Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diet Diabetes Melitus Dengan Komplikasi Gagal Ginjal Kronik Refianti - Marsinta; Yesi - Hasneli; Ari Pristiana Dewi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan Vol 1, No 1 (2014): Wisuda Februari 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renal insufficiency due to diabetes disease has subsequently been known by the name of Diabetic Kidney Disease (DKD) or Diabetic Nephropathy (ND) is a complication of diabetes that is included in microvascular complications, the complications that occur in small blood vessels (small). The purpose of this research was to determined the level of knowledge about DM dietery with complication of  kidney failure. Samples of this research taken by using purposive sampling technique. This study used a” descriptive – correlation” research design with cross sectional study " . Total sample of 74 people with using purposive sampling technique sampling by taking into account the inclusion criteria Measuring instrument  to look at the diet by using kuesioner knowledge and to see the complications of chronic renal failure was using secondary data . The analysis used univariate and bivariate analysis with the chi-square test . The results showed a high knowledge of the results of as many as 42 ( 56.8 % ) and low knowledge of as many as 32 (43.2 %), while the average stage of CRF in stage IV were 12 respondents ( 16.2 % ) and stage V as 62 respondents ( 83.8 % ). The results of this study with p value = 0,843, There is no relationship between the level of knowledge about the diet of patients with DM with complications of chronic renal failure. The results of this study are expected to be one of the nursing interventions to improve diabetes patients knowledge about the diet of diabetic nephropathy in order not to aggravate the situation. Keywords: Complications, Diabetes Mellitus, diet, Kidney Failure
Pengelolaan Diabetes Berbasis Diabetes Environment Model (DEM) pada Masyarakat Riau Hasneli, Yesi; Bayhakki; Zahtamal
Jurnal ETAM Vol. 3 No. 2 (2023): OCTOBER
Publisher : Politeknik Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/etam.v3i2.612

Abstract

Prevalensi penderita DM meningkat setiap tahun di Indonesia. Salah satu penyebab peningkatan diabetes adalah faktor lingkungan. Lingkungan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita diabetes. Lingkungan yang baik bagi penderita diabetes dapat mencegah komplikasi. Suhu, cahaya, tingkat kebisingan, jarak rumah ke jalan raya dan kebersihan lingkungan yang baik akan membantu penderita diabetes mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal. Sehingga dapat mencegah komplikasi. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan dan pencegahan komplikasi DM. Metode yang digunakan adalah memberikan pendampingan edukasi melalui penyuluhan terkait model pengelolaan penyakit DM berbasis aplikasi Diabetes Environment Model (DEM) dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan pengukuran pre-test tentang pengetahuan pengelolaan lingkungan diabetes adalah 12 responden (48%) berkategori sangat baik dan 13 responden (52%) berkategori cukup. Setelah diberikan edukasi tentang Aplikasi DEM, hasil post-test meningkat yaitu sebanyak 22 responden (88%) dan 3 responden (12%) berkategori cukup baik. Setelah edukasi melalui Pengabdian kepada Masyarakat, pengetahuan masyarakat meningkat tentang pengelolaan lingkungan berbasis aplikasi DEM.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN SECARA DARING DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PROTOKOL KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Karmila, Fitri; Hasneli, Yesi; Arneliwati, Arneliwati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.22179

Abstract

Covid-19 adalah penyakit akibat virus corona jenis baru yang menyebabkan pandemi hampir di seluruh dunia. Covid-19 merupakan penyakit menular yang mempengaruhi dan menginfeksi sistem pernapasan, dari masalah pernapasan ringan seperti flu hingga yang besar seperti pneumonia, gagal paru-paru, dan bahkan kematian. Keberhasilan dalam upaya pengendalian dan pencegahan covid-19, kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan tindakan protokol kesehatan 5M terhadap covid-19 sangat penting. Tindakan keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dapat melalui pendidikan kesehatan. Media yang digunakan untuk mempermudah masyarakat memahami suatu informasi salah satunya adalah menggunakan media audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan covid-19. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test post-test. Penelitian ini dilakukan di RW 8 Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru dengan sampel sebanyak 34 responden dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan covid-19 dengan p-value (0,000) < ? (0,05). Media audio visual memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Media ini dapat menjadi salah satu media yang efektif dalam penyuluhan kesehatan
Hubungan Lama Hemodialisis dan Dukungan Keluarga Terhadap Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisis Feronika, Naomi; Bayhakki, Bayhakki; Hasneli, Yesi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.16312

Abstract

ABSTRACT It is very necessary to limit fluid intake in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis, this aims to prevent the risk of excess fluid between hemodialysis sessions (Interdialytic Weight Gain/IDWG).  There are several factors associated with long IDWG, namely undergoing hemodialysis and family support. This study aims to identify the relationship between duration of hemodialysis and family support on Interdialytic Weight Gain (IDWG) of Chronic Kidney Failure patients in the Hemodialysis Unit. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The population is kidney failure patients. The sample consisted of 96 respondents using an accidental sampling technique. The measuring instrument used is a questionnaire. The analysis used is bivariate analysis using the chi square test. The research results were obtained from 96 respondents, most of whom had long HD > 1 year, 59.4%, 58.3% of respondents who had high family support and 41.7% of respondents who had mild IDWG. The statistical test results for the hemodialysis duration variable obtained p value = 0.009 <α 0.05, while the family support variable obtained p value = 0.002 <α 0.05, so it can be concluded that there is a relationship between hemodialysis duration and family support for IDWG in failed patients. chronic kidney disease in the Hemodialysis Unit. It is estimated that health workers can provide information to respondents and families, namely by providing health education and socializing the prevention program for increasing IDWG. Keywords: Duration of Hemodialysis, Family Support and IDWG  ABSTRAK Pendahuluan: Pembatasan asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sangat perlu dilakukan hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya resiko kelebihan cairan antar sesi hemodialisis (Interdialytic Weight Gain/IDWG).  Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan IDWG yaitu lama menjalani hemodialisis dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan lama hemodialisis dan dukungan keluarga terhadap Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisis. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan Unit Hemodialisis RSUD Arifin Achmad. Populasi adalah pasien gagal ginjal. Sampel berjumlah 96 responden dengan teknik pengambilan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: hasil penelitian didapat dari 96 responden mayoritas memiliki lama HD > 1 tahun sebanyak 59,4%, responden yang memiliki dukungan keluarga tinggi sebanyak 58,3% dan responden yang memiliki IDWG ringan sebanyak 41,7%. Hasil uji statistik untuk variabel lama hemodialisis didapat p value = 0,009 <  0,05, sedangkan variabel dukungan keluarga diperoleh nilai p value = 0,002 <  0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lama hemodialisis  dan dukungan keluarga terhadap IDWG pada pasien gagal ginjal kronik di Unit Hemodialisis. Diharapkan bagi petugas kesehatan dapat memberikan informasi kepada responden dan keluarga yaitu dengan cara melakukan pendidikan kesehatan dan mensosialisasikan program pencegahan peningkatan IDWG. Kata Kunci: Lama Hemodialisis, Dukungan Keluarga dan IDWG
Perbedaan Tingkat Stres Kebisingan pada Penderita Diabetes Mellitus dan Non Diabetes Mellitus Fitriani, Dora; Hasneli, Yesi; Huda, Nurul
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i1.2013

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease that affects various physiological aspects, including the body's response to environmental stressors such as noise. In DM patients, the body cannot efficiently respond to blood sugar spikes, resulting in persistently high blood sugar levels (hyperglycemia), which can exacerbate physical and mental stress. This study aims to determine the differences in noise-induced stress levels between DM and non-DM patients. This study used an observational analytic design with a case-control approach. The respondents consisted of 17 DM patients and 17 non-DM patients in the working area of Simpang Tiga Public Health Center. The research samples were selected based on inclusion criteria using purposive sampling. The analysis included univariate analysis to observe frequency distribution and bivariate analysis using the Chi-Square test. Statistical tests showed a significant difference in noise-induced stress levels between DM and non-DM patients, with a p-value (0.001) < alpha (0.05). The findings indicate that DM patients experience higher levels of noise-induced stress compared to non-DM patients. Key word: Diabetes Mellitus, Noise, Stress
THE EFFECTIVENESS OF IMPLEMENTING DISCHARGE PLANNING ON FAMILY KNOWLEDGE IN CARING FOR PATIENTS WITH CORONARY HEART DISEASE Fismaleni, Menik; Dewi, Wan Nishfa; Hasneli, Yesi
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 1 (2025): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v10i1.1947

Abstract

Discharge planning is a dynamic and systematic process of assessment, preparation, and coordination aimed at facilitating the supervision of health and social services before and after hospital discharge. This study aims to determine the effectiveness of discharge planning implementation on family knowledge in caring for patients with Coronary Heart Disease (CHD). A quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was used. The sample consisted of 27 respondents selected through accidental sampling based on inclusion criteria. The intervention involved providing educational material using a leaflet on family knowledge in caring for CHD patients. Knowledge was measured using a 25-item questionnaire. The results showed that most respondents were aged 45–54 years (48.1%), female (59.3%), had a high school education (59.3%), and had cared for CHD patients for less than one year (55.5%). In the bivariate analysis, the pretest scores indicated that 73.4% had moderate knowledge, while posttest scores revealed that 96.74% had good knowledge. These findings demonstrate that discharge planning significantly improves family knowledge in caring for CHD patients, which may help reduce recurrence and hospital readmission rates.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur terhadap Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Syafna, Habibah; Hasneli, Yesi; Rizka, Yulia
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i3.2393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan teknik purposive sampling pada 79 pasien di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Kidney Disease Quality of Life Short Form (KDQOL-SF), kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki aktivitas fisik ringan (82,3%), kualitas tidur buruk (69,6%), dan kualitas hidup sedang (53,2%). Uji statistik menemukan hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup (p=0,001) serta kualitas tidur dengan kualitas hidup (p=0,038). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan aktivitas fisik dan perbaikan kualitas tidur dapat menjadi intervensi penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien PGK. Temuan ini mendukung perlunya pendekatan holistik dalam tatalaksana pasien hemodialisis, dengan mempertimbangkan faktor non-medis seperti gaya hidup.
Early Screening of Pregnant Who Risk of Gestational Diabetes as An Effort to Prevent Stunting Births in Coastal Areas Hasneli, Yesi; Zahtamal, Zahtamal; Roni, Yunisman; Putri, Syeptri Agiani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5035

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in children due to chronic malnutrition during growth and occurs from the womb to the age of two years which has an impact on the physical, cognitive, social development of children. One of the causes of stunting is pregnant women who suffer from Gestational Diabetes. Objective: To conduct an early examination of pregnant women at risk of gestational diabetes in coastal areas. Method: Descriptive with purposive sampling approach. Data collection techniques, namely: Determine the research problem followed by a literature study. The implementation stage of the study was carried out by examining temporary blood sugar, blood pressure, weight, height, abdominal circumference, and arm circumference. Furthermore, a pretest was conducted to assess the level of knowledge of pregnant women regarding the prevention of stunting and understanding related to gestational diabetes. Data analysis with univariate analysis. Results and Discussion: The age of most respondents was 20-35 years (80.8%), Real-time Blood Sugar: > 125 mg/dL (30.7%), 101-125 mg/dL (40.4%) and < 101 mg/dL (28.8%). Systolic Blood Pressure was mostly in the range of 90-120 mmHg (57.7%), Diastolic Blood Pressure 60-90 mmHg (86.5%). The Body Weight of most respondents was 35-60 Kg (55.8%), Respondents Height was 151-168 cm (53.8%), Abdominal Circumference about 92-107 cm (61.5%) and Arm Circumference was 21-27 cm (63.4%). Conclusions: Gestational diabetes can be one of the factors causing the birth of stunted children. Therefore, early examination is needed in pregnant women to find out health problems so that they can be prevented as early as possible such as conducting examinations, blood sugar, blood pressure, weight, height, arm circumference and conditions during pregnancy. Suggestion: Early detection of pregnant women is very important in health facilities such as health centers and hospitals. This right can determine the health condition of pregnant women and identify health problems early, so as to prevent complications. Efforts that can be made include managing a healthy diet, maintaining nutrition for the fetus during pregnancy and are expected to prevent the risk of gestational diabetes complications such as the birth of stunted children.
Korelasi antara Dukungan Keluarga dan Self Management Penderita DM Tipe 2 Maulani, Rahayu Maulani; Hasneli, Yesi; Karim, Darwin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15200

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan diri yang baik untuk mencegah komplikasi. Dukungan keluarga memainkan peran penting dalam mendukung self management pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara dukungan keluarga dan self management pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 91 orang pasien DM tipe 2 yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rho untuk menentukan hubungan antara dukungan keluarga dan self management. Hasil menunjukkan bahwa 55 orang responden (60,4%) mengalami dukungan keluarga yang buruk, sedangkan 51 orang (56,0%) memiliki self management yang cukup. Analisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan self management, p-value sebesar 0,001 dan nilai r = 0,339. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan self management pada penderita DM tipe 2.
Survei Kejadian Growth Faltering Pada Anak Usia 6–12 Bulan di Kota Pekanbaru Putri, Syeptri Agiani; Novayelinda, Riri; Zukhra, Ririn Muthia; Hasneli, Yesi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20500

Abstract

ABSTRACT Growth faltering is a condition of growth failure characterized by a slowing growth rate. The main cause is malnutrition. Continuous growth faltering conditions can cause disturbances in growth, cognitive and psychomotor development, physical activity, behavior and learning abilities. The Purpose of this study is to see the incidence of growth faltering in children aged 6 – 12 month in Pekanbaru City. This study uses a quantitative descriptive method with cross sectional approach. The research sample was 386 children aged 6 - 12 months using the Lemeshow formula. The sampling technique used purposive sampling. The instruments used were demographic data questionnaires and anthropometric measuring instruments. The data analysis used was univariate analysis. The research results show that the incidence of growth faltering in children aged 6 - 12 months in Pekanbaru City is 42.7%. Characteristics of children with growth faltering occur in children aged 9 - 11 months (40.3%) and male (51.5%). The majority of respondents were born at full term (39.9%), not LBW (43%), had a history of receiving exclusive breastfeeding (44.7%) and had family income above the minimum wage (44.9%). Based on the research results, it is recommended that the Community Health Center add education regarding providing appropriate and healthy MPASI before giving MPASI to children. Suggestions for future researchers to be able to identify factors related to the incidence of growth faltering in children. Keywords: Growth Faltering, Malnutrition, Stunted  ABSTRAK Growth faltering merupakan suatu kondisi gagal tumbuh yang ditandai dengan melambatnya laju pertumbuhan. Penyebab utamanya adalah kekurangan gizi. Kondisi growth faltering yang terus menerus dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan, perkembangan kognitif dan psikomotorik, aktivitas fisik, perilaku dan kemampuan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kejadian growth faltering pada anak usia 6 – 12 bulan di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 386 anak usia 6 – 12 bulan dengan menggunakan rumus Lemeshow. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner data demografi dan alat ukur antropometri. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian growth faltering pada anak usia 6 – 12 bulan di Kota Pekanbaru sebesar 42,7%. Karakteristik anak dengan growth faltering terjadi pada anak usia 9 – 11 bulan (40,3%) dan berjenis kelamin laki-laki (51,5%). Mayoritas responden lahir cukup bulan (39,9%), tidak BBLR (43%), memiliki riwayat mendapat ASI eksklusif (44,7%) dan memiliki pendapatan keluarga di atas UMR (44,9%). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada Puskesmas untuk menambah edukasi mengenai pemberian MPASI yang tepat dan sehat sebelum memberikan MPASI pada anak. Saran bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian growth faltering pada anak. Kata Kunci: Gizi Buruk, Growth Faltering, Stunting.