Antariksa Antariksa
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Published : 53 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Tipologi Wajah Bangunan Rumah Kuno di Desa Sempalwadak Kabupaten Malang Vivi Sintiasari; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah kuno di Desa Sempalwadak, Kabupaten Malang merupakan salah satu peninggalan arsitektur yang memiliki nilai sejarah dan budaya di wilayah Kota Malang. Wajah bangunan rumah kuno di Desa Sempalwadak memiliki karakteristik dan merupakan bagian penting bangunan karena dapat merepresentasikan citra bangunan, budaya pemilik rumah dan gaya bangunan pada masa tahun pembangunannya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis wajah bangunan rumah kuno di Desa Sempalwadak, Kabupaten Malang dengan metode analisis kualitatif-deskriptif dengan pendekatan tipologi. Hasil studi menemukan bahwa wajah bangunan rumah kuno di Desa Sempalwadak, Kabupaten Malang dapat ditipologikan berdasarkan elemen kepala/atap bangunan, badan/dinding bangunan, dan kaki/ lantai bangunan. Pengaruh gaya kolonial dapat ditemukan pada seluruh elemen wajah bangunan, khususnya pada bangunan yang dibangun pada tahun 1950-an. Karakteristik elemen arsitektural pada wajah bangunan dipengaruhi oleh aspek keamanan bangunan, estetika bangunan, dan penyesuaian bangunan terhadap iklim setempat.Kata kunci: tipologi, wajah bangunan, rumah kuno
Pelestarian Bangunan Stasiun Kereta Api Kediri Yussi Oktarisa; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.949 KB)

Abstract

Stasiun kereta api Kediri memiliki nilai historis yang kuat. Bentuk bangunan yangbergaya Indische empire ini memiliki karater yang dapat merekam jejak sejarah.Sejarah masa lampau yang menjadikan kota kediri sebagai kota karisedanan karenaadanya infrastruktur transportasi yang maju. Peranan bangunan stasiun Kereta apiKediri ini patut dipertahankan dan diarahkan ke upaya pelestarian. Metode yangdipakai adalah analisis kulitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif denganmenganalisis karakter arsitektural. Karakter arsitektural ini kemudian diarahkan kemetode evaluative dengan penilaian makna kultural. Hasil dari metode evaluativetersebut, karakter arsitektural dikembangkan ke arahan dan upaya pelestariandengan potensial tinggi, sedang dan rendah. Potensial tinggi diarahkan kepreservasi dan konservasi. Potensial sedang diarahkan ke konservasi danrehabilitasi. Potensial rendah diarahkan ke rehabilitasi.Kata Kunci: Stasiun Kediri, Pelestarian, Bangunan Kolonial Belanda
Karakter Visual Bangunan Stasiun Kereta Api Jember Prissilia Dwicitta Meykalinda; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.327 KB)

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk melakukan identifikasi dan analisis terhadap karakter visual setiap elemen pembentuk bangunan Stasiun Jember. Studi ini dilakukan karena tampilan visual pada Stasiun Jember mencitrakan karakter arsitektur Kolonial yang menonjol pada koridor Jalan Wijaya Kusuma. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif analisis. Metode ini digunakan untuk melakukan deskripsi mengenai elemen pembentuk bangunan serta komposisi visual bangunan, agar dapat diketahui bagaimana karakter visualnya. Bangunan Stasiun Jember secara visual menekankan pada bentuk massa yang memanjang, sehingga didominasi oleh komposisi bidang-bidang horizontal. Dominasi tersebut diseimbangkan dengan adanya komposisi bidang vertikal, lengkung, dan diagonal yang terdapat pada elemen pintu, jendela, dan dinding gevel. Fasade bangunan menampilkan elemen kayu asli Kolonial melalui bidang-bidang bukaan dan kolom dengan bentuk yang sederhana dan minim penggunaan ornamen.Kata kunci: Karakter visual, fasade, ruang dalam, bangunan Kolonial