Claim Missing Document
Check
Articles

Pelestarian Bangunan Masjid Tuo Kayu Jao Di Sumatera Barat Dion Farhan Harun; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji karakter bangunan Masjid Tuo Kayu Jao yang meliputi karakter visual, spasial, struktural bangunan, dan menentukan strategi arahan pelestarian bangunan Masjid Tuo Kayu Jao. Metode analisis data yang digunakan pada studi ini, yaitu metode deskriptif analisis, evaluatif, dan development.Karakter visual memperhatikan keseluruhan elemen yang membentuk fasade eksterior maupun interior dari Masjid Tuo Kayu Jao, seperti gaya bangunan, pintu, jendela, dan dinding. Karakter struktural dengan menganalisa susunan struktur yang ada pada Masjid Tuo Kayu Jao, mulai dari struktur bawah hingga struktur bagian atas bangunan. Dari hasil analisa ketiga karakter tersebut, nantinya dapat ditentukan hasil berupa arahan pelestarian yang sesuai dengan setiap elemen-elemen bangunan yang ada di Masjid Tuo Kayu Jao.Kata kunci: Masjid Kuno, karakter bangunan, strategi pelestarian
Karakter Visual Fasade Bangunan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang Efrina Amalia Ridwan; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa bangunan kolonial Belanda masih bertahan di tengah-tengah kemunculan fungsi-fungsi baru pada kawasan alun-alun Kota Malang, salah satu diantaranya adalah bangunan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang. Namun sayang pada beberapa bagian fasade bangunan telah mengalami perubahan yang diakibatkan oleh perubahan ruang. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui karakter visual dari fasade bangunan kolonial Belanda Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan langkah mendekripsikan elemen-elemen visual bangunan dan menganalisisnya sehingga dapat disimpulkan karakter visual bangunan. Karakter visual yang ditunjukkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang adalah langgam Nieuwe Bouwen. Penggunaan jendela dan pintu dengan ukuran gigantis pada fasade bangunan menggambarkan bangunan milik penguasa yang ingin membuat bangunannya lebih atraktif dari yang lain.Kata kunci: elemen visual, karakter visual, bangunan kolonial Belanda
Karakter Visual Fasade Bangunan Kolonial Belanda SDN Ditrotunon 1 Lumajang Anisa Riyanto; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.575 KB)

Abstract

Gaya arsitektur kolonial di Indonesia sangat erat kaitanya dengan sejarah perkembangan pembangunan negara ini. Bangunan-bangunan bergaya kolonial banyak tersebar diberbagai kota di tanah air. Salah satunya yang masih bertahan sampai saat ini yaitu SDN Ditotrunan 1 Lumajang. Namun seiring dengan berkembangnya jaman dan kebutuhan pengguna yang mulai bertambah fasade bangunan juga ikut mengalami perubahan yang menyesuaikan kebutuhan pengguna. Tujuan dilakukan studi ini adalah untuk mengetahui karakter visual dari fasade bangunan kolonial Belanda SDN Ditotrunan 1 Lumajang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan langkah mendekripsikan elemen-elemen visual bangunan dan kemudian dianalisis. Hasil dari analisis tersebut diharapkan dapat menyimpulkan karakter visual bangunan.Kata kunci: elemen visual, karakter visual, bangunan kolonial Belanda
Pelestarian Bangunan Masjid Jamik Sumenep Faridatus Saadah; Antariksa Antariksa; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.132 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menemukan karakter bangunan MasjidJamik Sumenep yang meliputi karakter visual, spasial dan karakter strukturalbangunan, dan menentukan strategi pelestarian yang dapat digunakan pada bangunantersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan tiga macampendekatan, yaitu metode deskripsi analisis, metode evaluative (pembobotan) danmetode development. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa karakter bangunan MasjidJamik Sumenep ditentukan oleh beberapa elemen, yaitu antara lain elemen karaktervisual yang membentuk tampak bangunan seperti pintu, jendela dan dinding. Karakterspasial yaitu organisasi ruang dan orientasi bangunan, dan karakter struktural denganmenganalisa struktur atap dan dinding bangunan. Setelah ditemukan karakterbangunan tersebut, maka digunakan metode evaluative dan ditetapkan beberapaelemen bangunan yang mempunyai potensial tinggi, sedang dan rendah. Dari hasilpenetapan ditentukan stategi pelestarian yang sesuai dengan kondisi masing –masingelemen bangunan tersebut.Kata kunci: masjid, karakter bangunan, strategi pelestarian
Pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya Novalinda Puspitasari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.267 KB)

Abstract

Sejarah Kota Surabaya sebagai kota pahlawan menjadikan Kota Surabaya sebagai pusat pemerintahan pada masa kolonial, terdapat banyak bangunan dengan fungsi kantor pelayanan jasa sebagai pemenuhan kebutuhan pada zaman kolonial. Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya merupakan salah satu bangunan yang memiliki nilai historis yang tinggi. Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya bergaya Indische empire stijl yang tampak pada elemen-elemen bangunan. Tujuan studi ini sebagai identifikasi dan anaisis karaktakteristik bangunan, serta sebagai identifikasi dan analisis arah pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya Studi ini menggunakan tiga macam metode deskriptif, meliputi metode deskriptif analisis, metode evaluatif, dan metode development. Analiis karakter bangunan pada studi ini meliputi karakter spasial, karakter visual, dan karakter struktural. Hasil dari analisis ketiga karakter tersebut merupakan sumber untuk menganalisis arahan pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya. Potensial arahan pelestarian dibedakan menjadi tiga, yaitu potensial tinggi dengan arahan pelestarian preservasi dan konservasi, potensial sedang dengan arahan pelestarian konservasi dan rehabilitasi, serta potensial rendah dengan arahan pelestarian rehabilitasi.Kata Kunci: Kantor Pos Besar Surabaya, bangunan cagar budaya, Strategi Pelestarian
Teritori Ruang Ritual pada Pura Luhur Dwijawarsa Malang Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Luhur Dwijawarsa merupakan pura Khayangan Jagad yang tertua dan terbesar di Malang. Letaknya di gunung yang dipercayai sebagai tempat tersakral menjadikan pura ini memiliki kedudukan yang cukup tinggi. Terdapat jenis aktivitas ritual jenis kebudayaan dan keagamaan yang dilaksanakan di Pura Luhur Dwijawarsa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis pola aktivitas ritual serta teritori ruang ritual yang terbentuk pada Pura Luhur Dwijawarsa. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif guna mendeskripsikan proses terjadinya aktivitas ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap ritual terdiri dari runtutan aktivitas yang cenderung bergerak dari ruang satu menuju ruang lainnya, sehingga hirarki aktivitas pada setiap prosesi ritual tidak selamanya berbanding lurus dengan konsep hirarki pada Pura Luhur Dwijawarsa. Teritori yang terbentuk yaitu jenis teritori primer, sekunder dan tersier. Perubahan terhadap teritori ruang dapat terlihat dari pergeseran sifat suatu ruang, hal tersebut dikarenakan faktor jenis pelaku yang terlibat serta sifat ritual tersebut.Kata kunci: aktivitas ritual, ruang ritual, teritori
Proporsi Bentuk Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar Di Blitar Jawa Timur Nurul Hidayah; Noviani Suryasari; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.726 KB)

Abstract

Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar adalah candi yang besar yang berada di Blitar. Candi ini merupakan warisan budaya masa lalu yang melambangkan keluhuran budaya masyarakat nenek moyang kita. Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar memiliki bentuk arsitektur yang dikelompokkan dalam langgam Jawa Timur dan memiliki bagian yang lengkap, maka perlu adanya perlakuan khusus terhadap candi ini dan diketahui bagaimana estetika proporsinya. Dengan bentuk yang khas, Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar ini memiliki beberapa transformasi bentuk yang perlu dianalisis serta ukuran yang perlu dikaji. Dalam kajian proporsi ini dilakukan dengan mengukur bagian pada setiap elemen candi yang hasilnya nanti berupa perbandingan setiap bagian serta elemen Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar tersebut. Pada tampak depan, samping dan belakang candi teknik proporsi yang digunakan adalah teknik dari aturan Manasara-Silpasastra dan tampak atas bangunan menggunakan aturan proporsi dari Parmono Atmadi.Kata kunci: proporsi, Candi Angka Tahun, Candi Sawentar
Konsep Tri Mandala pada Pola Tata Ruang Luar Pasar Tradisional Badung di Kota Denpasar Ni Ketut Irma Pradnyasari; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.808 KB)

Abstract

Kota Denpasar merupakan ibu kota dari Provinsi Bali dan menjadi pusat kegiatan masyarakat Bali. Kota Denpasar mengalami peningkatan jumlah penduduk yang sangat cepat sehingga berpengaruh pada meningkatnya aktifitas dan kebutuhan masyarakatnya. Peningkatan tersebut juga akan berdampak pada pembangunan khususnya dalam pola tata ruang yang mewadahi aktifitas dan kebutuhan tersebut. Di Bali khususnya Kota Denpasar, memiliki konsep dasar pembangunan yang dipercaya dapat menciptakan kehidupan yang harmonis salah satunya dalam konsep pola tata ruang tradisional yaitu Konsep Tri Mandala yang berlaku tidak hanya pada tempat suci melainkan pada rumah adat hingga bangunan publik lainnya seperti pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis Konsep Tri Mandala pada pola tata ruang luar Pasar Tradisional Badung di Kota Denpasar. Pasar Tradisional Badung merupakan objek yang diteliti dikarenakan pasar tersebut merupakan pasar tertua (didirikan tahun 1977) dan terbesar di kota Denpasar yang beberapa kali melaksanakan perluasan lahan dan renovasi (tahun 1984, tahun 2001 dan tahun 2016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring perkembangan waktu yang didukung dengan meningkatnya jumlah penduduk, aktifitas dan kebutuhan penduduk maka, akan berpengaruh pula pada konsep pola tata ruang yang diciptakan yaitu Konsep Tri Mandala berkembang menjadi Konsep Sanga Mandala. Kata Kunci: Konsep Tri Mandala, Konsep Sanga Mandala, Pola Tata Ruang Luar Tradisional Bali.
Karakteristik Fasade Bangunan untuk Pelestarian Koridor Jalan Panggung Surabaya Nada Cholid Zubaidi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah panjang kota Surabaya yang dimulai sejak zaman Kerajaan Hindu – Mataram sampai kolonial Belanda (Handinoto, 1996) membentuk budaya yang beragam bagi kota Surabaya. Di koridor Jalan Panggung yang termasuk dalam kawasan Pecinan Surabaya, masih terdapat beberapa bangunan dengan karakteristik khas yang menjadi saksi sejarah perjalanan kota Surabaya dan perlu dilestarikan. Namun, disayangkan saat ini banyak perubahan yang terjadi pada fasade bangunan, sehingga berdampak besar pada perubahan karakter koridor Jalan Panggung Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fasade untuk pelestarian koridor Jalan Panggung Surabaya. Unsur fasade tersebut meliputi atap, jendela, pintu dan ornamen. Hasil penelitian ini menemukan adanya dua jenis atap, yaitu atap perisai dan atap pelana, bermaterial genteng tanah liat. Banyak bangunan yang menggunakan jendela jenis ganda dengan perletakan di sisi kanan dan kiri pintu. Pada lantai bawah, menggunakan pintu lipat kayu dan pintu jenis ganda. Pada ornamen, beberapa bangunan menggunakan listplank pada ornamen atap, ornamen konsol, jenis kolom serta balustrade bermotif kolonial dan pecinan, lubang ventilasi maupun motif bouvenlict yang beragam masih dapat ditemukan pada koridor ini. Karakteristik ini akan menjadi acuan dalam pelestarian pembangunan koridor di masa datang.Kata kunci: karakteristik, fasade bangunan, pelestarian
Arsitektur Fasade Bangunan Rumah Tinggal Kolonial Belanda di Kawasan Nyai Ageng Arem-Arem Gresik Frisa Rizienta; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Nyai Ageng Arem-Arem merupakan sebuah kawasan kota lama yang terdiri dari beberapa bangunan dalam beberapa jalur (gang) yang saling berhadapan dan memiliki keunikan/kekhasan arsitektur, yang pada periodisasi tertentu menjadi ikon/tanda kemajuan perkembangan Kota Gresik. Kawasan ini adalah kawasan yang terbanyak terdapat bangunan bersejarah di kota lama. Kondisi bangunan tersebut masih baik dan utuh, dengan gaya arsitektur yang beragam, yaitu Kolonial, Cina, Melayu dan memiliki usia rata-rata 100 tahun. Salah satu bangunan yang menonjol di kampung peranakan ini adalah rumah tinggal Gajah Mungkur dan beberapa makam leluhur (makam Nyai Ageng Arem-arem). Karakteristik Arsitektur Kolonial Belanda dalam hal ini dapat dilihat dari segi periodisasi perkembangan arsitekturnya maupun dapat pula ditinjau dari berbagai elemen ornamen yang digunakan bangunan kolonial tersebut.Kata kunci: karakteristik, fasade, Nyai Ageng Arem-arem
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham Mohammad Ridjal Achmad Faried Hanafi Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Adhiya Harisanti Fitriya Adibah Khairunnisa Marwa Agung Dewangga Achmad Agung Murti Nugroho Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Agustina Putri Ceria Agustinha Risdyaningsih Alfin Achlamiyatus Samiyah Alifah Laily Kurniati Allafa Aryati Allafa Aryati, Allafa Amin Setyo Leksnono, Amin Setyo Amin Setyo Leksono Amin Setyo Leksono Andri Satrio Pratomo Anisa Riyanto Ari Suprihatin Arief Rachmansyah Aryanti Dewi Ayu Indeswari Ayu Indeswari Bayu Nugroho Putra Budi Santosa Budi Santosa Cendika, Nauval Risla Chairil Budiarto Amiuza Chairinnisa Zakira Noer Ananda Christabel Annora P. Parung Christia Meidiana Cyndhy Aisya Tanjungansari Damayanti Asikin Dendi Sigit Wahyudi Dendi Sigit Wahyudi Dewa Gde Agung Wibawa Dewi Ristya Ayu Dewi, Oktavia Altika Dhinda Ayu Dhinda Ayu Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Novia Putri Wijayanti Dianing Primanita Ayuninggar Dianing Primanita Ayuninggar Dion Farhan Harun Efrina Amalia Ridwan Eka Putri Nurul Choiroti Ema Yunita Titisari Endratno Budi S Erlina Laksmiani Wahjutami, Erlina Laksmiani Erna Winansih Fadillah Putra Failasuf Herman Hendra Faisal Bahar Farah Ahlamia Wardi Faridatus Saadah Farisa Sabila Farisa Sabila Frisa Rizienta Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Gevi Vembrista Nirwana P Gobang, Ambrosius A.K.S. Gunawan Prayitno Hana Ayu Pettricia Hana Ayu Pettricia Hendra, F H Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Intan Kurnia Asmarani Intan Kurnia Asmarani Irma Fitriyani Irma Fitriyani, Irma Ismu Rini Dwi Ari Ismu Rini Dwi Ari Isnawan Farid Jenny Ernawati Jenny Ernawati Johanes Parlindungan Joko Triwinarto Santoso Kartika Eka Sari Khoirul Hidayat Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Kurnia Wulan Suci Nur Azizah Lalu Iman Novian Wahyudi Leksono, A S Lina Mardiani Lisa Dwi Wulandari Luchman Hakim M. Ruslin Anwar Maharani Puspitasari Marinda Noor Fajrina Maulana Abdullah Maulana Reddy Firmansyah Maulanissa Rachmani Megantara, Elriesta Mike Yuanita Mike Yuanita Miryanti Putri Budiandari Mochammad Naruseito Mohammad Bahrun Nidzom Muammar Ardli Hafiid Muammar Ardli Hafiid, Muammar Ardli Muhammad Faisol Muhammad Gardian Novandri Mustivia Mustivia Nada Cholid Zubaidi Ni Ketut Irma Pradnyasari Nindya Sari Novalinda Puspitasari Novesty Noor Azizu Novia Estin Noviani Suryasari Nugroho, A M Nur Fauziah Nur Fauziah Nurin Aldina nurjanah ratnaningrum Nurul Hidayah Nurul Sri Hardiyanti Parlindungan, Johannes Prissilia Dwicitta Meykalinda Purnama Salura Putra Adytia Rachmatillah, Fadlina Rahima Dheta Yaistrina Rahmi Ariani Salam Ramadhani Puspa Pratami Putri Ratnaningrum, Nurjanah Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Ridjal, Abraham Mohammad Rina Sabrina Rinawati P. Handajani Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Prasetya P Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizka Pramita Kusumawardhani Rizki Nimas Exacti Rizky Amelia Rizky Tirta Putri Supriyadi Rohadatul Aisy Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . San Soesanto Santoso, Dian Kartika Satti Wagistina Septiana Hariyani Setyoleksono, Amin Shabrina Maharani Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Sriyanti Andayani Sugiri Kustedja Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Surjono Surjono Thomas Kurniawan Dima Thomas Kurniawan Dima Timang, Vica Vanessa Sesaryo Tri Ajeng Prameswari Tri Kurnia Hadi Muktining Nur Trisno Widodo Tsalats Falaqie Chandra No Hikari Vica Vanessa Sesaryo Timang Vicky Rizaldi Vivi Sintiasari Wahyuni Eka Sari Wahyuni Eka Sari Widisono, Adrian Winansiha, Erna Wulan Astrini Yanita Ayu Mardlatillah Yazid Dwi Putra Noerhadi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi, Yohanes Wilhelmus Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusran, Yusfan Adeputera Yussi Oktarisa Zulkifli H. Achmad, Zulkifli H.