Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : pharmacoscript

PENDEKATAN SISTEM PENGHANTARAN NANOPARTIKEL BERBASIS LIPID SEBAGAI OBAT ANTIJERAWAT : REVIEW: Putriyanti Al-fira; Jafar Garnadi; Mulyani Yani
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1761

Abstract

Jerawat adalah gangguan kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Bakteri gram positif propionibacterium acnes adalah akar dari jerawat. Propionibacterium acne tumbuh karena akumulasi sebum, yang menyebabkan jerawat. Untuk mengatasi jerawat, berbagai bahan aktif dan metode pengobatan telah dikembangkan. Penghantaran melalui nanoteknologi adalah metode terbaru yang digunakan. Ini dipilih karena kemampuan nanoteknologi untuk meningkatkan stabilitas bahan aktif, meningkatkan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit, dan memungkinkan zat aktif dibawa ke area yang ditargetkan. Metode yang digunakan yaitu Artikel ilmiah dikumpulkan dari sumber nasional dan internasional 10 tahun terakhir (2014-2024). Hasil yang ditunjukkan bahwa metode nanopartikel menunjukkan potensi besar sebagai bahan aktif anti jerawat karena ukurannya yang kecil memungkinkan penetrasi kulit lebih baik, pelepasan bahan aktif secara terkendali, dan perlindungan dari degradasi lingkungan. Keberhasilannya terbukti dalam berbagai studi dan uji klinis, dengan penurunan signifikan jerawat dan peningkatan kondisi kulit. Pengembangan terbaru, seperti nanopartikel lipid, nanopartikel polimer, dan nanopartikel metal. Diskusi dalam review artikel ini melakukan pendalaman terhadap pengembangan obat dan sitem penghantaran obat baru, meliputi proses sintesis, karakterisasi, mekanisme kerja, dan hasil uji klinis yang relevan. Penggunaan nanopartikel lipid telah menunjukkan potensi besar sebagai penghantar obat yang efektif,  nanopartikel polimer menawarkan kontrol pelepasan obat yang lebih baik dan nanopartikel logam menawarkan sifat antimikroba intrinsik. dan Kesimpulannya review artikel ini akan mengulas secara menyeluruh berbagai penelitian mengenai penghantaran zat aktif terbarukan melalui nanoteknologi untuk terapi jerawat.
PENDEKATAN SISTEM PENGHANTARAN NANOPARTIKEL BERBASIS LIPID SEBAGAI OBAT ANTIJERAWAT : REVIEW: Putriyanti Al-fira; Jafar Garnadi; Mulyani Yani
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1761

Abstract

Jerawat adalah gangguan kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Bakteri gram positif propionibacterium acnes adalah akar dari jerawat. Propionibacterium acne tumbuh karena akumulasi sebum, yang menyebabkan jerawat. Untuk mengatasi jerawat, berbagai bahan aktif dan metode pengobatan telah dikembangkan. Penghantaran melalui nanoteknologi adalah metode terbaru yang digunakan. Ini dipilih karena kemampuan nanoteknologi untuk meningkatkan stabilitas bahan aktif, meningkatkan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit, dan memungkinkan zat aktif dibawa ke area yang ditargetkan. Metode yang digunakan yaitu Artikel ilmiah dikumpulkan dari sumber nasional dan internasional 10 tahun terakhir (2014-2024). Hasil yang ditunjukkan bahwa metode nanopartikel menunjukkan potensi besar sebagai bahan aktif anti jerawat karena ukurannya yang kecil memungkinkan penetrasi kulit lebih baik, pelepasan bahan aktif secara terkendali, dan perlindungan dari degradasi lingkungan. Keberhasilannya terbukti dalam berbagai studi dan uji klinis, dengan penurunan signifikan jerawat dan peningkatan kondisi kulit. Pengembangan terbaru, seperti nanopartikel lipid, nanopartikel polimer, dan nanopartikel metal. Diskusi dalam review artikel ini melakukan pendalaman terhadap pengembangan obat dan sitem penghantaran obat baru, meliputi proses sintesis, karakterisasi, mekanisme kerja, dan hasil uji klinis yang relevan. Penggunaan nanopartikel lipid telah menunjukkan potensi besar sebagai penghantar obat yang efektif,  nanopartikel polimer menawarkan kontrol pelepasan obat yang lebih baik dan nanopartikel logam menawarkan sifat antimikroba intrinsik. dan Kesimpulannya review artikel ini akan mengulas secara menyeluruh berbagai penelitian mengenai penghantaran zat aktif terbarukan melalui nanoteknologi untuk terapi jerawat.
PENGEMBANGAN GRANUL EFFERVESCENT KOMBINASI BINAHONG DAN SAMBUNG NYAWA: AKTIVITAS ANTIDIABETES IN VITRO DAN TOKSISITAS AKUT Mulyani Yani; Supriadi Dadih; Marliani Lia; Putra Widdy Aditya
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2538

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Pengembangan terapi berbasis bahan alam dengan profil keamanan yang baik menjadi salah satu pendekatan yang banyak dikaji. Binahong (Anredera cordifolia) dan sambung nyawa (Gynura procumbens ) merupakan tanaman obat yang dilaporkan memiliki aktivitas terkait pengelolaan diabetes. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi aktivitas antidiabetes melalui uji in vitro dari kombinasi ekstrak binahong dan sambung nyawa serta mengembangkan formulasi granul effervescent sebagai bentuk sediaan yang lebih praktis. Aktivitas in vitro dievaluasi melalui uji penghambatan enzim α-amilase dan α-glukosidase, dengan acarbose sebagai kontrol positif. Uji toksisitas akut oral dilakukan pada tikus betina galur Wistar mengikuti pedoman OECD. Kombinasi ekstrak selanjutnya diformulasikan ke dalam sediaan granul effervescent dan dievaluasi sifat fisiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak mampu menghambat aktivitas α-amilase (IC₅₀ 21,90 ± 2,93 µg/mL) dan α-glukosidase (IC₅₀ 26,15 µg/mL) secara in vitro. Pada uji toksisitas akut, kombinasi ekstrak tidak menunjukkan mortalitas hingga dosis 2000 mg/kgBB, sehingga dikategorikan termasuk kategori 5 memiliki toksisitas ringan. Granul effervescent yang dihasilkan (formula F2 dan F3) memenuhi parameter evaluasi fisik, termasuk sifat alir yang baik, waktu dispersi kurang dari 5 menit, dan pH larutan yang dapat diterima. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi ekstrak binahong dan sambung nyawa menunjukkan potensi aktivitas antidiabetes berbasis penghambatan enzim secara in vitro serta profil keamanan akut yang baik, dan berhasil diformulasikan dalam bentuk granul effervescent dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan. Penelitian ini berpotensi menjadi dasar pengembangan lebih lanjut sediaan fitoterapi sebagai terapi komplementer diabetes.