Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kadar Vitamin C pada Mangga Arum Manis yang disimpan pada Suhu yang Berbeda Hapsari, Anisa Prima Vera; Hasdar, Muhamad; Daryono, Daryono; Purwanti, Yunika
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.674 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3958

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penyimpanan pada suhu yang berbeda selama 7 hari. Penelitian ini menggunakan perlakuan suhu penyimpanan buah mangga arum manis. Perlakuan yang digunakan yaitu suhu 5-10oC, suhu 15-20oC, suhu 27-32oC, dan suhu 35-40oC. parameter utama yaitu kadar vitamin C masing-masing perlakuan dan penurunan kadar vitamin C selama penyimpanan. Penyimpanan pada suhu 5-10oC menghasilkan rata-rata kadar vitamin C sebesar 6.84 ± 0.28 mg/ 100 g. Penyimpanan pada suhu kamar (27-32oC) menghasilkan rata-rata kadar vitamin C sebesar 3.91 ± 0.44 mg/ 100 g. Kadar vitamin C buah manga arum manis yang baru dipanen sebesar 7.53 ± 0.40 mg/ 100 g. Peyimpanan pada suhu rendah adalah pilihan terbaik untuk menjaga kualitas vitamin C buah mangga arum manis.Kata Kunci: Mangga; Vitamin C; Penyimpanan; Suhu AbstractThis study aims to determine how to store at different temperatures for seven days. This study used the storage temperature treatment of arum manis mango. The treatments used were 5-10oC, 15-20oC, 27-32oC, and 35-40oC. The main parameters were vitamin C levels in each treatment and a decrease in vitamin C levels during storage. Storage at a temperature of 5-10oC produces an average vitamin C content of 6.84 ± 0.28 mg/ 100 g. Storage at room temperature (27-32oC) resulted in an average vitamin C content of 3.91 ± 0.44 mg/ 100 g. The vitamin C content of the freshly harvested sweet arum mango fruit was 7.53 ± 0.40 mg/ 100 g. Storage at low temperatures is the best choice to maintain the quality of vitamin C of arum manis mango.Keywords: Mango; Vitamin C;, Store; Tempetature
Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Vitamin C, Kadar Gula, Keasaman dan Organoleptik Manisan Kering Buah Pepaya Sri Suci Ana; Wadli Wadli; Muhamad Hasdar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pada vitamin C, kadar gula, pH dan Organoleptik pada pembuatan manisan papaya kering pada lama pengeringan yang berbeda. Pengeringan yang digunakan pada penelitian ini P1 (8 jam), P2 (10 jam), P3 (12 jam), dan P4 (14 jam). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola searah dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Parameter penelitian ini yaitu vitamin C, kadar gula, pH dan organoleptik. Kadar vitamin C mengalami penurunan akibat lama proses pengeringan. Kadar gula (oBrix) mengalami peningkatan seiring lama pengeringan. Keasaman (pH) pada semua perlakuan mengalami kenaikan seiring bertambahanya lama pengeringan. Skor organoleptik rasa, warna, tekstur, aroma dan penampilan semakin lama pengeringan semakin turun skor yang didapatkan. Perlakuan P1 dan P2 tetap menunjukkan penampilan yang relatif stabil dan menarik.
EFEKTIFITAS ZEOLIT TERHADAP SERAPAN NITROGEN DAN TINGGI TANAMAN PADA BAWANG MERAH daryono, daryono; Hasdar, Muhamad; Wadli, Wadli
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v15i1.1478

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of zeolites on nitrogen uptake and plant height in shallots. This research method used a combination randomized block design (RBD), the treatment consisted of two factors: the first factor was the dose of zeolite (0 kg / ha, 4000 kg / ha of zeolite, 8000 kg / ha) and the second factor was the variety of shallots (Bima Brebes, Super Philip, and Trisula), the size of the plots was 1.8 mx 1m, the distance between the plots was 30 cm, the distance between replicates was 100 cm using a spacing of 20 cm x 15 cm. The result of Zeolite treatment of 4 tonnes / ha on Bima Brebes variety showed the highest nitrogen uptake, namely 17.72. The best plant height was produced using zeolite 8 ton / ha with Bima Brebes variety.
Pengaruh Kadar Karagenan Terhadap Kualitas Fisik Dan Organoleptik Nugget Ayam Nur Aisah; Muhamad Hasdar; Daryono, Daryono
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1655

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap kualitas fisik dan organoleptik nugget ayam. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) P0 (Tanpa penambahan karagenan), P1 (penambahan 1,0% karagenan), P2 (penambahan 1,5% karagenan), P3 (penambahan 2,0% karagenan), P4 (penambahan 2,5% karagenan) dan P5 (penambahan 3,0% karagenan) dengan 4 kali ulangan. Parameter yang di ukur yaitu kualitas fisik (pH dan susut masak) dan organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Data diolah menggunakan uji One way ANOVA, dan apabila berpengaruh nyata dilanjut pada uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan karagenan tidak berpengaruh nyata terhadap pH dan susut masak. Hasil terendah rata-rata nilai pH yaitu P5 dengan nilai 6,47 , dan nilai rata-rata terendah susut masak yaitu P4 dengan nilai 3,71%. Hasil uji organoleptik pada penambahan karagenan berpengaruh nyata terhadap warna dan tekstur, sedangkan pada aroma dan rasa tidak berpengaruh nyata. Nilai rata-rata tertinggi pada warna yaitu P0 (4,37) dengan kriteria agak putih), nilai rata-rata tertinggi aroma yaitu P1 (3,52) dengan kriteria sedang, nilai rata-rata tertinggi rasa yaitu P4 (3,38) dengan kriteria sedang, nilai rata-rata tertinggi tekstur yaitu P3 (4,50) dengan kriteria agak kenyal.
Kadar Vitamin C pada Mangga Arum Manis yang disimpan pada Suhu yang Berbeda Hapsari, Anisa Prima Vera; Hasdar, Muhamad; Daryono, Daryono; Purwanti, Yunika
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3958

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penyimpanan pada suhu yang berbeda selama 7 hari. Penelitian ini menggunakan perlakuan suhu penyimpanan buah mangga arum manis. Perlakuan yang digunakan yaitu suhu 5-10oC, suhu 15-20oC, suhu 27-32oC, dan suhu 35-40oC. parameter utama yaitu kadar vitamin C masing-masing perlakuan dan penurunan kadar vitamin C selama penyimpanan. Penyimpanan pada suhu 5-10oC menghasilkan rata-rata kadar vitamin C sebesar 6.84 ± 0.28 mg/ 100 g. Penyimpanan pada suhu kamar (27-32oC) menghasilkan rata-rata kadar vitamin C sebesar 3.91 ± 0.44 mg/ 100 g. Kadar vitamin C buah manga arum manis yang baru dipanen sebesar 7.53 ± 0.40 mg/ 100 g. Peyimpanan pada suhu rendah adalah pilihan terbaik untuk menjaga kualitas vitamin C buah mangga arum manis.Kata Kunci: Mangga; Vitamin C; Penyimpanan; Suhu AbstractThis study aims to determine how to store at different temperatures for seven days. This study used the storage temperature treatment of arum manis mango. The treatments used were 5-10oC, 15-20oC, 27-32oC, and 35-40oC. The main parameters were vitamin C levels in each treatment and a decrease in vitamin C levels during storage. Storage at a temperature of 5-10oC produces an average vitamin C content of 6.84 ± 0.28 mg/ 100 g. Storage at room temperature (27-32oC) resulted in an average vitamin C content of 3.91 ± 0.44 mg/ 100 g. The vitamin C content of the freshly harvested sweet arum mango fruit was 7.53 ± 0.40 mg/ 100 g. Storage at low temperatures is the best choice to maintain the quality of vitamin C of arum manis mango.Keywords: Mango; Vitamin C;, Store; Tempetature
Program Agrofood Technopreneur Sebagai Wadah Membangun Jiwa Wirausaha Berbasis IPTEK di Mahasiswa Faperta UMUS Brebes Hasdar, Muhamad; Fera, Melly; Syaifulloh, Muhammad
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v8i1.3206

Abstract

Program agrofood technopreneur merupakan salah satu bentuk program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memfasilitasi semua kreatifitas mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes yang bisa bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan program ini dibagi menjadi tiga fase yaitu fase penyadaran kewirausahaan, fase peningkatan kapasitas dan fase pembinaan. Program agrofood technopreneur ini juga membuka pola pikir mahasiswa untuk dapat memanfaatkan waktu luang yang dimiliki untuk lebih produktif dengan memulai bisnis termasuk bisnis pengolahan pangan atau bidang agribisnis yang dapat dilakukan di rumah dengan konsep Small Office Home Office (SOHO). Program agrofood Technopreneur juga bekerja sama dengan laboratorium teknologi pangan UMUS untuk memberikan pelatihan-pelatihan dengan produk unggulan nata de coco dan nata de soya. Program ini juga melaukan pelatihan pemasaran secara ofline dengan mengikuti banyak event serta pemasaran secara online dengan aktif memasarkan produk di bukalapak, shoope, tokopedia, dan google bisnisku.