Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penerapan Metode K-Means dan Fuzzy C-Means untuk Pengelompoan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) Haniza Annuril Chusna; Agnes Tuti Rumiati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58349

Abstract

Standar Nasional Pendidikan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai pemerataan mutu pendidikan. Standar Nasional Pendidikan meliputi delapan capaian yaitu Standar Kompetensi Kelulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik dan Tenaga Pendidik, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengelompokkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia berdasarkan SNP menggunakan metode K-Means dan Fuzzy C-Means. Sebelum dilakukan analisis klaster, dilakukan imputasi missing value menggunakan regresi. Berdasarkan hasil pengelompokan menggunakan K-Means dan Fuzzy C-Means, diperoleh metode terbaik adalah K-Means dengan jumlah klaster optimum sebanyak empat dengan nilai icdrate sebesar 0,4826. Kemudian dilakukan pengelompokan 514 kabupaten dan kota di Indonesia menggunakan metode K-Means dengan klaster optimum sebanyak 3. Dimana sebagian besar kota di Pulau Jawa berada pada klaster kategori sudah memenuhi SNP sementara klaster belum memenuhi SNP mayoritas berada di Pulau Kalimantan dan Pulau Papua.
PEMILIHAN PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PENGEMBANGAN MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PENDEKATAN SISTEM Sutikno Sutikno; Eddy Setiadi Soedjono; Agnes Tuti Rumiati; Lantip Trisunarno
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 11, No 1 (2010): JEP Juni 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jep.v11i1.339

Abstract

This research aims to compile the programs for poverty alleviation by community empowerment model and review the determination program as effectiveness evaluation poverty alleviation program which still can’t be worked properly. Stages the compiling program of poverty alleviation is mapping the socioeconomic conditions of the poor, basic infrastructure conditions, socio-cultural issues, and potential issues; identifying the hopes and predicting the economic development opportunities; creating the poverty alleviation program by SWOT analysis and planning implementation program with KPD. Based on the result of SWOT and scoring analysis, the selected programs are training and assistance, the establishment of cooperative saving and loans, clean water for poor households, rural development with the utilization of clean water, household waste management, and package education program A, B, and C.
Proses Partisipatif dalam Pemetaan Desa untuk Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Sekawan Sejati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat Agnes Tuti Rumiati; Janti Gunawan; Lantip Trisunarno
Sewagati Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.328 KB)

Abstract

Kawasan Sekawan Sejati merupakan kawasan yang terdiri dari 3 desa, yaitu desa Sesaot, Pakuan dan Buwun Sejati di Kabupaten Lombok Barat. Berada di bawah kaki gunung Rinjani bagian barat, meliputi kawasan hutan lindung. Kawasan Sekawas Sejati ini diharapkan menjadi percontohan destinasi wisata edukasi lingkungan nasional terutama bagaimana pengelolaan sumber daya alam, manusia dan ekonomi dapat berjalan seiring dan berkelanjutan. Pusat kajian pembangunan berkelanjutan (SDG Center)- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan Pengabdian Masyarakat (Abmas) untuk membantu tiga desa di kawasan Sekawan sejati membuat pemetaan sumber daya desa terutama yang terkait dengan pengembangan wisata edukasi lingkungan. Pemetaan potensi desa dilakukan melalui pendekatan partisipatif dimana hasil peta potensi desa akan dituangkan dalam website Sekawan Sejati agar mudah diakses oleh masyarakat luas. Metodologi pengabdian yang bersifat partisipatoris dengan menghimpun harapan dari pemangku kepentingan telah menumbuhkan kepercayaan dan rasa kebersamaan pengelola desa untuk dapat bekerjasama antar lembaga dalam pembangunan Kawasan Sekawan Sejati berkelanjutan. Pemetaan desa di ini didukung oleh program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik melalui daring dan luring.
Pembuatan Media Penyuluhan Berbasis Kasus Data Penyebab Diare pada Balita di Daerah Keputih yang Berobat di Medical Center ITS Erma Oktania Permatasari; I Nyoman Budiantara; Agnes Tuti Rumiati; Ismaini Zain; Vita Ratnasari; Madu Ratna
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.224

Abstract

Salah satu permasalahan kependudukan di Indonesia adalah kesehatan balita. Penyakit yang dianggap ganas dan menjadi peringkat ketiga pada kasus kematian balita adalah diare. Diare merupakan peningkatan pengeluaran tinja dengan konsistensi lebih cair dan terjadi minimal 3 kali dalam 24 jam. Diare pada balita mengeluarkan tinja > 10 g/kg/24 jam, sedangkan rata-rata pengeluaran tinja sebesar 5-10 g/kg/24 jam. Diare terdiri dari dua macam, yaitu diare akut yang berlangsung kurang dari 14 hari dan diare kronik yang berlangsung lebih dari 15 hari. Medical Center mencatat terdapat peningkatan kasus diare pada balita setiap bulan dari tahun 2019 sampai 2020. Medical Center ITS merupakan pelayanan kesehatan yang terdapat di ITS dan mitra karena sasaran pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat di Kelurahan Keputih, Sukolilo, Surabaya. Diare diduga dipengaruhi oleh tempat pembuangan tinja keluarga, sumber air minum yang digunakan sehari-hari, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, usia anak, pemberian ASI eksklusif oleh ibu kepada balita, kebiasaan mencuci tangan orang tua, dan kebiasaan mencuci bahan makanan. Perlu adanya diskusi dengan narasumber (dokter dari Medical Center ITS) dan analisis lebih lanjut untuk mengetahui faktor signifikan penyebab kasus diare pada balita. Hasil tersebut dilakukan pembuatan media penyuluhan kepada masyarakat dengan harapan kasus diare pada balita dapat diminimalkan.
Model Kemitraan Perguruan Tinggi dan Desa untuk Meningkatkan Kemampuan Start-Up Produk Susu Sapi Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur Melania Suweni Muntini; Agnes Tuti Rumiati; Janti Gunawan; Lucky Putri Rahayu; Iim Fatimah; Faridawati
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.574

Abstract

Desa Pesanggrahan terletak di Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Susu sapi yang dihasilkan lebih dari dua juta liter per tahun dan menjadikannya desa dengan produksi susu tertinggi di Kota Batu. Pada tahun 2015, produksi susu Kota Batu mencapai 22.430.928 L, terdiri atas susu kambing 33.620 L, dan susu sapi mencapai 22.397.655 L. Dalam pengolahan hasil susunya, masyarakat Batu lebih banyak menggantungkan diri dengan Industri Pengolah Susu (IPS), yaitu 90%, dengan harga yang terbilang rendah untuk ukuran susu kualitas super, dan hanya sekitar 10% yang dijual sendiri oleh KUD Kota Batu untuk konsumsi masyarakat sekitar. Penelitian yang dilakukan ini sekaligus juga sebagai partisipasi perguruan tinggi dalam menaikkan metrik Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya pada capaian ke delapan tentang Decent work and economic growth. Dalam kegiatan ini terdapat partisipasi masyarakat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dan partisipasi yang produktif masyarakat Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Fokus utama pada pengabdian ini adalah melakukan kegiatan pelatihan tentang produk olahan susu sapi dan mengenalkan proses bisnis berbasis IT. Inovasi dalam melakukan kemitraan ini diharapkan dapat menghidupkan bisnis produk olahan susu sapi Desa Pesanggrahan, Kota Batu dan meningkatkan partisipasi pemuda yang tidak bekerja di daerah tersebut dalam mengolah produk susu beserta menjalankan bisnisnya sendiri dengan memanfaatkan teknologi agar dapat meningkatkan produktivitasnya.
Analisis Faktor-Faktor yang Diduga Berpengaruh Terhadap Kasus Balita Stunting di Jawa Timur Menggunakan Regresi Logistik Biner Utami, Amanda; Rumiati, Agnes Tuti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i4.152649

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan balita tidak optimal akibat kekurangan gizi sejak di dalam kandung-an. Stunting dapat memiliki konsekuensi negatif jangka pan-jang terhadap kesehatan, pendidikan, dan produktivitas eko-nomi balita. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsi-kan karakteristik balita stunting di Jawa Timur, mengidenti-fikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kasus stunting di Provinsi Jawa Timur serta memodelkan hubungan antara kasus stunting dan faktor-faktor yang diduga mempengaruhi stunting di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan regresi logistik biner dengan pendekatan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) digunakan untuk mengana-lisis karakteristik Kasus Balita Stunting. Data yang digunakan berasal dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, dengan balita normal persentase sebanyak 87% atau 8.354 balita sedangkan balita stunting memiliki persentase sebesar 13% atau 1.259 balita. Dengan Variabel prediktor adalah jenis kelamin, Pemberian ASI eksklusif, Imunisasi Dasar Lengkap, Imunisasi dasar lengkap, Pemberian Obat Cacing, Berat Ba-dan Bayi Lahir, Tinggi Badan Bayi Lahir, Ibu Hamil Men-dapatkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan), Ibu Hamil Mendapatkan TTD (Tablet Tambah Darah). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh variabel prediktor merupa-kan faktor-faktor yang mempengaruhi stunting. Model regresi Logistik yang terbaik dari status balita stunting di Provinsi Jawa timur Tahun 2022 memiliki ketepatan klasifikasi setelah dilakukan penanganan data imbalanced sebesar 66,7%.
Analisis Faktor-Faktor Yang Diduga Berhubungan dengan Pilihan Sektor Pekerjaan Utama Di Provinsi Jawa Timur Menggunakan Regresi Logistik Biner Ramadhanti, Risma; Rumiati, Agnes Tuti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i4.152656

Abstract

Ketenagakerjaan merupakan salah satu faktor yang penting dalam pembangunan nasional. Indonesia merupakan negara agraris di mana sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor pertanian. Pertanian di Indonesia turut membe-rikan peran terhadap perekonomian nasional melalui PDB sektor pertanian. Meskipun sektor pertanian selalu menyerap tenaga kerja paling tinggi, perkembangan tenaga kerja pada sektor tersebut tidak signifikan jika dibandingkan dengan sektor non pertanian. Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi pertanian paling tinggi di Indonesia memiliki persentase tenaga kerja sektor pertanian yang terus menurun sejak tahun 2020 hingga tahun 2022. Penurunan tersebut jika dibiarkan berlangsung akan memberikan dampak negatif pada PDB sektor pertanian hingga penurunan produktivitas sektor pertanian. Banyak faktor yang diduga berhubungan dengan pilihan sektor pekerjaan. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah tanggungan, tingkat pendidikan, pelatihan, pendapatan, dan kabupaten/kota dengan pilihan sektor pekerjaan utama maka dilakukan penelitian dengan menggunakan regresi logistik bi-ner. Hasil yang diperoleh adalah sebanyak 27,5% persen pendu-duk di Jawa Timur bekerja pada sektor pertanian dan sisanya sebanyak 72,5% bekerja pada sektor non pertanian. Faktor yang memiliki pengaruh signifikan adalah variabel Usia, Jenis Kelamin, Status Perkawinan, Jumlah Tanggungan, Tingkat Pendidikan, Pelatihan, Pendapatan dan Kabupaten/Kota.
Analisis Minat Menggunakan PayLater yang Dipengaruhi oleh Literasi Keuangan, Gaya Hidup, Persepsi, dan Kemampuan Finansial dengan Structural Equation Partial Modelling Least Square (Studi Kasus : Pengguna PayLater di Pulau Jawa) Taqiya, Rahma Zidny; Rumiati, Agnes Tuti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 5 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i5.154601

Abstract

Financial technology (fintech) merupakan inovasi di bidang keuangan yang memanfaatkan teknologi untuk menye-diakan layanan keuangan. Di Indonesia, perkembangan fintech sangat pesat dan telah memberikan kemudahan dalam berbagai aspek, seperti pembayaran, pinjaman, dan investasi. E-com-merce memberikan kesempatan bagi konsumen untuk menje-lajahi, memilih, dan membeli berbagai produk atau layanan secara online tanpa batasan waktu dan tempat. Salah satu ino-vasi yang muncul dalam metode pembayaran e-commerce adalah PayLater, yang memungkinkan konsumen untuk mela-kukan pembelian terlebih dahulu dan melakukan pembayaran di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pe-ngaruh literasi keuangan, gaya hidup, persepsi dan kemampuan finansial terhadap minat menggunakan PayLater. Proses peng-ambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berda-sarkan kriteria responden. Kriteria responden yang akan digunakan pada penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Pulau Jawa dengan usia 20−39 tahun. Berdasarkan kriteria yang tersebut, metode sampling yang akan digunakan adalah metode stratified random sampling dengan penentuan jumlah responden menggunakan rumus Krejcie dan Morgan. Peneliti-an ini menggunakan metode Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan dua tipe data, yaitu data yang mengandung outlier dan data bebas outlier. Hasil penelitian de-ngan 660 responden adalah variabel literasi keuangan dan per-sepsi berpengaruh signifikan terhadap gaya hidup, dimana vari-abel kemampuan finansial tidak memiliki pengaruh yang signi-fikan terhadap variabel gaya hidup. Sedangkan gaya hidup me-miliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel minat meng-gunakan PayLater.
Pengembangan Kapasitas Lembaga Desa Dalam Membangun Data Untuk Evaluasi Ketercapaian SDGs Desa Ratnasari, Vita; Rumiati, Agnes Tuti; Zain, Ismaini; Budiantara, I Nyoman; Nuroini, Husna Miratin; Pramaningrum, Dea Saraswati
Madaniya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1688

Abstract

Kabupaten Mojokerto memiliki tantangan dalam pelaksanaan dan pemantauan ketercapaian SDGs Desa, khususnya dalam hal kualitas data dan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa. Berdasarkan pengalaman serupa di Kabupaten Sidoarjo, diketahui bahwa peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan, penyusunan SOP, dan penggunaan sistem informasi digital sangat efektif dalam memperbaiki tata kelola data pembangunan berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya literasi data SDGs di desa, ketiadaan panduan operasional, dan belum adanya sistem yang memungkinkan monitoring ketercapaian indikator secara mandiri di tingkat desa. Solusi yang diusulkan meliputi empat pendekatan utama. Pertama, pelatihan kepada perangkat desa terkait konsep dan indikator SDGs Desa serta teknik pendataan. Kedua, penyusunan dokumen SOP yang memberikan panduan teknis pengelolaan data. Ketiga, pengembangan dashboard digital berbasis web sebagai alat bantu untuk input, visualisasi, dan pelaporan data SDGs Desa. Keempat, pendampingan teknis daring selama dua bulan untuk memastikan penerapan SOP dan pemanfaatan dashboard berjalan efektif. Target luaran kegiatan ini mencakup produk-produk berbasis IPTEK seperti dashboard SDGs Desa, SOP pengelolaan data SDGs, serta dokumen ilmiah dan publikasi berupa jurnal nasional, book chapter, artikel media populer, video dokumentasi, dan policy brief. Semua luaran disesuaikan dengan karakteristik pusat kajian yang berfokus pada penguatan sistem informasi dan literasi data masyarakat desa. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama enam bulan (Mei–Oktober 2025) dan melibatkan sepuluh desa dampingan di bawah koordinasi Bappeda Kabupaten Mojokerto. Pelaksanaan dimulai dari survei awal dan pemetaan kebutuhan, dilanjutkan dengan pelatihan intensif, pengembangan sistem digital, pendampingan implementasi, hingga evaluasi dan publikasi hasil. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tercipta sistem pengelolaan data SDGs yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di desa-desa lainnya di Jawa Timur maupun secara nasional.