Syaifuddin, Firman
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Desain Filter 1D Lowpass Interpolated Finite Impulse Response (IFIR) Untuk Spectral Decomposition Pada Pemodelan 3D Data Gravitasi Bawah Permukaan Hanif Fajrul Falah; Firman Syaifuddin; Widya Utama
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.746 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i2.5388

Abstract

Operator lowpass filter Interpolated Finite Impulse Response (IFIR) yang memiliki karakteristik cutoff frequency akurat digunakan untuk pemisahan spektrum pada Spectral Decomposition. Penelitian ini bertujuan melakukan desain filter 1D untuk Spectral Decomposition pada pemodelan 3D struktur bawah permukaan dari data gravitasi. Kandungan bilangan gelombang profil anomali dipisahkan dari profil digitasi peta kontur Anomali Gravitasi Bouguer menggunakan Algoritma Fast Fourier Transform (FFT). Nilai bilangan gelombang dipakai sebagai nilai cutoff frequency untuk mendesain filter pada satu iterasi. Kemudian dilakukan konvolusi filter IFIR 1D terhadap profil gravitasi, sehingga didapatkan spektrum pada kedalaman tertentu yang ditentukan dari nilai bilangan gelombangnya. Spektrum divalidasi dengan lokasi hiposenter gempa sebagai indikator struktur bawah permukaan, kemudian diinterpolasi secara geostatistik untuk membuat model peta kontur 2D geometri bawah permukaan, dan dilakukan gridding untuk mendapat model 3D. Pemodelan Anomali Bouguer menggunakan filter ini mampu memberikan petunjuk struktur geologi pada kedalaman tertentu berdasarkan bentuk spektrum. Pengaruh filter IFIR adalah mengatenuasi bilangan gelombang tinggi, memberikan karakteristik regional pada model kedalaman dangkal akibat konten bilangan gelombang yang lebih sedikit.
Pengolahan Data Seismik Pada Daerah Batuan Vulkanik Raden Bagus Fauzan; Dwa Desa Warnana; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1393.148 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i1.2959

Abstract

Eksplorasi sumber daya energi minyak dan gas sudah banyak dilakukan di berbagai macam lingkungan. Salah satunya reservoir minyak dan gas yang dapat terbentuk di lingkungan batuan beku (sub-vulkanik), dimana karena sifat alami batuan beku, gelombang yang menjalar melewati permukaan batuan tersebut akan terpantul atau mengurangi amplitudo seismik, sehingga data seismik yang terbaca akan mengalami banyak gangguan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian yang berjudul “Pengolahan Data Seismik Pada Daerah Batuan Vulkanik” yang bertujuan untuk mengetahui tahapan pengolahan data seismik dan pengaruh dari hadirnya reflektor batuan beku terhadap hasil dari pengolahan data seismik. Tahapan yang digunakan dalam pengolahan dibagi menjadi tiga tahap utama yaitu Pre-Processing, Processing, dan Pre-Conditioning kemudian terakhir dilakukan migrasi menggunakan metode Post-Stack F-K Migration. Setelah dilakukan pengolahan data seismik, didapatkan penampang stacking seismik yang memperlihatkan event seismik pada rentang waktu 1000 – 3500 ms dan hilang pada CDP 100-500 yang merupakan lapisan sub-vulkanik, sehingga pengaruh dari reflektor sub-vulkanik terhadap data seismik adalah memiliki kecepatan yang sangat besar daripada lingkungannya, gelombang frekuensi tinggi yang tidak dapat menembus lapisan tersebut, dan elevasi pada daerah lapisan sub-vulkanik yang tinggi. Sehingga Pengolahan data seismik konvensional yang digunakan belum dapat memperlihatkan event seismic tepat pada reflektor sub-vulkanik
Desain Akuisisi Seismik Laut 3D Untuk Eksplorasi Hidrokarbon Dengan Menggunakan Metode Enhanced Static Bagus Wibisono; Widya Utama; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.18 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4509

Abstract

Wilayah Madura Timur bagian utara terletak pada Cekungan Jawa Timur bagian utara yang didominasi oleh lingkungan karbonat. Pada lingkungan karbonat gelombang seismik yang merambat mengalami pelemahan sehingga menghasilkan data dengan rasio S/N yang rendah. Dalam akuisisi data seismik penentuan desain akuisisi menentukan kualitas data yang didapatkan, penentuan parameter yang tidak tepat dan sesuai dengan target akan menghasilkan penampang seismik dengan rasio S/N yang rendah sehingga tidak mampu menunjukan perlapisan bawah permukaan. Lapisan target pada penelitian ini merupakan lapisan basement pada kedalaman 4237m. Proses penentuan parameter desain akuisisi dilakukan dengan metode statik dan enhanced static dengan analisa kuantitatif yang kemudian disimulasikan pada model geologi sintetik tanpa menggunakan atenuasi gelombang untuk di analisa secara kualitatif. Parameter desain 2D enhanced static yang didapatkan yaitu fold coverage 45, interval CDP 11m dan offset 4000m dengan konfigurasi off end yang kemudian diaplikasikan pada desain akuisisi seismik 3D. Parameter desain akuisisi seismik 3D yang dianalisa adalah interval jumlah streamer, dan offset. Desain akuisisi 3D yang didapatkan antara lain konfigurasi offend dengan 6 buah streamer dengan interval 21.5m dan tiap streamer memiliki 187 buah receiver dengan interval 21.5m. Jumlah source tiap lintasan adalah 551 buah dengan interval 43m dengan jumlah lintasan 196 buah untuk lintasan receiver dan source dengan interval 64.5m. Jumlah fold yang didapat adalah 45 dan offset 4000m. Berdasarkan hasil analisa, metode enhanced static mampu menunjukan reflektor lebih jelas. Untuk meningkatkan akurasi hasil desain akuisisi, analisa dengan menggunakan atenuasi gelombang, analisa berdasarkan model geologi 3D dan dari sisi ekonomis dapat dilakukan
Survei Sub Bottom Profile (SBP) untuk Mengidentifikasi Lapisan Sedimen pada Muara Sungai Bengawan Solo Menggunakan Stratabox Marine Geophysical Instrument Innanda Rizqiani Putri; Dwa Desa Warnana; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.188 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2107

Abstract

Pengendapan sedimen pada muara Sungai Bengawan Solo cukup besar, hal ini dikarenakan Sungai Bengawan Solo merupakan sungai yang terpanjang di Pulau Jawa. Sungai ini membawa banyak material sedimen sehingga akan terakumulasi pada muara sungai, yaitu pada muara Sungai Bengawan Solo di Pangkah - Gresik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa ketebalan sedimen pada muara Sungai Bengawan Solo dan juga mengidentifikasi kedalaman muara sungai. Ketebalan sedimen dan kedalaman muara dapat diidentifikasi dengan melakukan survei Sub Bottom Profile (SBP). Survei SBP ini memanfaatkan gelombang akustik yang ditembakkan ke bawah permukaan air. Bedasarkan data SBP yang telah dilakukan analisa, maka dapat diperoleh kedalaman sungai berkisar 0.5 - 6 meter, kedalaman muara sungai berkisar 0.3 - 0.8 meter, dan kedalaman muara sungai menuju ke laut berkisar 5 - 7 meter. Berdasarkan peta kontur ketebalan sedimen, dapat dianalisa bahwa ketebalan sedimen sekitar 1 meter.
Identifikasi Arah Persebaran Sedimentasi Menggunakan Analisis Mikrotremor Studi Kasus Kawasan Sumur Tua Kecamatan Wringinanom, Gresik Putra P fikri Muhammad; Nizar Riyantiyo; Muhammad Noor; Dwa Desa Warnana; Firman Syaifuddin; Wien Lestari; Juan Pandu Gya Nur Rochman; anik hilyah
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.66 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i1.3739

Abstract

Jawa timur bagian utara merupakan daerah prospek dalam industri Minyak dan Gas Bumi. Sebagai zona RMKS (Rembang, Madura, Kangean, dan Subala). Cekungan Jawa Timur utara memiliki kerangka geologi didominasi oleh graben, half-graben, dan sesar lain akibat fase rifting pada periode ekstensional  zaman  Paleogen  dan  arah  sedimentasi  berawal  sisi  utara  cekungan,  seiring  terbentuknya gunung api hasil subduksi lempeng dibagian selatan maka sedimen terendapkan dari bagian selatan cekungan. Secara regional terdapat potensi reservoar yang terbentuk dari batuan pasir dan karbonat. Berlatarbelakang sumur tua yang terletak di desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Indikasi awal daerah tersebut memiliki petroleum system sehingga, penelitian bertujuan mengidentifikasi arah persebaran sedimen dalam tinjauan awal eksplorasi kembali pada daerah tersebut. Data yang digunakan adalah data primer pengukuran metode mikrotremor berdimensi 36.000 m2  (122 titik)  selama 6 hari, dengan frekuensi natural 4-8 Hz.
Pemodelan Data Seismik Lingkungan Vulkanik Muhammad Ghazalli; Amien Widodo; Firman Syaifuddin Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.861 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1925

Abstract

Eksplorasi hidrokarbon saat ini mengharuskan geosaintis untuk mencari area baru yang sebelumnya dianggap tidak menghasilkan hidrokarbon. Dengan ditemukannya rembesan minyak pada daerah vulkanik mengindikasikan adanya petroleum play aktif yang memiliki cadangan hidrokarbon. Ketidakmampuan gelombang seismik untuk menggambarkan bawah permukaan pada daerah vulkanik menjadikan dibutuhkannya pemodelan seismik. Pemodelan seismik akan memodelkan atau merekonstruksikan penjalaran gelombang seismik pada model geologi yang telah ditentukan, pada kasus ini model geologi yang digunakan adalah model geologi pada lingkungan vulkanik. Penelitian ini menggunakan 2 model, yang pertama adalah model “Kue Lapis” dan yang kedua adalah model “Serayu” yang merupakan model kompleks dari cekungan North Serayu di Jawa tengah. Kedua model tersebut memiliki lapisan basalt dengan tebal 200 m yang menutupi lapisan bawahnya yang menjadi target karena menyimpan cadangan hidrokarbon. Dari hasil pemodelan dapat dilihat fenomena gelombang ketika merambat melalui lingkungan vulkanik. Data hasil pemodelan kemudian direkonstuksikan ulang dengan menggunakan pengolahan data seismik menggunakan alur pengolahan seismik konvensional mulai dari geometri hingga migrasi. Hasil olahan tersebut akan dibandingkan dengan model yang telah dibuat dan dilakukan analisa. Dihasilkan bahwa dibutuhkan disain akuisisi yang khusus untuk lingkungan vulkanik karena keterbatasan gelombang untuk melakukan penetrasi pada lapisan tipis dan memiliki kontras kecepatan yang besar lalu pengaruh koreksi statik yang sangat mempengaruhi data dikarenakan elevasi topografi dan kemudian ditemukan fenomena multiple ketika gelombang melewati lapisan basalt dan berkurangnya resolusi seismik ketika melewati lapisan basalt dikarenakan gelombang cenderung diteruskan mengikuti hukum Fermat.
Karakterisasi Reservoar pada Litologi Karbonat Menggunakan Analisa Inversi Simultan Di Lapangan “MAF” M. Afif Afianto; Wien Lestari; Firman Syaifuddin Syaifuddin; Farid Dasa Marianto
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2128.536 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2111

Abstract

Dalam dunia interpretasi geofisika, metode inversi masih menjadi metode efektif untuk mengetahui karakterisasi dari reservoar yang diteliti. Dari berbagai macam metode inversi, dikenal salah satunya adalah Inversi Acoustic Impedance (AI), yang telah dikenal dan digunakan untuk karakterisasi reservoar, baik dalam membedakan litologi maupun fluida. Namun, keterbatasan dari inversi AI adalah ketika membedakan litologi maupun fluida pada tipe batuan yang kompleks, yaitu karbonat. Karbonat memiliki karakteristik yang sulit untuk diprediksi dimana sering kali dijumpai memiliki nilai Impedansi dengan ambiguitas tinggi. Inversi Simultan menggunakan data seismik berupa angle yang terbagi kedalam near, mid dan far angle. Kemudian dilakukan inversi secara bersamaan menggunakan data angle gather dan wavelet hasil estimasi dari tiap range angle stack. Hasil yang didapatkan dari inversi ini adalah parameter Impedansi P, Impedansi S, Densitas dan rasio Vp/Vs, yang didapatkan melalui data gelombang P dan gelombang S. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi reservoar dengan menggunakan inversi simultan pada litologi karbonat di Formasi Ngimbang menggunakan dua sumur, AF2 dan AF3. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, diketahui bahwa zona target memiliki nilai Impedansi P antara 33208 – 43341 (ft/s)*(gr/cc), Impedansi S antara 16088 – 25790 (ft/s)*(gr/cc), dengan persebarannya berada pada barat laut dari sumur AF2.
Aplikasi Metode Join Inversi Seismic Gravity untuk Imaging Bawah Permukaan Daerah Geologi Kompleks Widya Utama; Firman Syaifuddin; Lita Novitasari; Triswan Mardani Ade Surya
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.785 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2097

Abstract

Kondisi geologi kompleks dekat permukaan terjadi ketika body batuan dengan kecepata tinggi terbawa dekat ke permukaan. Batuan tersebut dapat berupa batuan beku ataupun karbonat.  Keberadaan batuan tersebut dapat menyebabkan meningkatnya kontras kecepatan dekat permukaan. Tingginya kontras kecepatan menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan dengan metode konvensional seperti travel time tomography. Join inversi dari dua data geofisika merupakan salah satu teknik untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan. Pada studi ini metode yang digunakan adalah metode join inversi seismik dan gravity. Pada studi ini data yang digunakan adalah data seismik sintetik yang merupakan hasil dari forward modelling model kecepatan. Nilai kecepatan pada model memiliki rentang 1000 m/s hingga 5800 m/s. Metode yang digunakan untuk forward modelling data seismik  dan gravity adalah metode finite difference sedangkan metode talwani. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa model kecepatan hasil join inversi tomografi travel time dan gravity lebih baik dibandingkan dengan metode travel time tomografi sendiri. Perbedaan yang signifikan ditunjukkan oleh bentuk dari bentuk body kecepatan tinggi dan munculnya lapisan dengan kecepatan rendah. Selain itu metode join inversi juga menunjukkan peningkatan gambaran struktur geologi, dan nilai kecepatan.
Travel Time Tomography Menggunakan Data Seismik Interferometri Untuk Menggambarkan Model Kecepatan Gelombang Pada Lapangan 'X' Radifan Taufik; Firman Syaifuddin; Mariyanto .
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.811 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i2.5448

Abstract

Pengolahan data seismik interferometri mulai dikembangkan untuk menggambarkan kondisi bawah permukaan bumi. Metode ini dapat mengekstrak informasi kecepatan gelombang dari suatu noise sehingga menyajikan informasi-informasi kecepatan gelombang yang tidak bisa didapatkan menggunakan metode seismik konvensional. Selain itu metode ini merupakan metode yang ramah lingkungan serta biaya yang dikeluarkan tidak banyak. Terdapat beberapa metode untuk menggambarkan hasil perhitungan seisimik interferometri, salah satunya ialah traveltime tomography. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk menggambarkan kecepatan gelombang pada lapangan ‘X’ untuk menyajikan data kecepatan gelombang menggunakan metode traveltime tomografi. Stasiun yang digunakan berjumlah 68 dan tersebar secara merata. Data raw yang digunakan berupa data travel time dan lokasi pada setiap virtual source ke setiap stasiun. Tahapan pengolahan diawali dengan pembuatan model sintetik sebagai media pengujian resolusi berupa checkerboard model. Model tersebut sangat baik dalam menentukan inversi tomografi yang optimal. Setelah itu dilakukan inversi tomografi menggunakan metode pseudo inverse. Hasil inversi tomografi memperlihatkan adanya perubahan kecepatan mulai dari model homogen pada iterasi ke 1 hingga terdapat kontras kecepatan gelombang berkisar 40 – 200m/s pada iterasi 12.
Inversi Bersama Gelombang Pp Dan Ps (Joint Pp And Ps Inversion) Untuk Menganalisa Litologi Reservoir Hafidz Dezulfakar; Firman Syaifuddin Syaifuddin; Widya Utama
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1453.452 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1921

Abstract

Penggunaan gelombang P (PP wave) dalam eksplorasi seismik kurang mampu menggambarkan litologi khususnya pada daerah yang tersaturasi fluida. Gelombang PS (converted wave) yang merupakan hasil pantulan gelombang P menjadi gelombang S telah digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan proses inversi yang mengkombinasikan kedua data seismik PP dan PS secara bersamaan (joint inversion). Hasil joint inversion berupa parameter impedansi akustik (impedansi P), impedansi shear (impedansi S), densitas serta parameter turunan yaitu rasio Vp/Vs yang lebih sensitif terhadap litologi dan fluida. Dilakukan dua alur penelitian, alur penelitian pertama menggunakan data seismik PS stack PS time yang harus dilakukan proses konversi domain waktu dari domain PS time menjadi domain PP time. Hasil pada alur penelitian pertama memiliki hasil yang kurang baik dikarenakan adanya keterbatasan pada proses konversi domain. Pada alur penelitian kedua digunakan data seismik PS stack PP time yang menjawab keterbatasan pada alur penelitian pertama. Sehingga didapat hasil inversi berupa parameter impedansi P, impedansi S, densitas, dan rasio Vp/Vs dengan nilai korelasi terhadap sumur secara berturut-turut adalah 0.955339, 0.936588, 0.923806 dan 0.781296. Didapat sebaran litologi sandstone dan shale dari crossplot parameter impedansi P dan impedansi S. Sedangkan litologi reservoir sandstone tersaturasi hidrokarbon didapat dari crossplot antara parameter impedansi P dan rasio Vp/Vs. Dengan demikian, reservoirsand stone tersaturasi hidrokarbon  dapat diperkirakan terletak di antara kedalaman marker sumur beta1 dan MF4 yaitu pada kedalaman sekitar 1350 ms dan 1400 ms.Kata Kunci: