulu village of Geragai Sub-district of  Tanjung Jabung Timur with altitude 0-10 m above sea level, 2) in the lowland Ramin village Kumpeh Ulu Subdistrict Muaro Jambi regency with a height of 10-100 m above sea level, 3) Moderate land in Wanareja village of Rimbo Ulu Subdistrict Tebo regency with an altitude of 100-500 m above sea level and 4) Highland in Seberang village Sungai Penuh subdistrick Sungai Penuh City, with an altitude 500 m above sea level. Laboratory analysis conducted in July 2016 in  laboratorium dasar University Batanghari. Research conducted by survey methods in community gardens and arranged in environment randomized block design namely tidal areas, lowland, moderate land, and highland. Each altitude of land was three farmers. Porposifly as a block of design. The parameters are the palnt physical, reproduction age, agronomy, action estimation of production potential, soil acidity and daily temperatures. Data of research are analyzed by description method such as tabulated data form and anova test (α=5%) was used of inferential analysis. The result of this research showed that there was a significantly effect of land altitude on production potential and phisical characteristic of coconut trees. The coconut trees showed optimally growth and production in moderate land (100-500m above sea level). Keywords: coconut, cultivation, crop production. AbstrakLingkungan tumbuh berperan penting dalam produksi tanaman Kelapa Dalam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat adaptasi tanaman Kelapa Dalam pada berbagai ekologi lahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Agustus 2016 di: 1) lahan pasang surut di Desa Lagan Ulu, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan ketinggian 0-10 m dpl, 2) dataran rendah di Desa Ramin, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi dengan ketinggian 10-100 m dpl, 3) dataran sedang di Desa Wanareja, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo dengan ketinggian 100-500 m dpl dan 4) dataran tinggi di Desa Seberang, Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, dengan ketinggian >500 m dpl. Analisis laboratorium dilakukan pada bulan Juli 2016 di Laboratorium Dasar Universitas Batanghari. Penelitian dilakukan dengan metode survey di kebun-kebun masyarakat dan disusun dalam rancangan lingkungan acak kelompok dengan rancangan perlakuan ekologi lahan yaitu daerah pasang surut, dataran rendah, dateran sedang dan dataran tinggi. Tiap-tiap ekologi lahan diambil tiga petani sampel secara sengaja yang dijadikan blok dalam rancangan. Peubah yang diamati adalah fisik tanaman, umur berproduksi, tindakan agronomi, estimasi potensi produksi, kemasaman tanah dan suhu harian. Data hasil penelitian dianalisis dengan metode deskripsi dalam bentuk tabulasi dan inferensi dilakukan dengan uji anova taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukkan Ekologi lahan berpengaruh nyata terhadap potensi produksi dan karakteristik fisik tanaman Kelapa Dalam. Tanaman Kelapa Dalam dapat tumbuh, berkembang dan berproduksi dengan baik di daerah dataran sedang dengan ketinggian 100-500 m dpl. Kata kunci: Kelapa Dalam, budidaya, produksi tanaman
KARAKTERISTIK FISIK DAN MUTU BUAH KELAPA DALAM (Cocos nucifera L) DI LAHAN PASANG SURUT DAN LAHAN GAMBUT DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Rudi Hartawan; Nasamsir .; Abdul Gafur
Jurnal Media Pertanian Vol 2, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.607 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v2i1.25

Abstract

AbstractHigher coconut in productivity when cultivated on peat land compared to ups and downs. This research aims to know the physical characteristics and the quality of the fruit of the coconut in a better land differences i.e. tidal land and peat. This research has been carried out in August until September 2016 in the village of Pulau Pinang subdistrict of Tanjung Jabung Regency Right Betara West to site tidal land and the village of Bram Itam Kingdom subdistrict of Tanjung Jabung Regency Itam Bram West location for peat. Analysis of the data obtained from this research is a descriptive statistical analysis method in the form of inference method using the tabulate and test-t paired. Sampling for both villages is conducted at three locations with a distance of 500 metres north of observation which has been previously determined point coordinates using GPS. Each location taken 5 sample with circumference of observed variables fruit, fruit fiber thickness, the thickness of the shell, the thickness of the meat, the weight of the fruit intact, heavy fruit without husk oil yield, moisture content. Every standard of treatment is repeated 3 times, so there are 15 units of the sample in each village, so the total number of samples of coconuts in the two villages as many as 30 units of coconuts. Results of the study concluded that the physical characteristics and the quality of the fruit of the coconut palm plant In dilahan better than peat moss plant coconut in dilahan ups and downs.Keywords: physical characteristics of coconut in, tidal land, peat. AbstrakProduktivitas Kelapa Dalam lebih tinggi bila dibudidayakan pada lahan gambut dibandingkan lahan pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan mutu buah Kelapa Dalam yang lebih baik dengan perbedaan lahan yaitu lahan pasang surut dan lahan gambut. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2016  di Desa Pulau Pinang Kecamatan Betara Kanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk lokasi lahan pasang surut dan Desa Bram Itam Raya Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk lokasi lahan gambut. Analisis data yang diperoleh dari penelitian ini adalah analisis statistika dengan metode deskriptif dalam bentuk tabulasi dan metode inferensi menggunakan uji-t berpasangan. Pengambilan sampel untuk kedua desa dilakukan pada tiga lokasi dengan jarak pengamatan 500 meter arah utara yang sebelumnya telah ditentukan titik koordinat menggunakan GPS. Setiap lokasi diambil 5 sampel dengan peubah yang diamati lingkar buah, ketebalan sabut buah, ketebalan tempurung, ketebalan daging buah, berat buah utuh, berat buah tanpa sabut,  rendemen minyak, kadar air. Setiap taraf perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 15 unit sampel di setiap desa, jadi jumlah keseluruhan sampel buah kelapa di kedua desa sebanyak 30 unit buah kelapa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa karakteristik fisik dan mutu buah tanaman Kelapa Dalam dilahan gambut lebih baik dibandingkan tanaman Kelapa Dalam dilahan pasang surut.Kata kunci:  karakteristik fisik Kelapa Dalam, lahan pasang surut, lahan gambut.
Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Pemberian Kompos Limbah Kelapa Sawit Fico Ovender; Rudi Hartawan; Edy Marwan
Jurnal Media Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v6i2.118

Abstract

Cacao (Theobroma cacao L.) is one of the important plantation commodities after oil palm and rubber. This plant has a high economic value and is a foreign exchange earner. The seeds produced are used as raw material for the foodstuff industry as well as for the pharmaceutical and cosmetic industries. Based on data from the Central Statistics Agency, the productivity of cocoa-farmers in Jambi is still very low, only reaching 585 kg ha-1. This study aims to obtain a dose of oil palm waste compost to support the growth of cocoa seedlings. The experiment was carried out in Pijon Village, Jaluko District, Muaro Jambi Regency from December 2020 to April 2021. This experiment was carried out using a completely randomized design environment. The treatment design used was compost dosage consisting of 4 levels, namely p0 = without giving compost, p1 = 5 tons ha-1 (7.5 grams per 3 kg of media), p2 = 10 tons ha-1 (15 grams per 3 kg of media) and p3 = 15 tons ha-1 (22.5 grams per 3 kg of media). The observed data were tabulated and analyzed with analysis of variance. If the calculated F value has a significant effect, then the DNMRT further test for 95% accuracy is carried out. The results showed that the application of compost 15 tons ha-1 showed an increase the plant height of 63.78%, the stem diameter of 73.68%, the shoot dry weight 30.83%, the total dry weight 95.12%, an the short root ratio 90.37%.
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BIOFISIK DAN SOSIAL EKONOMI DI MODEL DAERAH ALIRAN SUNGAI MIKRO (MDM) BATANG TEGAN Rudi Hartawan
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 14, No 3 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.649 KB) | DOI: 10.33087/jiubj.v14i3.263

Abstract

In the framework of the management of the river basin (DAS) to develop a model of watershed management in small extents (DAS Micro) will be able to accommodate the needs of sustainable watershed management objective that includes the object biophysical, social, economic, and institutional. Watershed management should be integrated from upstream to downstream areas involving all parties associated with the principle of one river, one plan and one integrated organization. Micro DAS Stem Tegan is part of the Sub Watershed Batang Bungo who was instrumental for the Dusun community Rantau Pandan and LUBUK Wood Aro in Sub Region Senamat Ulu Pandan and Orchard and Orchard Muaro Make The heart of the District III Ulu Muaro Bungo District, Jambi Province. Sustainability of the river is very important this river is a placeholder from catcment area dominated by land titling 25-40% (rather steep) with extents 1868.88 Ha. The main potential biophysical land areal MDM is a District Snapshot water (DTA) or Catchment Area. Micro DAS Stem Tegan is pensuplai water to Sub DAS further Batang Bungo will join the DAS Batanghari. Biophysical problems onto the areal MDM is low soil fertility, soil erosion splash and sheet type, slope of land, availability of critical land and the land has the potential to become critical. The main potential of the social economy of institutional structures are formed community orchard, potential productive workforce, there is a means of education, worship, health, as well as some economic institutions such as markets and society. Social and economic problems that are being recorded from areal MDM is a high rate of population growth, poverty, and dependence of agricultural land.Keywords: Soil and water conservation and cultivation zones
Respon Pertumbuhan Bibit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Blume) terhadap Pemberian Abu Sekam Padi pada Media Tanam di Polibag Dandi Priska; Yulistiati Nengsih; Rudi Hartawan; Edy Marwan
Jurnal Media Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v7i2.155

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi dalam pembibitan kayu manis adalah mutu bibit yang masih rendah karena keberhasilan budidaya kayu manis diawali dengan penggunaan bibit yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pertumbuhan bibit kayu manis terhadap pemberian abu sekam padi pada media tanam di polybag. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Pegeh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, selama 3 bulan mulai bulan April sampai Juli 2022. Analisis abu sekam padi dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi. Analisis unsur hara abu sekam padi dilakukan di Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi dan pengukuran bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar akan dilakukan Laboratorium di Universitas Batanghari Jambi. Penelitian ini dilakukan secara ekperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan satu faktor pemberian abu sekam padi sebagai berikut : k0 : 3 kg tanah ultisol per polibag (kontrol), k1 : abu sekam padi 40g + 2960g tanah ultisol, k2 : abu sekam padi 70g + 2930 g tanah ultisol, k3 : abu sekam padi 100 g + 2900 g tanah ultisol. Setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 12 satuan percobaan, setiap satuan percobaan terdiri dari8 polibagsehingga total keseluruhan adalah 96 polybag. Pada setiap satuan percobaan ditentukan secara acak 4 tanaman sebagai sampel. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah: Tinggi Bibit (cm), Diameter Batang (mm), Berat Kering Tajuk (g), Berat Kering Akar (g), Nisbah TajukAkar, Indeks Kualitas, Data Lingkungan (Suhu Udara, Kelembaban Udara dan pH media). Data hasil penelitian dianalisis statistika menggunakan analisis ragam. Bila pada analisis ragam menyatakan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DNMRT taraf α 5%. Berdasarkan penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa pemberian abu sekam padi + tanah ultisol memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, berat kering tajuk, berat kering akar, indeks kualitas dan berpengaruh tidak nyata terhadap nisbah tajuk akar. Pemberian abu sekam padi 100 g + 2900 g tanah ultisol meningkatkan tinggi tanaman sebesar 33,61%, diameter batang 44,02%, berat kering tajuk 159,58%, berat kering akar 146,29% dan indeks kualitas 176,47% bila dibanding dengan k0. Secara umum perlakuan k3 abu sekam padi 100 g + tanah ultisol 2900 g. memberikan pertumbuhan kayu manis yang terbaik.
Model Budidaya Padi di Lahan Rawa yang Menunjang Upsus Pajale di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Yulistiati Nengsih; Rudi Hartawan; Edy Marwan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.391 KB)

Abstract

Pengaturan kalender tanam dan model budidaya menjadi sangat menarik untuk dikaji terutama pada lahan rawa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model budidaya padi di lahan rawa dalam menunjang Upsus Pajale. Penelitian dilaksanakan di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang, Desa Marga Mulya Kecamatan Rantau Rasau dan Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak pada bulan Pebruari sampai Agustus 2017. Sumber data penelitian ini adaah data primer yang bersumber dari penyuluh pertanian lapangan, data sekunder dari instansi terkait yang berhubungan dengan kajian, dan data empiris lapangan didapat dari pengamatan langsung di lapangan. Total populasi adalah 100 orang terdiri dari 38 orang di Kecamatan Nipah Panjang, 35 orang di Kecamatan Rantau Rasau dan 27 orang di Kecamatan Berbak. Pengambilan sampel dengan sistem acak sederhana. Hasil yang didapat adalah model budidaya padi rawa yang menunjang Program Pajale di Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah pertanaman dengan indeks 200 yaitu Gertak Tanpa Dusta dan Senam Dupa. Perbedaan model tanam ini disebabkan oleh kelembaban areal tanam. Pengaturan kalender tanam agar nilai intensitas pertanaman mencapai 200% dilakukan sebagai berikut; Desa Simpang Datuk dan Marga Mulya musim tanam I pada bulan Oktober sampai Maret dan musim tanam II pada bulan April sampai September. Di Kelurahan Simpang, kalender tanam dimulai pada bulan September sampai Pebruari untuk padi indukan dan bulan Maret sampai Mei untuk padi ratoon. Pendapatan usahatani meningkat 105,33% bila petani melaksanakan model budidaya Gertak Tanpa Dusta.
Aplikasi Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Ultisol di Polibag Alfan Zarano Akbar; Yulistiati Nengsih; Rudi Hartawan
Jurnal Media Pertanian Vol 8, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v8i1.190

Abstract

Oil palm empty fruit bunches are a source of organic matter rich in nutrients N, P, K, and Mg. TKKS has the properties of helping nutrient solubility, improving soil structure, water absorption capacity, and carbon source, and providing energy for soil microorganisms needed for plant growth. This study aimed to determine the effect of composting empty palm oil bunches on the growth of cocoa seedlings. The materials used are F1 cocoa seeds (high-quality seeds) aged three months, polybags measuring 15 x 30 cm, TKKS fertilizer, NPK 15-15-15 fertilizer, and ultisol. The equipment used is a set of tools for seeding cocoa, scales, tape measure, paranet, calipers, and an electric oven. The research design was a one-factor complete randomized design. TKKS fertilizer treatment design (k) with four dose levels in 3 kg of planting medium, namely: k0 = control, k1 = 100 g, k2 = 200 g, k3 = 300 g. Parameters observed were plant height, stem diameter, shoot dry weight, root dry weight, media moisture content, soil physical and chemical analysis. The data obtained were analyzed statistically using analysis of variance. If the variance analysis results have a significant effect, continue using the DNMRT test at the level of α = 5%. TKKS fertilizer treatment at a dose of 300 g produced cocoa seedlings aged six months with a height of 54.33 cm, stem diameter of 10.02 mm, dry crown weight of 33.13 g, root dry weight of 15.56 g, and media moisture content without watering for five day of 6.71%. TKKS compost is an effective soil fertilizer to support the growth of cocoa seedlings.
Perbandingan Efektivitas Zat Pengatur Tumbuh Organik dan Anorganik dalam Mendukung Pertumbuhan Stek Kopi Robusta Yulistiati Nengsih; Rudi Hartawan; Khairul Purba; Aditya Deska Wahyu
Jurnal Media Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v8i2.206

Abstract

Robusta coffee plants are cross-pollinated, so the genetic characteristics of the new plant are not the same as the parent if propagation is carried out generatively. One way to overcome this problem is through vegetative propagation. The research aims to determine the effectiveness of organic and inorganic growth regulators to support the growth of robusta coffee cuttings. This research was conducted at the Experimental Station, Campus II, Batanghari University in Pijoan, Jambi from April to August 2022. The research used a completely randomized environmental design. The treatment design is 5 levels of organic and inorganic growth regulators, namely (p0): control, (p1): 50% onion shallot extract, (p2): natrium nitrophenol 0.60 mLL-1, (p3): 75% onion shallot extract, (p4): natrium nitrophenol 0.90 mLL-1. The parameters observed were live cuttings, rooted cuttings, sprouted cuttings, rooted and sprouted cuttings, number of roots, dry weight of roots, air temperature and air humidity. Research data was processed using anova. Further data processing takes the form of orthogonal contrast to compare organic and inorganic growth regulators. A onion shallot extract concentration of 75% is better than a concentration of 50% and a natrium nitrophenol concentration of 0.9 mLL-1 is better than a concentration of 0.6 mLL-1. Treatment with 75% onion shallot extract resulted in 100% growing cuttings, 100% sprouting cuttings, 60.22% rooted cuttings, and 60.22% sprouting and rooting cuttings. Natrium nitrophenol treatment with a concentration of 0.9 mLL-1 resulted in 100% growing cuttings, 100% sprouting cuttings, 65.55% rooted cuttings, and 65.55% sprouting and rooting cuttings. Organic growth regulators from onion shallot extract and inorganic substances from natrium nitrophenol have the same effect in stimulating the growth of robusta coffee cuttings.