Antariksa Antariksa
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Published : 53 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelestarian Bangunan Masjid Jamik Sumenep Faridatus Saadah; Antariksa Antariksa; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.132 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menemukan karakter bangunan MasjidJamik Sumenep yang meliputi karakter visual, spasial dan karakter strukturalbangunan, dan menentukan strategi pelestarian yang dapat digunakan pada bangunantersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan tiga macampendekatan, yaitu metode deskripsi analisis, metode evaluative (pembobotan) danmetode development. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa karakter bangunan MasjidJamik Sumenep ditentukan oleh beberapa elemen, yaitu antara lain elemen karaktervisual yang membentuk tampak bangunan seperti pintu, jendela dan dinding. Karakterspasial yaitu organisasi ruang dan orientasi bangunan, dan karakter struktural denganmenganalisa struktur atap dan dinding bangunan. Setelah ditemukan karakterbangunan tersebut, maka digunakan metode evaluative dan ditetapkan beberapaelemen bangunan yang mempunyai potensial tinggi, sedang dan rendah. Dari hasilpenetapan ditentukan stategi pelestarian yang sesuai dengan kondisi masing –masingelemen bangunan tersebut.Kata kunci: masjid, karakter bangunan, strategi pelestarian
Pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya Novalinda Puspitasari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.267 KB)

Abstract

Sejarah Kota Surabaya sebagai kota pahlawan menjadikan Kota Surabaya sebagai pusat pemerintahan pada masa kolonial, terdapat banyak bangunan dengan fungsi kantor pelayanan jasa sebagai pemenuhan kebutuhan pada zaman kolonial. Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya merupakan salah satu bangunan yang memiliki nilai historis yang tinggi. Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya bergaya Indische empire stijl yang tampak pada elemen-elemen bangunan. Tujuan studi ini sebagai identifikasi dan anaisis karaktakteristik bangunan, serta sebagai identifikasi dan analisis arah pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya Studi ini menggunakan tiga macam metode deskriptif, meliputi metode deskriptif analisis, metode evaluatif, dan metode development. Analiis karakter bangunan pada studi ini meliputi karakter spasial, karakter visual, dan karakter struktural. Hasil dari analisis ketiga karakter tersebut merupakan sumber untuk menganalisis arahan pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya. Potensial arahan pelestarian dibedakan menjadi tiga, yaitu potensial tinggi dengan arahan pelestarian preservasi dan konservasi, potensial sedang dengan arahan pelestarian konservasi dan rehabilitasi, serta potensial rendah dengan arahan pelestarian rehabilitasi.Kata Kunci: Kantor Pos Besar Surabaya, bangunan cagar budaya, Strategi Pelestarian
Teritori Ruang Ritual pada Pura Luhur Dwijawarsa Malang Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Luhur Dwijawarsa merupakan pura Khayangan Jagad yang tertua dan terbesar di Malang. Letaknya di gunung yang dipercayai sebagai tempat tersakral menjadikan pura ini memiliki kedudukan yang cukup tinggi. Terdapat jenis aktivitas ritual jenis kebudayaan dan keagamaan yang dilaksanakan di Pura Luhur Dwijawarsa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis pola aktivitas ritual serta teritori ruang ritual yang terbentuk pada Pura Luhur Dwijawarsa. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif guna mendeskripsikan proses terjadinya aktivitas ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap ritual terdiri dari runtutan aktivitas yang cenderung bergerak dari ruang satu menuju ruang lainnya, sehingga hirarki aktivitas pada setiap prosesi ritual tidak selamanya berbanding lurus dengan konsep hirarki pada Pura Luhur Dwijawarsa. Teritori yang terbentuk yaitu jenis teritori primer, sekunder dan tersier. Perubahan terhadap teritori ruang dapat terlihat dari pergeseran sifat suatu ruang, hal tersebut dikarenakan faktor jenis pelaku yang terlibat serta sifat ritual tersebut.Kata kunci: aktivitas ritual, ruang ritual, teritori
Proporsi Bentuk Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar Di Blitar Jawa Timur Nurul Hidayah; Noviani Suryasari; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.726 KB)

Abstract

Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar adalah candi yang besar yang berada di Blitar. Candi ini merupakan warisan budaya masa lalu yang melambangkan keluhuran budaya masyarakat nenek moyang kita. Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar memiliki bentuk arsitektur yang dikelompokkan dalam langgam Jawa Timur dan memiliki bagian yang lengkap, maka perlu adanya perlakuan khusus terhadap candi ini dan diketahui bagaimana estetika proporsinya. Dengan bentuk yang khas, Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar ini memiliki beberapa transformasi bentuk yang perlu dianalisis serta ukuran yang perlu dikaji. Dalam kajian proporsi ini dilakukan dengan mengukur bagian pada setiap elemen candi yang hasilnya nanti berupa perbandingan setiap bagian serta elemen Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar tersebut. Pada tampak depan, samping dan belakang candi teknik proporsi yang digunakan adalah teknik dari aturan Manasara-Silpasastra dan tampak atas bangunan menggunakan aturan proporsi dari Parmono Atmadi.Kata kunci: proporsi, Candi Angka Tahun, Candi Sawentar
Karakteristik Fasade Bangunan untuk Pelestarian Koridor Jalan Panggung Surabaya Nada Cholid Zubaidi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah panjang kota Surabaya yang dimulai sejak zaman Kerajaan Hindu – Mataram sampai kolonial Belanda (Handinoto, 1996) membentuk budaya yang beragam bagi kota Surabaya. Di koridor Jalan Panggung yang termasuk dalam kawasan Pecinan Surabaya, masih terdapat beberapa bangunan dengan karakteristik khas yang menjadi saksi sejarah perjalanan kota Surabaya dan perlu dilestarikan. Namun, disayangkan saat ini banyak perubahan yang terjadi pada fasade bangunan, sehingga berdampak besar pada perubahan karakter koridor Jalan Panggung Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fasade untuk pelestarian koridor Jalan Panggung Surabaya. Unsur fasade tersebut meliputi atap, jendela, pintu dan ornamen. Hasil penelitian ini menemukan adanya dua jenis atap, yaitu atap perisai dan atap pelana, bermaterial genteng tanah liat. Banyak bangunan yang menggunakan jendela jenis ganda dengan perletakan di sisi kanan dan kiri pintu. Pada lantai bawah, menggunakan pintu lipat kayu dan pintu jenis ganda. Pada ornamen, beberapa bangunan menggunakan listplank pada ornamen atap, ornamen konsol, jenis kolom serta balustrade bermotif kolonial dan pecinan, lubang ventilasi maupun motif bouvenlict yang beragam masih dapat ditemukan pada koridor ini. Karakteristik ini akan menjadi acuan dalam pelestarian pembangunan koridor di masa datang.Kata kunci: karakteristik, fasade bangunan, pelestarian
Arsitektur Fasade Bangunan Rumah Tinggal Kolonial Belanda di Kawasan Nyai Ageng Arem-Arem Gresik Frisa Rizienta; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Nyai Ageng Arem-Arem merupakan sebuah kawasan kota lama yang terdiri dari beberapa bangunan dalam beberapa jalur (gang) yang saling berhadapan dan memiliki keunikan/kekhasan arsitektur, yang pada periodisasi tertentu menjadi ikon/tanda kemajuan perkembangan Kota Gresik. Kawasan ini adalah kawasan yang terbanyak terdapat bangunan bersejarah di kota lama. Kondisi bangunan tersebut masih baik dan utuh, dengan gaya arsitektur yang beragam, yaitu Kolonial, Cina, Melayu dan memiliki usia rata-rata 100 tahun. Salah satu bangunan yang menonjol di kampung peranakan ini adalah rumah tinggal Gajah Mungkur dan beberapa makam leluhur (makam Nyai Ageng Arem-arem). Karakteristik Arsitektur Kolonial Belanda dalam hal ini dapat dilihat dari segi periodisasi perkembangan arsitekturnya maupun dapat pula ditinjau dari berbagai elemen ornamen yang digunakan bangunan kolonial tersebut.Kata kunci: karakteristik, fasade, Nyai Ageng Arem-arem
Simetri Ruang Dalam Rumah Tradisional Joglo Pencu Kudus Isnawan Farid; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.982 KB)

Abstract

Arsitektur secara fundamental berbeda dari seni karena bentuk spasialitasnya. Mengidentifikasi jenis simetri dalam komposisi dua dimensi relatif mudah, mengidentifikasi jenis simetri dalam sebuah objek tiga dimensi seperti patung agak lebih rumit karena persepsi kita tentang perubahan objek seperti saat kita bergerak di sekitarnya. Dalam kasus arsitektur, kita tidak hanya bergerak di sekitar objek itu, tapi kita bergerak melaluinya juga. Ini berarti bahwa arsitektur memberikan kita kesempatan khusus untuk mengalami simetri serta untuk merasakan dan melihatnya. Hal ini dimungkinkan karena arsitektur terdiri dari dua komponen yang berbeda solid dan batal. Arsitektur paling sering dijumpai dengan sifat unsur-unsur komponen elemen pembentuk bangunan. Secara alami dalam komposisi unsur-unsur yang utuh akan diemukan berbagai jenis hubungan simetri.Kata kunci: arsitektur tradisional, arsitektur nusantara, joglo pencu, simetri
Elemen Arsitektural Rumah Bangsal Di Desa Larangan Luar Pamekasan Madura Intan Kurnia Asmarani; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Larangan Luar memiliki banyak peninggalan arsitektur tradisional Madura yang masih bertahan hingga sekarang, salah satunya adalah rumah bangsal. Rumah bangsal merupakan rumah tradisional Madura yang lahir dari akulturasi budaya Madura, Jawa, Kolonial Belanda, Cina dan mendapat pengaruh dari golongan rakyat dan Kerajaan. Banyaknya faktor yang mempengaruhi rumah bangsal membuat karakter elemen arsitekturalnya berbeda dari rumah tradisional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen arsitektural rumah bangsal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis secara deskriptif dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen arsitektural rumah bangsal terdiri dari lantai, dinding batu bata, dinding kayu, pintu, jendela, kolom batu, kolom kayu dan atap. Karakter penghuni rumah bangsal sebagai orang Madura tercermin pada elemen arsitekturalnya. Faktor budaya Madura, Jawa, Kolonial Belanda dan Cina, kepercayaan dan kondisi iklim mempengaruhi karakter elemen arsitektural rumah bangsal.Kata kunci: Elemen arsitektural, Rumah bangsal, Madura
Karakteristik Spasial dan Visual Balaikota Madiun (Eks Raadhuis Madioen) Vicky Rizaldi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.594 KB)

Abstract

Bangunan pemerintahan Balai Kota Madiun merupakan bangunan bersejarah peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang dibangun oleh biro konsultan arsitektur Fermont dan Eduard Cuypers yang proses pembangunannya dimulai pada tahun 1928 dan diresmikan pada tanggal 1 Agustus 1930. Langgam arsitektur Balai Kota Madiun bercirikan Nieuwe Bouwen yang terinspirasi oleh aliran International Style dan mengadopsi karakter arsitektur lokal. Penelitian ini fokus pada pembahasan mengenai karakteristik spasial dan karakteristik visual. Dari segi spasial, denah bangunan terdiri dari keseimbangan asimetris yang didominasi oleh bentukan geometri sederhana, court sebagai elemen bentukan void ditempatkan di tengah bangunan Keunikan dari karakteristik visual ditunjukkan melalui peletakan tower dekat pintu masuk utama, peletakan portico di depan porch pintu masuk utama, fasade bangunan yang didominasi warna putih. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis yang fokus pada pendekatan historis dan metode analisis kualitatif yang fokus pada observasi bangunan.Kata kunci: Madiun, Balai Kota, karakteristik spasial, karakteristik visual
Pola Ruang Dalam pada Rumah Tinggal Tradisional Jawa di Desa Brayut, Yogyakarta Marinda Noor Fajrina; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.221 KB)

Abstract

Rumah Tinggal tradisional Jawa merupakan salah satu rumah tinggal tradisional di Indonesia khusunya yang terletak di Yogyakarta. Pola ruang dalam pada rumah tinggal tradisional Jawa, adalah sebuah pembahasan penting dalam keseluruhan bahan yang dapat diteliti pada rumah tinggal tradisional Jawa. Pembagian katagori bangunan pada rumah tinggal tradisional Jawa menjadi rumah tipe Joglo, Limasan dan Kampung dipengaruhi oleh pola ruang bangunanya yang memiliki makna serta simbol tertentu. Salah satu lokasi yang memiliki tiga tipe rumah tinggal tradisional Jawa adalah Desa Brayut. Desa Brayut adalah desa yang dicanangkan menjadi desa wisata yang menjual kearifan lokal berupa rumah tinggal tradisionalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pola ruang dalam yang tercipta pada rumah tinggal tradisional Jawa yang ada di desa tersebut dengan faktor yang memepengaruhi terbentuknya serta perubahan yang terjadi pada pola ruang dalam rumah tinggal tradisional Jawa. Metode yang diggunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dengan studi kasus rumah tinggal tradisional Jawa ayang ada di Desa Brayut yang dianalisis berdasarkan pada fungsi, zonasi, orientasi mikrokosmos, orientasi mezokosmos, hirarki linier, hirarki oposisi binair, dan elemen pembentuk ruangnya. Ketujuh aspek tersebut saling terkait dalam pembentukan pola rung dalam pada rumah tinggal tradisional Jawa. Hasil dari studi ini menjukan susunan ruang pada rumah tingal tradisional jawa sesuai dengan klasifikasi pola ruang dalam pada kawasan tersebit.Kata kunci : Pola ruang dalam, rumah tinggal tradisional Jawa, Brayut Yogyakarta