Syaifuddin, Firman
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Sifat Batuan Karbonat untuk Evaluasi Bahan Timbunan Maulana Hutama Rahma Putra; Widya Utama; Firman Syaifuddin
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.38230

Abstract

Faktor yang memengaruhi strategi dan proses pembangunan infrastruktur adalah jenis lapisan tanah pada wilayah pembangunan. Lapisan tanah yang didominasi lempung, yang memiliki nilai faktor keamanan kecil, tidak aman untuk dibangun infrastruktur. Faktor keamanan pada tanah itu dapat ditingkatkan dengan cara konsolidasi berupa penimbunan bahan timbunan. Tetapi dengan adanya perlakuan tersebut akan menyebabkan penurunan tanah (Settlement). Sehingga penilitian ini bertujuan untuk klasifikasi parameter fisis batuan Karbonat yang digunakan sebagai bahan penimbun tersebut serta pengaruhnya terhadap penurunan tanah. Dengan mengetahui distribusi setiap parameter fisisnya seperti densitas, porositas, kompresibilitas dan resistivitas, jenis batuan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelas. Metode klasifikasi yang digunakan adalah Gaussian Mean Mixture dimana pada hasilnya memberikan klasifikasi optimal dengan jumlah 2 jenis. Hasil klasifikasi berdasarkan nilai kompresibilitasnya adalah 1.0526 x 10-7 per pascal dan 2.484 x 10-7 per pascal. Sedangkan dari pemodelan menggunakan batuan yang diklasifikasikan, didapatkan bahwa pencampuran kedua jenis batuan memberikan kualitas timbunan yang baik dimana memberikan konsolidasi 100% dengan penurunan tanah sebesar 138.4 mm.
Analisis Sebaran Litologi Batupasir “Dakota” Menggunakan Metode Seismik Inversi Berbasis Model, Studi Kasus Lapangan “Teapot”, Wyoming, USA Dimas Rahfaditya Pradana; Wien Lestari; Firman Syaifuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.323 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25226

Abstract

Untuk melakukan prediksi sebaran litologi suatu reservoir, dapat dianalisis melalui nilai impedansi akustik dari tiap batuan, dikarenakan tiap bnatuan akan memiliki nilai impedansi akustik yang berbeda ketika berbeda jenis litologi. Dengan adanya data seismik, data sumur, serta data pendukung lainnya, kita dapat memperoleh informasi kondisi bawah permukaan secara detail. Penelitian kali ini bertujuan untuk memprediksi sebaran reservoir batu pasir Dakota pada lapangan Teapot, hak milik RMOTC dan U.S.Department of Energy, berdasarkan pada parameter impedansi akustik dari masing-masing batuan. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah menggunakan inversi berbasis model. Hasil yang didapat merupakan sebaran litologi batupasir formasi Dakota, disajikan dalam bentuk peta impedansi akustik. Berdasarkan hasil inversi seismik, diketahui lokasi rekomendasi yang memilki litologi batu pasir baik sebagai reservoir adalah daerah dengan nilai impedansi relative lebih rendah, dengan range nilai 27.000 ft/s*g/cc – 29.000 ft/s*g/cc, dan berarda pada lokasi tengah menuju ke selatan dari daerah penelitian.
Karakterisasi Reservoar Menggunakan Aplikasi Seismik Atribut Dan Inversi Seismik Impedansi Akustik, Studi Kasus Lapangan Teapot Dome, Wyoming Nur Muhammad Zain; Wien Lestari; Firman Syaifuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.111 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25855

Abstract

Lapangan Teapot Dome, Wyoming terletak di Powder Basin yang merupakan cekugan prospek hidrokarbon. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data seismik 3D Post Stack dan 7 data sumur. Zona target terletak pada F1WC dan Redpeak. Zona target memiliki litologi berupa sand dan shaly sand. Dilakukan karakterisasi reservoar pada kedua zona target guna mengevaluasi zona. Kedua data diintegrasi menggunakan metode inversi berbasis model dan metode seismik multiatribut. Metode inversi berbasis model dilakukan guna memprediksi impedansi akustik. Metode seismik multiatribut menggunakan lebih dari satu atribut untuk memprediksi parameter sumur. Parameter yang dicari pada penelitian ini yaitu porositas sehingga didapat persebaran porositas dalam volume seismik. Digunakan pula metode Probabilistic Neural Network guna meningkatkan hasil korelasi antara data seismik dengan data sumur saat memprediksi porositas. Berdasarkan hasil yang didapatkan diketahui bahwa karakter reservoar zona F1WC yaitu impedansi akustik pada rentang 27000-34000 (ft/s)(gr/cc) dan porositas 8-11%. Sedangkan untuk zona RDPK mempunyai rentang nilai impedansi akustik 34000-49000 (ft/s)(gr/cc) dan porositas 5-10%. Berdasarkan justifikasi karakter log, inversi, dan multiatribut diketahui bahwa kedua zona target merupakan zona prospek hidrokarbon.
Analisis Independent Inversion Gelombang Pp Dan Ps Dengan Menggunakan Inversi Post-Stack Untuk Mendapatkan Nilai Vp/Vs Gigih Prakoso W; Widya Utama; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.251 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1916

Abstract

Rasio Vp/Vs merupakan parameter yang sering kali digunakan dalam interpretasi bawah permukaan jika memiliki kondisi yang kompleks (terdapat medium yang tersaturasi fluida). Akibat yang ditimbulkan dari medium yang tersaturasi fluida adalah adanya struktur-struktur bawah permukan yang tidak dapat terbaca oleh data seismik (seismik PP) sehingga menimbulkan kesulitan pada saat proses interpretasi. Untuk menghasilkan gambaran seismik yang baik, maka perlu adanya data seismik yang mampu memetakan bawah permukaan lebih baik. Gelombang seismik terkonversi (seismik PS) dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut. Perbedaan antara gelombang seismik PP dan PS hanya terletak pada jenis gelombang yang dapat direkam oleh geophone. Jika seismik PP menggunakan source gelombang P dan merekam gelombang P, namun untuk seismik PS menggunakan source gelombang P dan merekam gelombang S. Dalam penelitian ini digunakan gelombang seismik PS dan PP untuk menghasilkan nilai Vp/Vs. Nilai Vp/Vs didapatkan dari proses inversi secara terpisah (independent inversion) antara gelombang PP dan PS. Hasil akhir yang didapatkan dari penelitian ini adalah berupa penampang Vp/Vs, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam mendeskripsikan litologi bawah permukaan. 
Pemodelan Inversi Terpisah Metode Magnetotellurik Dan Gravitasi Sintetik Pada Daerah Sub - Vulkanik Muhammad Irsyad Hibatullah; Dwa Desa Warnana; Juan Pandu Gya Nur Rochman; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.977 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i1.4903

Abstract

Reservoir sub-vulkanik merupakan salah satu hal menarik dalam dunia eksplorasi cadangan migas di masa mendatang. Tantangan dalam eksplorasi pada reservoir sub vulkanik adalah keterbatasan metoda seismik dalam melakukan pencitraan bawah permukaan pada reservoir sub-vulkanik, hal itu dikarenakan keberadaan lapisan vulkanik yang terletak diatas reservoir sub-vulkanik memiliki kecepatan yang kompleks dan dominasi komponen frekuensi rendah sehingga metode konvensional seperti Dix Conversion tidak cukup akurat dalam memodelkan profil Vp di daerah sub-vulkanik. Oleh karena itu dibutuhkan integrasi metode gravitasi dan magnetotellurik dimana pada pengolahan inversi secara terpisah metode MT 1.5D menunjukan bahwa MT sensitif terhadap kehadiran fasies vulkanik tetapi tidak cukup sensitif terhadap keberadaan basement. Sedangkan metode gravitasi sensitif terhadap keberadaan basement tetapi tidak cukup sensitif dalam menggambarkan fasies vulkanik.
Pengolahan Dan Interpretasi Data Log FMI (Fullbore Formation Microimager) Untuk Analisa Rekahan Paul Chemistra; Pegri Aripin; Fuadur K; Ayi Syaeful Bahri; Amien Widodo; Firman Syaifuddin; widya utama; Jaka Rahadiansyah
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.236 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i1.3737

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang menentukan workflow pengolahan dan interpretasi data image log FMI (Fulbore Formation MicroImager) menggunakan Geolog 7.4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap-tahap yang dilakukan dalam melakukan pengolahan data image beserta interpretasi tentang analisa rekahan. Berdasarkan analisa rekahan yang dilakukan menggunakan prinsip sifat resistivitas dan konduktivitas pada gambar data log FMI ditemukan bahwa pada sumur PC-1 terdapat 27 conductive fracture dan 39 resistive fracture sedangkan pada sumur PC-2 terdapat 40 conductive fracture dan 29 resistive fracture. Pada sumur PC-1 memiliki orientasi strike dari conductive fracture berarah NNW-SSE, sedangkan orientasi strike dari resistive fracture dominan berarah NNW-SSE. Pada sumur PC-2 memiliki orientasi strike dari conductive fracture yang dominan berarah WNW-ESE, sedangkan orientasi strike dari resistive fracture yang dominan WSW-ENE.
Analisa Struktur Regional Penyebab Gempa dan Tsunami Berdasarkan Anomali Gravitasi dan Dinamika Lempeng Nur Rochman Muhammad; Wien Lestari; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3583.392 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2960

Abstract

Peristiwa gempa bumi dan Tsunami merupakan bencana yang tidak bisa dihindari oleh masyarakat Indonesia sebagai negara yang terletak pada jalur tektonik aktif dunia. Akibat adanya pertemuan lempeng Indo-Australia pada daerah bagian Selatan Indonesia, menyebabkan kawasan ini memiliki nilai seismitas yang cukup tinggi. Salah satu kawasan yang sering terjadi peristiwa gempa dan Tsunami yaitu berada di jalur subduksi Sunda. Pada kawasan ini, terjadi beda densitas subduksi antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera akibat adanya perbedaan gaya kompresi pada kedua kawasan tersebut. Perbedaan densitas subduksi diketahui dari inversi data anomali gravitasi pada jalur subduksi Sunda untuk mengintepretasikan struktur regional pada area yang pernah terjadi gempa besar yang menyebabkan Tsunami. Setelah dilakukan inversi 2D terhadap data gravity pada tujuh lintasan yang searah dengan arah subduksi di jalur Sunda, dimana line 4 di daerah Jawa dan line 5 sampai 7 di daerah Sumatera. Didapatkan  beda densitas pada line 1 sebesar -0.24 ~ -0.26 g/cm3; line 2 sebesar -0.25 ~ -0.5 g/cm3 ; line 3 sebesar -0.3 ~ -0.5 g/cm3 ; line 4 sebesar -0.19 ~ -0.24 g/cm3 ; line 5 sebesar -0.3 ~ -0.55 g/cm3 ; line 6 sebesar -0.1 ~ -0.26 g/cm3 dan line 7 sebesar -0.05 ~ -0.2 g/cm3. Berdasarkan beda densitas ini, diketahui bahwa daerah Jawa memiliki beda densitas lebih besar karena laju subduksi lebih tinggi dibandingkan daerah Sumatera.
Analisis Perbandingan Antara Respon Seismik Sintetik Pp Dan Ps Berdasarkan Pemodelan Substitusi Fluida Pada Sumur Nova Linzai; Firman Syaifuddin; Amin Widodo
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.382 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1917

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk menganalisa perbandingan sintetik PP dan PS berdasarkan pemodelan sumur. Penelitian ini mencakup pemodelan data sumur dan pembuatan seismik sintetik gather PP dan PS. Pemodelan data sumur yang dilakukan adalah pemodelan substitusi fluida (100% air, minyak dan gas) dengan teori Gassman dan proses editing log. Pembuatan seismik sintetik gather PP dan PS berdasarkan prinsip gelombang elastik dengan memanfaatkan komponen vertikal dan horizontal. Pemodelan sintetik ke depan menggunakan prinsip ray tracing dengan jumlah offset 101 dengan range offset 0-4000m. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil dari substitusi fluida sangat mempengaruhi kecepatan gelombang P dan densitas, sedangkan perubahan terhadap kecepatan gelombang S tidak terlalu signifikan. Reservoir merupakan sand gas sehingga nilai kecepatan gelombang P ketika disubstitusi gas lebih besar daripada minyak. Hasil dari sintetik gather PP dan PS adalah perbedaan time position. Efek substitusi fluida (fluida pengisi pori batuan) terhadap respon seismik berupa time delay (efek gas) akibat adanya penurunan kecepatan gelombang P.  
Penentuan Daerah Imbuhan Dengan Metode Analisa Isotop Air Tanah Di Desa Curah Cottok, Kec. Kapongan Kabupaten Situbondo M Haris Miftakhul Fajar; Widya Utama; Mariyanto Mariyanto; Firman Syaifuddin; Anik Hilyah; Juan Pandu Gya Nur Rochman; M Singgih Purwanto
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.92 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i1.4587

Abstract

Di lokasi penelitian, Desa Curah Cottok Kec. Kepongan Kabupaten Sitobondo, memiliki karakteristik morfologi yang unik., yaitu perbukitan memanjang arah barat-timur (elevasi 25-500 mdpl)dengan dibatasi oleh dataran rendah disebelah utara (elevasi 0-25 mdpl) dan selatannya (elevasi 50-200 mdpl). Dataran rendah disebelah utara perbukitan memiliki beberapa mata air dan sumur artesis dengan debit 1-7 L/s. Dengan topografi yang unik tersebut, terdapat 3 zona yang memungkinkan berperan sebagai daerah imbuhan dari mata air dan smur artesis, yaitu zona 1 berupa daerah Perbukitan Curah Cottok, zona 2 berupa dataran di sebelah selatan Perbukitan Curah Cottok dan zona 3 berupa lereng utara Gunung Ijen. Untuk memastikan lokasi daerah imbuhan, dilakukan dengan menggunaakan analisa isotop, yaitu dengan isotop 2H dan 18O. Selain penentuan lokasi daerah imbuhan, analisa isotop air tanah juga dapat digunakan untuk melakukan analisa umur air (water dating), yaitu dengan menggunakan analisa isotop 3H.
Karakterisasi Reservoir Karbonat Dengan Aplikasi Seismik Atribut Dan Inversi Seismik Impedansi Akustik Ridho Fahmi Alifudin; Wien Lestari; Firman Syaifuddin; M. Wahdanadi Haidar
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.294 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1924

Abstract

Analisis reservoir sangat penting dalam dunia minyak dan gas pada suatu wilayah untuk mengetahui cadangan maupun karakter dari reservoir itu sendiri. Oleh karena itu adanya analisis seismik atribut dan aplikasi seismik inversi dapat membantu interpreter mempermudah dalam menganalisis reservoir.  Dari data seismik, geologi dan data sumur, peneliti dapat menganalisis prospek keberadaaan hidrokarbon pada daerah penelitian. Metodologi pengerjaan penelitian ini meliputi tahap pengumpulan data, tahap pengolahan data log dan seismik, interpretasi horizon dan fault, pembuatan time & depth structure map, analisis atribut seismik dan inversi seismik. Reservoar Karbonat pada lapangan penelitian mempunyai nilai impedansi yang tinggi yaitu 35392 – 48482 ((ft/s)*(g/cc)), namun terdapat potensi hidrokarbon pada reservoar dengan nilai impedansi lebih rendah yaitu 30717 – 34645 ((ft/s)*(g/cc)).