Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN PAI INTERAKTIF DAN KONTEKSTUAL: STRATEGI MEMBANGUN KARAKTER MURID Ali Wafa; Umar Faruq; Moh. Rois; Ridwan
Journal Islamic Studies Vol. 6 No. 01 (2025): Edisi Maret
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/eawvpd33

Abstract

Islamic Religious Education plays a significant role in shaping students' character with good morals, both in terms of spiritual piety and social character. The interactive and contextual PAI learning model serves as an alternative for character building among students. This article employs a qualitative approach with a type of library research. Through library research, this article aims to conduct an in-depth analysis of various relevant literatures, such as books, scholarly journal articles, and other documents related to the researched topic. There are two types of data sources in this article: primary and secondary. Primary data is derived from books and journal articles that specifically discuss interactive and contextual PAI learning models as well as strategies for strengthening students' character. Secondary data includes scientific works, proceedings, research reports, and other supporting documents that enrich the understanding of the discussed topic. This article presents findings on interactive and contextual PAI learning models for building students' character, which include: the understanding model through experience, the understanding model through habituation, the understanding model through exemplary, and the contextual learning model.
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Ekoteologi Pada Siswa Madrasah dalam Menghadapi Krisis Lingkungan Wafa, Ali; Qosim, Qosim; Millati, Millati; Subairi, Subairi
Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Februari
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning: Dari Pendekatan Hafalan Menuju Internalisasi Nilai Wafa, Ali; Syarifah, Syarifah; Nadhif, Moh.
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 4 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v4i2.95

Abstract

Pembelajaran pendidikan agama masih dominan menggunakan pendekatan hafalan (rote learning). Model ini terbukti kurang efektif dalam membentuk pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai spiritual serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran integratif yang memberikan kesempatan bagi semua anak didik mendapatkan pengetahuan secara utuh dan lebih bermakna, melalui internalisasi niali. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap transformasi pembelajaran pendidikan agama berbasis deep learning: dari pendekatan hafalan menuju internalisasi nilai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang tujuan memahami transformasi pembelajaran secara mendalam melalui wawancara mendalam, observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran, serta telaah dokumen yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) transformasi pembelajaran membutuhkan komitmen dan dukungan kelembagaan; (2) penerapan deep learning meningkatkan kesadaran metakognitif, refleksi nilai spiritual, kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta internalisasi nilai melalui pengalaman nyata; (3) integrasi strategi refleksi diri, studi kasus, dan proyek berbasis pengalaman nyata menjadikan pembelajaran lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu meningkatkan profesionalisme guru. Kesimpulannya, pembelajaran berbasis deep learning dapat menjadi alternatif yang efektif untuk menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan agama.
Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning: Dari Pendekatan Hafalan Menuju Internalisasi Nilai Wafa, Ali; Syarifah, Syarifah; Nadhif, Moh.
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 4 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v4i2.95

Abstract

Pembelajaran pendidikan agama masih dominan menggunakan pendekatan hafalan (rote learning). Model ini terbukti kurang efektif dalam membentuk pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai spiritual serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran integratif yang memberikan kesempatan bagi semua anak didik mendapatkan pengetahuan secara utuh dan lebih bermakna, melalui internalisasi niali. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap transformasi pembelajaran pendidikan agama berbasis deep learning: dari pendekatan hafalan menuju internalisasi nilai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang tujuan memahami transformasi pembelajaran secara mendalam melalui wawancara mendalam, observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran, serta telaah dokumen yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) transformasi pembelajaran membutuhkan komitmen dan dukungan kelembagaan; (2) penerapan deep learning meningkatkan kesadaran metakognitif, refleksi nilai spiritual, kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta internalisasi nilai melalui pengalaman nyata; (3) integrasi strategi refleksi diri, studi kasus, dan proyek berbasis pengalaman nyata menjadikan pembelajaran lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu meningkatkan profesionalisme guru. Kesimpulannya, pembelajaran berbasis deep learning dapat menjadi alternatif yang efektif untuk menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan agama.
Peran Wali Kelas dalam Bimbingan Konseling untuk Pembentukan Karakter Akhlakul Karimah Santriwati Syarifah, Syarifah; Nurhasanah, Muwahidah; Sirojuddin, Akhmad; Paisun, Paisun; Wafa, Ali
Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2025): Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi, March, 2025
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/sosaintek.v2i1.7293

Abstract

Expressions of joy, tremendous courage, and a high sense of self-worth all arise in the adolescent phase. As a result, children in this stage often make noisy and irritating noises. Adolescents in this stage have lofty, often unattainable goals and overly optimistic thinking. Their speech, which is often “normal,” becomes unpleasant or pathetic in this phase because they are very sensitive to the opinions of others. When viewed as children, especially young ones, they are highly resented. Based on this description, this research intends to examine how the role of homeroom teachers in guidance and counseling in the formation of the character of Akhlakul Karimah Santriwati Class 2 KMI (Kulliyatul Mu'allimat Al-Islamiyah) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Campus 1 Mantingan Ngawi. This research uses qualitative methods which include unstructured interviews, participant and non-participant observations, as well as documentation. From the research that took place at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri campus 1, Mantingan, Ngawi, data processing revealed that homeroom teachers play an important role in the lives of grade 2 students because these students are undergoing a transition period that can lead to crisis. In boarding schools, homeroom teachers act as mentors and counselors, replacing the role of parents. In addition to being teachers and educators, homeroom teachers act as role models and motivators. Homeroom teachers play an important role in moral formation, mental growth, and positive personal development. In addition, homeroom teachers act as confidants and friends to their students, helping them overcome any problems. To improve the morale of their students, homeroom teachers should always provide assistance and counseling to their students before becoming friends and lovers and encouraging them to be more independent and more extreme in handling every problem they face.