Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Percepatan Pemulihan Ekonomi Surabaya dengan Pendampingan Fasilitasi Sertifikasi Halal Setiyo Gunawan; Juwari; Hakun Wirawasista Aparamarta; Annas Wiguno; Rendra Panca Anugraha; Penny Diana Puspitawaty; Ari Prabowo
Sewagati Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3489.212 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i2.473

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat (Abmas) ini adalah memberikan layanan pendampingan fasilitasi sertifikasi halal dengan kategori baik pernyataan pelaku usaha (self declare) maupun regular, yang merupakan salah satu cara yang diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi di Surabaya. Hal ini tentu sejalan dengan visi pemerintah yang terus berupaya mendorong Indonesia untuk menjadi produsen produk halal dunia. Sertifikasi halal yang semula voluntary (sukarela), kini telah berubah menjadi mandatory (wajib). Pemberlakuan sertifikasi halal tersebut dilakukan secara bertahap yang dimulai dari produk makanan dan minuman pada tanggal 17 Oktober 2019 dan non-pangan dimulai pada tanggal 17 Oktober 2021. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi 6 tahapan, yaitu seleksi pelaku usaha mikro dan kecil, seleksi mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN), workshop kader penggerak halal, pendampingan penyusunan dokumen manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), pendaftaran sertifikasi halal, dan pemberian plakat logo binaan pusat kajian halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Berdasarkan capaian indikator kesiapan mitra dalam pendaftaran sertifikasi halal dan hasil diskusi dengan tim internal, maka terdapat 11 UMKM yang diberikan rekomendasi dan fasilitasi pendaftaran sertifikasi halal gratis. Adapun 4 UMKM lainnya belum dapat direkomendasikan karena belum memenuhi persyaratan, seperti penggunaan air isi ulang dan daging dari pasar yang belum mempunyai sertifikasi halal.
Pra Desain Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Terintegrasi dengan Regasifikasi LNG Gilang Chrisandy; Harits Eka Febrianto; Annas Wiguno; Gede Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.104489

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) terintegrasi dengan Regasifikasi LNG (Liquid Natural Gas) adalah Pembangkit listrik yang memanfaatkan LNG sebagai bahan bakar. PLTGU terintegrasi dengan regasifikasi LNG direncanakan untuk beroperasi dengan kapasitas Regasifikasi sebesar 30 BBTUD dan beroperasi 330 hari per tahun. Pembangkit ini diharapkan menghasilkan listrik sebesar 96,2 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Bali sesuai dengan Rancangan Umum Pembangkit Tenaga Listrik (RUPTL PLN 2018-2027). Pembangkit ini direncanakan akan dibangun di Pesanggaran, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Hal ini didukung dengan ketersediaan lokasi bahan baku, sumber energi dan utilitas, sumber tenaga kerja, aksebilitas dan faslitas transportasi, serta iklim dan topografi. PLTGU terintegrasi dengan Regasifikasi LNG ini direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2025 dengan masa konstruksi selama 2 tahun. Adapun proses produksi listrik ini terbagi menjadi empat tahapan utama yaitu proses Unloading LNG, LNG regasification, Boil of Gas handling process, dan produksi listrik. Modal yang digunakan diasumsikan berasal dari modal sendiri sebesar 15% dan modal dari pinjaman bank sebesar 85%. Pembangkit ini memerlukan Capital expenditure (CAPEX) sebesar $232.195.316, Operational expenditure (OPEX) sebesar $30.150.318,73. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, didapatkan nilai Internal rate of return (IRR) sebesar 19,01%, dengan bunga pinjaman 10% per tahun. Pay out Time (POT) yang dibutuhkan adalah 10 tahun 2 bulan dengan Break Even Point (BEP) sebesar 28,3%, serta nilai Net Present Value (NPV) sebesar $162.427.704. Dari data analisa kelayakan di atas disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan.