Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Comparative Stability Assessment of Dual Versus Single Reinforcement Configurations in Mechanically Stabilized Earth (MSE) Walls Hartono, Edi; Diana, Willis; Afifah Anis Tsamara , Ghina
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mechanically stabilized earth (MSE) walls are widely used in transportation infrastructure due to their cost efficiency, constructability, and adaptability. However, the performance implications of different reinforcement configurations under combined static and seismic loads remain insufficiently quantified. This study examines a 7.2 m MSE wall reinforced with either dual 30 kN strips or a single 50 kN strip, analyzing internal, external, and global stability using both manual calculations and Limit Equilibrium Method (LEM) with Geo5. Geotechnical properties, reinforcement reduction factors, traffic surcharges, and seismic coefficients were incorporated following national design standards. Manual methods applied Rankine and Coulomb formulations, while Geo5 captured soil–strip interface behavior. Results indicate that the dual 30 kN configuration achieved higher tensile and external stability factors, offering enhanced load distribution and redundancy, particularly advantageous under seismic or high-surcharge conditions. The single 50 kN configuration exhibited higher breakage resistance and construction simplicity, suitable for static or cost-driven scenarios. Manual and numerical results were closely matched, with differences typically below 10%, supporting the validity of LEM for design verification. These findings underscore the need to tailor reinforcement strategies to site-specific conditions and performance objectives. Future research should explore hybrid configurations and long-term monitoring to optimize cost-performance trade-offs in MSE wall design.
Evaluasi Pemadatan Tanah pada Proyek Pembangunan Gedung Diana, Willis; Hartono, Edi; Muntohar, Agus Setyo; Wulandary, Kartika
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.443 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.32720

Abstract

Pemadatan tanah merupakan salah satu metode yang efisien dan praktis untuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi kompresibilitas pekerjaan tanah. Namun, pekerjaan pemadatan harus dievaluasi untuk memenuhi persyaratan relatif terhadap berat volume kering maksimum (MDD) yang diperoleh dari uji pemadatan standar laboratorium. Umumnya metode yang digunakan untuk evaluasi kepadatan lapangan adalah uji kerucut pasir. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan relatif tanah timbunan pada konstruksi bangunan dengan menggunakan uji kerucut pasir. Prosedur pengujian mengikuti ASTM D1556 / D1556M-15e1 dan ASTM D698-12e2 untuk uji kerucut pasir dan uji pemadatan standar Proctor. Analisis statistik dilakukan untuk mengevaluasi kepadatan dan kadar air yang diperoleh dari uji lapangan pada proyek Dorm dan Research and Inovation Centre (RIC). Probabilitas (p) pekerjaan pemadatan yang melebihi 0,9MDD atau Rc=90% adalah p=13% dan p=18%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemadatan relatif rata-rata (Rc)  adalah 80% dan 82% pada proyek Dorm dan RIC dengan standar deviasi 8,69 dan 8,81.
Pengaruh Subtitusi Bubuk Cangkang Telur terhadap Batas-batas Konsistensi Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Kapur Diana, Willis; Hartono, Edi; Widianti, Anita; Apriliani, Rinda
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.312 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.33885

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi pemanfaatan bubuk cangkang telur (egg shell powder, ESP) untuk menggantikan kapur pada stabilisasi tanah-kapur. Bubuk cangkang telur diketahui mengandung kalsit dalam jumlah yang besar.  Batas-batas konsistensi biasanya digunakan untuk menilai workabilitas dan memperkirakan perubahan sifat mekanik tanah yang distabilisasi. Dalam penelitian ini digunakan kapur tohor (quicklime) dan kapur padam (hydrated lime). Initial Consumption of Lime (ICL) diperoleh dengan menggunakan uji pH metode Eades and Grim, hasil pengujian didapatkan ICL 8%. Variasi pengujian yang dilakukan adalah dengan mensubtitusi sejumlah kapur dengan ESP, yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari ICL. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan stabilisasi kapur indeks plastistas menurun sebesar 55%-60%. Semakin banyak kadar kapur yang disubtitusi dengan ESP menyebabkan peningkatan indeks plastisitas dibandingkan stabilisasi tanah-kapur. Tetapi, pada subtitusi seluruh kadar kapur dengan ESP,  indeks plastitas tanah menurun sebesar 29% dibandingkan tanah asli.  Batas susut tanah asli 10,43%, setelah distabilisasi dengan 8% bubuk cangkang telur batas susutnya menjadi 13,22% , terjadi peningkatan 26%, sedangkan rasio susut, susut volumetrik, dan susut linear penurunannya tidak signifikan. Jenis kapur (kapur padam dan kapur tohor) memperlihatkan perilaku perubahan plastisitas tanah yang hampir sama.. Bubuk cangkang telur dapat digunakan untuk bahan stabilisasi tanah, dan mampu merubah plastisitas tanah,  tetapi perubahan plastisitas yang terjadi tidak sebesar stabilisasi menggunakan kapur.