Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Faktor-Faktor Keberhasilan Program Keselamatan Pada Perusahaan Konstruksi di Surabaya Basyirotul Baroroh; Feri Harianto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program K3 merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan. Keberhasilan program K3 merupakan sasaran utama bagi setiap perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang paling utama dalam keberhasilan pelaksanaan program K3. Penelitian ini menggunakan metode pembobotan TEV untuk mengetahui nilai kepentingan faktor keberhasilan program K3 dengan cara membuat pohon keputusan, kemudian dilanjutkan dengan pembobotan nilai menggunakan metode Delphi, expected value menjadi tahap akhir untuk menghitung nilai harapan tiap kelompok anak cabang pohon keputusan. Pengambilan data menggunakan kuesioner, dengan jumlah sampel sebesar 30 orang. Responden pada penelitian ini adalah divisi HSE, project manager dan site engingeering. Penelitian dilakukan di 5 perusahaan konstruksi di Surabaya. Variabel penelitian yang digunakan yaitu komitmen pimpinan, komunikasi, partisipasi pekerja, prosedur dan kebijakan K3, insentif, pelatihan K3, sarana dan prasarana serta peralatan. Hasil dari penelitian ini adalah expected value dari faktor keberhasilan program K3 pada perusahaan konstruksi di Surabaya adalah 3,68 dengan kategori tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan program K3 pada perusahaan konstruksi di Surabaya sudah berjalan dengan baik. Faktor yang paling dominan dalam keberhasilan K3 adalah komunikasi dengan nilai bobot 14,9%. Oleh karena itu pentingnya komunikasi di lapangan melalui safety talk perlu dilakukan pada setiap memulai pekerjaan.
Faktor-Faktor Tidak Menggunakan Alat Pelindung Mata Pada Pekerja Las di Proyek Konstruksi wahdania ihrom; Feri Harianto; Diah Listyaningsih
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk risko kecelakaan kerja di pekerjaan pengelasan  pada pelaksanaan proyek konstruksi adalah cedera mata akut. Cedera mata akut dapat dicegah dengan menggunakan pelindung mata yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor penyebab tidak  menggunakan alat pelindung mata pada pekerja las, mengetahui hubungan antara variabel usia, pendidikan, pengalaman dengan perilaku tidak menggunakan alat pelindung mata. Penelitian ini menggunakan metode rerata aritmatik, korelasi Jaspen’s, dan Gamma. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dengan jumlah 30 reponden. Responden di penelitian ini adalah tukang las. Pengambilan sampel sebagai responden menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan di 5 perusahaan konstruksi di Surabaya yaitu: PT. Noorhatama Wisessa, Bengkel Las Indah Jaya, Bengkel Las Karya Steel, PT. Bangun Sarana Baja, CV. As Mu’in Jaya Konstruksi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa penyebab yang tertinggi pekerja las tidak menggunakan kacamata adalah lupa menggunakan kacamata las dengan rerata sebesar 2,70 (kategori kadang-kadang). Sedangkan tidak ada hubungan perilaku tidak menggunakan kaca mata dengan usia, pendikan, dan pengalaman. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pihak manajemen proyek  melakukan tindakan pengawasan secara rutin serta memberikan pengarahan tentang pentingnya pemakaian kacamata las. Dengan demikian risiko kecelakaan kerja diminimalkan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Membeli Rumah Tingkat Menengah Mewah di Kota Surabaya Choiriyah, Siti; Harianto, Feri; Pramana, Veranda Bramanta
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan rumah dengan kisaran harga Rp. 1,5 M-Rp. 4 M yang merupakan tingkat menengah mewah di Kota Surabaya untuk hunian sebesar 48,77%. Pembangunan perumahan dilakukan pada kawasan Surabaya Barat, Timur dan Selatan. Dengan tingkat permintaan yang cukup tinggi, perusahaan pengembang bersaing menyediakan rumah tingkat menengah mewah dengan mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli rumah. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli rumah tingkat menengah mewah di Kota Surabaya. Beberapa variabel yang diterapkan pada penelitian ini yaitu lokasi, bangunan (desain dan fisik), lingkungan, harga, fasilitas, perilaku konsumen (budaya, sosial, pribadi), tingkat penghasilan, promosi dan reputasi developer. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada pembeli rumah di perumahan Amesta Living, Graha Natura dan Grand Harvest. Hasil penelitian ini diperoleh 7 variabel yang terbagi dalam 3 kelompok faktor. Kelompok faktor 1 terdiri dari variabel fasilitas dan tingkat penghasilan, faktor 2 terdiri dari variabel lokasi, lingkungan dan harga, serta faktor 3 terdiri dari variabel promosi dan reputasi developer. Dari ketiga kelompok faktor tersebut, faktor prioritas dalam keputusan membeli rumah adalah faktor 2 yang terdiri dari variabel lokasi, lingkungan dan harga.
Pengaruh Sosial Demografi Pekerja Terhadap Perilaku Keselamatan di Proyek Konstruksi Gedung Klinik Kecantikan Surabaya Harianto, Feri; Ardani, Annisa A; Listyaningsih, Diah; Nurhayati, Dyan Eka
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan industri proyek konstruksi berisiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja, perilaku tidak aman yang dilakukan pekerja dan lemahnya manajemen keselamatan kerja menjadi penyebab kecelakaan yang terjadi di indonesia. Perilaku pekerja saat kerja dipengaruhi oleh sosial demografi pekerja (umur, jenjang  akademik, pengalaman, dan status perkawinan. Penelitian bertujuan mengetahui efek sosial demografi pekerja konstruksi terkait perilaku keselamatan kerja. Metode penelitian menggunakan metode survei. Teknik pengambilan responden sebagai sampel menggunakan purposive sampling  dengan jumlah subyek 30 orang, Responden sebagi sampel yaitu tukang pada proyek gedung klinik kecantikan yang berada di Surabaya Barat. Analisis menggunakan korelasi dan regresi linear berganda. Variabel yang digunakan pada penelitian in imeliputi variabel bebas usia, tingkat pendidikan, lama kerja, dan status pekerja, yang berfungsi sebagai variabel dummy. Sedangkan variabel terikat yaitu perilaku keselamatan kerja. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat adanya hubungan antara umur, lama kerja, dan status pekerja terhadap perilaku keselamatan kerja (sig0.05), sedangkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan terhadap perilaku keselamatan kerja (sig0.05). Untuk variabel umur, jenjang pendidikan, lama kerja, dan status pekerja berpengaruh signifikan secera bersama terhadap perilaku keselamatan  (sig 0,05). Hasil penelitian ini perlu menjadi bahan pertimbangan dalam merekrut pekerja di proyek konstruksi agar kecelakaan kerja dapat diminimalkan.
Persepsi Kontraktor dan Konsultan Pengawas Pada Kinerja K3 Proyek Konstruksi di Surabaya Harianto, Feri; Putri, Risca Amalia; Nuciferani, Felicia Tria; Choiriyah, Siti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Construction work has a high risk of work accidents. The high number of occupational accidents and illnesses makes evaluating K3 performance in construction projects necessary. The research aims to determine differences in perceptions between contractors and supervisory consultants regarding the K3 performance of construction projects. The research uses a survey method by distributing questionnaires to contractors (Project Manager, Site Manager, Site Engineer, and K3 officers) and supervisory consultants (Inspector, Chief Inspector, K3 officers, Quantity Surveyor, and Quantity Estimator). Respondents used purposive sampling, which amounted to 31 people. The analysis uses an independent t-test. The results of this research explain that in the work safety variable, five sub-factors show differences in perception between contractors and supervisory consultants. In the work environment variable, three subfactors show differences in perception. However, regarding the occupational health variable, the two groups had no difference in perception. In reality, contractors' perceptions regarding the maintenance of construction equipment most influence K3 performance. Meanwhile, the supervisory consultant's perception emphasized the importance of K3 implementation instructions, an organized layout of work facilities, and good lighting.
Analysis of The Relationship of Rework and Inventory to Waste in The Ciputra Hospital Surabaya Project Ferdiandika, Ahmad Fadhil; Nuciferani, Felicia Tria; Choiriyah, Siti; Harianto, Feri
Jurnal IPTEK Vol 28, No 2 (2024): December
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2024.v28i2.5924

Abstract

Currently, the construction sector is adopting the theory of production in the manufacturing industry, known as lean construction, to reduce waste and increase value. Last Planner System (LPS) has not been widely used and has good potential because the advantage of LPS is to identify a job along with obstacles to improve performance in a construction project. In the construction of Junior High School (SMP) Al-Falah, it has work obstacles due to erratic weather so that the project is delayed, the author conducts a field survey to analyze the actual progress in the field, LPS has work indicators / work flow to measure the extent to which work indicators can be realized properly, the LPS work flow are Master Plan, Phase Pull Planning, Lookahead Planning, Constraints Analysis, Shielding Production, and Percent Plan Complete (PPC) as a standard for measuring whether project productivity is realized properly or not. In this study, the results of the implementation using LPS on the Al-Falah Junior High School construction project show that the lowest PPC can be seen in week 7, which is 0% because there is no work achievement so that the work is delayed, while in week 16 it can be seen that PPC has increased dramatically to 96%. Then after averaging the PPC of 51% which means that LPS has not been able to increase the reliability of planning above 70%, (Ballard, 2000).
Penerapan Sistem Perencana Terakhir (Pada Proyek Pembangunan SMP Al-Falah) Ferdiandika, Ahmad Fadhil; Nuciferani, Felicia T; Choiriyah, Siti; Harianto, Feri
Jurnal Spesialis Teknik Sipil (JSpTS) Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jspts.v5i2.12066

Abstract

Currently, the construction sector is adopting the theory of production in the manufacturing industry, known as lean construction, to reduce waste and increase value. Last Planner System (LPS) has not been widely used and has good potential because the advantage of LPS is to identify a job along with obstacles to improve performance in a construction project. In the construction of Junior High School (SMP) Al-Falah, it has work obstacles due to erratic weather so that the project is delayed, the author conducts a field survey to analyze the actual progress in the field, LPS has work indicators / work flow to measure the extent to which work indicators can be realized properly, the LPS work flow are Master Plan, Phase & Pull Planning, Lookahead Planning, Constraints Analysis, Shielding Production, and Percent Plan Complete (PPC) as a standard for measuring whether project productivity is realized properly or not. In this study, the results of the implementation using LPS on the Al-Falah Junior High School construction project show that the lowest PPC can be seen in week 7, which is 0% because there is no work achievement so that the work is delayed, while in week 16 it can be seen that PPC has increased dramatically to 96%. Then after averaging the PPC of 51% which means that LPS has not been able to increase the reliability of planning above 70%, (Ballard, 2000).
Value Stream Mapping in MEP Work on the Pondok Tjandra Project – Surabaya Felicia Tria Nuciferani; Siti Choiriyah; Feri Harianto; Mila Kusuma Wardani; Siti Nuraini
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 5, No 2 (2024): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2024.v5i2.5548

Abstract

During construction, waste often occurs, not only material waste, but waste can also occur in activities that do not provide added value. Waste can result in cost losses and time delays in implementing a construction project. Value Stream Mapping (VSM) is a method that can be used to minimize waste by classifying activities into value added, non value added but necessary, and non value added. Mechanical engineering work was identified in the Pondok Tjandra Sidoarjo project, namely value added as many as 69 activities (67.65%), and non value added s as many as 17 activities (16.67%), while non value added but necessary as many as 16 activities (15.69%). The largest percentage of Non Value Added (NVA) is in AC work, namely 23.53%. The activities that are classified as waste are the preparation of labor tools/equipment, work delays due to waiting for the dismantling of formwork left over from structural work, breaking down light brick walls for refrigerant pipe lines conduilt pipes, and activities for the process of breaking down light brick walls again.
Model Kurva Belajar Pemasangan U-Ditch pada Proyek Normalisasi Saluran Air di Kota Mojokerto Harianto, Feri; Permana, Andhika Agung; Nuciferani, Felicia Tria; Listyaningsih, Diah; Alrizal, Fahmi Firdaus
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasangan U-Ditch dalam proyek normalisasi saluran air memengaruhi kelancaran pekerjaan lainnya, sehingga  produktivitas kerja berperan sangat penting di proyek konstruksi. Pekerjaan berulang memungkinkan peningkatan keterampilan pekerja, yang berdampak pada pengurangan durasi pemasangan dan efisiensi biaya. Kurva belajar untuk suatu pekerjaan yang berulang tergantung pengalaman kerja sebelumnya, teknologi, dan alat.  Selain itu, keterampilan manajemen waktu juga mempengaruhi pruduktivitas kerja. Produktivitas tenaga kerja mempunyai hubungan dengan kurva belajar, dengan mengetahui model kurva belajar maka dapat mengetahui besarnya waktu yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan. Model kurva belajar pemasangan U-Ditch di penelitian ini adalah model wright, model de jong, model regresi exponential average dan beberapa model regresi Eksponensial. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data waktu pemasangan U-Ditch pada proyek normalisasi saluran air di Kota Mojokerto. Besarnya sampel yang digunakan 30 pengamatan waktu dari pengangkatan U-Ditch sampai pada penempatannya dalam waktu 1 hari. Hasil penelitian ini terdapat tiga model yang terbaik, yaitu  persamaan model wright yaitu tn=5,232 n-0,242, persamaan model de jong yaitu tn=5,233 (M+(1-M) n-0,242), persamaan model regresi eksponensial yaitu tn=5,233n-0,233, dengan koefisien determinasi R2=97,49% dan kesalahan relatif terkecil bernilai 0,916. Model kurva belajar ini berkontribusi kepada produktivitas pekerjaan pelaksanaan di proyek konstruksi dalam memprediksi waktu pelaksanaan pekerjaan.
Hubungan Kelelahan Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Gedung di Surabaya Pratama, Fadhilan Dicky; Harianto, Feri; Aulady, Mohamad Ferdaus Noor
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2024.V1101.070-76

Abstract

Kelelahan kerja dapat menyebabkan penurunan produktifitas pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Selain itu, kelelahan kerja juga dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada pekerja proyek pembangunan gedung di Surabaya. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan kriteria pekerja konstruksi yang bekerja minimal 3 bulan. Analisis data penelitian ini menggunakan Pearson Product Moment dengan α = 5%. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja dengan nilai p value dari kedua variabel sebebsar p=0,270 > 0,05. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi kelelahan dan kecelakaan perlu dilakukan dengan mendirikan warung sederhana di dekat proyek dan menerapkan alat pelindung diri.