Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : MEDIA INFORMASI

PENGARUH TERAPI HIPNOSIS TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA Bahtiar, Yanyan; Suprapti, Betty
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.123 KB)

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan ancaman global dan serius sehingga perlu berbagai upaya untuk menanggulanginya secara dini. Teknik relaksasi hipnosis merupakan salah satu tindakan keperawatan yang diduga bisa mengendalikan kadar gula darah pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi hipnosis terhadap kadar gula darah pasien DM tipe 2. Besaran sampel sebanyak 20 kelompok intervensi dan 20 kontrol. Desain penelitian menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan uji-t dan paried-t. Dalam kondisi hipnosis, stres dapat teratasi dengan sugesti positif sehingga secara tidak langsung hipofisis dapat dikendalikan. Dengan pengendalian hipofisis maka fungsi vital tubuh dapat terkontrol, peningkatan metabolism akibat stress dapat tercegah sehingga peningkatan kadar gula darahnya dapat terkendali. Setelah diberikan dua kali perlakuan terapi hypnosis pada kelompok intervensi, terjadi penurunan rerata kadar gula darah sebesar 33,6mg/L. Secara statistic terdapat perbedaan rata-rata kadar gula darah sebelum dan setelah terapi hipnosis pada kelompok intervensi (r=0,000). Sedangkan pada uji beda antara kelompok intervensi dengan kontrol secara statistic tidak terdapat perbedaan yang signifikan (r=0,642). Walaupun demikian rerata kadar gula darah kelompok intervensi setelah terapi hipnosis mempunyai selisih lebih tinggi dari kelompok kontrol. Bagi petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan intervensi terapi hipnosis pada penderita DM selain terapi obat dan diet. 
KELUARGA DAPAT MEMOTIVASI MAHASISWA KEPERAWATAN BERHENTI MEROKOK Bahtiar, Yanyan
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.163 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik; usia, pendidikan, riwayat merokok dengan tingkat motivasi. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian adalah sampel populasi, berjumlah 50 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner yang sebelumnya dilakukan uji instrument. Hasil analisa menggambarkan bahwa sebagian besar responden berada pada tingkat III Prodi D3 Keperawatan sebanyak 33 orang (66%), lebih dari setengah responden berada pada kelompok usia ≥21 tahun, sebagian besar responden memiliki riwayat keluarga merokok sebanyak 30 orang (60%) dan motivasi responden paling banyak berada pada tingkat sedang yaitu 25 orang (50%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa berdasarkan uji statistik fisher’s exact antara tingkat pendidikan dengan motivasi tidak ada hubungan yang signifikan (r-value=0,077). Hasil uji chi-square antara kelompok usia dengan motivasi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan (r-value= 0,090). Sedangkan hasil uji statistik fisher’s exact antara riwayat merokok dengan motivasi berhenti merokok menunjukkan ada hubungan yang signifikan (r-value= 0,001). Keinginan atau motivasi seseorang dalam merubah perilaku merokok dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya; faktor internal yang melekat dalam dirinya sendiri, dan faktor eksternal terutama lingkungan keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar penelitian selanjutnya yang melahirkan intervensi keperawatan untuk berhenti merokok.
HUBUNGAN RIWAYAT MEROKOK DALAM KELUARGA DENGAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA KEPERAWATAN TASIKMALAYA POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Bahtiar, Yanyan; Badriah, Siti; Hidayat, Asep A.S.
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.758 KB)

Abstract

Rokok telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Meskipun banyak diperlihatkan propaganda bahaya merokok bagi kesehatan, sampai bahaya kematian, tetapi perilaku merokok sulit dilepaskan, termasuk oleh mahasiswa keperawatan. Banyak faktor yang melatarbelakangi seorang mahasiswa berperilaku merokok, salah satunya berasal dari pengaruh keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat merokok keluarga dengan perilaku merokok mahasiswa Keperawatan Tasikmalaya Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Disain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan crossexional study. Sampel penelitian sebesar 42 responden dengan menggunakan teknik purposif sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan uji alternatif fisher. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh keluarga mahasiswa mempunyai riwayat merokok (85,7%), tetapi secara statistik variabel riwayat merokok keluarga tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku merokok mahasiswa Keperawatan Tasikmalaya (ρ=0,665). Masa remaja dari mahasiswa merupakan masa pencarian identitas dan mulai ingin mencoba-coba sesuatu hal yang baru termasuk merokok. Orang tua kadang tidak menyadari bahwa setiap batang rokok yang dihisap tidak luput dari perhatian anaknya. Pengelola kampus dan keluarga diharapkan dapat bekerja sama dalam perubahan perilaku merokok dari mahasiswa. Penelitian ini bisa dijadikan data dasar penelitian selanjutkan yang mengarah pada intervensi untuk mengatasi perilaku merokok.
HUBUNGAN RIWAYAT MEROKOK DALAM KELUARGA DENGAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA KEPERAWATAN TASIKMALAYA POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Yanyan Bahtiar; Siti Badriah; Asep A.S. Hidayat
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.758 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v11i1.24

Abstract

Rokok telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Meskipun banyak diperlihatkan propaganda bahaya merokok bagi kesehatan, sampai bahaya kematian, tetapi perilaku merokok sulit dilepaskan, termasuk oleh mahasiswa keperawatan. Banyak faktor yang melatarbelakangi seorang mahasiswa berperilaku merokok, salah satunya berasal dari pengaruh keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat merokok keluarga dengan perilaku merokok mahasiswa Keperawatan Tasikmalaya Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Disain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan crossexional study. Sampel penelitian sebesar 42 responden dengan menggunakan teknik purposif sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan uji alternatif fisher. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh keluarga mahasiswa mempunyai riwayat merokok (85,7%), tetapi secara statistik variabel riwayat merokok keluarga tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku merokok mahasiswa Keperawatan Tasikmalaya (ρ=0,665). Masa remaja dari mahasiswa merupakan masa pencarian identitas dan mulai ingin mencoba-coba sesuatu hal yang baru termasuk merokok. Orang tua kadang tidak menyadari bahwa setiap batang rokok yang dihisap tidak luput dari perhatian anaknya. Pengelola kampus dan keluarga diharapkan dapat bekerja sama dalam perubahan perilaku merokok dari mahasiswa. Penelitian ini bisa dijadikan data dasar penelitian selanjutkan yang mengarah pada intervensi untuk mengatasi perilaku merokok.
PENGARUH TERAPI HIPNOSIS TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA Yanyan Bahtiar; Betty Suprapti
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.123 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.13

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan ancaman global dan serius sehingga perlu berbagai upaya untuk menanggulanginya secara dini. Teknik relaksasi hipnosis merupakan salah satu tindakan keperawatan yang diduga bisa mengendalikan kadar gula darah pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi hipnosis terhadap kadar gula darah pasien DM tipe 2. Besaran sampel sebanyak 20 kelompok intervensi dan 20 kontrol. Desain penelitian menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan uji-t dan paried-t. Dalam kondisi hipnosis, stres dapat teratasi dengan sugesti positif sehingga secara tidak langsung hipofisis dapat dikendalikan. Dengan pengendalian hipofisis maka fungsi vital tubuh dapat terkontrol, peningkatan metabolism akibat stress dapat tercegah sehingga peningkatan kadar gula darahnya dapat terkendali. Setelah diberikan dua kali perlakuan terapi hypnosis pada kelompok intervensi, terjadi penurunan rerata kadar gula darah sebesar 33,6mg/L. Secara statistic terdapat perbedaan rata-rata kadar gula darah sebelum dan setelah terapi hipnosis pada kelompok intervensi (r=0,000). Sedangkan pada uji beda antara kelompok intervensi dengan kontrol secara statistic tidak terdapat perbedaan yang signifikan (r=0,642). Walaupun demikian rerata kadar gula darah kelompok intervensi setelah terapi hipnosis mempunyai selisih lebih tinggi dari kelompok kontrol. Bagi petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan intervensi terapi hipnosis pada penderita DM selain terapi obat dan diet. 
KELUARGA DAPAT MEMOTIVASI MAHASISWA KEPERAWATAN BERHENTI MEROKOK Yanyan Bahtiar
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.163 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i2.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik; usia, pendidikan, riwayat merokok dengan tingkat motivasi. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian adalah sampel populasi, berjumlah 50 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner yang sebelumnya dilakukan uji instrument. Hasil analisa menggambarkan bahwa sebagian besar responden berada pada tingkat III Prodi D3 Keperawatan sebanyak 33 orang (66%), lebih dari setengah responden berada pada kelompok usia ≥21 tahun, sebagian besar responden memiliki riwayat keluarga merokok sebanyak 30 orang (60%) dan motivasi responden paling banyak berada pada tingkat sedang yaitu 25 orang (50%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa berdasarkan uji statistik fisher’s exact antara tingkat pendidikan dengan motivasi tidak ada hubungan yang signifikan (r-value=0,077). Hasil uji chi-square antara kelompok usia dengan motivasi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan (r-value= 0,090). Sedangkan hasil uji statistik fisher’s exact antara riwayat merokok dengan motivasi berhenti merokok menunjukkan ada hubungan yang signifikan (r-value= 0,001). Keinginan atau motivasi seseorang dalam merubah perilaku merokok dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya; faktor internal yang melekat dalam dirinya sendiri, dan faktor eksternal terutama lingkungan keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar penelitian selanjutnya yang melahirkan intervensi keperawatan untuk berhenti merokok.