Claim Missing Document
Check
Articles

Model Struktural Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Pelestarian Kawasan Pabrik Gula Kebon Agung Dan Krebet Malang Megantara, Elriesta; Antariksa, Antariksa; Sari, Kartika Eka
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Malang berkembang pesat setelah adanya jalur kereta api dan industri gula. Kawasan pabrik gula menyimpan bangunan bersejarah yang monumental. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi faktorfaktor yang mempengaruhi konsep pelestarian bangunan kuno kawasan Pabrik Gula Kebon Agung dan Krebet Malang, mengevaluasi implementasi kebijakan pelestarian, dan merumuskan rekomendasi konsep pelestarian. Metode yang digunakan adalah metode evaluatif dengan menggunakan analisis SEM (Structural Equation Modelling). Analisis ini digunakan untuk mengetahui model persamaan struktural dari setiap model dan dapat menentukan pengaruh masing-masing variabel maupun indikator berdasarkan nilai makna kultural. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep pelestarian berdasarkan penilaian makna kultural, yaitu keaslian, citra kawasan, peranan sejarah, dan kelangkaan. Rekomendasi bagi konsep pelestarian adalah upaya pemeliharaan bangunan cagar budaya dengan mempertahankan keaslian bangunan kuno kawasan Pabrik Gula Kebon Agung berjumlah 64 bangunan dan Pabrik Gula Krebet berjumlah 73 bangunan, peningkatan kualitas citra kawasan yang bertujuan untuk mempertahankan identitas dan image Pabrik Gula Kebon Agung dan Krebet sebagai urban heritage dan menjaga peran pabrik gula dalam sejarah perkembangan Kabupaten Malang, peningkatan kegiatan pengamanan bangunan cagar budaya dengan adanya signage atau penandaan berupa papan informasi terkait pelarangan kerusakan bangunan, pembuatan panduan teknis bangunan cagar budaya yang memuat peraturan terkait kegiatan pelestarian dan pembuatan program pelestarian.Kata Kunci : Pelestarian, bangunan kuno, implementasi kebijakan, kawasan pabrik gula.
Pelestarian Pola Permukiman Tradisional Suku Sasak Dusun Limbungan Kabupaten Lombok Timur Sabrina, Rina; Antariksa, Antariksa; Prayitno, Gunawan
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter dari suatu suku dapat dilihat dari tradisi dan budaya yang terbentuk dalam suatu permukiman dan masih menjaga local wisdom mereka, hal ini dapat terlihat dari permukiman tradisional Suku Sasak di Dusun Limbungan Kabupaten Lombok Timur, yang menjaga rumah adat mereka dari segala perubahan. Tujuan dari studi adalah mengidentifikasi karakteristik non fisik sosial budaya masyarakat Dusun Limbungan, dan mengidentifikasi karakteristik fisik pola tata ruang permukiman yang terbentuk, menganalisis pola tata ruang permukiman tradisional yang terbentuk akibat pengaruh fisik dan non fisiknya, dan kearifan lokalnya, serta menentukan arahan pelestarian bagi permukiman tradisional Limbungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif-evaluatif. Hasil studi menunjukkan bahwa konsep keruangan makro yang terbentuk dari tatanan fisik lingkungan hunian memperlihatkan adanya pembagian ruang permukiman berdasarkan guna lahan, yaitu tempat hunian di bagian tengah, dan lahan pertanian di bagian luar area permukiman. Dari hasil struktur ruang permukiman tradisional Suku Sasak Limbungan terbentuk berdasarkan konsep filosofi, yaitu konsep arah sinar matahari, konsep terhadap gunung rinjani, konsep pembangunan rumah dan elemennya secara berderet dan tanah berundak-undak, dan konsep bentuk rumah yang seragam terdiri dari rumah yang berjajar (suteran). Penempatan elemen rumah (bale) berupa panteq memiliki posisi saling berhadapan dengan bale. Pola pengembangan tata ruang masyarakat Sasak di Dusun Limbungan berorientasi pada nilai kosmologi berdasarkan sistem kepercayaan dan tradisi-tradisi masyarakat yang berbasis budaya sehingga menghasilkan ruang-ruang khusus.Kata kunci: Pola tata ruang, Permukiman tradisioal Sasak Limbungan, Sosial budaya, Pelestarian
Pelestarian Lingkungan dan Bangunan Kuno di Kawasan Pekojan Jakarta Suprihatin, Ari; Antariksa, Antariksa; Meidiana, Christia
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakterIstik dan kualitas lingkungan dan bangunan kuno, menentukan faktor-faktor penyebab terjadinya penurunan kualitas lingkungan dan bangunan kuno, serta menentukan arahan pelestarian dalam melindungi lingkungan dan bangunan kuno. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, evaluatif, dan development. Hasil analisis tingkat kualitas lingkungan di Kawasan Pekojan menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan kualitas, yaitu pada aspek kemudahan aksesibilitas, kesehatan, keamanan dan keselamatan, serta keromantisan. Penurunan kualitas juga terjadi pada bangunan kuno yang masih bertahan di Kawasan Pekojan. Berdasarkan hasil analisis, terdapat bangunan kuno yang memiliki tingkat kerusakan kecil sebanyak 11 bangunan (16%), kerusakan sedang sebanyak 55 bangunan (78%), dan kerusakan besar sebanyak 4 bangunan (6%). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan di Kawasan Pekojan adalah faktor kurangnya peran aktif masyarakat dan faktor pergeseran fungsi kawasan. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya penurunan kualitas bangunan kuno yang paling utama adalah kurangnya dana yang dimiliki pemerintah, faktor pergantian kepemilikan, dan faktor kurangnya perawatan pada bangunan kuno. Arahan pelestarian lingkungan di Kawasan Pekojan terbagi menjadi tiga jenis tindakan, yaitu tindakan preservasi (lingkungan I), konservasi (lingkungan II), dan rehabilitasi atau gentrifikasi (lingkungan III). Adapun tindakan pelestarian bangunan kuno di Kawasan Pekojan terbagi menjadi tindakan preservasi (8 bangunan), konservasi (54 bangunan), dan rehabilitasi atau restorasi (8 bangunan).Kata kunci : Pelestarian, Faktor-faktor, Penurunan kualitas lingkungan dan bangunan kuno
Building Maintenance Assessment on Official Houses in Stilt Type at Jatiroto Sugar Factory Lumajang District, East Java, Indonesia Sari, Wahyuni Eka; Sudikno, Antariksa; Santosa, Herry
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 13 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v13i1.5108

Abstract

The complex of Jatiroto Sugar Factory did not only consist of factory area, but also residential housing. The official house of Jatiroto Sugar Factory was a house destined for the factory officials. On this area of official house, a house was in stilt type. The stilt type in the complex area of Jatiroto Sugar Factory was a unique type, it was differed from the other types of official house. The official house in stilt type has a fascinating specific feature to be examined. However, this official house began to be neglected. A number of houses have been left and not maintained because of the building oldness. The objective of this research was to identify and assess the official house building at Jatiroto Sugar Factory based on the cultural significance value of building maintenance. The descriptive evaluative method was used to assess the building of official house at Jatiroto Sugar Factory. The descriptive method was done and aimed to identify the cultural significance value of building maintenance, while the evaluative method was aimed to determine the maintenance value, so it could result to the value as a direction of building preservation. The result was the value of cultural significance of building maintenance that could be used in the preservation directives. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v13i1.5108
Bioclimatic Adaptation of Typical Houses in Kampong’s Surabaya Hendra, F H; Antariksa, Antariksa; Nugroho, A M; Leksono, A S
IPTEK Journal of Proceedings Series No 6 (2018): International Conference on Advanced Engineering and Technology (ICATECH) 2018
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i6.4619

Abstract

Architecture of an ancient house in Kampong’s Surabaya is one of the folk architecture creations in urban areas that grow and follow dynamics of urban development. In some of the city areas, this architecture is still sustainable for living space of city residents, especially for lower and middle class. Kampong as city villages has a high adaptability to development within the city so that it can adjust to future conditions efficiently. Cultures living in kampong require an appropriate strategy in associating with various limitations. However, limitation does not make a typical house in kampong uncomfortable and unlivable. Bioclimatic adaptation can be one of the strategies in development of typical ancient houses in kampong. It seems that typical ancient house in Surabaya City is influenced by tradition and style of Javanese, Colonial and Modern Architecture. Bioclimatic strategy is a design approach that considers the relationship of architecture to climate, biology, technology, in order to obtain comfort and energy efficiency. The form and performance of ancient house architecture in Surabaya City with a bioclimatic approach with occupant spatial interaction is an interesting topic for this study. This study uses quantitative and qualitative research which is descriptive research using field study and description method to explain the interaction between building and its occupant that creates architecture of residential houses and its transformation. Bioclimatic adaptation as a design strategy allows a unique form architecture, climate responsive and environmentally friendly. Facade engineering and building envelopes, eco-friendly building materials, vegetation and water elements, saving energy with smart technologies
BIOCLIMATIC ADAPTATION OF TYPICAL HOUSES IN KAMPONG’S SURABAYA Failasuf Herman Hendra; Antariksa Antariksa; Agung Murti Nugroho; Amin Setyo Leksono
Journal of Architecture&ENVIRONMENT Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.723 KB) | DOI: 10.12962/j2355262x.v17i2.a4322

Abstract

Architecture of an ancient house in Kampong’s Surabaya is one of the folk architecture creations in urban areas that grow and follow dynamics of urban development. In some of the city areas, this architecture is still sustainable for living space of city residents, especially for lower and middle class. Kampong as city villages has a high adaptability to development within the city so that it can adjust to future conditions efficiently. Cultures living in kampong require an appropriate strategy in associating with various limitations. However, limitation does not make a typical house in kampong uncomfortable and unlivable. Bioclimatic adaptation can be one of the strategies in development of typical ancient houses in kampong. It seems that typical ancient house in Surabaya City is influenced by tradition and style of Javanese, Colonial and Modern Architecture. Bioclimatic strategy is a design approach that considers the relationship of architecture to climate, biology, technology, in order to obtain comfort and energy efficiency. The form and performance of ancient house architecture in Surabaya City with a bioclimatic approach with occupant spatial interaction is an interesting topic for this study. This study is a descriptive research that using field studies. A method of description to explain the interaction between the building and its occupant that creates architecture of residential houses and its transformation.Bioclimatic adaptation as a design strategy allows a unique form architecture, climate responsive and environmentally friendly. Facade engineering and building envelopes, eco-friendly building materials, vegetation and water elements, saving energy with smart technologies.
Elemen Arsitektural pada Fasad Rumah Dinas Pabrik Gula Kremboong Sidoarjo Miryanti Putri Budiandari; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik Gula Kremboong merupakan salah satu cagar budaya peninggalan kolonial Belanda yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Di dalam Pabrik Gula Kremboong terdapat rumah dinas yang juga merupakan bangunan kolonial Belanda. Keberagaman gaya bangunan pada rumah dinas dipengaruhi oleh tahun pembangunan, hal tersebut terlihat dari elemen arsitektural pada fasad bangunan. Elemen arsitektural fasad merupakan elemen visual utama bangunan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen arsitektural pada fasad rumah dinas Pabrik Gula Kremboong Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tipologi. Hasil yang didapatkan berupa pengelompokkan elemen arsitektural fasad berdasarkan letak, bentuk dan gaya yang mempengaruhi pada perkiraan tahun 1900-an hingga tahun 1930-an.Kata kunci: elemen arsitektural, fasad, rumah dinas
TATA LETAK RUANG HUNIAN-USAHA PADA RUMAH LAMA MILIK PENGUSAHA BATIK KALANGBRET TULUNGAGUNG Rizky Amelia; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.725 KB)

Abstract

Desa Kalangbret merupakan salah satu sentra industri batik tertua di Kecamatan Tulungagung. Pada kawasan ini terdapat rumah-rumah lama berusia lebih dari 50 tahun milik pengusaha/ juragan Batik Kalangbret yang dulu berfungsi sebagai hunian-usaha. Industri Batik Kalangbret yang mengalami kemunduran pada tahun 1970-an menyebabkan rumah-rumah lama tersebut berubah menjadi fungsi hunian saja. Setiap rumah memiliki kelengkapan dan tata letak ruang yang berbeda-beda. Ruang-ruang usaha tersebut pada beberapa rumah masih dipertahankan namun telah mengalami perubahan fungsi. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui tata letak ruang hunian-usaha pada rumah lama milik pengusaha Batik Kalangbret dan faktor yang membentuk tata letak ruang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan memaparkan hasil pengamatan di lapangan untuk kemudian dianalisis berdasarkan variabel-variabel yang telah dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi jenis dan fungsi ruang usaha yang dimiliki terdapat tiga tingkat kelengkapan ruang, lalu terdapat delapan macam pola tata letak yang terbagi dalam tiga tipe, yaitu tipe ruang usaha berada di dalam bangunan utama, tipe ruang usaha berada di dalam skala tapak (halaman rumah) dan tipe ruang usaha yang berada terpisah di luar tapak. Faktor-faktor yang membentuk tata letak ruang tersebut adalah faktor ekonomi, faktor sosial, dan sistem kepemilikan usaha.Kata kunci: tata letak ruang, rumah hunian-usaha, rumah lama
Bentukan Visual Arsitektur Rumah Sinom di Kelurahan Kertosari - Ponorogo Wahyuni Eka Sari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.204 KB)

Abstract

Kerajinan batik yang berkembang pada tahun 1955 menjadikan Kelurahan Kertosari sebagai kelurahan yang banyak menghasilkan batik Ponorogo. Rumah Sinom Ponorogo dijadikan sebagai rumah pembatik menjadi suatu bangunan yang banyak difungsikan. Rumah Sinom yang berada di Kabupaten Ponorogo merupakan rumah Limasan. Rumah Sinom tak lepas dari elemen – elemen pembentuk bangunan yaitu elemen visual. Karakter visual dapat mendukung karakter spasial dalam bangunan. Karakter visual dalam rumah Sinom tak hanya sebagai nilai arsitektural semata namun juga menghasilkan nilai fungsional. Rumah Sinom Ponorogo dengan berbagai elemen bangunan kini mulai ditinggalkan dan diabaikan oleh pemiliknya. Orang mulai senang dengan bangunan modern yang lebih minimalis yang mengakibatkan rumah lama mulai dilupakan dan akan kehilangan makna yang terkandung di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bentukan visual arsitektur rumah Sinom di Kelurahan Kertosari - Ponorogo. Bentukan visual merupakan karakteristik bangunan rumah Sinom Ponorogo sehingga akan didapatkan suatu karakteristik berupa karakter fisik dalam bangunan. Studi ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis atau pemaparan kondisi. Metode analisis kualitatif dilakukan dengan observasi lapangan. Metode deskriptif analisis dilakukan dengan pendekatan historis.Kata kunci: karakter visual, rumah Sinom
TERBENTUKNYA POLA RUANG DALAM BATIH BARU RUMAH PANGGUNG DAYAK KENYAH DI DESA PAMPANG SAMARINDA Ririn Prasetya P; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.032 KB)

Abstract

Perpindahan Masyarakat Suku Dayak Kenyah di Desa Pampang Samarinda merupakan keputusan yang diambil mereka untuk dapat hidup yang lebih layak dan memisahkan diri dari Lamin adat. Lamin adat yang terbentuk di Desa Pampang merupakan bentuk batih baru, dimana batih baru merupakan tempat tinggal masyarakat Dayak Kenyah yang dihuni dua belas kepala keluarga oleh para tetua suku. Pola ruang yang terbentuk masing-masing rumah panggung dilakukan berdasarkan keputusan adat dan hukum adat batih baru. Penelitianini dilakukan untuk menemukan bagaimana bentuk pola ruang dalam batih baru yang terbentuk setelah perpindahan Suku Dayak Kenyah dari Apouyakan ke Desa Pampang, dan faktor apa yang mempengaruhi terbentuknya pola ruang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskripsi. Data yang didapatkan secara langsung melalui wawancara terhadap para tetua suku Dayak Kenyah di Desa Pampang, dianalisis untuk mendapatkan pola ruang batih baru yang terbentuk setelah perpindahan mereka ke Desa Pampang. Terbentuknya pola ruang batih baru oleh faktor modernisasi dikarenakan letak dari Desa Pampang tepat dipinggir Kota Samarinda.Kata kunci: pola ruang dalam, rumah panggung
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham Mohammad Ridjal Achmad Faried Hanafi Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Adhiya Harisanti Fitriya Adibah Khairunnisa Marwa Agung Dewangga Achmad Agung Murti Nugroho Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Agustina Putri Ceria Agustinha Risdyaningsih Akbar, Hidayatul Alfin Achlamiyatus Samiyah Alifah Laily Kurniati Allafa Aryati Allafa Aryati, Allafa Amin Setyo Leksnono, Amin Setyo Amin Setyo Leksono Amin Setyo Leksono Andi Kurniawan Andri Satrio Pratomo Anisa Riyanto Ari Suprihatin Arief Rachmansyah Aryanti Dewi Ayu Indeswari Ayu Indeswari Bayu Nugroho Putra Budi Santosa Budi Santosa Bukhori, Hilmi Aziz Cendika, Nauval Risla Chairil Budiarto Amiuza Chairinnisa Zakira Noer Ananda Christabel Annora P. Parung Christia Meidiana Cyndhy Aisya Tanjungansari Damayanti Asikin Dendi Sigit Wahyudi Dewa Gde Agung Wibawa Dewi Ristya Ayu Dewi, Oktavia Altika Dhinda Ayu Dhinda Ayu Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Novia Putri Wijayanti Dianing Primanita Ayuninggar Dianing Primanita Ayuninggar Dion Farhan Harun Efrina Amalia Ridwan Eka Putri Nurul Choiroti Ema Yunita Titisari Endratno Budi S Erlina Laksmiani Wahjutami, Erlina Laksmiani Erna Winansih Fadillah Putra Failasuf Herman Hendra Faisal Bahar Farah Ahlamia Wardi Faridatus Saadah Farisa Sabila Farisa Sabila Frisa Rizienta Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Gevi Vembrista Nirwana P Gobang, Ambrosius A.K.S. Gunawan Prayitno Hana Ayu Pettricia Hana Ayu Pettricia Hendra, F H Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Indah Yanti Intan Kurnia Asmarani Intan Kurnia Asmarani Irma Fitriyani Irma Fitriyani, Irma Ismu Rini Dwi Ari Ismu Rini Dwi Ari Isnawan Farid Jenny Ernawati Jenny Ernawati Johanes Parlindungan Joko Triwinarto Santoso Kartika Eka Sari Khoirul Hidayat Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Kurnia Wulan Suci Nur Azizah Lalu Iman Novian Wahyudi Leksono, A S Lina Mardiani Lisa Dwi Wulandari Luchman Hakim M. Ruslin Anwar Maharani Puspitasari Marinda Noor Fajrina Noviana Putri Marjono Marjono Maulana Abdullah Maulana Reddy Firmansyah Maulanissa Rachmani Megantara, Elriesta Mike Yuanita Mike Yuanita Miryanti Putri Budiandari Mochammad Naruseito Mohammad Bahrun Nidzom Muammar Ardli Hafiid Muammar Ardli Hafiid, Muammar Ardli Muhammad Agung Bahroni Muhammad Faisol Muhammad Gardian Novandri Mustivia Mustivia Nada Cholid Zubaidi Ni Ketut Irma Pradnyasari Nindya Sari Novalinda Puspitasari Novesty Noor Azizu Novia Estin Noviani Suryasari Nugroho, A M Nur Fauziah Nur Fauziah Nurin Aldina nurjanah ratnaningrum Nurul Hidayah Nurul Sri Hardiyanti Parlindungan, Johannes Prissilia Dwicitta Meykalinda Purnama Salura Putra Adytia Rachmatillah, Fadlina Rahima Dheta Yaistrina Rahmi Ariani Salam Ramadhani Puspa Pratami Putri Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Ridjal, Abraham Mohammad Rina Sabrina Rinawati P. Handajani Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Prasetya P Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizka Pramita Kusumawardhani Rizki Nimas Exacti Rizky Amelia Rizky Tirta Putri Supriyadi Rohadatul Aisy Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . San Soesanto Santoso, Dian Kartika Satti Wagistina Septiana Hariyani Setyoleksono, Amin Shabrina Maharani Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Sriyanti Andayani Sugiri Kustedja Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Surjono Surjono Syaiful Anam Thomas Kurniawan Dima Thomas Kurniawan Dima Timang, Vica Vanessa Sesaryo Tri Ajeng Prameswari Tri Kurnia Hadi Muktining Nur Trisno Widodo Tsalats Falaqie Chandra No Hikari Vica Vanessa Sesaryo Timang Vicky Rizaldi Vivi Sintiasari Wahyuni Eka Sari Wahyuni Eka Sari Widisono, Adrian Winansiha, Erna Wulan Astrini Yanita Ayu Mardlatillah Yazid Dwi Putra Noerhadi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi, Yohanes Wilhelmus Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusran, Yusfan Adeputera Yussi Oktarisa Zulkifli H. Achmad, Zulkifli H.