Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Ruang Dalam Rumah Panggong di Kampung Bontang Kuala Yazid Dwi Putra Noerhadi; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.191 KB)

Abstract

Kampung Bontang Kuala merupakan kampung di pinggiran laut Kota Bontang. Dulunya mata pencaharian utama masyarakat kampung ini adalah sebagai nelayan. Rumah tradisional Kampung Nelayan Bontang Kuala berbentuk seperti Panggung yang terletak di atas permukaan air sungai atau laut sehingga disebut Rumah Panggong. Seiring perkembangan zaman, menjadi nelayan bukan satu-satunya mata pencaharian di kampung ini. Berdagang dan jasa menjadi salah satu alternatif pencaharian saat ini. Hal itu mempengaruhi pola ruang dalam tempat masyarakat itu bermukim. Metode yang digunakan dalam studi adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kemudian menganalisis pola ruang dalam pada rumah, sehingga ditemukan karakteristik ruang dalam pada bangunan Rumah Panggong. Studi bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola ruang dalam Rumah Panggong yang terdapat di Kampung Bontang Kuala.Kata Kunci: pola ruang dalam, Rumah Panggong
Elemen Pintu dan Jendela pada Stasiun Kereta Api Sidoarjo Shabrina Maharani; Antariksa Antariksa; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun kereta api merupakan salah satu peninggalan kolonial Belanda dalam bentuk arsitektur yang banyak dipertahankan fungsinya hingga saat ini. Stasiun Kereta Api Sidoarjo sebagai bangunan bersejarah yang dilestarikan, tetap mempertahankan elemen-elemen arsitektur yang ada. Elemen pintu dan jendela pada stasiun memiliki peran yang penting sebagai jalur sirkulasi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen pintu dan jendela pada Stasiun Kereta Api Sidoarjo. Metode yang digunakan pada studi ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara, dan mencari literatur. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa karakteristik elemen pintu dan jendela stasiun ini dipengaruhi oleh fungsi ruangnya. Karakteristik pintu dan jendela juga dipengaruhi gaya arsitektur Indische Empire, Art Nouveau, dan modern.Kata kunci: pintu dan jendela, Stasiun Sidoarjo, kolonial Belanda
Pelestarian Bangunan Masjid Al Aqsa Manarat Qudus (Masjid Menara Kudus) Jawa Tengah Rohadatul Aisy; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.837 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji karakter bangunan Masjid Al Aqsa Manarat Qudus (Masjid Menara Kudus) yang meliputi karakter visual, spasial dan struktural bangunan, serta menentukan strategi pelestarian yang dapat digunakan pada bangunan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan tiga macam pendekatan, yaitu metode deskriptif analisis, metode evaluatif dan metode development. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa karakter bangunan Masjid Menara Kudus ditentukan oleh beberapa elemen, yaitu antara lain elemen karakter visual memperhatikan keseluruhan elemen yang membentuk fasade eksterior maupun interior dari Masjid Menara Kudus, seperti gaya bangunan, pintu, jendela, dan dinding. Karakter spasial yaitu organisasi ruang dan orientasi bangunan, dan karakter struktural dengan menganalisa susunan struktur bagian atas yang ada pada Masjid Menara Kudus. Dari hasil analisa ketiga karakter tersebut, nantinya dapat ditentukan hasil berupa arahan pelestarian yang sesuai dengan setiap elemen-elemen bangunan yang ada di Masjid Menara Kudus. Kata kunci: masjid, karakter bangunan, strategi bangunan
Pelestarian Bangunan Rumah Sakit PGI Cikini (Eks Rumah Raden Saleh) Maulanissa Rachmani; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.429 KB)

Abstract

Rumah Sakit PGI Cikini (Eks Rumah Raden Saleh) merupakan bangunan yang didirikan pada tahun 1852. Umurnya yang telah lebih dari satu abad menjadikannya sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Indonesia. Tujuan dari studi ini tidak lain untuk menentukan arahan pelestarian dari elemen bangunan pada Rumah Sakit PGI Cikini (Eks Rumah Raden Saleh). Arahan pelestarian tersebut dihasilkan berdasarkan identifikasi, analisis serta evaluasi dari karakter spasial maupun visual bangunan dengan menggunakan metode kualitatif. Pada karakter spasial bangunan, banyaknya ruang yang tidak lagi difungsikan berpengaruh terhadap perubahan sirkulasi, orientasi dan hubungan antar ruang. Adapun keunikan serta keindahan dari karakter visual bangunan dapat menjadi nilai tambah, namun adanya elemen-elemen yang hilang maupun rusak mempengaruhi citra bangunan itu sendiri. Pada studi ini arahan untuk pelestarian Eks Rumah Raden Saleh dikelompokkan ke dalam tindakan preservasi, konservasi, rehabilitasi serta rekonstruksi.Kata kunci: pelestarian bangunan, karakter bangunan, rumah sakit
Karakter Spasial Bangunan Stasiun Kereta Api Solo Jebres Agustina Putri Ceria; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari studi adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik spasial pada setiap elemen bangunan stasiun kereta api. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif merupakan metode dalam mendeskripsikan karakter pola ruang pada bangunan kemudian menganalisisnya untuk menyimpulkan karakter spasial dari bangunan. Bangunan Stasiun Solo Jebres memiliki karakter spasial dengan pola ruang yang simetris antara sayap kiri dan sayap kanan bangunan dengan central room di tengah sebagai area hall bangunan. Pola ruang disusun secara linier sehingga menimbulkan kesan horizontal bangunan sebagai ciri khas dari bangunan stasiun peninggalan Kolonial Belanda.Kata kunci: pola ruang, karakter spasial, bangunan kolonial Belanda
Pelestarian Bangunan Masjid Agung Sunan Ampel Chairinnisa Zakira Noer Ananda; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.807 KB)

Abstract

Studi ini untuk mengidentifikasi karakter bangunan masjid agung sunan ampel yang meliputi karakter visual, spasial, serta struktural bangunan serta menganalisis dan menentukan arahan strategi pelestarian yang dapat digunakan pada bangunan tersebut. Studi ini menggunakan tiga metode pendekatan, yaitu analisis deskriptif, evaluatif (pembobotan), dan development. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa karakter bangunan masjid agung sunan ampel dibentuk dari beberapa elemen. Karakter visual memperhatikan oleh pintu, atap dan komposisi fasad. Karakter spasial yang terbentuk dari organisasi ruang dan orientasi bangunan, serta karakter struktural menganalisa struktur atap dan kolom pada bangunan. Dari hasil analisa ketiga karakter tersebut, nantinya dapat ditentukan arahan pelestarian yang sesuai dengan kondidi masing-masing elemen bangunan Masjid Agung Sunan Ampel.   Kata kunci: masjid, karakter bangunan, strategi pelestarian
Karakter Spasial dan Visual pada Bangunan Gedung Juang 45 Bekasi Jawa Barat Dewa Gde Agung Wibawa; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.094 KB)

Abstract

Beberapa bangunan masih berdiri dan berfungsi dari peninggalan kolonial Belanda di Bekasi adalah Gedung Juang 45 Bekasi. Bangunan ini masih memiliki keaslian bentuk dan fasade bangunan dari sejak pertama kali dibangun hingga saat ini. Perubahan fungsi yang terjadi pada bangunan Gedung Juang 45 Bekasi ini mempengaruhi aspek spasial maupun visual yang ada pada bangunan. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui karakter spasial dan visual dari bangunan Gedung Juang 45 Bekasi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan langkah mendekripsikan elemen-elemen spasial dan visual bangunan dan menganalisisnya sehingga dapat disimpulkan karakter spasial dan visual bangunan. Karakter visual yang ditunjukkan oleh Gedung Juang 45 Bekasi adalah langgam Indische Empire Style. Penggunaan jendela dan pintu dengan ukuran berskala besar pada fasade bangunan menggambarkan bangunan milik penguasa yang ingin membuat bangunannya lebih monumental dari yang lain.Kata Kunci: Karakter Spasial, Karakter Visual, Bangunan kolonial Belanda
Simetrisitas Ruang pada Rumah Tinggal Kuno Desa Sempalwadak Kabupaten Malang Rizky Tirta Putri Supriyadi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simetrisitas ruang merupakan salah satu konsep hunian yang diterapkan oleh masyarakat Jawa. simetrisitas menjadi salah satu prinsip dalam penataan suatu ruang. Desa Sempalwadak menjadi desa yang menjadi desa yang berkembang atas dua budaya yang berbeda yakni budaya Jawa dan budaya Eropa yang mana dibawa oleh bangsa Belanda yang kala iu membangun pabrik gula di kawasan Desa Sempalwadak. Karakter bangunan kuno yang bercirikan bentuk atap perisai dengan sudut 45o dan atap pacul gowang yang merupakan salah satu karakter atap rumah tradisioanl Jawa yang memiliki fasade bangunan yang simetri ini masih banyak terlihat.Pembahasan ini dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana masyarakat menerapkan simetrisitas dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil studi dan pembahasan menunjukkan bahwa terjadi ketidak sesuaian antara fasade bangunan yang memiliki bentuk simetri namun berbeda dengan susunan ruang dalamnya yang dibangun pada era tahun 1950-an.Kata Kunci : simetrisitas, ruang dalam, rumah kuno
Konsep Tri Hita Karana dan Tri Angga pada Pola Ruang Luar Pura Penataran Agung Dalem Jawa Blambangan Agung Dewangga Achmad; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Tri Hita Karana sebagai pedoman hidup umat Hindu Bali tidak luput dari konsep arsitektur tradisional Bali sebagai dasar dalam menyusun tata pola ruang, baik secara metafisik (Tri Hita Karana) dan fisik (Tri Angga) sebagai turunannya. Pembangunan pura sebagai bangunan suci untuk beribadah juga tidak terhindar dari konsep Tri Hita Karana dan Tri Angga. Berdasarkan sejarah dan keadaan yang ada pada Pura Penataran Agung Dalem Jawa Blambangan, Pura Langgar sebagai massa baru pada Pura Penataran Agung Dalem Jawa Blambangan berpengaruh terhadap perubahan pada pola ruang yang sudah terbentuk sebelumnya. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganlisis dengan metode deskriptif kualitatif pola ruang Pura Penataran Agung Dalem Jawa Blambangan dan perubahannya setelah dibangun Pura Langgar dengan berlandaskan konsep Tri Hita Karana dan Tri Angga sebagai dasar pembangunan bangunan tradisional Bali.
Karakter Spasial Bangunan Kolonial Protestanche Kerk (Gereja Merah)-Probolinggo Ramadhani Puspa Pratami Putri; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.292 KB)

Abstract

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang masih ada saat ini banyak mengalami kemunduran. Kurangnya kepedulian dan rasa memiliki dari masyarakat adalah penyebab utama tidak terpelihara bahkan kerusakan bangunan bersejarah. Salah satu bangunan yang masih utuh, asli dan berfungsi dengan baik adalah bangunan Gereja Merah Probolinggo yang keberadaannya terancam mengalami pergeseran fungsi. Tujuan studi ini mengetahui karakter spasial bangunan kolonial Protestanche Kerk (Gereja Merah)-Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan mendeskripsikan dan menganalisis elemen-elemen pembentuk karakter spasial bangunan. Bangunan Gereja Merah memiliki denah persegi panjang dan simetris dan memiliki hubungan ruang saling berdekatan. Ruang-ruang tersebut berorientasi ke arah mimbar dan memiliki organisasi ruang linier. Bangunan berorientasi menghadap ke arah Timur atau ke Jalan Suroyo.Kata Kunci: Karakter struktural, bangunan kolonial Belanda
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham Mohammad Ridjal Achmad Faried Hanafi Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Adhiya Harisanti Fitriya Adibah Khairunnisa Marwa Agung Dewangga Achmad Agung Murti Nugroho Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Agustina Putri Ceria Agustinha Risdyaningsih Alfin Achlamiyatus Samiyah Alifah Laily Kurniati Allafa Aryati Allafa Aryati, Allafa Amin Setyo Leksnono, Amin Setyo Amin Setyo Leksono Amin Setyo Leksono Andri Satrio Pratomo Anisa Riyanto Ari Suprihatin Arief Rachmansyah Aryanti Dewi Ayu Indeswari Ayu Indeswari Bayu Nugroho Putra Budi Santosa Budi Santosa Cendika, Nauval Risla Chairil Budiarto Amiuza Chairinnisa Zakira Noer Ananda Christabel Annora P. Parung Christia Meidiana Cyndhy Aisya Tanjungansari Damayanti Asikin Dendi Sigit Wahyudi Dendi Sigit Wahyudi Dewa Gde Agung Wibawa Dewi Ristya Ayu Dewi, Oktavia Altika Dhinda Ayu Dhinda Ayu Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Novia Putri Wijayanti Dianing Primanita Ayuninggar Dianing Primanita Ayuninggar Dion Farhan Harun Efrina Amalia Ridwan Eka Putri Nurul Choiroti Ema Yunita Titisari Endratno Budi S Erlina Laksmiani Wahjutami, Erlina Laksmiani Erna Winansih Fadillah Putra Failasuf Herman Hendra Faisal Bahar Farah Ahlamia Wardi Faridatus Saadah Farisa Sabila Farisa Sabila Frisa Rizienta Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Gevi Vembrista Nirwana P Gobang, Ambrosius A.K.S. Gunawan Prayitno Hana Ayu Pettricia Hana Ayu Pettricia Hendra, F H Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Intan Kurnia Asmarani Intan Kurnia Asmarani Irma Fitriyani Irma Fitriyani, Irma Ismu Rini Dwi Ari Ismu Rini Dwi Ari Isnawan Farid Jenny Ernawati Jenny Ernawati Johanes Parlindungan Joko Triwinarto Santoso Kartika Eka Sari Khoirul Hidayat Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Kurnia Wulan Suci Nur Azizah Lalu Iman Novian Wahyudi Leksono, A S Lina Mardiani Lisa Dwi Wulandari Luchman Hakim M. Ruslin Anwar Maharani Puspitasari Marinda Noor Fajrina Maulana Abdullah Maulana Reddy Firmansyah Maulanissa Rachmani Megantara, Elriesta Mike Yuanita Mike Yuanita Miryanti Putri Budiandari Mochammad Naruseito Mohammad Bahrun Nidzom Muammar Ardli Hafiid Muammar Ardli Hafiid, Muammar Ardli Muhammad Faisol Muhammad Gardian Novandri Mustivia Mustivia Nada Cholid Zubaidi Ni Ketut Irma Pradnyasari Nindya Sari Novalinda Puspitasari Novesty Noor Azizu Novia Estin Noviani Suryasari Nugroho, A M Nur Fauziah Nur Fauziah Nurin Aldina nurjanah ratnaningrum Nurul Hidayah Nurul Sri Hardiyanti Parlindungan, Johannes Prissilia Dwicitta Meykalinda Purnama Salura Putra Adytia Rachmatillah, Fadlina Rahima Dheta Yaistrina Rahmi Ariani Salam Ramadhani Puspa Pratami Putri Ratnaningrum, Nurjanah Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Ridjal, Abraham Mohammad Rina Sabrina Rinawati P. Handajani Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Prasetya P Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizka Pramita Kusumawardhani Rizki Nimas Exacti Rizky Amelia Rizky Tirta Putri Supriyadi Rohadatul Aisy Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . San Soesanto Santoso, Dian Kartika Satti Wagistina Septiana Hariyani Setyoleksono, Amin Shabrina Maharani Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Sriyanti Andayani Sugiri Kustedja Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Surjono Surjono Thomas Kurniawan Dima Thomas Kurniawan Dima Timang, Vica Vanessa Sesaryo Tri Ajeng Prameswari Tri Kurnia Hadi Muktining Nur Trisno Widodo Tsalats Falaqie Chandra No Hikari Vica Vanessa Sesaryo Timang Vicky Rizaldi Vivi Sintiasari Wahyuni Eka Sari Wahyuni Eka Sari Widisono, Adrian Winansiha, Erna Wulan Astrini Yanita Ayu Mardlatillah Yazid Dwi Putra Noerhadi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi, Yohanes Wilhelmus Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusran, Yusfan Adeputera Yussi Oktarisa Zulkifli H. Achmad, Zulkifli H.