Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penanganan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Korban Bencana Lumpur Sidoarjo dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku Satriani Dian Pertiwi; Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.698 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26997

Abstract

Dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam sangat kompleks, salah satunya yaitu mengenai dampak psikis. Dampak psikis yang sering ditemui pada masyarakat korban bencana alam adalah Stres Pascatrauma atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Pada jurnal ini menjelaskan bagaimana solusi untuk mengatasi masalah pada daerah terdampak bencana alam terutama menekankan pada masalah psikis melalui pengaplikasian desain-desain arsitektur. Psikis atau psikologi erat kaitannya dengan perilaku, sehingga pendekatan desain yang diangkat dalam jurnal ini adalah pendekatan arsitektur perilaku. Pendekatan arsitektur perilaku yakni menekankan pada hubungan dialektik antara ruang dengan manusia atau masyarakat yang memanfaatkan atau yang menghuni ruang tersebut. [1] Pendekatan ini menekankan pada perlunya memahami perilaku dan kebutuhan masyarakat yang menghuni di suatu daerah tertentu dalam memanfaatkan ruang. [1] Sedangkan konsep yang diangkat adalah konsep Healing Environment, yaitu lingkungan fisik suatu desain arsitektur yang dapat mempercepat pemulihan pengguna atau pasien secara psikis. Dengan pendekatan dan konsep ini diharapkan mampu mengatasi dampak psikis yang dialami oleh para korban bencana alam.  
Re-interpreting Memory of History by Fragmented Continuum Concept in Museum Design Nisita Hapsari; Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33942

Abstract

Architecture has always been considered as a carrier of messages. Stories and buildings have been tied up together since the beginning of the conscious formation of space and the first attempts to understand the world around us. Architecture that has been ruined or abandoned is also has the same condition. The 'death' could be a new beginning for buildings. An example that still exists in the present is Kedung Cowek Fort. Kedung Cowek Fort is a witness of history that still exists. The design problem which will be proposed in this final project is how the ruins of architecture could be 'revived'. Architect also responsible to how the space could be an instrument which people could experience the memory of history from the event of the past with universal language which people in the present could understand. By using historicism approach, what already happened in the past become a background for the design and by using meaning in architecture approach, those past events are interpreted to story. The tool to transfer the story into architectural design is narrative method. The building type proposed in this final project is historical museum. By giving the interpretation of historical background, people could try to understand the history from the perspective and story architect creates. In this case, history is defined as a fragmented continuum story.
Social Sustainability sebagai Pendekatan Rancangan Kontekstual Ruang Publik di Pamekasan Aini Halimia; Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.71213

Abstract

Ruang publik sebagai salah satu elemen kota memiliki peranan penting terhadap kualitas sosial dan lingkungan sebuah kota. Pada jurnal ini, kajian berfokus pada permasalahan ruang publik di Pamekasan. Konteks tempat kajian tersebut sebagai batasan sehingga permasalahan menjadi lebih spesifik. Penemuan permasalahan didasarkan pada opini masyarakat secara langsung melalui metode kuesioner. Kemudian, hasil kuesioner dievaluasi berdasarkan teori place-making. Dari evaluasi tersebut, dapat di identifikasi permasalahan rancangan ruang publik di Pamekasan berkaitan dengan image dan uses & Activities. Pemilihan tapak yang memiliki bangunan eksisting dan memiliki cerita serta memori bagi masyarakat menjadi salah satu cara untuk menghasilkan ruang yang aktif dan berkelanjutan. Sedangkan program rancangan berupa community hub sebagai respon terhadap aktivitas serta kebutuhan masyarakat di ruang publik. Program bertujuan untuk menghasilkan ruang yang dapat meningkatkan ekonomi kota serta mengaktifkan aktivitas fisik bagi kesehatan masyarakat. Untuk merespon konteks dan permasalahan, maka pendekatan yang digunakan adalah social sustainability. Pendekatan tersebut memperhatikan aspek-aspek kebutuhan masyarakat, pola aktivitas dan perilaku, serta hubungan antara manusia dan lingkungannya. Melalui pendekatan tersebut rancangan memiliki fokusan terhadap eksplorasi aktivitas, preferensi, serta pola hubungan manusi dengan tapak. Sehingga dengan aspek-aspek tersebut diharapkan dapat menghasilkan ruang yang berkelanjutan.
Fenomena ‘Entertainment Architecture’ di Indonesia dan Perkembangan dalam Arsitektur Nur Endah Nuffida; Josef Prijotomo; Murni Rachmawati
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 2 No. 2 (2016): EIJA | December 2016 ~ February 2017 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.582 KB) | DOI: 10.29080/emara.v2i2.20

Abstract

The entertainment architecture phenomenon that started in many developed countries in the second half of the 20th century has marked the birth of architectural designs whose primary purpose is to provide interactive entertainment for their users. This literature study aims to analyze a similar phenomenon that grows as an archetype of architectural designs, particularly in Indonesia. The method used in this study is a qualitative research method with a naturalistic paradigm. This study aims to investigate and find the meaning of "entertainment architecture," specific characteristics in visual and architectural forms, and how these characteristics can be read as a type in the development of architecture. The study results conclude that the phenomenon of "entertainment architecture" in Indonesia can be read as the development of new ideas in thinking and making architecture through the figure, its looks, and its form, which are different from the language of pre-existing buildings.
Implementasi Imaginative Space dan Optimal Learning Space dalam Sekolah Dasar Shalahuddin Akbar Aviecena; Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i4.99836

Abstract

Pada awalnya, setelah dilahirkan manusia bertumbuh dan berkembang di Rumah. Sebagai sudut dunia pertama ternyata rumah memiliki peranan dalam membentuk kemampuan kognitif, karena pemikiran manusia terbentuk berdasarkan persepsi akan elemen elemen yang hadir di lingkungan. Elemen elemen tersebut dapat memicu sisi imajnatif anak yang seharusnya bisa dieksplorasi lebih lanjut. Oleh karena itu elemen imajinatif seharusnya menjadi focus dalam membangun sebuah arsitektur. Selain rumah, sekolah merupakan tempat kedua yang menghabiskan waktu banyak, sehingga fokus akan mengembangkan kemampuan kognitif juga bisa terjadi disana. Elemen elemen imaginative space bersifat esensial dan implementasinya membutuhkan kriteria desain yang dapat bersifat menstimulasi pemikiran imajinatif otak anak. Selain imaginative space, dalam merancang sekolah juga diperlukan eksplorasi elemen elemen formal dan spasial berdasarkan syarat merancang bangunan sekolah yang optimal. Teori Optimal Learning Space menjadi kriteria yang juga diimplementasikan dalam desain, sehingga rancangan sekolah dasar dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak tanpa mengurangi kebutuhan dasar terbangunnya sekolah.
Perancangan Pusat Kegiatan Lanjut Usia dengan Pendekatan Biofilik dan Inklusi di Kota Malang Naura Anggita Rahima; Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.102210

Abstract

Keadaan kesepian yang dialami lansia adalah keadaan orang lanjut usia merasa sendiri, merasa seperti terisolasi, seperti tidak memiliki seorangpun untuk dijadikan pelarian karena ditinggal anak yang sudah berkeluarga dan terisolasi dari lingkungan sosial karena umur. Keadaan pandemi saat ini semakin membebani kehidupan lansia yang mengharuskan untuk tetap dirumah saja. Kebanyakan bangunan bagi lansia terkait dengan fasilitas kesehatan seperti panti jompo. Kota Malang merupakan kota yang memiliki populasi lansia yang cukup tinggi. Angkanya bertambah setiap tahun, namun masih jarang ditemukan wadah dengan fasilitas khusus untuk kebutuhan lansia yang bertujuan menampung kebutuhan beraktifitas serta berekreasi. Strategi desain yang digunakan untuk mewadahi active aging ini adalah pendekatan inklusif dan biofilik. Psendekatan inklusif dilakukan untuk satu kelompok eksklusif dengan desain yang detail untuk mempermudah aktivitas pengguna.
The Predicted Performance of Natural Ventilation Strategies in Islamic Boarding School Design in Magelang Fenty Indarti; Iwan Indrawan; Fardilla Rizqiyah; Johanes Krisdianto; Nur Endah Nuffida; Ima Defiana
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2023): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v7i2.7018

Abstract

The importance issue in providing comfortable indoor air quality conflicts with the use of energy for mechanical cooling in tropics region such as Indonesia. Natural ventilation is seen as a potential to provide comfort through the change of air within the inside and outside of the space. Natural ventilation becomes a strategy to achieve building resilience towards climate change because it requires no energy consumption. Therefore, this research aims to justify the design of natural ventilation of low-income Islamic Boarding School in Magelang using steady state simulation. The results indicated that among three ventilation strategies simulated in this study, it can be concluded that stack effect is predicted to produce higher air flow rate which results to comfortable predicted observation on adaptive comfort.