Syaifuddin, Firman
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Aplikasi Metode Geolistrik Tahanan Jenis untuk Mengetahui Bawah Permukaan di Komplek Candi Belahan (Candi Gapura) Juan Pandu Gya Nur Rochman; Amien Widodo; Firman Syaifuddin; Wien Lestari
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.652 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2963

Abstract

Gunung Penanggungan merupakan gunung yang memiliki sejarah yang tinggi di Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya candi yang mengelilingi di komplek gunung ini. Setidaknya terdapat 116 yang ditemukan. Komplek Situs belahan merupakan  salah satu komplek bangunan candi yang besar. Candi Gapura merupakan bagian pintu masuk dari komplek bangunan ini yang sebagian bangunannya masih terpendam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi bawah permukaan di komplek candi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Geolistrik Tahanan jenis. Prinsip metode ini adalah menginjeksikan arus listrik ke permukaan tanah melalui sepasang elektroda dan mengukur beda potensial dengan sepasang elektroda yang lain. Metoda ini memanfaatkan sifat kelistrikan suatu material untuk mengetahui karakteristik dari suatu material. Jumlah lintasan yang digunakan  sebanyak 8 lintasan yang terletak di Candi Gapura A (4 lintasan) dan Candi Gapura B (4 lintasan). Dari pengkuran geolistrik didapatkan profiling resistivitas bawah permukaan tanah yang dapat mengetahui dugaan sebaran bangunan candi. Hasil intepretasi 8 lintasan secara umum dibagi dua lapisan. Pada kedalaman 0-4 meter nilai resitivitasnya 1-6 ohm meter diintepretaskan sebagai lapisan lempung. Pada lapisan ini juga terdapa nilai resitivitas 10-20 ohm meter diduga runtuhan batu bata candi. Pada  lapisan kedua dengan kedalaman lebih dar 4 meter dengan nilai resistivitas 100-150 ohm meter diduga lapisan kerkil (zona keras). Pada Batas lapisan ini (kedalaman 4 meter) diduga terdapat altar atau pelataran karena pada semua lintasan terdapat kontras nilai resitivitas tinggi dan rendah pada kedalaman yang hampir sama untuk tiap lintasan pengukuran.
Aplikasi Metode Magnetotelurik Dalam Interpretasi Struktur Panas Bumi: Daerah Panas Bumi Gunung Karua, Tana Toraja Sulawesi Selatan Ahmad Zarkasyi; Firman Syaifuddin; Nugroho Syarif Setiawan
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.147 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i1.5062

Abstract

Bittuang Geothermal area has manifestations consisting of hot springs and alterations rock with reservoir temperature estimated about 200°C. The previous research and field observations lead us to carry out continuing research in this area, which is aimed at determining its resistivity structure to a depth about 2-4 km. This paper demonstrates the utilization of two -dimensional (2D) magnetotelluric (MT) inversions, which leads to characterizing the electrical resistivity structure of geothermal reservoirs. For this purpose, we carried out field measurements using Magnetotelluric (MT) methods. The study results reveal the existence of a strike as indicated from the geological data and a low resistivity zone at a shallow surface to a depth about 1-1.25 km that is most probably associated with alteration rock or claycap. The zone below the claycap with higher resistivity (50-250 ohmm) is indicated as reservoir zone.  
OPTIMALISASI DESAIN AKUISISI SEISMIK 3D LAUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE DINAMIK PADA MODEL GEOLOGI 3D DAERAH NEJB Haryo Bimo Wicaksono; Firman Syaifuddin; Mariyanto Mariyanto
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i1.5450

Abstract

Akuisisi data seismik merupakan tahap awal dalam metode seismik dan kualitas data sangat berpengaruh pada tahap-tahap selanjutnya. Dalam memperoleh data yang sesuai dengan target, penentuan desain akuisisi seismik harus baik sehingga perlu dilakukan optimalisasai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan desain akuisisi seismik 3D yang optimal menggunakan metode statik dan dinamik serta membandingkan pengaruh pada metode statik dan dinamik. Parameter desain akuisisi seismik 2D, yaitu CDP interval, fold coverage, dan far offset yang kemudian digunakan pada desain akuisisi seismik 3D laut dengan dengan variasi parameter jumlah streamer, interval streamer, dan interval hydrophone. Parameter input didapatkan didapat dengan pendekatan matematis. Metode statik menggunakan perambatan gelombang dengan asumsi kondisi bawah permukaan adalah datar (flat), sedangkan metode dinamik dilakukan dengan simulasi ray tracing pada model geologi. Desain akuisisi seismik 3D optimal yang didapakan antara lain jumlah streamer 8 buah, interval streamer 200 m, interval hydrophone 12.5 m dengan jumlah 360/streamer, interval shot 50 m, dan interval lintasan 800 m yang dilakukan dengan konfigurasi survei tipe sail line.  Ukuran bin yang digunakan 6.25 m x 100 m dengan didapatkan nilai fold coverage 45 dan far offset 4500 m. Berdasarkan hasil analisis, metode dinamik perlu dilakukan daripada metode statik saja karena pengoptimalan menggunakan metode dilakukan dengan simulasi ray yang lebih mendekati kondisi sebenarnya.
Pengukuran Resistivitas Model Terowongan Dalam Rangka Evaluasi Desain Sistem Monitoring Menggunakan Metoda Resistivitas Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.373 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1926

Abstract

Perkembangan teknologi transportasi masal yang berkembang di indonesia khususnya di daerah perkotaan saat ini banyak terkendala oleh kurang tersedianya lahan, sehingga memaksa pemerintah untuk membuat sarana transportasi masal dengan kebutuhan lahan minim, salah satu alternatif solusi adalah sarana transportasi dengan sistem terowongan.  Kondisi iklim Indonesia yang memiliki tingkat kelembaban udara dan tingkat pelapukan yang tinggi mengakibatkan mudah berkurangnya kekuatan suatu bangunan khususnya terowongan yang dibangun di bawah permukaan tanah. Hal ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kejenuhan air pada lapisan tanah atau batuan penutup suatu terowongan. Dengan memanfaatkan sifat resistivitas air yang rendah maka dapat dilakukan monitoring kekuatan suatu bangunan terowongan dengan metoda resisitivitas. Metoda resistivitas adalah salah satu metoda geofisika yang memanfaatkan sifat kelistrikan suatu meterial tertentu untuk mengetahui kondisi suatu lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan. Pada penelitian ini, sebagai bagian dari evaluasi desain sistem monitoring kondisi bangunan terowongan dilakukan pembuatan model fisik terowongan dengan skala tertentu. Model fisik dibuat dengan menggunakan beberapa material yang berbeda agar dapat merepresentasikan sifat batuan pada kondisi sebenarnya. Hasil pengukuran resistivitas secara jelas dapat menunjukan adanya terowongan yang memiliki nilai resistivitas tinggi sedangkan lapisan yang tingkat kejenuhan airnya tinggi ditunjukan dengan nilai resistivitas yang rendah.
Resistivity Tunnel Monitoring System Firman Syaifuddin; Amien Widodo; Muhammad Nurul Puji
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2018): The 2nd Conference on Innovation and Industrial Applications (CINIA 2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.298 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i1.3409

Abstract

The development of an urban area must be supported by the construction of infrastructure such as public facilities. The crowded of urban area in Indonesia increasingly requires the existence of a mass transportation mode that is capable of carrying passengers in large amounts and relatively quickly. Recently Jakarta has proposed the construction of the MRT (Mass Rapid Transit) with underground lines utilize tunnel technology. Tunnel system was chosen as an alternative solution socioeconomic problems in the land problem and conditions of the existing urban planning. The geographical position of Indonesia is located in the equatorial zone which is the weather conditions have high levels of weathering and moisture or high humidity, this condition may result in changes in the level of strength of rock of the tunnel system in a relatively fast. In the construction of public facilities with the tunnel system need monitoring system the condition of the tunnel to avoid the dangers that may occur due to the failure of a tunnel system. To determine the level of moisture and water content in the rock or overburden a tunnel can be determined by utilizing the resistivity method. Resistivity method is a geophysical method that measures the magnitude of the resistivity of a material. Changes in moisture content and humidity levels of rock or soil in an area can be indicated by a change in the value of resistivity of rock or soil. In the measuring of the resistivity method needed good design to provide accurate information, especially if it will be used as a monitoring system for a tunnel. Development of measuring the resistivity method, and in particular data processing is done with the aim of optimizing the measurement process and the measurement results can be interpreted easily and be able to demonstrate a phenomenon that occurs in rocks or soil cover tunnel.
Tsunami Risk Mapping of Lumajang District Using Geographic Information System (GIS) Amien Widodo; Dwa Desa Warnana; Juan Pandu Gya Nur Rochman; Firman Syaifuddin; Erik Sapta Perbawa; Ary Iswahyudi; Wien Lestari
IPTEK Journal of Proceedings Series No 6 (2017): The 3rd International Conference on Civil Engineering Research (ICCER) 2017
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.061 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i6.3285

Abstract

Indonesia lied among the three of world major plates so that several districts along the southern coast of Java Island were vulnerabled to the tsunami including Lumajang. South coast of Lumajang had high population density and settlements and high levels of government and economic activity. Therefore, it is necessary to know the level of insecurity and vulnerability to the tsunami in order to be utilized as input of mitigation data for the preparation of regional spatial plans (RTRW) based on tsunami risk level. The objective of this research is to arrange the regional risk map for tsunami in Lumajang Regency using Geographic Information System (GIS) through approach of insecurity and vulnerability analysis of tsunami. The insecurity rate is analyzed based on seismicity map and run-up data of tsunami event in Lumajang District. Vulnerability approach used multicriteria such as land elevation, slope, coastal morphometry, land use, distance from the coast and distance from the river. The methodology that was used included data collections of both primary and secondary data such as satellite imagery of earth map, Lumajang statistical data. Each vulnerability data variable was processed to result a weighting and scores that its become the parameters for making a regional tsunami vulnerability map. The results showed three level of risks in five subdistricts that directly adjacent to the Southern Coast such as Yosowilangun, Kunir, Tempeh, Pasirian, and Tempursari. The high tsunami risk which covered almost along the coast, the ramps morphology, without any protective vegetation and human activities at the site while the medium of tsunami risk which were in areas with elevation more higher than the coastal and the low of tsunami risk had variations of topography, quite far from the coast and less human activities.
Identification of Soil Contamination using VLF-EM and Resistivity Methods: A Case Study Rahmatun Inayah; Bagus Jaya Santosa; Dwa Desa Warnana; Firman Syaifuddin; Juan Pandu Gya Nur Rochman; Wien Lestari; Amien Widodo
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 30, No 1 (2019)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.116 KB) | DOI: 10.12962/j20882033.v30i1.5004

Abstract

Hazardous waste is a waste with properties which can pollute and damage the environment, human health, and other living things. Lakardowo is a village that is suspected of being contamination by hazardous waste derived from industrial activities. Measurements with the VLF-EM and Resistivity method were used in this study. In addition, ground water level mapping and soil sampling in locations around the industry were conducted for the XRF test. Groundwater mapping results show that groundwater flow lead to the Northeast-South and Southwest of the industrial site. The soil samples that have been tested by XRF show the presence of heavy metals, wherein hazardous wastes generally contain various types of heavy metals that are conductive or have low resistivity values. Quantitative interpretation of VLF-EM data shows the presence of low resistivity anomalies at several measurement sites, which are suspected to have been contaminated with soil by waste. Resistivity data processing results, showing a low resistivity anomaly (≤ 3 Ω.m) located to the north (near an industrial site) and spreading towards the southwest along the measurement path. The result of a combination of quantitative interpretations of both methods, obtained, the direction of anomalous flow of hazardous waste moves southeastward and towards deeper soil coating following the direction of rock coating.
APLIKASI INVERSI POST-STACK DAN GEOSTATISTIK UNTUK KARAKTERISASI RESERVOAR BATUPASIR FORMASI LAKOTA LAPANGAN TEAPOT, WYOMING, USA Bidara Kaliandra; Wien Lestari; Mariyanto Mariyanto; Firman Syaifuddin
JURNAL GEOCELEBES Vol. 3 No. 1: April 2019
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/geocelebes.v3i1.6097

Abstract

Penelitian menggunakan metode inversi post-stack dan geostatistik telah dilakukan pada Formasi Lakota Lapangan Teapot Dome, Wyoming, Amerika Serikat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi reservoar Batupasir Formasi Lakota, hak milik RMOTC dan U.S.Department of Energy. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah inversi post-stack metode modelbased untuk mendapatkan nilai AI dari volume seismik dan aplikasi geostatistik menggunakan analisis variogram, Kriging with External Drift dan Simulasi Gaussian bertujuan untuk mendapatkan distribusi sifat fisis reservoar secara lateral dari data sumur. Hasil inversi modelbased menunjukkan nilai impedansi Formasi Lakota berada pada rentang 28000-36000 ft/s*g/cc yang mengindikasikan bahwa Formasi Lakota merupakan interbedded shaly sand. Pembuatan layering reservoar dari volume AI menjadi empat map bertujuan untuk mendapatkan persebaran sifat fisis reservoar yang lebih akurat menggunakan metode geostatistik. Hasil dari metode geostatistik menghasilkan nilai porositas total berada pada rentang 20 – 30 % dan Vshale memiliki rentang nilai 10 – 40 % pada keempat layer map tersebar pada daerah Barat Laut yang termasuk ke dalam zona tight (nilai AI > 30000 ft*s/g*cc). Daerah tersebut diindikasikan sebagai area yang berprospek dan rentang nilai sifat fisis tersebut diklasifikasikan sebagai karakteristik reservoar yang baik. Reservoar batupasir yang tersturasi gas berlokasi di sekitar sesar normal dengan orientasi Timur Laut – Barat Daya, yang dapat ditunjukkan dengan bright amplitude pada data seismik dan nilai impedansi rendah. Dua sesar normal mayor berorientasi Timur Laut – Barat Daya membentuk two way dip closure trap berpreran sebagai jebakan hidrokarbon gas pada Formasi Lakota yang telah terbukti dengan adanya sumur produksi 41-2-X-3, 53-LX-3 dan 56-LX-10 berdasarkan data produksi Lapangan Teapot.Kata Kunci: Formasi Lakota, Geostatistik, Inversi Post-stack, Shaly-sandThe research using post-stack inversion and geostatistical method has been conducted on Lakota Formation, Teapot Dome Field, Wyoming, USA. The aim is to obtain reservoir characteristics and physical properties of Lakota Sandstone, copyrights of RMOTC, U.S Department of Energy. The method used in this research consist of Post-stack inversion modelbased method to obtain Acoustic Impedance of seismic volume and geostastical method using variogram analysis, Kriging with External Drift and also Gaussian simulation to obtain physical properties distribution laterally from well data. The result of modelbased inversion shows the impedance value of Lakota Formation has the range 28000-36000 ft/s*g/cc. It indicates that Lakota Formation has interbedded shaly-sand characteristics. The inversion result is divided into four layers and sliced into four maps to obtain physical properties distributin of Lakota Formation more accurately. The result of geostatistical method yields Total Porosity value of four maps on Lakota Formation has 20 – 30 % and Vshale 10 – 40% scattered in Northwest area of Teapot Field represents a tight zone (Acoustic Impedance value > 30000 ft/s*g/cc), which is indicated as prospective area and also those physical properties values classified as good reservoar characteristics. Sandstone reservoir which saturated by gas is located around normal fault with Northeast – Southwest orientation. It can be seen by bright amplitude on seismic data and low impedance value. Two major normal fault with Northeast – Southwest orientation forming two way dip closure trap has the role of gas brine zone trap of Lakota Formation. The existing of gas zone was proven by production wells 41-2-X-3, 53-LX-3 dan 56-LX-10 from Teapot Production Data.Keywords: Geostatistics, Lakota Formation, Post-stack Inversion, Shaly-sand
Rancang Bangun Sistem Monitoring Pergerakan Tanah Menggunakan Metode Multi Segment Inclinometer Berbasis Accelerometer (Studi Kasus Model Lereng) Hamzah Afif; Amien Widodo; Juan Pandu Gya Nur Rochman; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.85 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i1.4732

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun alat monitoring pergerakan tanah dengan parameter yang dipantau antara lain perubahan sudut dan kadar kelembaban tanah. Metode yang digunakan adalah multi segment inclinometer yang dinilai lebih efektif karena dapat membaca pergerakan tanah melalui perubahan sudut yang  bervariasi terhadap kedalaman. Prototype alat berupa multi segment inclinometer berbasis Arduino Mega 2560 sebagai mikrokontroler. Perubahan sudut diukur menggunakan inclinometer berbasis accelerometer MPU 6050 dan kadar kelembaban tanah diukur menggunakan moisture sensor dari DfRobot. Prototype alat dan sistem yang dibangun pada penelitian ini menggunakan hardware dan software dengan lisensi open source sehingga pembuatannya lebih mudah dan murah. Prototype alat diuji pada sebuah model lereng. Uji yang dilakukan yaitu uji pengaruh sudut dan uji penambahan air. Hasil uji pengaruh sudut sebelum longsor terjadi perubahan sudut sebesar 6° dalam setengah detik. Pada uji penambahan air perubahan sudut sebesar 7°-12° dalam setengah detik. Peruabahan kadar air sebelum terjadi longsor sebesar 21%. Data yang diperoleh dari sensor ditampilkan secara real time menggunakan antarmuka Processing dan disimpan dalam bentuk .csv. Hasil analisa data menunjukkan sistem monitoring yang telah dibuat dapat membaca indikasi terjadinya longsor.